Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

5 Dosa Saya Selama Menjadi PU LPM Profesi

SUDAH dua bulan saya resmi melepas jabatan sebagai Pemimpin Umum LPM Profesi FTI UII. Suka duka banyak sudah saya alami di organisasi yang kurang lebih saya pimpin selama 18 bulan ini. Setelah lepas dan mengamati organisasi ini dari luar terus terang saya agak trenyuh. Tak disangka ternyata style saya memimpin berakibat buruk dan amat terasa sekarang. Saya catat beberapa kesalahan saya dan semoga bisa menjadi bahan kontemplasi pengurus periode selanjutnya.

1. Terlalu Santai

Saya kira metode santai tapi-program-tetap-jalan ini bagus tapi ternyata fatal akibatnya sekarang. Ketika pemimpin baru mempunyai ide-ide visioner dan sedikit agak militant pengurus, lama yang tetap melanjutkan saya lihat tempak tergagap-gagap mengikutinya. Bukannya memperbaiki diri tapi menyalahkan pemimpinnya neko-nekolah, terlalu muluklah, cerewetlah dan lain-lain.

Kalian, para pengurus lama, cenderung ‘sudahlah buat saja periode ini kaya kemarin’. Uhm c’mon guys tiap-tiap era punya gayanya masing-masing. Kalian masih lebih muda, jangan terbiasa berkutat pada zona nyaman kalian. Stuck di posisi yang sama seperti kemarin dan terbuai pada romantika masa lalu amat sangat tidak bagus. Saatnya sekarang kalian buka lembaran baru organisasi ini.

Ide-ide pemimpin baru kalian itu sangat bagus. Dia tidak terobsesi menjadi pemimpin yang tersukses diantara yang lain. Sekali lagi tidak. Dia melakukan itu juga demi kalian. Dia mengajak kalian lebih dekat ke birokrat kampus. Siapa yang akan menikmati hasilnya? Kalian. Dia mengajak kalian lebih aktif bersama organisasi sejenis di luar. Siapa yang akan menikmati hasilnya? Kalian juga. Sedikit banyak wawasan kalian akan terbuka. Tidak seperti katak yang terjebak dalam tempurung.

2. Tidak Tegas

Saya sama sekali tidak tegas terhadap teman-teman kepengurusan periode kemarin. Dan harus diakui kalian juga memanfaatkan ketidaktegasan saya. Di awal periode bagi teman-teman yang telat datang rapat dikenai denda sekian rupiah. Dalam perjalanannya saya akui saya tidak tega memungut atau memerintah untuk memungut uang denda itu. Bagaimana saya tega karena hubungan kita bukan hubungan kolegial tapi persaudaraan. Mana ada kakak yang tega memalak adiknya?

Saya hanya bisa memberi contoh dengan berusaha sebisa mungkin untuk datang yang pertama ketika akan ada rapat. Kalaupun tidak bisa minimal datang tepat waktu. Dan kalaupun masih tidak bisa, pasti saya hubungi bapak sekretaris umum atas keterlambatan saya. Maksud saya sebenarnya sederhana. Saya hanya ingin memberi tahu dengan contoh. Tapi sepertinya kalian tidak paham.

Okelah kepengurusan kemarin sudah berakhir, tapi kenapa budaya terlambat itu tetap dipelihara dan malah jauh lebih parah. Terlambat satu jam saya kira sudah amat sangat berlebihan. Jauh lebih parah jika rapat jam 3 tapi tidak datang dengan alasan hujan padahal hujuan baru turun jam setengah lima. Kepengurusan yang sekarang baru berjalan. Permintaan saya, jangan rusak mood teman-teman yang baru bergabung dengan hobi terlambat kalian.

3. Tidak Sering Mengajak di Kegiatan Luar

Di periode kemarin untuk kegiatan luar, terutama interaksi dengan LPM juga organisasi lain, lebih banyak saya ambil alih sendiri. Sebenarnya saya ingin mengajak pengurus yang lain juga tapi agak kasihan sama teman-teman yang harus turun gunung untuk kumpul dan berdiskusi masalah politik dan ke-Indonesia-an, kadang sering sampai malam, yang setahu saya mereka kurang tertarik. Lagipula saya juga tak ingin menambah pengurus yang sudah banyak proker.

Namun sekarang baru terasa efek buruknya. Ketika PU baru mengajak keluar pengurus agak ogah-ogahan. Tanpa bermaksud bias gender, kalau dulu saya bisa menjalani sendiri tapi untuk PU yang baru masa ya kalian tega membiarkan seorang wanita pergi sendiri? Di batas-batas tertentu ada baiknya kalian aktif di luar. Temani PU kalian yang baru atau jika berkenan gantikan. Tapi ya sebatas kemampuan dan kemauan kalian saja.

4. Kurang Dekat ke Birokrat Kampus

Ini juga kesalahan fatal saya. Niatnya siy biar kita mandiri tanpa bergantung ke pihak lain. Tapi ternyata harus diakui efeknya buruk juga. Ketika ada kegiatan duit benar-benar terkuras. Untunglah PU yang sekarang menyadari itu. Sepertinya beliau sudah berusaha merapat ke birokrat kampus, juga birokrat mahasiswa, dalam batas-batas yang wajar. Kemarin dia mengajak PH berkenalan dengan Dekanat dan ingin juga ke jurusan. Mungkin bagi pengurus lanjutan periode kemarin merasa ‘buat-apa-sih?’, tapi kalian lihat sendiri manfaatnya kana? Launching sukses dan kita, maksud saya kalian, dapat bantuan dana dari berbagai pihak. Ada baiknya kalian support PU yang ingin lebih dekat ke birokrat kampus, mengingat manfaatnya yang sangat bagus ini. Tapi saya ingatkan tetap dalam batas yang wajar dan jaga independensi organisasi ini.

5. Tidak Ikut di Acara Launching Lensa dan Majalah

Ada dua produk LPM Profesi yang membutuhkan launching sebelum didistribusikan. Dan sayangnya saya tidak bisa mengikuti kedua launching tersebut. Jadinya saya malah harus merepotkan Bagus [PemRed] di launching Lensa dan Rani [PU baru] di launching Majalah. Namun saya salut sama Rani dkk. Walaupun ‘sendirian’ mengurus launching tapi hasilnya luar biasa. Mereka bisa mendatangkan pembicara anggota DPRD Jabar dan mendapat sokongan dana yang lumayan dari Rektorat, Dekanat Jurusan Teknik Kimia, DPMF dan DPMU. Yang hadir di acara tersebut juga cukup banyak, sekitar 80 orang. Beritanya ada di sini dan sini. Salut buat kalian

Entah bagaimana tapi acara launching selalu bertepatan ketika saya sedang ujian. Jadinya yam mau ga mau saya tidak bisa ikut. Saya hanya bisa hadir ketika acara sudah selesai. Better late then never.

_____

Yah kurang lebih itu dosa-dosa saya selama menjabat sebagai PU. Tadinya saya ingin menulis 7 dosa tapi ternyata mentok di angka lima. Mungkin apabila ada kalian yang memandang saya ada kesalahan silahkan tuliskan saja di kolom komentar. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan ini. Semoga bisa jadi bahan pelajaran.

SUDAH dua bulan saya resmi melepas jabatan sebagai Pemimpin Umum LPM Profesi FTI UII. Suka duka banyak sudah saya alami di organisasi yang kurang lebih saya pimpin selama 18 bulan ini. Setelah lepas dan mengamati organisasi ini dari luar terus terang saya agak trenyuh. Tak disangka ternyata style saya memimpin berakibat buruk dan amat terasa sekarang. Saya catat beberapa kesalahan saya dan semoga bisa menjadi bahan kontemplasi pengurus periode selanjutnya.

1. Terlalu Santai

Saya kira metode santai tapi-program-tetap-jalan ini bagus tapi ternyata fatal akibatnya sekarang. Ketika pemimpin baru mempunyai ide-ide visioner dan sedikit agak militant pengurus, lama yang tetap melanjutkan saya lihat tempak tergagap-gagap mengikutinya. Bukannya memperbaiki diri tapi menyalahkan pemimpinnya neko-nekolah, terlalu muluklah, cerewetlah dan lain-lain.

Kalian, para pengurus lama, cenderung ‘sudahlah buat saja periode ini kaya kemarin’. Uhm c’mon guys tiap-tiap era punya gayanya masing-masing. Kalian masih lebih muda, jangan terbiasa berkutat pada zona nyaman kalian. Stuck di posisi yang sama seperti kemarin dan terbuai pada romantika masa lalu amat sangat tidak bagus. Saatnya sekarang kalian buka lembaran baru organisasi ini.

Ide-ide pemimpin baru kalian itu sangat bagus. Dia tidak terobsesi menjadi pemimpin yang tersukses diantara yang lain. Sekali lagi tidak. Dia melakukan itu juga demi kalian. Dia mengajak kalian lebih dekat ke birokrat kampus. Siapa yang akan menikmati hasilnya? Kalian. Dia mengajak kalian lebih aktif bersama organisasi sejenis di luar. Siapa yang akan menikmati hasilnya? Kalian juga. Sedikit banyak wawasan kalian akan terbuka. Tidak seperti katak yang terjebak dalam tempurung.

2. Tidak Tegas

Saya sama sekali tidak tegas terhadap teman-teman kepengurusan periode kemarin. Dan harus diakui kalian juga memanfaatkan ketidaktegasan saya. Di awal periode bagi teman-teman yang telat datang rapat dikenai denda sekian rupiah. Dalam perjalanannya saya akui saya tidak tega memungut atau memerintah untuk memungut uang denda itu. Bagaimana saya tega karena hubungan kita bukan hubungan kolegial tapi persaudaraan. Mana ada kakak yang tega memalak adiknya?

Saya hanya bisa memberi contoh dengan berusaha sebisa mungkin untuk datang yang pertama ketika akan ada rapat. Kalaupun tidak bisa minimal datang tepat waktu. Dan kalaupun masih tidak bisa, pasti saya hubungi bapak sekretaris umum atas keterlambatan saya. Maksud saya sebenarnya sederhana. Saya hanya ingin memberi tahu dengan contoh. Tapi sepertinya kalian tidak paham.

Okelah kepengurusan kemarin sudah berakhir, tapi kenapa budaya terlambat itu tetap dipelihara dan malah jauh lebih parah. Terlambat satu jam saya kira sudah amat sangat berlebihan. Jauh lebih parah jika rapat jam 3 tapi tidak datang dengan alasan hujan padahal hujuan baru turun jam setengah lima. Kepengurusan yang sekarang baru berjalan. Permintaan saya, jangan rusak mood teman-teman yang baru bergabung dengan hobi terlambat kalian.

3. Tidak Sering Mengajak di Kegiatan Luar

Di periode kemarin untuk kegiatan luar, terutama interaksi dengan LPM juga organisasi lain, lebih banyak saya ambil alih sendiri. Sebenarnya saya ingin mengajak pengurus yang lain juga tapi agak kasihan sama teman-teman yang harus turun gunung untuk kumpul dan berdiskusi masalah politik dan ke-Indonesia-an, kadang sering sampai malam, yang setahu saya mereka kurang tertarik. Lagipula saya juga tak ingin menambah pengurus yang sudah banyak proker.

Namun sekarang baru terasa efek buruknya. Ketika PU baru mengajak keluar pengurus agak ogah-ogahan. Tanpa bermaksud bias gender, kalau dulu saya bisa menjalani sendiri tapi untuk PU yang baru masa ya kalian tega membiarkan seorang wanita pergi sendiri? Di batas-batas tertentu ada baiknya kalian aktif di luar. Temani PU kalian yang baru atau jika berkenan gantikan. Tapi ya sebatas kemampuan dan kemauan kalian saja.

4. Kurang Dekat ke Birokrat Kampus

Ini juga kesalahan fatal saya. Niatnya siy biar kita mandiri tanpa bergantung ke pihak lain. Tapi ternyata harus diakui efeknya buruk juga. Ketika ada kegiatan duit benar-benar terkuras. Untunglah PU yang sekarang menyadari itu. Sepertinya beliau sudah berusaha merapat ke birokrat kampus, juga birokrat mahasiswa, dalam batas-batas yang wajar. Kemarin dia mengajak PH berkenalan dengan Dekanat dan ingin juga ke jurusan. Mungkin bagi pengurus lanjutan periode kemarin merasa ‘buat-apa-sih?’, tapi kalian lihat sendiri manfaatnya kana? Launching sukses dan kita, maksud saya kalian, dapat bantuan dana dari berbagai pihak. Ada baiknya kalian support PU yang ingin lebih dekat ke birokrat kampus, mengingat manfaatnya yang sangat bagus ini. Tapi saya ingatkan tetap dalam batas yang wajar dan jaga independensi organisasi ini.

5. Tidak Ikut di Acara Launching Lensa dan Majalah

Ada dua produk LPM Profesi yang membutuhkan launching sebelum didistribusikan. Dan sayangnya saya tidak bisa mengikuti kedua launching tersebut. Jadinya saya malah harus merepotkan Bagus [PemRed] di launching Lensa dan Rani [PU baru] di launching Majalah. Namun saya salut sama Rani dkk. Walaupun ‘sendirian’ mengurus launching tapi hasilnya luar biasa. Mereka bisa mendatangkan pembicara anggota DPRD Jabar dan mendapat sokongan dana yang lumayan dari Rektorat, Dekanat Jurusan Teknik Kimia, DPMF dan DPMU. Yang hadir di acara tersebut juga cukup banyak, sekitar 80 orang. Beritanya ada di sini dan sini. Salut buat kalian

Entah bagaimana tapi acara launching selalu bertepatan ketika saya sedang ujian. Jadinya yam mau ga mau saya tidak bisa ikut. Saya hanya bisa hadir ketika acara sudah selesai. Better late then never.

_____

Yah kurang lebih itu dosa-dosa saya selama menjabat sebagai PU. Tadinya saya ingin menulis 7 dosa tapi ternyata mentok di angka lima. Mungkin apabila ada kalian yang memandang saya ada kesalahan silahkan tuliskan saja di kolom komentar. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan ini. Semoga bisa jadi bahan pelajaran.

2 responses to “5 Dosa Saya Selama Menjadi PU LPM Profesi

  1. bay April 5, 2010 pukul 9:24 am

    klo gak ada dosa gak belajar

  2. ncep April 5, 2010 pukul 2:30 pm

    semua nda pernah sama…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: