Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Yasir Alkaf’s 15 Memorable Books

SAAT membuka Facebook ternyata ada notifikasi dari Akhyar, salah seorang kawan, tentang 15 buku yang paling berkesan diantara buku yang pernah dibaca. Apabila kena tag maka harus membuat tulisan serupa dengan di tag ke teman yang lain. Namun karena saya malas upload-upload di Facebook jadi saya publish saja di sini. Jadi kurang lebih inilah buku-buku yang boleh dibilang tak terlupakan:

  1. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari: Tohari adalah pengarang favorit saya. Dan trilogy ini boleh dibilang adalah masterpiece-nya. Bercerita tentang Srintil, seorang ronggeng disebuah daerah di Banyumas yang menjalani hidup di tengah pergulatan rezim Orba yang represif. Posisinya sebagai ronggeng yang kemudian juga didekat-dekatkan dengan PKI menjadikan kehidupan Srintil begitu rumit.
  2. Kubah – Ahmad Tohari: Bercerita tentang perjuangan eks tapol PKI kembali ke mayarakat. Pada akhirnya si komunis ini justru dipercaya untuk mengerjakan kubahMasjid di kampungnya.
  3. Di Kaki Bukit Cibalak – Ahmad Tohari: Tentang pemuda tenaga rendahan kperasi kampong yang jengah dengan tingkah Lurah yang suka mengkorupsi uang koperasi dan membiarkan begitu saja warga yang butuh pinjaman karena butuh uang untuk operasi. Perjuangannya sampai ke Jogja dan kelak ia juga menjadi wartawan.

  4. Orang-orang Proyek – Ahmad Tohari: Bercerita dengan setting proyek pengerjaan jembatan kampung yang penuh korupsi. Idelisme tokoh utama yang seorang insinyur dipertaruhkan di sini.
  5. Tarian Setan – Saddam Hussain: Novel karya Saddam Hussein, eks Presiden Irak, yang di publish beberapa saat setelah ia di eksekusi gantung. Skrip novel ini konon sudah lama ia tulis tapi disimpan anaknya. Ceritanya cukup unik karena seperti menceritakan dirinya sendiri walaupun dengan menggunakan tokoh lain
  6. The Kite Runner – Khaled Hosseini: Novel ber-setting Afganistan tentang persahabatn Amir dan Hassan. Istimewanya karena novel ini juga menceritakan tentang Taliban dan sikap rasis yang ternyata cukup akut tumbuh di negeri penuh konflik itu.
  7. A Thousand Splendid Suns – Khaled Hosseini: Juga tentang ber-setting di Afganistan, tentang dua orang wanita menghadapi dominasi laki-laki di tengah konflik negeri yang di invisai Russia dan kemudian dihiasi perang saudara serta penguasaan Taliban yang otoriter.
  8. Harry Potter & Deathly Hallow – J.K Rowling: Buku yang paling saya tunggu-tunggu penerbitannya. Saya kira hampir semua orang, terutama penggemar Harry Potter, setuju kalau karya ini adalah masterpiece. Tidak sia-sia saya menunggu.
  9. Laskar Pelangi – Andrea Hirata: Novel yang konon sangat bagus, begitu juga filmnya, sampai saya begitu penasaran ingin membacanya. Namun ternyata isinya menurut saya terlalu istimewa. Gaya penuturannya terlalu ilmiah padahal setttingnya yang bercerita adalah anak SD di sebuah kampong terpencil. Mungkin inspiratif tapi kurang menginspirasi saya dan malah membuat saya tidak tertarik membaca sekuel-sekuelnya.
  10. Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 – Habiburrahman el Shirazy: Gara-gara waktu itu LPM PROFESI mengadakan bedah buku ini bersama penulisnya langsung jadi penasaran sama buku ini. Tapi menurut saya buku seri pertama terlalu banyak tokoh dan cabang cerita, kurang focus. Buku kedua lebih bagus karena lebih fokus namun agak kurang sregnya koq kesannya si tokoh utama seperti ngebet banget nikah.
  11. Perempuan Berkalung Sorban – Abidah el Khlaiqy: Biasanya novel jika difilmkan hasilnya kurang memuaskan. Namun untuk novel ini justru sebaliknya. Antara novel dan filmnya justru lebih bagus filmnya. Justru itu yang membuat saya terkesan.
  12. P.S. I Love You – Cecelia Ahern : Harus diakui ini novel sangat-sangat romantic. Bercerita tentang seorang istri yang ditinggali suaminya yang telah meninggal surat-surat yang harus dibuka tiap bulan.
  13. Pintu-pintu Menuju Tuhan – Nurcholis Madjid: Kumpulan pemikiran Nurcholis Madjid yang diambil dari kolom-kolomnya di media massa. Salah satu bekal yang diberi ayah saya ketika menmulai kuliah di UII
  14. Biografi Gus Dur – Greg Barton: Buku Ayah, nemu di rumah. Jadi ngerti sejarah hidup Gus Dur. Yang paling mengharuka adalah saat ia dan ayah ibunya kecelakaan ia harus menunggui jasad ayahnya sambil menunggu ambulans datang.
  15. Buku Panduan Akademik FTI UII: Buku yang pertama kali dipegang setelah menjadi mahasiswa UII. Sangat berguna waktu akan key-in [ah jadi ingat masa-masa susah key in mata kuliah]

Kurang lebih itu 15 buku yang berkesan bagi saya. Sebenarnya ada 18 karena di urutan pertama adalah sebuah trilogy dan Ketika Cinta Bertasbih juga dwilogi. Namun tak apalah itu dihitung satu saja. Tidak semua buku yang berkesan itu buku yang bagus menurut saya, beberapa diantaranya justru berkesan karena menurut saya kurang menarik. List di atas adalah buku yang berkesan bagi saya [memorable books], bagaimana dengan kalian? Buku apa saja yang berkesan bagi kalian?

-Yasir Alkaf-

Iklan

2 responses to “Yasir Alkaf’s 15 Memorable Books

  1. Duto Sri Cahyono Januari 27, 2010 pukul 1:25 am

    Saya suka buku mulai novel (termasuk cersilnya Kho Ping Hoo hehehe), komik, dsb… tetapi paling berkesan karena isinya memang apik (dalam kriteria saya) dan penuturan yang menarik, serta memberi bekal untuk profesi saya adalah Psikologi Komunikasi karya Jalaluddin Rahmat. Maaf itu memang buku teks mata kuliah Psikologi Komunikasi, tetapi sangat pantas untuk dibaca siapa saja.
    Salah satu pelajaran dari buku itu adalah “apa yang engkau katakan memang penting, tetapi lebih penting lagi bagaimana engkau mengatakanmnya.”
    Contoh: Ada dua fakta yang sama, “janda” dan “cantik”. Sangat terasa sekali bedanya kalau saya mengatakan, “Ada wanita cantik…. tetapi janda”, dengan “Ada janda…. tetapi cantik.” Yang pertama lebih banyak ditanggapi dengan penolakan; yang kedua dengan “…mana?? mana?? mana doooonk??”
    Hehehehe…. Salam.

  2. akhy Januari 31, 2010 pukul 7:02 pm

    wah, ternyata dipost di sini… haha, rencana saya juga bakal dicrosspost di blog.. kalau ada waktu 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: