Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Review 2009 dan Resolusi 2010

SEPERTINYA baru kemarin awal tahun 2009 ternyata sekarang sudah masuk tahun 2010. Cepat sekali sepertinya waktu berjalan. Tadinya sempet berencana membuat kaleidoskop 2009, seperti ketika akhir Kalaideskop 2008 kemarin. Tapi apadaya kesibukan yang lain membuat saya kurang sempat menulis keleidoskop itu. Sebagai gantinya sedikit saya tuliskan di sini review kehidupan singkat selama 2009 ini dan juga resolusi saya di tahun 2010.

2009 boleh dibilang tahun yang begitu membekas di hati. Ada tiga alasan utama mengapa tahun kemarin begitu membekas bagi saya. Yang pertama setelah bertahun-tahun ayah bertugas di Banten akhirnya ayah saya dimutasi ke Jogja. Sebagai seorang PNS mutasi ke berbagai wilayah tentunya adalah hal yang biasa. Dulu beliau juga pernah sampai bertugas di Kalimantan. Namun di menjelang masa pensiunnya akhirnya dia dimutasi lagi ke Jogja. Saya sendiri sangat senang dengan mutasi ayah saya kali ini. Rasanya kasihan melihat ayah sering bolak-balik Serang-Purwokerto demi menemui anak istri. Ketika pindah ke Jogja tentunya jarak Purwokerto tidak sejauh dulu jadi beliau bisa lebih dekat dengan keluarga. Selain itu karena kebetulan saya berdomisili di Jogja tentunya ayah bisa lebih dekat dengan anak sulungnya itu.

Kebahagiaan yang kedua adalah akhirnya saya lulus pendadaran juga. Setelah menempuh kuliah selama 1600 hari akhirnya saya resmi dinyatakan lulus dari jurusan teknik informatika UII. Memang si belum sepenuhnya lulus karena belum diwisuda dan skripsi juga masih harus revisi sana-sini, tapi paling tidak kelulusan pendadaran ini sesuai dengan wish list saya saat ulang tahun ke-22 kemarin. Inginnya sebenarnya tahun ini sekalian wisuda tapi ternyata belum dapat kesempatan itu.Yang jelas pendadaran yang dilaksanakan satu hari menjelang akhir tahun itu benar-benar menjadi kado akhir tahun terindah saya.

Kebahagiaan yang ketiga, emm sebenarnya agak malu buat nulis ini tapi tak apalah toh ini blog saya ini :D, akhirnya saya menemukan calon yang tepat sebagai semoga ibu dari anak-anak saya kelak. Namanya Teariska Lukita adik kelas dulu waktu jaman-jaman masih sekolah. Pertemuan kembali saya dengan dia boleh dibilang sangat sangat tidak terduga. Terima kasih untuk Matt Zuckerberg yang telah membangun facebook sehingga mempertemukan kami kembali. Pertemuan kami kembali setelah lama lost contact memang melalui facebook. Berawal dari facebook, dilanjut sms dan telpon serta pertemuan singkat beberapa kali akhirnya kami bisa jadian seperti sekarang.

Karena sebenarnya dulu pas masih sekolah saya belum ada keberanian untuk mengungkapkan rasa itu [secara adik kelas gitu] dan setelah bertemu kembali ternyata rasa itu kembali tumbuh maka ketika ada peluang untuk menyatakannya jadi akhirnya saya nyatakan saja perasaan saya. Takutnya keburu disalip orang dan saya hanya bisa menyanyikan lagu Yang Terlewatkan Sheila on 7. Untungnya perasaan saya ini tidak bertepuk sebelah tangan dan jadilah kami menjalani hubungan ini. Tapi hubungan ini untuk sementara LDR karena saya di Jogja dan dia di Purwokerto. Cukup menyusahkan sebenarnya tapi kami coba untuk jalani. Toh Jogja Purwokerto tidak jauh-jauh amat.

Disamping kebahagiaan tentu ada duka juga di tahun 2009 ini, yang paling utama adalah saya harus merelakan kawan pergi satu per satu. Mau bagaimana lagi, kawan satu per satu sudah lulus dan otomatis pergi dari Jogja dan mencari peruntungan di kota lain. Kadang ada rasa kurang ikhlas menghadapi kenyataan ini dan ingin tetep jadi mahasiswa semester awal yang bisa sering kumpul dengan kawan-kawan. Wisata kuliner kemana-mana, ngeband dengan musikalitas seadanya, muter-muter kota Jogja dan sebagainya. But live must go on. Kalau senang-senang bagaimana kita bisa maju. Toh kelak kita pasti akan bertemu lagi inih.

Kurang lebih itu yang bisa saya review dari than 2009 di kehidupan saya. Selanjutnya untuk resolusi saya tidak terlalu berharap yang muluk-muluk. Pastinya standar saja. Saya ingin kehidupan ini jauh lebih baik dan dewasa dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau bicara resolusi yang aplikatif emm ada dua resolusi jangka pendek sebenarnya. Pertama segera saya harus menyelesaikan revisi dan juga wisuda. Kemudian yang kedua dan tak kalah penting, saya ingin segera melepaskan jabatan Pemimpin Umum LPM PROFESI yang sampai saat ini masih saya pegang. Akhir masa jabatan sebenarnya sudah lewat tapi karena satu dan lain hal kepengurusan belum bisa berganti. Yang paling utama majalah belum selesai. Kemarin beberapa kali saya turun langsung menagih tulisan dan mengontrol teknis majalah lainnya. Semoga bisa cepat selesai dan saya bisa turun jabatan.

Untuk resolusi jangka panjang, saya ingin membenahi studi kedua saya yang jadi lumayan berantakan gara-gara mengerjakan skripsi kemarin. Tahun ini harus membenahi studi itu agar bisa mengejar IPK yang setara dengan IPK saya di Informatika UII. Namun resolusi membenahi studi itu bukan focus saya yang utama. Focus yang utama di tahun ini adalah mendapatkan pekerjaan, entah itu usaha sendiri atau melamar di perusahaan. Pengin hidup yang jauh lebih mandiri disamping malu juga sudah sarjana tapi masih disubsidi orang tua. Kalau bisa dapat pekerjaan yang memuaskan bukan tidak mungkin studi kedua itu akan saya lepaskan saja, walaupun sayang juga sebenarnya.

Satu resolusi lagi yang tak kalah penting. Saya ingin menjaga agar hubungan asmara saya tidak berhenti di tengah jalan dan kalau bisa dinaikan ke level berikutnya yang entah kapan akan terjadi. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: