Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Ketika Berucap Selamat Paskah Harus Dipaksakan

HARI Jumat kemarin umat Kristiani merayakan Paskah. Namun kesucian Paskah itu sedikit ternoda *lebay* di Twitter oleh salah seorang tokoh masyarakat yang saya follow. Dengan amat sangat memaksa beliau memaksa salah satu menteri yang cukup aktif nge-twit, Menkominfo Bpk Tifatul Sembiring, untuk mengucapkan Selamat Paskah. Pak Mentri tidak merespon tapi terus dipaksa dan akhirnya malah mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Saya sendiri juga agak jengah sebenarnya. C’mon guys, walaupun beliau pejabat public tapi itu kan Menkominfo. Tidak ada hubungannya sama ucapan-ucapan selamat. Kalaupun mau ‘maksa’ jauh lebih tepat kepada Menteri Agama. Yang beliau minta itu sama saja meminta Menpora mengurus masalah UAN. Bukan bagiannya bung. Lagipula namanya ucapan selamat itu ya terserah kita juga. Ibarat ada tetangga yang ulangtahun, sekalipun kita menjabat ketua RT *bukan retweet lho ya, ini singkatan Rukun Tetangga*, ya terserah kita juga mau mengucapkan selamat atau tidak.

Saya pribadi menduga itu untuk test case keislaman bapak Menkominfo kita yang berasal dari partai Pojok Kanan Atas yang konon sangat islami itu. Kalau beliau sampai mengucap selamat berarti dia tidak terlalu taat sementara kalau tidak mengucap berarti dia tidak kredibel sebagai pejabat public. Tapi ini dugaan saya saja lho ya. see original tweet

Ini contoh isi tweet beliau yang tokoh masyarakat itu:

#SelamatHARIPASKAH buat yang merayakannya, smg teladan pengorbanan menjadi teladan bagi kita SEMUA. Ayo @tifsembiring ucapkan Selamat Paskah [–see original tweet-]

Akhirnya kt tau pasti @tifsembiring @tifasembiring TDK MUNGKIN jd Menteri Agama aplg Presiden/Wapres krn tdk mau mengucap #SelamatPaskah dll [see original tweet-]

Polarisasi agama dg sikap TIDAK TOLERAN dr seorang MENKOMINFO sangat menyedihkan utk RI.Bayangkan kl ada jutaan warga sejenis betapa sepi RI [-see originjal tweet-]

bayangkan suatu hari di Indonesia para menteri (bahkan di sidang kabinet) dan/atau jutaan rakyat saling diam-mendiamkan di hari raya masing2[-see original tweet-]

@MRamadhianK Saya baru aura, kalau @tifsembiring @tifasembiring SANGAT NEGATIF-MERUSAK krn MENKOMINFO tidak mau mengucap #SelamatPaskah dll [-see original tweet-]

Pagi -SEMUANYA, mau hiking ke gua belanda di dago pakar – lembang, #SelamatPASKAH bg yg merayakan, ayo @tifsembiring anda MENKOMINFO Ind.[-see original tweet-]

@tifsembiring stl 65 thn Indonesia Merdeka, baru ada seorang MENTERI spt anda yg menolak mengucap selamat perayaan agama lain #SelamatPASKAH [see original tweet-]

Nah sayangnya bapak Menteri jauh lebih cerdas dalam bertindak. Beliau mungkin sadar kalau melayani orang ini malah akan membuat dia ‘senang’. Dihujani berbagai tweet yang me-mention nama dia oleh tokoh masyarakat itu, bpk Menkominfo cukup sekali saja menjawab dengan tweet sangat elegan berupa pantun. Ini isinya

Kalau dekat dengan siTukul, selalu kembali kelaptop saja, kalau berdebat dengan @fadjroel, hanya buang waktu sahaja [-see original tweet-]

Ya memang buang waktu hanya meributkan masalah mengucapkan selamat paskah. Bukan domain dia gitu. Lagipula percuma juga berucap tapi tidak bertindak. Ucapan itu hanya seremonial saja kan. Kenapa sebuah symbol seolah menjadi begitu penting bagi seorang Fadjroel Rachman *ooops, jadi nyebut nama deh*. Even untuk yang beragama Islam, lahir & wafat nabi Muhammad atau tahun baru Hijriah, Presiden dan Menag saja tidak mengucapkan selamat kepada public lha koq ini yang paskah Bpk Menkominfo begitu dipaksa untuk mengucap sampai-sampau kalau tidak mengatakan tidak layak jadi pejabat public.

‘Ribut-ribut’ ini akhirnya mengundang keprihatinan Monty Tiwa, sutradara yang kebetulan nasrani dengan menulis tweet-tweet yang ibarat catur menskakmat lawannya.

Bung @fadjroel, cukuplah nyerang @tifsembiring soal menyalami hari raya. Saya nasrani aja gak nuntut utk itu, krn jadinya ngoyo & tolol. Tx [see original tweet]

Toleransi bkn cm ucapan selamat. Dng @tifsembiring sdh menghormati saja, itu cukup. Jangan perkeruh suasana beragama utk agenda politik. [see original tweet-]

Bung @fadjroel yg ingin perubahan. Ngritik ruling govt itu sah2 aja. Tp nasrani gak nuntut disalami kok. Cr angle lain aja. cc @tifsembiring

Bahkan AsSyaukani, pentolan Jaringan Islam Liberal juga tampak risih dengan tweet paksaan itu sekalipun dia orang yang sebenarnya sangat-sangat plural. Beliau kurang lebih mempertanyakan seberapa penting seorang Tifatul Sembiring *ooops, kesebut juga akhirnya nama bapak Menkominfo kita*harus mengucapkan Selamat Paskah. *mohon maaf, ga sempet nyari capture tweet yang ini*

Sayang seribu sayang jawaban dari si tokoh masyarakt itu cukup sengak. Kepada Monty Tiwa beliau tersinggung dikatakan tolol, padahal dia hanya salah paham membaca tweet Monty Tiwa. Kepada Asy Syaukani dia malah dibilang ‘balik arah’.

@montytiwa Lebih baik anda men-tolol-kan diri anda sendiri saja, karena anda menghina, saya unfollow anda, trims sdh berteman [-see original tweet-]

@montytiwa @benham @fadompas @assyaukani bl tdkmau mgucap #SelamatIdulFitri #SelamatPaskah TDK MASALAH tp MENTERI/Presiden KEWAJIBAN PUBLIK [–see original tweet-]

@assyaukanie Tentu penting #SelamatPaskah jg #GonGXieFaChoi dll krn PRESIDEN REPUBLIK DEMOKRASI bung, tdk terpilih soal lain, kok JIL nanya [–see original tweet-]

RT @dimasprasojo @assyaukanie krn kalau tdk Indonesia dlm bahaya POLARISASI AGAMA lho ini bapak islam liberal berubah arah? #SelamatPASKAH [see original tweet]

Sy SANGAT BERSYUKUR & BERUNTUNG lahir & besar diKeluarga Nahdhiyin NU & Muhamaddiyah,’murid’ GUS DUR di Forum Demokrasi jadi #SelamatPASKAH [–see original tweet-]

Yang saya salut sama Monty Tiwa dan asy Syaukani, mereka jawabnya benar-benar cerdas. Silahkan dilihat saja beberapa diantaranya:

Monty Tiwa

RT @fadjroel: MENTERI/Presiden KEWAJIBAN PUBLIK mengucapkan selamat. <– Aturannya mana? Baru bikin pas nyalonin diri ya? [-see original tweet-]

Alasan @fadjroel nesu krn katanya sy blg dia tolol. Tlg cek tweet sy (sy nasrani gak nuntut selamat, karna jdnya ngoyo/tolol). Jadi saya referring ke saya sendiri dan bukan dia. Belajar baca dulu yg bener mas. [-see original tweet-]

AsSyaukani

Tirulah sikap Gus Dur, dia seorang pluralis sejati, tapi tidak memaksa orang juga tidak sok dengan pendiriannya. [-see original tweet-]

Saya tidak bermaksud mengadu domba denagn merekam ulang peristiwa kemarin. Saya murni hanya ingin berbagi sambil bercerita begini ini lho kehidupan di Twitter. Di TV kita melihat Fadjroel begitu gagah dan lantang berbicara politik, ternyata di Twitter kelihatan sikap aslinya yang agak suka memaksa orang, suka membesar-besarkan masalah sepele dan -maaf- agak narsis.

Begitu juga asySyaukani yang JIL itu. Kita mungkin melihat dia begitu liberalnya tapi ada juga sifat baiknya, menghargai perbedaan tanpa ada memaksa. Monty Tiwa juga ternyata kocak *dari dulu style tweet dia dan Jarpulnya memang begitu* dan lumayan cerdas walau saya tak suka filmnya yang judulnya Jablay yang menurut saya kurang bermutu.

Overall, jujur saya agak ilfil sama dia. Dulu cukup kagum dan pengin dia yang jadi presiden RI tapi lama-kelamaan setelah agak lebih tahu jadi ogah. Ini kali ketiga dia berbuat bluder di catatatan saya. Pertama dia dengan lantang tapi ceroboh mengatakan ustadz tempat dia bias gender karena mengatakan laki-laki penentu jenis kelamin anak. Padahal itu murni masalah biologis bukan masalah social a.k.a bias gender itu. Kedua dia memanas-manasi serta bertindak seolah menjadi moderator antara Wimar dan Aburizal Bakrie tentang masalah pajak.  Ketiga yas masalah Paskah ini

Yah semoga saja dia dan kita semua belajar dari peristiwa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: