Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Tag Archives: Islam

Foto: Idul Qurban 1432 H

Seperti halnya di berbagai belahan dunia muslim lainnya, di lingkungan rumah saya, Purwokerto Kidul, juga diadakan pemotongan hewan kurban. Kali ini kurban yang dipotong adalah satu ekor sapi hasil ‘kurban jamaah’ dari beberapa warga. Sekedar berbagi, berikut foto-foto dari acara pemotongan hewan kurban tadi pagi [06/11/2011]

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

*all photos taken by me and simply edited with Photoscape

Khalifah (2011): Kontroversi Cadar yang Gagal Tersampaikan

INDRA Herlambang adalah alasan kenapa saya memutuskan untuk menonton film ini. Penasaran. Secara beliau ini terkenal sebagai sesepuh kaum 4L4Y yang di berbagai acara yang dia pandu selalu tampil gokil, di film ini dia dapat peran sebagai penganut Islam garis keras. Tentu bayangan saya menjadi sangat menarik bagaimana melihat cara dia berperan. Tanpa Indra Herlambang mungkin saya ogah menonton film ini. Peran utama yang lain diisi oleh ‘sekedar’ artis FTV macam Ben Joshua dan Marsha Timothy sih.

Ide film ini unik. Tentang seorang wanita bernama Khalifah [Marsha Timothy] yang begitu taat dengan suaminya, Rasyid [Indra Herlambang]. Dari yang tadinya tidak berjilbab diminta berjilbab sampai akhirnya diminta bercadar semua dituruti oleh Khalifah. Padahal suaminya adalah orang yang misterius yang lebih sering berada di luar daripada di rumah. Sehari di rumah, besoknya pergi dua/tiga minggu. Alasan dia pergi adalah untuk berjualan produk khas Arab Saudi ke berbagai daerah. Sebagai istri yang patuh Khalifah setia menunggu suaminya pulang.

Baca pos ini lebih lanjut

Berbagi Cerita Ramadhan 1431 H

INGIN berbagi kisah yang tersisa dari Ramadhan kemarin. So yesterday sih, tapi cerita saat Ramadhan kemarin terlalu sayang jika tidak didokumentasikan. Seperti kata seorang kawan, tak masalah tak ada yang membaca tulisanmu karena paling tidak ada satu pembaca setia tulisanmu yaitu kamu sendiri. Bukan sekarang tapi kelak. Ya tidak sebijak seperti itu sih kata-katanya tapi yang saya tangkap sih intinya begitu. =P

Ramadhan kemarin saya full di kampung halaman. Well, status yang masih jobless sementara ‘kegiatan’ di Jogja juga baru dimulai pasca Lebaran jadi pikir lumayanlah bisa puasa di rumah. Sudah lama juga saya tidak puasa full satu bulan di rumah. Biasanya cuma sekitar seminggu menjelang lebaran saja baru bisa pulang. Nah sekarang mumpung bisa kenapa tidak dimanfaatkan. Lagian dengan berlibur di rumah jadi bisa sering-sering ketemu pacar. #AdaUdangDiBalikRempeyek

Jadi ceritanya Ramadhan kemarin saya turut ‘meramaikan’ Mushalla depan rumah. Saya diminta mengajar ngaji anak-anak kecil [TK-SD] bergantian bersama empat orang yang lain, walaupun pada prakteknya cuma tiga orang saja yang ngajar. Tiga orang itu yaitu saya, bpk Ketua Takmir dan bpk Sekretaris Takmir. Aslinya saya menolak. tapi ternyata bpk Sekretaris Takmir terlebih dahulu sudah ‘melobi’ ibu saya. Jadinya saya tak kuasa menolak ‘serangan’ dari dua orang sekaligus. Tak apalah toh cuma sekali seminggu inih.

Baca pos ini lebih lanjut

Berbagi Cerita di Tanah Suci [5]

TERNYATA keinginan berbagi cerita selama di Tanah Suci sempat terhenti sejenak. Padahal cerita terakhir masih di Madinah, belum sampai ke Makkah untuk berumrah. Yah, karena satu dan lain hal jadi kelanjutan cerita ini baru bisa ter-publish sekarang. Sekarang sudah tanggal 12 Agustus, padahal kami berada di Saudi 10-20 Juli 2010. Sudah sebulan yang lalu euy. Oia karena sudah memasuki bulan Ramadhan jadi sebelumnya saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi segenap umat Muslim. Semoga Ramadhan ini bisa jadi momentum perubahan bagi diri kita, maupun bagi lingkungan.

Lanjut, hari ini Jumat 16 Juli 2010, menjadi hari terakhir kami di Madinah. Sekitar pukul 14.00 habis jumatan kami akan diberangkatkan menuju ke Makkah. Jadwalnya memang begiut, 3 hari di Madinah dan 3 hari di Makkah. Berhubung sudah hari terakhir jadi Ayah menganjurkan kepada saya, adik dan ibu untuk sekali lagi berdoa Raudah. Sudah jauh-jauh ke Saudi, ke rumah Rasul, masa cuma sekali saja berdoa di tempat mustajab itu. Ayah saya malam sebelumnya sudah mengunjungi tempat itu untuk kedua kalinya, di menjelang tengah malam ketika kami sudah tertidur kelelahan.

Baca pos ini lebih lanjut

Skuad Islam United di Piala Dunia 2010

SETELAH kemarin saya menyusun Dream Team Kapten-Kapten Piala Dunia 2010, kali ini saya ingin menyusun lagi itm yang lain. Pikir sana-sini akhirnya saya menemukan ide yang lumayan menarik. Karena saya orang Indonesia yang kebetulan beragama Islam yang mana kebanyakan orang Indonesia suka mengait-ngaitkan segala ha ke agama *buset panjang bgt*, maka saya ingin menyusun skuad peseta Piala Dunia 2010 yang beragama Islam. Tentu saja nama-nama yang terpilih harus pemain ternama. KAlau tidak ya gampang sekali. Tinggal comot aja pemain Aljazair.

Berbeda dengan Dream Team Kapten, menyusun Islam United lumayan susah karena terbatasnya pilihan. Setelah mencoba mengamati dengan sesama dan memilah-milah pemain untuk disusun menjadi formasi 4-1-3-2 favorit saya maka terpilihlah skuad Islam United di Piala Dunia 2010, bahasa kerennya World Cup 2010 Islam United Squad, sebagai berikut:

Baca pos ini lebih lanjut

Perjuangan Negara Islam di Parlemen

Selain melalui jalur militansi yang dilakukan oleh SM Kartosuwiryo, perjuangan menuju Negara Islam juga dilakukan di parlemen. Memang dua jalur itu, yaitu jalur parlemen dan militansi, tidak dilakukan secara terorganisir bersama. Mereka boleh dikatakan berjuang sendiri-sendiri. Namun boleh dibilang kesamaan tujuan itu yang sebenarnya mempersatukan mereka.

Perjuangan menjadikan Islam menjadi dasar negara mulai dilakukan sejak Indonesia belum merdeka. Para tokoh Islam saat itu seperti Wahid Hasyim dan Kahar Muzakkir menghendaki Islam sebagai dasar Negara. Diskusi dasar Negara apa yang tepat terus berlangsung di BPUPKI dan selanjutnya PPKI. Pada akhirnya tercapai sebuah kompromi untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Hal itu terjadi karena setelah dikomparasikan, nilai-nilai Islam sebenarnya sudah terakomidir dalam Pancasila. Sebagai kompensasi umat Islam meminta untuk diberi hak untuk menjalankan syariat-nya. Rumusan Pancasila hasil komparasi dan kompensasi itu tertuang dalam Piagam Jakarta dengan sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.

Baca pos ini lebih lanjut

The 99 – Superhero Islam

BELUM banyak yang tahu paling tidak di Indonesia atau saya pribadi bahwa sebenarnya ada seri komik superhero yang Islami. Islami di sini bukan Islam harfiah semacam superhero itu memakai jilbab atau yang berpeci bagi superhero laki-laki. Islam yang dimaksud di sini Islam dari sisi yang lebih universal dan tidak menampilkan agama superhero itu dengan explicit. Jadi disebut superhero Islam mungkin lebih tepat karena terinspirasi dari tradisi Islam dan diproduksi salah satu Negara Arab. Superhero atau lebih tepatnya Kelompok Superhero itu bernama The 99 [the Ninety-nine]. Kenapa disebut kelompok Superhero karena memang di The 99 tidak hanya ada satu superhero melainkan ada banyak superhero dari berbagai Negara.

Nama The 99 itu sendiri diambil dari 99 nama Allah [Asmaul Husna]. Kekuatan yang dimiliki oleh satu superhero ini kurang lebih merepresentasikan satu dari kekuatan Allah itu. Mungkin agak mirip dengan format Justice League yang merupakan kumpulan para superhero itu. Perbedaannya dengan Justice League adalah para superhero The 99 sebelum bergabung bersama belum menjadi superhero, tidak seperti Justice League yang sebelum ‘bergabung’ dengan Justice League-pun sudah menjadi superhero individual di tempatnya masing-masing. Mereka hanyalah orang biasa yang mendapat berkah kekuatan luar biasa tanpa disengaja. Dan satu lagi yang istimewa, karakter-karaker di The 99 berasal dari berbagai Negara di dunia yang bahkan bukan termasuk Negara Islam. Indonesia juga menyumbang karakter dengan tokoh bernama Fattah yang mempunyai kekuaan dapat berpindah tempat ke seleruh dunia.

Baca pos ini lebih lanjut