Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Foto Penjara Hotel Artalyta

Bangun pagi seperti biasa mengecek halaman twitter pribadi saya. Ada sebuah tweet yang cukup mengejutkan dari Gunawan Mohammad. Isinya tentang Artalyta Suryani. Sudah cukup lama nama itu tidak keluar koq mendadak GM ngetweet tentang dia. Ada dengan Artalyta? Kurang lebih begini tweet GM:

Arthalyta, yg dihukum krn menyuap jaksa, ternyata diberi kesempatan apa saja oleh pejabat penjara. Apa saja, kecuali merasa dipenjara. sumber

Langsung saja saya buka halaman vivanews.dom, portal berita favorit saya. Ternyata satgas Mafia Hukum bentukan SBY baru saja mensidak LP Pondok Indah Bambu. Dan ditemukan bahwa ternyata ruangan penjara Artalyta memiliki fasilitas wah bak hotel bintang 5. Ketika disidak bahkan Artalyta sedang tidak ada di tempat karena sedang perawatan kecantikan. Begitu mengejutkannya kabar itu.  Berikut salah satu beritanya:

VIVAnews – Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Tahanan khusus Wanita Pondok Bambu. Saat tiba, Satgas menemukan salah satu penghuni, Artalyta Suryani sedang tidak berada di ruangannya.

“Dia sedang melakukan perawatan di lantai bawah,” kata Sekretaris Satgas, Denny Indrayana, dalam perbincangan di TVone, Senin 11 Januari 2010.

Saat itu, lanjut Denny, terpidana suap terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan itu langsung kaget. “Dia langsung menghindar karena tidak menyangka kami datang dan juga banyak kamera yang menyorot,” ujarnya.

Dalam sidak itu, Satgas juga menemukan adanya perlakuan istimewa yang diterima Artalyta. Dia mendapat ruangan terpisah dengan tahanan lain dengan fasilitas mewah. Ruangan besar, televisi, kulkas, pendingin ruangan, dan meja kantor.

Selain menemukan perlakuan khusus kepada Artalyta, Satgas juga menemukan kasus yang sama di blok lain. Aling, terpidana kasus narkotika, bahkan memiliki fasilitas karaoke, televisi, dan ruang lebih besar. Hal yang sama juga terjadi pada tahanan lain, Darmawati, Ines dan Ery.

sumber

Kalau pensaran bagaimana suasana “penjara” ala Artalyta Suryani silahkan lihat beberapa foto di bawah ini

foto 1

foto 2

foto 3

video

tambahan foto ruang karaoke juga di Lapas Pondok Bambu

Berikut komentar beberapa pihak terkait yang herannya sebagian justru membela:

Dirjen Pemasyarakatan Depkumham, Untung Sugiyono:

…ruang tidur Ayin yang berukuran 2,5×4 m, memang terdapat tempat tidur, televisi layar datar 14 inchi, pendingin ruangan, kaca cermin, rak piring serta alat senam. “Kamar ini ditempati oleh dua orang,” ujar Untung. Namun, Untung tidak menjelaskan siapa teman sekamar Ayin. sumber

________

Kepala Kanwil Depkum HAM DKI Jakarta, Asdjudin Rana:

Fasilitas yang diberikan kepada terpidana suap Artalyta Suryani dan tahanan khusus lainnya dibiayai oleh Rumah Tahanan Pondok Bambu. “Memang ada perbedaan karena status sosial,” kata dia. sumber

________

Kepala Lapas Rutan Wanita Pondok Bambu, Sarju Wibowo:

“”Kalau toh terselip ada fasilitas pribadi, seperti mainan anak dan beberapa alat-alat kecantikan, itu masih pada batas kewajaran dan tidak merugikan orang lain,” kata Untung.” sumber

Tak tahu harus komentar apa. Apakah harus menunggu saya jadi presiden untuk membenahi semua ini?

sumber gambar: vivanewes dan http://www.mediaindonesia.com/foto/2150/Ruang-Karaoke-di-Rutan#

11 responses to “Foto Penjara Hotel Artalyta

  1. agus wibowo Januari 11, 2010 pukul 8:26 pm

    anjrittt …ini mah bukan penjara…ni kamar hotel…

  2. titin wahyuni Januari 12, 2010 pukul 4:02 am

    rumahku tak semewah itu…hu..hu…

  3. tika Januari 12, 2010 pukul 4:21 am

    lebih baik korupsi jumlah yg besar masuk penjara tdk masalah,fasilitas lengkap(kaya di hotel ).daripada curi ayam sudah dapat pukulan banyak eh….. masuk penjara sengsara lagi.itulah hukum di Indonesia

  4. bay Januari 12, 2010 pukul 12:07 pm

    klo inimah ruangan santainya bukan penjara aselinya
    klo penjara aselinya kayak kamar kos eksklusif

  5. Yasir Alkaf Januari 12, 2010 pukul 8:09 pm

    agus wibowo :
    anjrittt …ini mah bukan penjara…ni kamar hotel…

    boleh percaya boleh tidak, itu berada di dalam penjara🙂

    titin wahyuni :
    rumahku tak semewah itu…hu..hu…

    apalagi kosan saya.. hahahaha..

    tika :
    lebih baik korupsi jumlah yg besar masuk penjara tdk masalah,fasilitas lengkap(kaya di hotel ).daripada curi ayam sudah dapat pukulan banyak eh….. masuk penjara sengsara lagi.itulah hukum di Indonesia

    untungnya orang Indonesia pada cinta tanah air.. sudah tahu busuk tpi ya tetap cinta indonesia dan enggan ‘pindah’

    bay :
    klo inimah ruangan santainya bukan penjara aselinya
    klo penjara aselinya kayak kamar kos eksklusif

    dapet gambarnya itu e bay, di video juga disebutkan itu ruangannya Artalyta. klo yg karooke mah emang t4 santaii

  6. Pingback: Blog Yasir Alkaf Masuk di Blog Wordpress dengan Pertumbuhan Tercepat « Yasir Alkaf

  7. Aam Januari 13, 2010 pukul 12:51 pm

    sayahmah masih angan2 punya kamar seperti itu….:(

  8. Slamet Julianto Februari 21, 2010 pukul 3:02 am

    Saya melihat beberapa gambar di Surat kabar tentang Arhalyta, namun gambar-gambar yang saya lihat lebi lengkap dan saya tidak bisa membayangkan . . makanya mereka-mereka yang merugikan dan menggarong uang negara secara besar-besaran tidak takut dihukum karena pagarnya makan tanaman . . saya tidak habis berpikir melihat semua itu, mengapa pagar-pagar tersebut tidak pernah berpikir dia hanya di beri sedikit duit (sedikit bagi si pemberi karena si pemberi merampok uang negara termasuk uangnya si pagar karena si pagar adalah warga negara Indonesia sekaligus pejabart Indonesia yang mana uangnya diambil oleh si Penggarong, lalu oleh si Penggarong dikembalikan sedikit ke si pagar, lalu si pagar menghormati si penggarong seperti menghormati dewa uang, . . betapa bodohnya si Pagar uangnya sendiri yang di ambil si Penggarong, lalu si pagar memuja-muja si penggarong . . lalu kalau si pagar yang bodoh itu menjadi pejabat negara . . . selanjutnya apa yang terjadi di Indonesia kelak sekali lagi tak dapat saya bayangkan, karena si pagar – si pagar itu jumlahnya terlalu banyak dan si penggarong – si penggarong juga jumlahnya tak sedikit, sehingga lebih baik saya bungkam saja karena takut apa yang saya bayangkan menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: