Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Berbagi Cerita Ramadhan 1431 H

INGIN berbagi kisah yang tersisa dari Ramadhan kemarin. So yesterday sih, tapi cerita saat Ramadhan kemarin terlalu sayang jika tidak didokumentasikan. Seperti kata seorang kawan, tak masalah tak ada yang membaca tulisanmu karena paling tidak ada satu pembaca setia tulisanmu yaitu kamu sendiri. Bukan sekarang tapi kelak. Ya tidak sebijak seperti itu sih kata-katanya tapi yang saya tangkap sih intinya begitu. =P

Ramadhan kemarin saya full di kampung halaman. Well, status yang masih jobless sementara ‘kegiatan’ di Jogja juga baru dimulai pasca Lebaran jadi pikir lumayanlah bisa puasa di rumah. Sudah lama juga saya tidak puasa full satu bulan di rumah. Biasanya cuma sekitar seminggu menjelang lebaran saja baru bisa pulang. Nah sekarang mumpung bisa kenapa tidak dimanfaatkan. Lagian dengan berlibur di rumah jadi bisa sering-sering ketemu pacar. #AdaUdangDiBalikRempeyek

Jadi ceritanya Ramadhan kemarin saya turut ‘meramaikan’ Mushalla depan rumah. Saya diminta mengajar ngaji anak-anak kecil [TK-SD] bergantian bersama empat orang yang lain, walaupun pada prakteknya cuma tiga orang saja yang ngajar. Tiga orang itu yaitu saya, bpk Ketua Takmir dan bpk Sekretaris Takmir. Aslinya saya menolak. tapi ternyata bpk Sekretaris Takmir terlebih dahulu sudah ‘melobi’ ibu saya. Jadinya saya tak kuasa menolak ‘serangan’ dari dua orang sekaligus. Tak apalah toh cuma sekali seminggu inih.

Tapi yang menyebalkan ternyata bpk Ketua takmir kemudian secara personal menemui saya dan menyuruh meminta salah satu hari yang bakal ia ajar diambil saya. Jadinya komposisi tiga orang itu seimbang, sama-sama ngajar dua kali seminggu. Satu hari yang tersisa, karena seminggu ada 7 hari, pengajarnya kondisional. Pada prakteknya karena saya yang termuda jadinya saya juga yang ngisi, apalagi ditambah anak-anak juga minta saya saja. #Doh

Awalnya saya bingung ini anak-anak mau diajari apa. Apalagi boleh dibilang saya ‘tak mengenal’ mereka. Maklum, jarang dirumah jadi kurang paham nama-nama anak kecil yang bejibun itu. Dulu #jamanSMA pernah ngajar juga sih tapi saya sudah kenal anak-anaknya dan ada partner ngajar juga jadi ga bermasalah. Nah yang kali ini lain. Anak-anaknya sudah ganti generasi. Jadinya akhirnya di pertemuan pertama istilahnya cuma ‘sharing‘ saja sambil menghapal nama-nama mereka dan kemampuan mereka baca Qur’an atau Iqra.

Karena saya ini ustad muda yang progresif halah, jadi saya memposisikan diri tidak sebagai guru tapi sebagai kakak saja. Jadwal ngaji jam 17.30 sampai adzan maghrib, tapi saya setting ngaji baca Quran atau Iqra satu persatu paling cuma setengah jam. Sisanya untuk bercanda atau tebak-tebakan pengetahuan Islam.

Nah karakter anak Banyumas itu unik. Kalau orang luar Banyumas mungkin nganggap kurang sopan sama orang yang lebih tua, tapi ya memang seperti itu keadaannya. Istilahnya cablaka, blak-blakan apa adanya. Suatu kali pas lagi tebak-tebakan grup cowok lawan grup cewek. Ketika pas bagian saya menanyai anak-anak cowok, tidak ada yang bisa jawab sama sekali. Nah ada satu cewek yang saya dengar jawabannya benar jadi saya minta dia maju. Sambil saya pegang pundaknya ala Darius Synatrya saat membacakan hasil tebakan peserta di babak bonus Super Family, saya minta anak-anak cowok dengerin jawaban dia. Eh malah itu anak kecil malah lari ngeloyor malu-malu kucing. Btw dia kelas 6 SD. Dan yang cowok pada teriak ‘cieee.. cieee.. prikitiuw..‘. Sumpah saya pengin ngakak ngeliat tingkah mereka. Ya ampyun, saya buka pedofil. Hahaha..

Kali lain ada kisah pas-lupa-lagi-apa-gitu ada anak cowok yang nembak2in laser mainan yang biasanya dipakai presentasi ke salah satu cewek. Balas dendam, gantian saya ‘cieee.. cieee. prikitiuw‘-in mereka. Hahaha. Dan kata anak-anak yang lain si cowok emang suka sama si cewek. Dan yang bikin saya tambah ngakak, ketika saya tanya beneran suka atau tidak dua-duanya malu-malu kucing. Ya sudah, mereka berdua jadi sering saya kerjain sekalian. Hahaha..

Ngemeng-ngemeng cinta anak SD, malah suatu waktu ada anak lain yang pamer dapat ‘surat cinta’ dari temannya. Waktu itu pas giliran dia ngaji baca Quran ke saya. Amat sangat kaget pas dia pamer itu ‘surat cinta’. Ya ampun perasaan pas dulu saya masih SD ga segitunya deh sampai surat-suratan #oops. Benar-benar ‘pesat’ kemajuan anak sekarang. Saya lihat suratnya dan lagi-lagi saya dibikin ngakak. Suratnya pake sobekan buku biasa dengan tulisan yang masih belum rapi. Hahaha. Tidak ada kata-kata gombal ala ABG labil. Saya lupa isinya tapi kalau dibilang surat cinta ya nggak lah. Bisa dibilang itu surat cinta versi mereka saja. =P

Karena mereka sudah jujur dan terbuka, saya juga jujur. Pada akhirnya saya juga cerita kalau saya sudah punya pacar #oops #GuruNgajiKoqPacaran. Takut mbok ada salah satu murid ngaji yang suka saya. Gosip dari asisten begitu sih. Daripada berharap lebih kan lebih baik saya kasih tahu. Hahahaha. Bahkan saya tunjukan foto kami berdua pada mereka. Hahaha. Nah tapi mereka jadi malah penasaran pengin ngeliat langsung sama Nyonya saya itu, terutama yang anak-anak cewek.

Suatu waktu saya pulang boncengan dengan adik naik motor. Waktu itu kami baru pulang nyervis laptop dia. Nah ada anak yg memang ‘berjiwa provokator’ ribut, ‘Mas Fuad boncengan karo pacare’ ke anak-anak yang lain. Padahal saat itu mereka lagi main petak umpet. Langsung mereka pada keluar. Sumpah ga nyangka sampai segitunya. Ketika tahu yang saya bonceng adalah adik saya langsung pada kecewa mereka dan menyalahkan si provokator. Hahahaha. Unyu-unyu lucu-lucu tingkah mereka.

Saya memang membiarkan mereka seperti itu. Semoga saja tindakan saya tidak salah. Sama sekali saya tidak mengajarkan yang tidak-tidak. Lagipula mereka itu paling tua baru kelas 6 SD. Rata-rata kelas 3-4, yang TK juga ada beberapa. Mereka itu kalau menurut saya baru mengenal lawan jenis, bukan suka apalagi cinta. Yah, saya kira kita semua dulu juga pernah merasakan seperti apa yang mereka rasa. Kalau mereka bilang suka ya silahkan tapi pada dasarnya menurut saya bukan, dan kelakuan mereka masih wajar seperti anak-anak.

-bersambung-

2 responses to “Berbagi Cerita Ramadhan 1431 H

  1. Pingback: Berbagi Cerita Ramadhan 1431 H « Yasir Alkaf - Kumpulan Cerpen

  2. vinta Oktober 11, 2010 pukul 2:48 pm

    nice……: )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: