Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Catatan Akhir Tahun 2010

MENERUSKAN tradisi 2 tahun ke belakang di sekitaran pergantian tahun, saya akan kembali menuliskan resume apa-apa bagi saya yang berkesan selama tahun 2010 dan sedikit harapan saya di tahun 2011 ini. Walaupun akhir-akhir ini intensitas saya mengelola blog ini mulai agak berkurang, tak elok rasanya jika tidak meninggalkan catatan apapun di pergantian tahun ini.

Tahun 2010 diawali dengan ‘kegembiraan’ yang berbeda. Adalah kenyataan saya lulus 2 hari sebelum tahun baru [30/12/2009, baca cerita pendadaran saya di sini] sebagai mahasiswa Informatika UII yang membuat saya mengawali tahun itu dengan gembira. Yap akhirnya saya lulus juga. Sebuah frase menuju kedewasaan yang sesungguhnya dimulai di penghujung 2009 itu. Moving up time. 😀

My Graduation

My Graduation

Normalnya kesibukan Sarjana Muda seperti saya ini ya mulai mencari pekerjaan. Itu juga yang kemudian saya lakukan. Hanya saja pressure saya lebih ringan karena walau sudah sarjana saya masih ada tanggungan kuliah satu lagi di Kampus yang berbeda. Istilah kerennya Double Degree, walaupun tidak seperti yang lain double degree saya ini 2 studi yang sama sekali berlainan. Namun tetap saja mencari pekerjaan adalah prioritas utama saya, bukan kuliah, mengikuti resolusi tahun 2010 saya. Percayalah, ketika anda mencapai umur-umur seperti saya, ditambah sudah lulus kuliah, minta uang ke orang tua rasanya benar-benar tidak nyaman walaupun saya yakin orang tua saya masih mampu dan sama sekali tidak merasa keberatan.

Sejauh yang saya alami ada sebuah perasaan aneh, campuran antara gembira sekaligus iri, ketika mengetahui teman main kita sudah bekerja sementara kita masih disibukkan kuliah. Ini mending saya ada kegiatan, lha bagi yang nganggur? Pasti cengo banget rasanya. Itulah mengapa sejak lama saya meng-agendakan untuk mencari kerja saja, sambil tetap berusaha mengikuti kuliah yang satunya semaksimal mungkin.

Dan selama hampir setahun mencari-cari pekerjaan hasilnya ternyata … NEGATIF. Hahahaha. Tidak ada yang nyantol sama sekali. Yang ada hanya nyaris dan nyaris. Pernah saya mengikuti tes sebagai webmaster di kampus besar di Jogja. Kompetitor saya ada 4 orang dan salah satunya saya kenal sebagai dosen lepas UII. yang pernah mengajar saya Terang saja skill saya lebih di bawah dia. Ditambah lagi pas wawancara, jeleknya saya, pertanyaan menggunakan Bahasa Inggris saya jawabnya pake Bahasa Indonesia terus. Grogi. Ada sedikit rasa inferior yang muncul dari awal jadi ya sudahlah akhirnya gagal di kampus itu.

Ada juga pengalaman saya di perusahaan Game Industry di Jogjakarta. Perusahaan ini adalah cabang perusahaan asing di Indonesia. Yang ini saya juga sampai ke tahap wawancara. Seleksi awalnya lolos dengan lancar. Ketika bertemu si pewawancara, Deg!, jantung saya berdegup kencang. Bagaimana tidak, pewawancaranya ternyata bule a.k.a orang asing. Sempat panik, tapi justru karena berhadapan dengan orang asing sekalian yang sama sekali tidak bisa Bahasa Indonesia, inferioritas saya dipaksa hilang. Pede dan enjoy saja saya cas cis cus pakai Bahasa Inggris. Hasilnya sebenarnya Alhamdulillah saya lolos.

Hanya saja ketika disodori draft kontrak saya amat sangat tidak sepakat dan sedikit tersinggung dengan bayaran yang akan saya terima. Dengan beban kerja yang amat berat saya hanya dibayar sangat sedikit. Saya yakin bayaran saya masih di bawah uang saku para mahasiswa baru atau bahkan satpam di perusaaan itu. Tak elok rasanya saya sebut jumlahnya tapi yang jelas sangat kecil. Itulah mengapa, dengan disertai saran keluarga, kesempatan itu saya tolak. Daripada menerima tapi makan hati coba?

Ngeri kan dua pengalaman saya itu? Jadi saya pernah ditolak sekaligus pernah menolak bekerja. Hahaha #SokYes

Selain dua itu saya juga hampir jadi penulis lepas dengan bayaran kalau tidak lupa Rp 20K/tulisan. Medianya online. Bahkan saya disuruh mendesain lengkap web dan subdomain-subdomain yang dibutuhkan. Mereka sudah menyediakan host dan domain.  Karena mereka meminta konsep blog ya gampang saja tinggal saya instalkan WordPress dan domain utama saya setting sebagai aggregator. Sudah jadi dan tinggal di isi tulisan, ternyata malah sang penyandang dana menghilang tanpa kabar. Ya sudah, batal begitu saja. Ya silahkan saja. Toh saya ga rugi ini.

Di tahun 2010 ini juga akhirnya saya ‘berkenalan’ dengan Job-Fair. Dan, wooow, antrinya minta ampun. Saking banyaknya yang nyari kerja. Tapi satu yang bikin saya keki, ada aja orang yang ke Job Fair naik mobil dan menenteng gadget-gadget mewah. Aneh aja. Kerja juga belum sudah pada mewah-mewahan aja mereka. Tapi ya tidak semua gitu. Banyak juga yang humble. Lowongan yang paling laku tentu saja lowongan Bank, yang saking banyaknya yang antri mendaftar sampai bikin saya malas untuk ikut mendaftar. 😀

Itu catatan tentang petualangan mencari kerja. Selanjutnya di ‘petualangan’ yang lain, saya akhirnya di tahun 2010 ini berkelana ke luar negeri. Di bulan Juli kemarin saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Umrah. Sebuah pengalaman yang amat sangat berkesan tentunya, dengan umur semuda ini saya sudah berkesempatan mengunjungi tempat lahir Nabi. :D. Barangkali berkenan silahkan baca jurnal perjalanan umrah saya yang terangkum dalam tujuh tulisan di sini -> seri 1, seri 2, seri 3, seri 4, seri 5, seri 6 & seri 7.

Bersiap Tawaf

Bersiap Tawaf

Catatan apa lagi ya yang berkesan di 2010 lalu? Aaah iya, Roy Suryooo! Awal tahun 2010 saya membuat tulisan tentang perbandingan CV Rubi Alamsyah dan Roy Suryo, pakar telematika dan pakar telematika wanna-be itu. Karena dijadikan artikel oleh Vivanews jadi meledaklah itu tulisan saya itu. Kunjungan di artikel itu mencapai puncaknya mencapai 1970 klik hanya dalam jangka waktu 1 hari! Aje gile. Itu rekor terbesar yang pecah di tahun 2010, tahun ketiga saya ngeblog. Alhamdulillah.

9x Lipat

9x Lipat

Kemudian di kehidupan pribadi, err malu nih =P, akhirnya hubungan saya dan pacar menginjak tahun yang pertama 8 Oktober yang lalu. Satu tahu berjalan tentu saja makin sering terjadi konflik, apalagi kami menjalani hubungan jarak jauh dan lagi saya bukan tipe laki-laki romantis yang bisa dengan mudah ‘menghangatkan’ hubungan. Tapi untungnya konflik-konflik itu masih dalam taraf ringan. Sampai saat ini dan seterusnya kami masih menjaga komitmen hubungan kami.

Yah begitulah sedikit catatan saya di tahun 2010 lalu. Banyak kesan, banyak derita. Yang apa yang terjadi menjadi cambuk bagi saya untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan terarah. Lantas bagaimana bayangan saya tentang 2011 nanti? Nikmatin catatan saya di Catatan Awal Tahun 2011.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: