Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

In Memoriam: My Axioo TVR 618P

SETELAH menjalani kehidupan bersama selama kurang lebih 2 tahun, akhirnya kebersamaan saya dengan laptop tercinta berakhir sudah. Ya laptop dengan merk resmi Axioo TVR 618P itu sudah mati total. Mau tidak mau saya harus mengucapkan selamat tinggal dan mengucapkan terima kasih atas kebersaamaan yang indah sekaligus menyebalkan selama dua tahun belakangan.

Beberapa hari setelah wisuda kemarin laptop ini sudah memasuki masa-masa kritis. Kritisnya dimulai dengan engsel dalam yang mendadak tanpa angina tanpa hujan patah. Tadinya saya biarkan saja toh yang penting masih bisa nyala. Tapi mendadak lagi itu laptop malah mati total. Kalau dinyalakan bunyi ‘bip bip bip’ dan tidakk bisa nyala. Suebel banget saat itu karena semangat ngeblog saya sedang akan saya tumbuhkan kembali dengan membuat tulisan tentang Musang LPM Profesi, tapi malah mati total.

Setelah saya biarkan beberapa hari saya bawa itu laptop ke bengkel. Kata mas-mas tukang servisnya Cuma engsel yang perlu diganti. Kalau yang matinya ternyata katanya ada tuts keyboard yang nekan dan macet dan jadi ngaruh ke mainboard. Cukup dibersihkan dan laptop sudah hidup kembali. Total butuh biaya 200 ribu untuk memperbaiki itu laptop.

Bertahan hidup selama sebulan, mendadak di suatu pagi saat akan menyalakan laptop, laptop ini kembali tidak bisa nyala dan mengeluarkan bunyi ‘bip bip bip’ lagi. Padahal waktu–waktu itu saya lagi butuh sangat itu laptop untuk membuat CV dan surat lamaran. Yah, posisi saya saat ini memang masih jadi jobseeker. Matinya laptop itu benar-benar jadi mengganggu.

Saya bawa ke bengkel lagi itu laptop beberapa hari kemudian. Tapi kali ini saya sengaja bawa bukan ke SG Computer, tempat saya membeli itu laptop, tapi ke bengkel servis yang lain. Ternyata setelah diperiksa banyak yang harus dibenahi, termasuk RAM dan beberapa IC di mainboard. Total biaya yang harus dikeluarkan 1,1 juta rupiah. Tukang servis-nya mengkonfirmasi apakah dengan biaya sebanyak itu akan dilanjutkan atau tidak servisnya.

Dengan berat hati, setelah konsultasi dengan Kanjeng Romo, akhirnya kami putuskan itu laptop dipensiunkan saja. Walaupun misalnya sudah bisa nyala masih banyak kerusakan di laptop itu. Sebelumnya baterai laptop sudah ngedrop jadi harus selalu disambungkan dengan adapter-nya, wifi mati dan CD ROM tidak bisa untuk membaca CD lagi. Jadi itu laptop Cuma bisa nyala saja.

Dan demikianlah itu laptop akhirnya resmi wafat. Meski demikian rohnya tidak saya biarkan pergi begitu saja. Saya belikan casing external untuk Harddisk-nya jadi kapanpun saya ingin memanggilnya saya bisa menumpangkan ke raga laptop lain.

Laptop itu saya beli 15 Maret 2008. Berarti belum lama ia genap merayakan ulang tahun ketiganya. Dulu saya beli seharga Rp 5.400.000, padahal spek-nya cukup rendah. Prosesor Dual Core, RAM 1 GB dan Hardisk hanya 80 GB. Uang segitu ditambah 300ribu saat ini sudah bisa dapet HP dengan spek yang jauh lebih tinggi. HP Presario 41-210 prosesornya sudah Core i3 – 330M dengan Memory DDR3 2GB dan Hardisk 320 GB. Mau bagaimana lagi, dua tahun yang lalu saat saya beli Axioo itu sudah termasuk yang paling murah. Makanya kadang sebal juga liat spek-spek laptop sekarang yang dengan harga sama tapi speknya jauh lebih tinggi.

Masalah sudah datang sejak saya membeli itu laptop. Selang beberapa minggu laptop itu sering restart sendiri dan keluar bluefilmscreen. Diagnosa awal katanya mungkin OS-nya tidak cocok. Saya install ulang ternyata masih begitu. Saya bawa lagi akhirnya diganti RAM-nya. Tapi yang menyebalkan RAM diganti juga tidak menyelesaikan masalah. Blue screen masih sering muncul. Sampai sekitar 2 kali ganti RAM akhirnya blue screen itu tidak muncul lagi. Untungnya masih di masa-masa garansi jadi tidak perlu mengeluarkan uang lagi.

Belakngan baru saya tahu ternyata laptop itu aslinya RAM-nya Cuma 512 tapi di upgrade jadi 1 GB. Dan yang lebih mengejutkan ternyata RAM-nya juga masih DDR1. Info itu saya dapat dari tukang servis terkahir yang notabene bukan tukang servis resmi. Pantas saja kemarin harus sampai 2 kali ganti RAM. Ternyata tidak semuanya cocok.

Setahun kemudian tidak ada masalah di itu laptop sampai di bulan puasa kemarin LCD laptop itu mati. Sepertinya sih ada yang bocor. Mau tidak mau harus ganti dan habis 1 juta lebih. Saat mengerjakan skripsi ketahuan CD ROM tidak jalan saat saya akan menginstall program untuk membangun proyek skripsi. Akhirnya kalau ada install program saya harus ke temapt teman dulu untuk meng-copy CD ke flasdisk. Dan menjelang pendadaran sayapun laptop itu kembali mengalami masalah. Baterai mendadak ngedrop dan harus selalu disambungkan dengan adapternya. Fyuh..

Tapi biar bagaimana laptop ini banyak berjasa bagi saya. Saya menyelesaikan studi ini dengan bantuan laptop ini. Saya juga banyak membuat tulisan di blog dengan bantuan laptop ini. Banyak film juga yang sudah saya tonton di laptop ini, temasuk film ehem-ehem😀. Pertemuan kembali dengan pacar saya saat ini di facebook juga menggunakan laptop ini. Banyak sudah ilmu yang saya peljari dengan bantuan laptop ini.

Terima kasih atas dua tahun ini. Walaupun kamu sudah mati dan tidak berharga lagi saya tidak akan menjual kamu demi sekian lembar uang ratusan ribu. Terlalu banyak kenangan yang sudah kita jalani. Lebih baik kamu kembali ke box kamu dan saya pensiunkan dengan terhormat dan tidak diobrak-abrik oleh tukang servis.

Rest in Peace my Axioo TVR 618P

Nb: sementara saya saat ini tidak mempunyai laptop atau computer di kost. Pergaulan saya dengan internet ya hanya dengan HP atau sesekali pergi ke warnet. Sementara hari jumat-minggu saya bisa pinjam laptop ayah untuk dipakai nulis blog atau apalah.😀

6 responses to “In Memoriam: My Axioo TVR 618P

  1. bay Maret 29, 2010 pukul 12:16 pm

    selamat jalan Axioo, semoga amalnya ditolak dan dosanya diterima

  2. dwi Maret 29, 2010 pukul 6:28 pm

    nasib axio… leptop razio saya msih tahan… dan bandel bang, walaupun dvd drivenya dah tak lepas karena sudah nggak fungsi lagi…

  3. zairiz Maret 31, 2010 pukul 7:26 pm

    hmmmmm…selamat jala axio…semoga kamu menjadi temen nya yasir di alam sana…hahaha

  4. blablablabliblibli April 19, 2010 pukul 2:45 pm

    axioonya kakakku malah lebih pendek lagi umurnya, bakal beli secara kredit nyokap 1 th. pas kredit lunas, tuh laptop innalillahi rojiun padahal isi hd materi olimpiade astronomi. gagal deh kakakku jadi juara. di bengkel kalau di servis katanya hrs ganti mb. seharga 2,5 jt. sekarang tuh laptop hanya jadi pajangan sbg. pengingat spy tidak beli apalagi kredit barang yang tidak jelas mutunya alias abal-abal. terima kasih axioo atas mutu laptopmu yang top. untung kreditnya dah lunas.

  5. virgo April 19, 2010 pukul 3:29 pm

    dah coba bawa ke IT-Clinic gak mas, tempat servis center Axioo nya. Biar pasti, kerusakan notebooknya tu apa….

  6. ehmard Desember 23, 2010 pukul 5:59 pm

    Salam kenal,

    Membaca cerita ini saya kok ngerasa senasib ya, saya beli axio model ini juga sekitar feb-mar 2008 dipake unt skripsi dan tulis2 sampe skrang. beberapa hari lalu adaptor putus kabelnya dan sekarang saya lagi cari yang adaptor yang baru. tapi saya msh ngerasa bruntung krn laptop saya lebih awet walaupun batere jg ngedrop total dan dvd angot2an deteknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: