Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Mengenang Kisah Kita

/*

Sengaja tulisan ini aku publish jam 10 malam di hari ulang tahunmu, agar bertepatan dengan saat kelahiranmu di dunia ini 22 tahun yang lalu. Pertama kali melihatmu saat itu aku masih berumur 14 tahun, SMP kelas 3, ketika tentunya masih ingusan. Saat itu kita dipertemukan di ruang kelas 1D dimana takdir membuat kita harus duduk berdampingan mengerjakan ujian.

Dengan rambut diikat ke belakang kamu benar-benar terlihat manis saat itu. Namun kekagumanku itu tak berbanding lurus dengan keberanian untuk berkenalan ataupun sekedar menyapa. Jadilah kesempatan itu terbuang sia-sia. Tak banyak info yang bisa aku ketahui. Hanya namamu saja yang teringat, Teariska Lukita H.

Setelah ujian itu praktis aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Kebetulan kelas kita juga terpisah taman. Tak apalah, yang penting bisa melihat wajahmu sambil menunggu ujian semester berikutnya. Siapa tahu keberanian itu muncul. Tapi ternyata ketika kesempatan itu datang untuk keduakalinya keberanian itu tak muncul juga. Lidah ini terlalu kelu untuk berkata ingin berkenalan.

Ah sudahlah pikirku saat itu. Mungkin ini cuma cinta monyet biasa ala anak kecil. Cukuplah dengan mengagumimu dari jauh. Toh lagipula saat itu aku sudah kelas 3 SMP, sebentar lagi akan UAN dan harus belajar keras agar bisa masuk SMA idaman. Dan bayanganmu perlahan coba aku hapus.

/*

Setelah masuk SMA sepertinya aku sudah mulai lupa denganmu. Apalagi kegiatan kelas X saat itu juga cukup padat dengan adanya beberapa ekstrakulikuler yang aku ikuti. Sampai suatu saat ketika sudah kelas XI aku lagi-lagi melihatmu. Ya, ternyata kamu masuk ke SMA yang sama denganku. Bahkan kelas kita cukup berdekatan, kelasmu di belakang kelasku. Aku ragu, kamu masih ingat aku atau tidak. Kakak kelas ga penting saat SMP dulu.

Untuk cari perhatianmu sering aku pulang sekolah menuju parkiran lewat depan kelasmu, meskipun itu bukan jalan yang umum bagi teman-teman. Saat upacara juga pasti lewat di belakang barisan kelasmu. Namun menjumpaimu sangat sulit ditambah sepertinya kamu juga mengacuhkanku. Kecut, tapi tak apalah. Mungkin memang jalan yang benar hanya jadi pengagum rahasiamu saja.

Ketika kelas XII dan kamu kelas XI kelas kita menjadi sangat berdekatan. Koridor depan kelasmu menjadi jalan utama menuju Kantin, Mushala, Perpustakaan juga parkir kendaraan. Entahlah, mungkin Tuhan tahu perasaan ini jadi benar-benar mendekatkan kamu padaku. Namun tetap saja untuk berkenalan denganmu keberanian ini menguap begitu saja.

Kemajuan yang terjadi sepertinya kamu mulai ‘menyadari’ keberadaanku. Beberapa kali kita sempat curi-curi pandang tapi sebagai laki-laki aku tidak berani menindaklanjuti paling tidak untuk berkenalan menjadi teman saja. Jadilah ‘hubungan’ kita sebatas pandang-memandang saja sampai akhirnya aku selesai SMA. Aku harus meninggalkan Purwokerto untuk melankutkan studi di Yogyakarta.

Praktis saat itu episode menjadi pengagum rahasiamu sepertinya harus berakhir. Apa mau dikata, ternyata aku tidak cukup berani untuk mengenalmu. Pernah duduk bersamamu, mengetahui namamu dan menjadi pengagum rahasiamu sudah cukup menjadi pelajaran berharga dan mungkin kelak bisa jadi bahan senyuman mengenang cinta monyet zaman SMP-SMA.

/*

Suatu ketika ketika diantar jeda kuliah di menjelang akhir tahun pertama kuliah aku mendapat sms dari nomor tak dikenal. Lupa bagaimana bunyinya saat itu. Korespondensi by sms berjalan cukup lama dan ternyata itu KAMU. Ya, wanita cinta monyetku saat SMA tiba-tiba sms. Katanya kamu tahu nomorku dari HP adikku yang tertinggal di kelasnya. Waw, tidak terkira betapa senangnya aku saat itu. Setelah selama ini hanya bisa mengagumi dari jauh sekarang kita bisa komunikasi. Yang cukup menggembirakan ternyata kamu tahu aku. Paling tidak, berarti aku bukan pengangum yang sia-sia.

Tapi lagi-lagi aku membuat blunder, aku tidak menggali informasimu lebih dalam. Bahkan meneleponmu pun tidak. Ya, kita hanya sms saja. Bodoh banget ya? Ketika akhirnya tiba-tiba kamu menghilang dan nomormu tidak bisa dihubungi aku benar-benar kehilangan. Kemana aku harus mencari informasi sementara kamu pasti sudah kuliah entah dimana. Beberapa kali telpon pun tak bisa nyambung.

Apa mau dikata episode ini sepertinya harus diakhiri untuk kali kedua dan jauh lebih pahit karena aku benar-benar bodoh melewatkan peluang emas lebih dekat lagi denganmu.

/*

Era Facebook dimulai. Hampir 3 tahun sejak peristiwa itu jadi bayanganmu sepertinya sudah menjadi sejarah bagiku. Sampai suatu ketika namamu ada di friend request-ku. Bahkan saat itu aku juga tidak sadar itu kamu. Lama sekali request-mu  teronggok begitu saja. Nama itu sebenarnya begitu akrab tapi aku lupa, sampai adikku mengingatkanku. Tanpa pikir panjang langsung aku confirm. Saat itu ingat sekali sedang bulan puasa.

Dimulai dari nge-wall, pindah ke inbox, minta nomor HP, sms, telepon dan akhirnya ketemuan. Deg-degan jelas iya saat pertemuan itu terjadi karena kita tentu sudah tidak sama. Kamu yang aku kenal saat itu tentu beda dengan sekarang, begitu juga sebaliknya. Syukurlah pertemuan itu berujung positif. Meskipun kita terpisah jarak Purwokerto-Yogyakarta tetapi komunikasi kita tetap bisa intens.

Berawal dari komunikasi itu akhirnya kita bisa membina hubungan lebih dari teman. Istilah anak muda sekarang ya pacaran lah. Ternyata rasa yang selama ini terpendam tak bertepuk sebelah tangan. Tepat di hari ulang tahunmu ini hubungan kita juga genap berumur 8 bulan. Tak ada pengharapan yang lebih besar selain semoga hbungan ini langgeng dan tentunya juga naik level menjadi insya allah pasangan suami istri

/*

Selamat Ulang Tahun Teariska Lukita, pacarku+calon istriku. Semoga kado tulisan ini bisa membuat hubungan kita tetap terjaga melawan arus kejenuhan. Seperti yang kamu tahu, aku bukan tipe orang romantic yang setiap saat bisa membawakanmu bunga atau menyanyikan lagu untukmu dengan sebuah gitar. Hanya ini yang bisa aku lakukan dan semoga bisa membuatmu terkesan. Love you

-Yogyakarta, 6 Juni 2010-

2 responses to “Mengenang Kisah Kita

  1. heratin Juni 9, 2010 pukul 12:03 am

    waaah..cerita cinta dari mas yasir yang begitu menyentuh..
    hehe
    saya doakan semoga bsa langgeng y mas yasir..

    salam kenal…:)

  2. roulette-casino-money.com Juni 27, 2010 pukul 1:13 pm

    Strange story, really increadible.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: