Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Lobi DPR Tidak Cerdas

Kemarin saat akan pengambilan keputusan paripurna DPR tentang kasus Century dilaksanakan secara voting. Pada awalnya ada 2 opsi yang bisa dipilih para anggot dewan yaitu opsi A yang berisikan kurang lebih bail out sudah benar [selengkapnya opsi ini bisa baca di sini] atau opsi C yang menyatakan bail out secara kebijakan dan pelaksanaan melanggar aturan [selengkapnya opsi ini bisa dibaca di sini].

Pada awalnya opsi A didukung Partai Demokrat+PKB, opsi C didukung Golkar, PDIP, PKS, Gerindra dan Hanura. Dua partai yang tersisa yaitu PAN dan PPP tidak menyatakan sikap. Jumlah dan prosentasenya kurang lebih jika dihitung semua anggota hadir opsi A = 176 suara = 31,42%,  opsi C = 300 suara = 53,55%, sisanya yang belum menyatakan sikap.

Setelah didapat hasil itu kemudian diadakan lobi. Nah disni tampak ‘ketidakcerdasan’ kalau tidak mau dibilang ‘kebodohan’ anggota DPR terutama yang mendukung opsi A. Suara yang mendukung opsi C itu sudah lebih dari 50%. Kalau mau mengadakan opsi baru ya bikin opsi entah apa yang kira-kira bisa memecah suara pendukung opsi C yang bisa diisi juga oleh yang belum menyatakan sikap.

Bodohnya DPR ternyata opsi baru mereka malah menggabungkan opsi A dan C tanpa rumusan yang jelas. Terang saja itu tidak bisa menggoyahkan pendukung opsi C. Harusnya pecah isi rekomendasi dan keputusan yang ada di opsi C serta bikin kalimat apalah yang bisa membuat pendukung opsi C membelot. Bukannya sebagaian besar anggota DPR pandai membuat kalimat bersayap yang bisa nantinya diakali? Sayangnya tidak didapatkan rumusan opsi baru yang elegan ya jadilah seperti itu. Mau ada tambahan opsi atau tidak opsi C yang menang dan yang belum menentukan sikap juga turut memilih opsi C.

Justru lebih efektif dan elegan lobi yang dilakukan beberapa anggota LPM PROFESI saat akan membagi bidang Penelitian dan Pengembangan [Litbang] menjadi Pengembangan Sumber Daya Manusia [PSDM] dan Jaringan Kerja [JK]. Sempat alot menempatkan aspek tapi bisa aspek ‘penelitian’ dimana tapi bisa disepakati formulasi yang memenuhi harapan semua peserta tanpa perlu ada voting dalam dua bidang bernama PSDM dan JK itu.

Berarti dengan demikian apakah anggota LPM PROFESI lebih cerdas daripadaanggota DPR? Wallahu a’lam

Yasir Alkaf, sebuah analisa sok tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: