Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Siapa yang Arogan? Luna Maya atau Infotainment?

Entah mengapa kali ini saya tergelitik untuk ikut mengomentari perseteruan Luna Maya dan Infotainment. Biasanya saya malas menulis blog tentang artis dan fenomenanya. Dengan demikian Luna Maya menjadi orang kedua setelah Manohara yang saya tulis di blog ini.

Sedikit pengantar apa dan bagaimana kasus itu bisa terjadi adalah bermula ketika wartawan memergoki Luna Maya sedang menggendong putri Ariel Peterpan yang notabene adalah pacarnya. Kejadian itu berlangsung saat launching film Sang Pemimpi yang dibintangi Ariel. Melihat peristiwa yang menarik itu maka para wartawan mencoba mewawancarai mereka berdua dan sayangnya terjadi sebuah kecelakaan dimana kamera salah satu wartawan membentur kepala anak Ariel itu. Luna Maya kemudian mengungkapkan kekesalannya di akun twitternya yang sekarang sudah dihapus dengan menulis: “

Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR,PEMBUNUH!!!!may ur soul burn in hell!!

. KWI [Komunitas Wartawan Infotainment], sebuah komunitas di bawah PWI Jaya [Persatuan Wartawan Indonesia], tidak terima dengan ucapan Luna Maya dan menuntutnya dengan pasal pencemaran nama baik. Dan akhirnya kasus itupun bergulir sampai sekarang.

Ada beberapa hal yang ingin saya komentari. Sekalipun saya juga jurnalis [dalam scope yang sangat sempit, yaitu jurnalis kampus] saya tidak setuju dengan apa yang dilakukan KWI itu. Lihat saja pasal yang dicoba untuk dikenakan pada Luna Maya, Pasal 27 (3) UU ITE serta 310, 311, 315 KUHP. Kesemuanya kurang lebih berbicara tentang pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah. Bahkan pasal 27 (3) UU ITE itu adalah pasal yang dikenakan pada Prita olhe RS Omni yang fenomenal itu. Pasal-pasal itu adalah pasal sampah yang tidak jelas peruntukannya karena multitafsir.

Sedikit memfokuskan diri pada UU ITE. Entah apa yang ada di benak KWI ketika melaporkan Luna Maya dengan UU ITE itu. Tidakkah mereka belajar dari kasus Prita? Pasal itu adalah pasal kontroversial dan banyak orang yang menginginkan untuk direvisi karena menghalangi kebebasan berpendapat di internet. Gara-gara RS Omni menggunakan pasal itu sejagat maya langsung menggugat RS Omni dan boleh dibilang nama RS Omni sendiri yang akhirnya menjadi jelek. Tidakkan KWI takut justru dengan menggunakan pasal itu mereka yang akan merusak nama baiknya sendiri? Kan wartawan seharusnya sudah melihat betapa pasal itu menghalangi kebebasan berpendapat yang justru kebebasan berpendapat itu sangat-sangat diperjuangkan oleh para wartawan. Bukannya itu adalah sebuah tindakan kontraproduktif?

Saya pribadi justru melihat wartawan sendirilah yang akhirnya membesarkan masalah ini. Berapa sih pengguna twitter Indonesia yang follow Luna Maya? Hanya 123.719 orang saja dan itupun saya sangat yakin tidak semuanya membaca. Sangat sedikit dari total penduduk Indonesia. Namun gara-gara diangkat oleh media televisi sekarang hampir semua orang Indonesia yang punya televisi jadi tahu masalah ini. Jadi bukan Luna Maya yang menjelekan nama infotainment, justru media sendirilah yang menjelakkan nama mereka sendiri.

Kalau dikembalikan ke pertanyaan siapa yang arogan apakah Luna Maya atau Infotainment, sebenarnya yang terjadi adalah keduanya sama-sama arogan. Infotainment sebagai kekuatan media mempunyai kekuatan pengaruh dalam membentuk opini public. Bagus atau buruknya nama seseorang bisa ditentukan media. Dalam hal infotainment, turun naiknya karir artis bisa dipengaruhi media. Dengan semakin sering muncul di media nama artis bisa semakin naik dan dengan demikia sang artis bisa dapat job banyak. Oleh karena itu media ‘menuntut’ untuk dihormati dengan memperkarakan Luna Maya itu. Sebaliknya Luna Maya atau artis pada umumnya merasa bahwa dirinya adalah manusia biasa yang juga berhak untuk emosi. Sayang mereka lupa bahwa mereka adalah public figure yang kegiatannya dan bahkan emosinya bisa diketahui orang banyak. Selain itu artis-artis kebanyakan juga merasa bahwa merekalah yang menghidupi media dengan berita-beritanya. Ketika ada berita dia maka media itu akan laku dan sebagainya. Padahal yang terjadi antara artis dan media terlibat hubungan yang saling menguntungkan. Dengan adanya media artis bisa meningkatkan eksistensi diri dan memperlancar karier juga. Bagi media artis sebagai bahan berita mereka juga keberadaanya sangat penting dalam produksi media mereka.

Ketika terjadi persinggungan antara dua entitas yang sebenanrnya memiliki keterkaitan mutualisme itu yang harus dikedepankan adalah dialog. Pidana itu adalah jalan terakhir ketika alternative solusi yang lain tidak terpenuhi. Jadi jangan sedikit-sedikit pidana. Apalagi ketika pidana yang dikenakan sangat-sangat absurd. Kalau mau jujur, seperti yang dikatakan Gusti Randa, subyek yang dituju dengan pernyataan Luna Maya sangat kabur. Infotainment yang dimaksud tidak disebutkan. Berbeda dengan Prita yang menuliskan RS Omni sehingga RS Omni mencoba menuntut. Sedangkan Luna Maya tidak menyebut pihak tertentu. Kalau misalnya Luna Maya menyebut Cek & Ricek maka Cek Ricek mungkin bisa menuntut, tapi disini Luna Maya tidak menyebut pihak tertentu. Tuduhan pidananya jadi tidak jelas.

Selain itu berdasarkan putusan MK, untuk menggunaka UU ITE harus ada pengaduan dari yang namanya merasa dicemarkan dan pihak yan tercemarkan nama baik adalah orang bukan institusi atau badan hukum. Seharusnya UU ITE ini tidak bisa digunakan. KWI saya kira bukan orang karena mereka adalah komunitas dan KWI berdasarkan twit Luna Maya bukan pihak yang ‘dicemarkan’ nama baiknya.

Iklan

9 responses to “Siapa yang Arogan? Luna Maya atau Infotainment?

  1. Cara Membuat Blog Desember 18, 2009 pukul 7:21 pm

    Artis dan infotainment berseteru bukanlah hal yang aneh di dunia hiburan. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan yang berbeda. Namun apabila ditelusuri lebih jauh, mereka adalah dua pihak yang saling membutuhkan.

    Ketika hal seperti ini terjadi, alangkah bijaknya apabila masing-masing pihak berpikir jernih dan mengutamakan perdamaian. Demi mencari solusi yang akan sama-sama menguntungkan. Namun hal ini juga bisa jadi peringatan untuk lebih bijak dalam bertutur di dunia maya.
    Cara Membuat Blog

  2. romailprincipe Desember 20, 2009 pukul 10:55 am

    saya setuju luna aja sih..kan dia cakep..hehe
    gak, maksudnya gini loh, sadarkah si PWI dan infotainment, betapa kedok kebebasan pers telah mengkebiri banyak kehidupan luna?
    selalu kedok yang disajikan adalah “itulah resiko seleb”, tapi tak bisa gitu juga kali..
    so, berseteru lah, mudah2an ada yang belajar dari perseteruan ini

  3. gurindang Desember 22, 2009 pukul 11:59 am

    dliat dr runut2 kejadiannya, wajar Luna Maya kyk gt…
    ttg pengaduan KWI, emg bakal jd senjata makan tuan kyknya.

  4. acongkwok Desember 23, 2009 pukul 4:04 pm

    Pekerja infotainment bukan wartawan. Kerja mereka mungkin mirip dengan kerja di dunia jurnalitik. Namun banyak kode etik jurnalistik yang tidak mereka patuhi. Sangat wajar jika komentar seperti yang Luna sampaikan di Twitter itu muncul. Ayo dukung Luna, enyahkan hiburan yang tidak bermutu.

  5. Ultima Nadia Desember 24, 2009 pukul 7:36 am

    Luna maya belum seberapa, tempo hari Parto malahan mengacungkan pistol. Untung aja ga ada wartawan yang ditembaknya. Ga serame sekarang, ayo mana yang lebih sadis. Terus Lady Dy sampe meninggal dikejar-kejar Paparazi. Wajar lah kalo Luna emosi begitu, cuma wartawan infotainment aja yang mau menang sendiri. ga baik itu.

  6. edi rol Desember 24, 2009 pukul 1:57 pm

    HAPUSKAN INFO’TAI’MEN DARI INDONESIA INI, TIDAK ADA ARTINYA, NORAK!!!…

  7. profesirandi Desember 24, 2009 pukul 2:59 pm

    Barang siapa wartawan yang menuntut dengan mengenakan Pasal “Pencemaran Nama Baik” dianggap sudah kuno.., kurang lebih begitulah yg diucapkan Ketua AJI dalam acara DEBAT Tv-One semalam.

  8. finunu Desember 26, 2009 pukul 3:16 pm

    inkonsistensinya wartawan! mereka berusaha mungkin menolak UU ITE terhadap kasus prita, tapi sebaliknya mereka berusaha mungkin menggunakan UU ITE untuk menjerat Luna Maya.

  9. Andien sunshine Desember 29, 2009 pukul 2:09 pm

    sepakat ‘ma acongkwok!! Infotaintment gak masuk kategori profesi jurnalistik, so KWI kok jadi sibuk githu sih!! Kalau kemudian infotmnt di benarkan sebagai salah satu profesi jurnalistik, maka seharusnya yang lebih di perhatikan oleh KWI adalah kode etik yang sering di langgar oleh mereka (Infotaintment,red). Karena profesi jurnalis adl profesi terhormat, ia menyampaikan kebenaran yg betul-betul benar bukan sesuatu yg di ada2kan!!Kebenaran yang datang di peroleh dengan penelusuran berbagai sumber, dan penelusuran itu pun dilakukan dengan cara-cara terhormat, yakni dengan tanpa pemaksaan, penekanan yg berlebihan, apalgi sampai pke acara kejar-kejaran (oke klo lagi ngeliput kerusuhan!!)wartawan menghormati nara sumbernya dengan sodoran pertanyaan yg berwibawa bukan pertanyaan yg langsung menjustis!!apalagi sampai memunculkan perlakuan yang tidak menyenangkan! wartawan tidak bekerja untuk menggali privacy orang yang tentu saja punya batasan!! so… bijak lah rekan2 KWI!!Luna may sama kayak kita juga bisa marah jika ketenangan terusik, sama kan dengn infotaintment yang di sorot luna, sama-sama merasa tidak senang ketika ketenangan juga harga dirinya terusik!! so gak usah pake pasal-pasalan, selain bikin tambah runyam, buang-buang waktu juga energi!1 lebih baik ketemu di satu meja, dialog secara baik lalu salaing minta maaf!! sesuai sila empat (klo masih di ingat) “musyawarah untuk mufakat”!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: