Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Berbagi Cerita Tentang Wisuda

ALHAMDULILLAH 30 Januari 2010 atau tepat 31 hari setelah pendadaran saya resmi diwisuda. Dengan demikian sudah sah saya menyandang gelar sarjana komputer dan menjadi alumni Universitas Islam Indonesia. Jujur entah mengapa rasanya sedih juga ketika saya ‘harus’ pergi dari kampus ini. Kampus yang sudah banyak meninggalkan cerita baik suka dan duka yang tidak akan mungkin bisa diceritakan semua. Di sini saya mendapatkan teman-teman yang unik dan punya karakter masing-masing. Saya juga mendapatkan banyak pengalaman baru di kampus. Mulai menjadi ribut berdiskusi agama dengan aliran garis keras di klasiber ketika awal-awal kuliah, sempat ‘ditipu dan diarahkan’ menjadi kader salah satu partai politik [untungnya saya sadar dan mundur teratur], belajar nge-band walau ancur-ancuran, menjadi asisten dosen [dan yang mewisuda saya kebetulan juga beliau] sampai memimpin salah satu organisasi di lingkungan kampus. Kalau mengingat itu rasanya benar-benar menjadi sentimental. T.T

Tak usahlah bercerita tentang kenangan-kenangan itu. Mungkin di kesempatan yang lain saya akan bercerita karena di sini saya akan bercerita saat wisuda saja. Pada saat wisuda Alhamdulillah keluarga bisa datang semua karena keluarga kami termasuk keluarga kecil [ayah ibu dengan dua anak]. Malah dapat bonus mbah ragil [panggilan keluarga kamu pada adik dari kakek] juga ikut datang. Jadi rombongan pendamping wisuda saya ada empat orang. Padahal sesuai dengan undangan, yang bisa masuk ke dalam ruangan cuma dua orang dan diutamakan orang tua. Jadinya ketika berangkat sebenarnya saya agak kasihan dengan adik dan mbah yang bakal tak bisa masuk ruangan.

Namun ternyata berkat lobi tingkat tinggi bantuan Tuhan keluarga saya yang lain ternyata bisa masuk ruangan. Ayah saya ternyata bisa mendapat kartu undangan ekstra jadi adik bisa masuk ruangan. Mbah ragil juga sebenarnya juga bisa masuk tapi karena dia tidak betah duduk lama jadi lebih memilih di luar saja sambil jalan-jalan bersama tetangga-rumah-yang-disewa-jadi supir. Ketika acara saya tidak tahu, tapi setelah acara selesai Ayah memberitahu kalau adik bisa masuk. Syukurlah, berarti adik saya bisa melihat momen kakaknya diwisuda.

Karena saya bukan termasuk kategori cum laude jadi yang mewisuda bukan pak rektor tapi pak dekan, yang diwakili pak wakil dekan. Tidak apa-apalah, yang penting dulu saya juga sudah pernah ‘membuat bangga’ orang tua pas terpilih jadi perwakilan mahasiswa baru saat kuliah perdana 5 tahun yang lalu. Waktu itu ayah ibu heran koq bisa saya yang terpilih. Berdasarkan keterangan dari kampus saya dipilih karena catur dharma saya 0 rupiah. Tapi apa ya yang di Jogjakarta tidak ada yang 0 rupiah juga sampai-sampai yang dipilih yang berada luar kota. Soalnya gara-gara harus jadi perwakilan saya harus berangkat Jogja lebih awal untuk bertemu pihak rektorat dua hari sebelum acara dan mengikuti gladi resik sehari sebelum acara. Jadi kalau yang cumlaude bisa salaman sama rektor saya dulu juga pernah. [pokoknya ga mau kalah sama Bay Kun, hahahaha]

Jadi prosesi wisuda kurang lebih kucir topi wisuda dipindahkan oleh Dekan dan setelahnya bergeser untuk menerima map berisi copy ijazah dari Ketua Jurusan. Sayang waktu itu dari FTI keduanya sama-sama berhalangan hadir jadi digantikan oleh Wakil Dekan dan Sekretaris Jurusan. Kalau sama Wakil Dekan berhubung tidak kenal jadi saya tidak masalah, tpi yang sekretaris jurusan yang berasa agak wagu. Kebetulan saya cukup akrab dengan beliau, Pak Irving namanya, karena pernah jadi asistennya jadi rasanya benar-benar aneh. Apalagi kebetulan dia masih muda. Tapi ya mau bagaimana kondisinya memang harus begitu jadi harus dijalani.

Setelah wisuda selesai kemudian saya berkumpul bersama keluarga terlebih dahulu. Tidak ada peluk-pelukan diantara kami. Saya hanya mencium tangan orang tua saja. Tapi khusus Ayah beliau mengucek-ucek kepala saya. Suatu hal yang sudah lama tidak dia lakukan setelah saya beranjak dewasa. Terharu juga rasanya. Setelah itu saya ke luar untuk bertemu dan mengobrol dengan teman-teman akrab informatika, sambil menerima ucapan selamat dan foto-foto tentunya. Setelah itu masuk lagi ke ruangan dan gantinya bertemu, mengobrol dan foto-foto sama teman-teman LPM PROFESI, organisasi yang saya pimpin. Tidak banyak memang pengurus LPM PROFESI yang datang tapi saya sangat berterimakasih atas atensi yang mereka berikan. Apalagi sehari setelahnya kami juga masih harus berkumpul lagi untuk Musyawarah Anggota dalam rangka membahas LPJ kepengurusan periode saya dan juga sekaligus suksesi kepemimpinan

Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang datang untuk memberikan selamat, juga teman-teman yang memberikan selamat lewat media sms maupun fesbuk. Insya allah amanah dalam gelar ini akan saya gunakan sebaik-baiknya dan tidak memalukan almamater. Yang jelas seperti yang dikatakan saudara BayKun bahwa kesuksesan saya ini bukanlah kesuksesan saya pribadi melainkan juga atas peran serta orang-orang di sekitar saya. Dan setelah wisuda kita mendapat amanah untuk mengamalkan segala ilmu yang kita dapatkan agar dapat berguna di masyarakat. Terima kasih teman-teman

7 responses to “Berbagi Cerita Tentang Wisuda

  1. bay Februari 4, 2010 pukul 9:23 am

    selamat bung yasir, sukses selalu

  2. sari gumilang Februari 4, 2010 pukul 1:32 pm

    selamat yach kak yasir alkaf atas kelulusannya, agustus adalah bulan dimana aku (sari) kudu, harus, wajib, must lulus kalau gak bisa-bisa di drop out…..

    kak aku minta tips donk untuk bisa mengahdapi orang-orang yang gak suka sama kita, gimana…??

    soalnya aku merasa kalah dalam menghadapi orang-orang yang gak suka sama sari(aku) sekalian nasihatnya dech gak apa-apa.

    satu lagi aku mau kakak sudi menghadiri acara widusaku (amien) di bulan agustus nanti (6 bulan) lagi.

    kak yasir bisa hubungi aku ke esia 021-9******* atau ke facebook.com sari_sari834@yahoo.com

    aku tunggu yach. thanks

  3. gilangdewantara Februari 4, 2010 pukul 9:06 pm

    Selamat Pak PU, S.Kom….
    Salut, Angkat Gelas, Angkat Topi dan Dua Jempol untuk pak PU
    Aku minta maaf gag bisa hadir di pemindahan kucir topi pak PU. hehehehe..

    Aku sampai terharu baca artikelnya. Apalagi di bagian “Tapi khusus Ayah beliau mengucek-ucek kepala saya. Suatu hal yang sudah lama tidak dia lakukan setelah saya beranjak dewasa.”. Merinding aku bacanya….

  4. Yasir Alkaf Februari 8, 2010 pukul 4:44 pm

    bay :

    selamat bung yasir, sukses selalu

    sukses buat kamu juga bayy..

    dwi :

    Alhamdulillah…

    yarhamukallah

    sari gumilang :

    selamat yach kak yasir alkaf atas kelulusannya, agustus adalah bulan dimana aku (sari) kudu, harus, wajib, must lulus kalau gak bisa-bisa di drop out…..

    kak aku minta tips donk untuk bisa mengahdapi orang-orang yang gak suka sama kita, gimana…??

    soalnya aku merasa kalah dalam menghadapi orang-orang yang gak suka sama sari(aku) sekalian nasihatnya dech gak apa-apa.

    satu lagi aku mau kakak sudi menghadiri acara widusaku (amien) di bulan agustus nanti (6 bulan) lagi.

    kak yasir bisa hubungi aku ke esia 021-9******* atau ke facebook.com sari_sari834@yahoo.com

    aku tunggu yach. thanks

    waduh, itu kamu ngumbar no telp.. bahaya tu.. ak edit ya komennya. and karena kita g saling kenal ya ga mungkin lah ak datang ke wisuda kamu tapi sukses la buat kamu

    gilangdewantara :

    Selamat Pak PU, S.Kom….
    Salut, Angkat Gelas, Angkat Topi dan Dua Jempol untuk pak PU
    Aku minta maaf gag bisa hadir di pemindahan kucir topi pak PU. hehehehe..

    Aku sampai terharu baca artikelnya. Apalagi di bagian “Tapi khusus Ayah beliau mengucek-ucek kepala saya. Suatu hal yang sudah lama tidak dia lakukan setelah saya beranjak dewasa.”. Merinding aku bacanya….

    biasa aja lang, pake merinding segala..

  5. zear Februari 8, 2010 pukul 7:56 pm

    Sukses pak….sukses selalu pokonya…
    kalau udah sukses, jangan lupain teman2 profesi yaw…

    coba yang kata kata “Musyawarah Anggota dalam rangka membahas LPJ kepengurusan periode saya dan juga sekaligus suksesi kepemimpinan” itu di link ke blog saya…kan lumayan…biar promosi dikit…weheheheh..saya jamin saya bakal 1000 kali lebih hebat merindingnya daripada Gilang…weheheehehe

  6. adizone23 Februari 25, 2010 pukul 10:24 pm

    Selamat ya dah diwisuda…

    saya masih dalm perjalanan menjuju kesana…

    Met kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: