Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

[opini] Bias Gender atau Ketentuan Alam?

BEBERAPA hari yang lalu salah satu aktivis senior pejuang demokrasi Indonesia yang wajahnya cukup sering menghiasi layar kaca membuat sebuah tweet yang isinya menurut saya cukup menarik. Beliau mempermasalahkan khutbah jumat di Masjidnya yang mengatakan laki-lakilah penentu jenis kelamin anak. Beliau mengambil kesimpulan khotbah tersebut bias gender karena menunjukan superioritas lelaki. Karena tertarik maka saya balas tweet dia dan ternyata dibalas sekali lagi oleh beliau. Berikut rekam jejaknya:

tadi #KhotbahJumat bias gender, “superioritas” laki2 vs prmpuan, katanya karena laki2lah penentu jenis kelamin anak, kok di jkt begini 2:34 PM Jan 22nd

_____

knon emng bgt. Kromsom laki2 XY smntra wnta XX. Klo pria nymbng Y mka jd laki2, klo nymbng X jd wnta RT @fa****el: laki2 pnntu jns kelamin 2:44 PM Jan 22nd

_____

@yasiralkaf sederhana saja, tak ada perempuan juga tak ada pembuahan, memangnya laki2 cacing hermaprodite, lalu kenapa jadi laki2 SUPERIOR 2:46 PM Jan 22nd

_____

@fa****el sbnrny bkn laki2/wnitany yg bpran tp krmosomny, kbtln aj d laki2. klo pmbuahan si sejajar/slng mmbthkn antra laki2 & wnta 🙂 3:03 PM Jan 22nd

Uhm satu yang tidak saya duga ternyata seorang aktivis seniorpun bisa salah mengartikan apa itu ‘bias gender’. Penentuan jenis kelamin gender itu adalah sebuah proses ilmiah biologis dimana sperma membawa kromosom untuk bertemu dengan ovum. Sebelumnya perlu diketahui kromosom laki-laki adalah XY sementara kromosom wanita XX. Kromosom Y membentuk jenis dan sifak kelaki-lakian sementara X membentuk kelamin dan sifat kewanitaan. Ketika dalam proses pembuahan si sperma membawa kromosom X maka kombinasi yang terjadi dengan ovum adalah XX atau menjadi perempuan. Sementara ketika sperma membawa kromosom Y maka kombinasi yang terjadi adalah XY atau laki-laki. Jadi ya secara ilmiah memmang begitu.

Lantas bias genderkah itu? Tentu saja bukan. Gender itu kurang lebih berarti –seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang terkonstruksi sosial dianggap patut/layak bagi laki-laki dan perempuan [wikipedia]. Ketika ada laki-laki yang menganggap wanita tidak bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan wanita baru itu dikatakan bias gender. Contohnya anggapan wanita tidak bisa jadi presiden, wanita tidak boleh naik ojek, wanita tidak bisa naik nyetir mobil, wanita tidak boleh sekolah karena bodoh dan sebagainya. Intinya bias gender itu adalah pemikiran underestimate yang secara sosial merendahkan kemampuan salah satu jenis kelamin.

Kalau penentuan jenis kelamin oleh kromosom yang dibawa laki-laki jelas itu bukan bias gender. Kalau itu disebut bias gender tentunya wanita mengandung, wanita berpayudara, laki-laki punya bur*ng atau laki-laki berjakun itu seharusnya juga disebut gender. Padahal itu adalah Seks yang merupakan ketentuan alam yang tidak bisa dirubah seperti halnya konstruksi sosial.

Makanya saya begitu kaget melihat beliau sang aktivis bisa salah paham seperti itu. Tidak paham terori pembuahan ya tidak masalah lah, orang itu juga pelajaran biologi SMP yang bagi saya juga sudah berlalu sekian tahun yang lau. Tapi salah paham membedakan konstruksi sosial dengan ketentuan alam saya kira cukup memalukan, apalagi jika ditambahi kesimpulan pribadi berujung superioritas.

Sebenarnya saya menunggu jawaban dia selanjutnya tapi ternyata tidak dibalas lagi. Saya kira dia sedang sibuk atau apa tapi ternyata setelah saya lihat profilnya dia tetap aktif nge-tweet dan membalas tweet yang berkaitan dengan hal itu.

Tidak masalah bagi saya, tapi saya harap pembaca yang kebetulan membaca tulisan ini bisa memahami mana gender dan mana seks yang merupakan ketetuan alam memang seperti itu [given].

-Yasir Alkaf-

Iklan

4 responses to “[opini] Bias Gender atau Ketentuan Alam?

  1. ismail agung Januari 25, 2010 pukul 12:40 am

    Hohoho, jadi begitu toh. Saya jadi ngerti sekarang. Terimakasih atas tulisannya…

  2. fariella Januari 25, 2010 pukul 4:11 pm

    ya saya setuju tulisannya mas..terus disebarkan ya..

  3. Zear Januari 30, 2010 pukul 4:18 pm

    hanya tuhan yang tau

    critical.blogspot.com

  4. Pingback: Ketika Berucap Selamat Paskah Harus Dipaksakan « Yasir Alkaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: