Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

PPAKP 2011 Minggu Pertama

KALI ini saya ingin share kegiatan saya selama kurang lebih seminggu ke belakang. Selama seminggu ini Semarang, lebih tepatnya Hotel Pandanaran, menjadi tempat tinggal saya. Dan kebersamaan saya dengan hotel bintang tiga itu masih akan berlanjut selama, insya allah, tiga minggu ke depan. Apa yang saya kerjakan di sana bersama ratusan orang yang lain adalah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP) yang diselenggarakan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ngeri luar biasa kan? #sokyes

Tiga minggu tinggal di hotel dan ini masih minggu pertama? Mungkin kalian akan berpikir ‘enak ya’. Kenyataan yang ada sebenarnya justru sangat melelahkan karena kita ke sini tidak untuk berlibur. Jadwal tiap hari sangat padat dan penuh di dalam kelas. Agenda dimulai sekitar jam 7 pagi sampai sekitar jam 9 malam dengan 2 kali coffee break dan 2x istirahat makan (siang dan malam) selama enam hari (kecuali sabtu minggu ini yang pukul 12.00 kelas sudah selesai).

Dengan jadwal sepadat itu kapan waktu untuk ‘main dan wisata’? Praktis cuma di sabtu setelah jam 12 siang dan hari minggu. Sangat terbatas. Memang ada beberapa yang keluar malam tapi sayangnya saya bukan tipe seperti, apalagi saya juga tak ada kendaraan pribadi. Mending istirahat di hotel yang pada prakteknya bersosialisasi dengan peserta lain entah di lobby, tepi kolam atau kamar peserta lain. Untuk kamar tentu kamar peserta laki-laki ya. Saya alhamdulillah masih punya iman. Lumayan jadi kenal beberapa teman baru dari berbagai kota. Walaupun kebanyakan dari mereka berusia di atas saya, dan ada juga yang sudah pegang jabatan, bagi saya tak masalah karena lumayanlah bisa menambah relasi

Sebelum cerita apa yang saya temui selama seminggu ini, ada satu yang mungkin membuat penasaran, apa itu PPAKP. PPAKP itu adalah program dari Kementrian Keuangan yang dipelopori oleh the legendary Sri Mulyani untuk mewujudkan sebuah laporan keuangan di instansi pemerintahan yang profesional sehingga mewujudkan total kepemerintahan yang profesional pula. Sebagai sesama aparat pemerintah, dalam hal ini di bawah pimpinan presiden, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang punya hak istimewa sebagai Bendahara Keuangan Negara (Chief Financial Officer) untuk membawahi semua Kementerian dan Lembaga yang ada. Kementerian dan Lembaga yang lain bertindak sebagai Chief Operational Officer di bawah pimpinan Kementerian Keuangan bagi satuan kerja (satker) masing-masing.

Dengan hak istimewa itu Kemenkeu mengumpulkan kami agar nantinya ke depan laporan keungan semua intansi itu benar sehingga laporan pemerintah secara keseluruhan benar secara kaidah akuntansi, bukan sekedar formalitas seperti yang terjadi sebelum era reformasi. Jadinya di diklat ini kami belajar segala hal tentang keuangan di mulai dari ranah idealita sampai ke realita, level atas sampai level bawah juga teori dan aplikasi.

Sebagai bukan orang yang concern di keuangan, jelas saya kesulitan dan harus menyesuaikan diri, tapi sebagai perwakilan kelas untuk lomba akuntansi saat SMA dulu tak perlu lama sebenarnya untuk bisa sedikit paham, walaupun tentunya level saya masih jauh di bawah peserta yang sarjana ekonomi ataupun akuntansi. Natinya di hari terakhir minggu ketiga aka nada ujian untuk menentukan lulus atau tidak dari diklat ini. Kita lihat saja besok saya lulus atau tidak.

Kenapa saya dipilih sama kantor? Wallahu a’lam karena saya pegawai baru sebenarnya tidak enak dengan pegawai lain, namun karena saya tidak berhak menolak jadi ya berangkat sajalah. Kenapa Semarang? Karena saya di wilayah Jawa Tengah yang mana semua instansi di Jawa Tengah diklat di situ. Kenapa di Hotel Pandanaran yang berbintang 3? Mungkin karena lokasinya yang strategis dan lagi pula bintang 4 atau 5 kan mahal. 😀

Hari ke-0, hari Minggu (02/10/11), kita belum ada kegiatan, hanya sekedar pembagian kamar. Teman sekamar lumayan asyik. Yang kasihan kamar sebelah, mereka memiliki kesamaan karkter sama-sama pendiam jadi agak aneh lihat mereka, kemana-mana selalu berdua bukannya kenalan sama yang lain atau gimana. Mereka hanya di kamar saja, tapi ya sudah lah terserah masing-masing orang bukan urusan saya. Saya berangkat dari rumah jam 12 siang naik travel dan nyampai TKP jam 8 malam dan langsung makan malam. Servis yang sangat memuaskan untuk sebuah awalan.

Hari pertama diklat (Senin, 03/10/11), kita mempelajari Paket Undang-Undang Keuangan Negara yang meliputi UU nomor 23/2003 tentang Keuangan Negara, UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Ya hari pertama kita mabok Undang-Undang dan terus terang sangat tidak aplikatif. Tapi saya sepakat kalau tentu kita harus tahu UU yang menjadi landasan kerja kita. Ibaratnya, kita tidak bisa melakukan perkalian tanpa sebelumnya belajar penjumlahan kan?

Hari kedua (Selasa, 04/10/11) kita belajar Manajemen Aset, Kas dan Utang. Materi ini masih sangat berat karena ini adalah manajemen tingkat Negara, sebagai pelaksana di tingkat daerah kita tidak akan mungkin melakukan ini, tapi paling tidak ini bisa sebagai pengetahuan dan kita ambil manfaat di manajemennya.

Hari ketiga (Rabu, 05/10/11) kita belajar Perencanaan, Penganggaran dan Pelaksanaan Anggaran. Materi kebanyakan masih di jajaran level Negara, tapi paling tidak kita tahu alur yang terjadi dalam hal penganggaran di pemerintahan pusat, yang data-datanya diambil dari satker-satker di daerah. Di tatanan instansi di level daerah juga di bahas karena dalam kita memperoleh anggaran harus kita menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) jadi kita harus tahu sistemnya. Ilmu yang menarik bagi saya.

Hari keempat (Kamis, 06/10/11) kita belajar Bagan Akun Standar dan Aplikasi. Ini juga menarik karena menyentuh langsung tatanan praktis. Akun yang dimaksud adalah kode untuk elemen-elemen anggaran dan langsung dipraktekkan bagaimana kita menyusun anggaran lewat aplikasi RKA-KL/DIPA sekaligus juga aplikasi SPM (Surat Perintah Membayar) untuk pencairan anggaran. Untuk aplikasi saya sudah cukup lumayan belajar di kantor jadi sama sekali tidak mengalami kesulitan malah dapat ilmu baru karena yang tadinya saya hanya tahu secara parsial sekarang sudah cukup menyeluruh, walaupun tentu masih banyak detik-detil aplikasi yang masih bisa digali lebih dalam.Gampang lah nanti dibaca di manual book-nya.

Hari kelima (Jumat, 07/10/11) kita belajar Dasar-Dasar Akuntansi. Ini menarik. Kalau akuntansi, jelas adik saya jagonya karena dia anak akuntansi. Kalau program ini tetap jalan, dan adik saya masuk ke pemerintahan, kemungkinan besar dia pasti diutus kantor untuk mengikuti. Secara saya yang tidak punya basic keuangan saja berangkat. Di hari itu saya berasa kembali membuka memori lama saat SMA saat belajar akuntansi. Hanya satu tahun karena selanjutnya saya penjurusan di IPA. Saya sangat bersemangat karena sebenarnya saya dari dulu suka pelajaran ini. Banyak latihan yang dikerjakan di sesi diklat hari ini.

Hari keenam (Sabtu, 08/10/11), kita masih belajar tentang Dasar-Dasar Akuntansi secara lebih dalam lagi dengan men-spesifisik-kan pada Penyusunan Laporan Keuangan. Lumayan masih bersemangat walau fokus sudah mulai down karena pikiran benar-benar diforsir berhar-hari. Hari ini kelas selesai sampai dzuhur saja jadi dimanfaatkan para peserta dari dalam kota untuk pulang dan beristirahat di rumah masing-masing. Jangankan yang dalam kota, yang di luar kota juga banyak yang pada pulang. Hotel jadi cukup sepi.

Karena saya tidak pulang saya manfaatkan saja sisa hari sabtu untuk ‘mengenal’ Semarang. Akses Hotel yang berada di jalan menuju Simpang Lima membuat saya mudah saja ke tempat itu. Citra Land dan Matahari sudah saya singgahi, cari sesuatu yang khas Semarang tapi menurut saya tidak ada yang menarik jadi ya sudahlah. Saya juga manfaatkan momen itu untuk melampiaskan kekangenan saya nonton film di bioskop untuk mampir ke Citra 21. Bioskopnya lumayan bagus walaupun cukup sepi. Next time coba akan saya bandingkan dengan bisokop satunya, Paragon XXI.

Hari ketujuh (Minggu, 09/10/11), hari libur, saya manfaatkan untuk berkunjung ke rumah saudara. Diberi petunjuk untuk naik bis kota dari depan hotel tapi saya ragu dan kurang paham tentang bis kota-nya jadi saya pilih pakai taksi saja. Tidak terlalu mahal. Hanya saja saya cukup menyesal karena bis kota itu ternyata maksudnya Damri, bis gede tentunya, yang full AC dengan tariff hanya 1/8 dari ongkos saya naik taksi. Hahaha. Di tempat saudara saya berngkat jam 9.30 dan pulang ba’da ashar. Pulang naik bis Damri tapi saya tidak langsung pulang. Saya City Tour saja naik itu bis, toh jauh dekat bayarnya sama. Apalagi laju bis itu juga lumayan pelan. Semakin pas. Dari Ngaliyan tempat saudara, bis jalan melewati kota dan melintasi banyak landmark Semarang sampai di daerah Perumahan Pucang Gading saya turun dan naik bis yang sama dan sampai hotel sekitar pukul 6.30. Niatnya pengen keluar lagi tapi saya save saja untuk minggu depan karena sabtu minggu depan kelas sampai sore jadi peserta yang pulang lagi bakal lebih sedikit jadi mungkin akan plesir. Kalau tidak yang ngajak ada plesir sendiri pun tak masalah. Dan saya putuskan mala mini untuk di kamar saja dan nulis pengalaman saya di blog. Dan, yah, jadilah tulisan ini.

Oke, itu saja kegiatan saya seminggu ini. Semoga minggu depan ada kesempatan utnuk menulis cerita minggu kedua.

-Yasir Alkaf-

*Gambar tidak mencerminkan kegiatan. Pic sementara belum tersedia, males foto2*

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: