Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Berbagi Cerita Tentang Pendadaran

HARI ini Rabu, 30 Desember 2009, menjadi hari yang bersejarah bagi studi saya di Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia. Hari itu adalah hari dimana kemampuan saya selama menimba ilmu di kampus dan mengerjakan TA diuji dalam sebuah sidang pendadaran. Dimulai dengan pemberitahuan judul diterima tanggal 7 Juli 2009 dan diakhiri dengan pendadaran tanggal 30 Desember 2009. Total waktu yang saya butuhkan untuk mengerjakan TA itu sampai pendadaran adalah 176 hari.

Kembali ke pendadaran, jadwal yang saya terima adalah 30 Desember 2009 pukul 11 siang. Bicara jadwal ada satu yang agak menyebalkan bagi saya. Saya resmi mendaftar untuk ikut pendadaran tanggal 6 Desember 2009 jadi saya pikir saya akan pendadaran awal [sekitar tanggal 20an]. Ternyata malah saya dapat tanggal lumayan akhir. Sempet dongkol tapi ya sudahlah.

Saya berangkat dari kos sekitar pukul 10.30. Sampai jurusan langsung lapor ke resepsionis jurusan dan ternyata dipersilahkan langsung mempersiapkan hal-hal yang perlu dipersiapkan di ruang sidang. Ternyata peserta sebelum saya sudah selesai jadi saya bisa langsung masuk ke situ. Segera saja saya siapkan laptop dan membuka file-file yang dibutuhkan. Setelah siap saya langsung menemui bu Ami, pembimbing saya, dan pendadaranpun dimulai tepat waktu jam 11.

Sebelum memulai pendadaran saya diminta membaca dan menandatangani BAP [Berkas Acara Pendadaran] dan surat pernyataan menerima apapun hasil pendadaran. Karena diminta membaca jadi saya membaca pernyataan itu dengan keras. Ternyata seharusnya saya cukup membaca dalam hati. Jadinya malah saya ditertawakan penguji saya. Latihan ijab-kabul ya mas katanya. Saya hanya bisa senyum-senyum tidak jelas menanggapi gurauan para penguji.

Penguji yang menguji saya ada tiga orang yaitu ibu Ami Fauzijah [yang sekaligus dosen pembimbing saya], bapak Zainudin Zukhri dan bapak Affan Mahtarami. Setelah dipersilahkan saya langsung mempresentasikan TA saya. Memasuki flowchart sudah langsung dihadang dengan pertanyaan oleh pak Zai, panggilan pak Zainudin Zuhri. Ternyata ada pengambilan keputusan yang variabelnya tidak terinisialisasikan dan ada satu proses yang tidak terdefinisi. Tadinya saya sempat bingung dengan apa yang dipertanyakan pak Zai karena merasa apa yang sudah saya buat sudah benar. Tapi setelah ‘berdebat’ sana-sini ternyata memang iya saya yang salah. Ya sudah itu menjadi catatan bagi saya.

Setelah presentasi selesai kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Harus diakui pertanyaan yang diajukan pak Zai cukup sering menohok dan membuat saya bingung untuk menanggapinya. Beruntung ibu Ami membantu saya dengan beberapa kali memberikan pencerahan sehingga sesi pertanyaan dari pak Zai dapat terlewati dengan sukses. Setelah pak Zai giliran pertanyaan dari pak Affan. Berbeda dengan pak Zai, pak Affan hanya mengajukan satu pertanyaan saja berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan dan saya dapat menjawab pertanyaannya dengan mudah.

Selesai pertanyaan dari pak Affan saya diminta keluar agar para penguji dapat rapat untuk menentukan saya lulus atau tidak. Saya cukup optimis saya akan lulus. Ada dua alasan yang membuat saya yakin. Sistem dan metode yang saya gunakan dalam mengerjakan TA sama sekali tidak ditanyai. Berarti apa yang saya kerjakan sudah benar. Lha wong sudah benar masa ya tidak lulus. Kemudian yang kedua waktu baru berjalan 45 menit pendadaran sudah selesai. Artinya sudah tidak ada lagi yang dipertanyakan atau yang diuji dari TA saya. Kalau masih ada masalah tentu akan banyak pertanyaan dan ternyata memang tidak ada lagi yang perlu ditanyakan.

Begitulah, setelah menunggu selama beberapa menit saya diminta masuk. Seperti yang sudah saya duga, saya dinyatakan lulus dengan tentunya perbaikan di beberapa detil laporan. Karena sudah menduga maka saya tidak terlalu kaget dan terharu lebay. Setelahnya saya diminta memberi tanggapan. Saya mengatakan terima kasih sudah memberikan kepercayaan dengan meluluskan saya. Saya juga berterima kasih kepada para dosen, dengan diwakilkan pada para penguji, yang sudah mengajar saya selama studi di Teknik Informatika UII. Insya Allah ilmu dan gelar sarjana yang akan saya terima ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya serta tidak mempermalukan almamater. Dan karena kebetulan hari itu Ibu Ami berulang tahun juga tak lupa saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau.

Setelah sidang ditutup saya pun diberi selamat oleh para penguji. Kompak mereka bertanya setelah ini mau kemana. Sambil bercanda saya jawab yang jelas saya mau pulang ke kosan dulu. Ternyata saya, dan tentunya peserta pendadaran yang lain, ditawari untuk mencoba S2 Informatika UII. Mulai tahun depan, tepatnya bulan Februari, program ini sudah akan berjalan. Barangkali berminat katanya silahkan saya mendaftar dan nanti bakal menjadi lulusan yang pertama dengan nomor induk yang cantik. Saya hanya bisa tersenyum saja.

Keberhasilan ini tentunya bukan usaha saya seorang. Jauh sebelum ujian saya terlebih dulu meminta doa restu kepada orang tua dan kerabat dekat. Jam 9 pagi di hari H ayah saya menyempatkan diri menelpon untuk memberikan dukungan. Kemudian sebelumnya melalui fesbuk saya juga meminta doa dari rekan-rekan LPM PROFESI dan kawan dekat saya. Yang tak kalah penting juga doa dan dukungan dari Teariska Lukita, wanita yang sedang dekat dengan saya saat ini. Kalau sebelum pendadaran yang menelpon adalah ayah tapi setelah pendadaran dia yang menelpon. Ingin rasanya membagi kebahagian ini secara langsung tak sekedar lewat telpon, tapi apa mau dikata karena terpisahkan jarak jadi dipuas-puaskan saja lewat telpon.

Terima kasih kepada Banu, Galih dan Roni yang menemani saya di hari H pendadaran. Terima kasih kepada teman-teman No Smoking dan LPM PROFESI yang memberikan doa dan supportnya lewat fesbuk dan twitter. Terima kasih juga buat kawan-kawan yang memberikan support melalui sms dan telepon. Insya Allah saya tidak akan melupakan jasa kalian.

Iklan

4 responses to “Berbagi Cerita Tentang Pendadaran

  1. bay Desember 30, 2009 pukul 9:39 pm

    “Ternyata saya, dan tentunya peserta pendadaran yang lain, ditawari untuk mencoba S2 Informatika UII”

    apa ditawari, berarti gratis donk ditawari kan berarti dibiayayi juga,
    #hahaa ngarep

  2. Yasir Alkaf Desember 31, 2009 pukul 8:31 am

    hahaha, klo gitu dralat aja kali ya
    bukab ditawari tapi diajak

  3. Pingback: Review 2009 dan Resolusi 2010 « Yasir Alkaf

  4. pak Zai Februari 1, 2017 pukul 8:02 am

    Masih ditunggu di sini http://master-fit.uii.ac.id/beasiswa/ Mas Yasir, ajakan spesial hanya untuk mantan mahasiswa bimbingan (akademik) ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: