Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Cerita Lebaran 1430 H

suikerfeestSESEKALI bolehlah berbagi pengalaman lebaran saya. Tahun kemarin tulisan di blog ini yang berkaitan dengan lebaran adalah tulisan SMS Lebaran yang berisi keanehan orang-orang yang tiba-tiba menjadi puitis serta keanehan lain. Meski demikian di tulisan itu tetap saya sertakan sms terbaik. Untuk tahun ini saya agak malas membuat tulisan serupa selain juga karena untuk tahun ini sms yang masuk nilai-nilai putisnya mulai berkurang. Rata-rata smsm yang masuk langsung to the point mohon maaf lahir batin. Lagipula toh si Baykun juga sudah membuat award tentang ucapan selamat yang yang datang padanya. Kalau saya buat juga nanti dikira kena fenomena epigonisme pula [hahaha.. lebay]. Jadi untuk tulisan lebaran kali ini tentang cerita pengalaman lebaran saja.

Minggu, 20 September 2009

Hari pertama lebaran. Sebelum bercerita, untuk tahun ini banyak yang ‘tertipu’ mengenai kapan lebaran. Orang-orang mengira lebaran tanggal 21 September 2009 alias hari Senin. Yang lebaran hari minggu dikira teman-teman dari Muhammadiyah saja. Padahal sebenarnya lebaran sesuai kalender umum [yang biasanya tepat sesuai dengan hasil keputusan pemerintah] ya hari minggu juga. Hari Senin dan Selasa adalah libur lebarannya karena hari besarnya jatuh pas hari minggu. Sejak beberapa tahun terakhir memang konsep tanggal merah hari besar yang jatuh pada hari sabtu atau minggu memang seperti itu, liburnya diletakkan di hari Jumat atau Senin. Herannya televise juga pada kurang paham dengan banyak mengatakan lebaran ‘dimajukan’, padahal sebenarnya on schedule.

Oke sepertinya pengantarnya sudah kepanjangan, masuk ke cerita saja. Di malam lebarannya kebetulan SMA 2 Purwokerto angkatan 2005 mengadakan buka bersama di Rumah Makan Asiatic. Atas prakarsa Rizky D Rahmawan, presiden kami, buka bersama di restoran yang lumayan mewah itu bisa gratis jadi yang berangkat jadi bisa banyak. Lumayan juga bisa reuni setelah sekian lama tidak bertemu. Setelah positif besok lebaran guru yang hadir di acara memimpin kami takbiran sejenak.

Di hari H kami sekeluarga [saya, ayah, ibu dan adik] berangkat Shalat Id bersama di salah satu masjid dekat rumah. Kebetulan ayah saya yang jadi khatib di Masjid itu. Setelah shalat kebiasaan di lingkungan kami adalah semua warga berkumpul di balai desa untuk silahturahmi bersalaman seluruh warga. Maksudnya mungkin biar ngrit tak perlu berkunjung ke rumah-rumah. Setelahnya di akhir acara dilanjutkan dengan menyalakan petasan. Lumayan heboh karena mencari petasan saat ini susahnya luarbiasa. Entah darimana panitia bisa dapat petasan itu.

Setelah silaturahmi warga kami sekeluarga langsung berangkat ke Kebumen karena keluarga besar kami ada di sana. Ayah, ibu dan adik berangkat naik mobil sementara saya naik motor saja. Khusus saya naik motor agar di Kebumen nanti kalau diantara kami ada yang ingin pergi ke mana-mana bisa lebih mudah. Berangkat sekitar jam setengah sepuluh, nyampai kebumen jam setengah 12an. Kami mampir dulu di rumah mbah [lebih tepatnya adik dari mbah yang dari ibu]. Ada dua mbah kami kunjungi, kami memanggil mereka dengan nama mbah ragil dan mbah gunung, dan makan siang di salah satunya [lumayan makan gratis].

Setelah dari rumah mbah sebelum ke rumah sendiri kami mampir sejenak ziarah di makam mbah kakung dan mbah putri saya. Biasanya sih ziarah kubur dilakukan setelah shalat Id tapi kami di siang hari sesampainya di Kebumen.

Senin, 21 September 2009

Hari kedua lebaran. Hari ini kami mengunjungi mbah buyut sama mbah di daerah Bandung Sruni [salah satu desa di Kebumen]. Mbah buyut maupun mbah yang ini bukan mbah langsung saya karena mbah maupun mbah buyut yang langsung dari ayah atau ibu saya sudah meninggal semua. Walaupun saya ke sini Cuma setahun sekali tapi beliau masih ingat saja sama saya. Di sini kita makan siang pake basur [saya kurang paham apa bahasa Indonesia binatang ini. Mirip bebek tapi warnanya putih tapi lehernya tidak sepanjang angsa. Entah apa itu namanya. Yang jelas rasanya mirip bebek… hahaha..]. Baru pertama kalinya saya makan itu binatang.

Setelah dari rumah mbah, berlanjut ke rumah pakde di daerah Somalangu [kalau yang ini pakde langsung, soalnya beliau kakak dari ayah saya]. Ada dua pakde yang dikunjungi tapi rumahnya sebelahan jadi bisa sekali jalan. Satunya mantan anggota DPRD satunya lagi kyai pengurus pondok pesantren [Ngeri kan? 😀] Di sini kami makan siang lagi. Enaknya lebaran memang seperti ini, makan di mana-mana.. hahahaha..

Selasa, 22 September 2009

Hari ketiga lebaran. Hari ini kami tidak kemana-mana karena tidak ada agenda tertentu. Biasanya tanggal 3 Syawal ada pertemuan Ikatan Keluarga Bani Hasyim [Ikabaha], tapi berhubung panitianya pada tertipu tanggal mengira tanggal 3 Syawalnya hari Rabu alias 23 September dihitung tanggal 1nya hari Senin jadi acaranya berubah besoknya. Tapi walau tidak ada agenda tertentu rumah masih saja ramai kedatangan tamu. Maklum, amat jarang kami sekeluarga berada di rumah itu.

Rabu, 23 September 2009

Hari keempat lebaran. Hari ini kami mengikuti pertemuan Ikatan Keluarga Bani Hasyim [Ikabaha]. Hasyim ini ceritanya mbah buyut saya dari jalur bapaknya ibu, alias bapaknya mbah kakung saya [haduh, mbingungin nggak sih?? Harap maklum, silsilah kadang memang memusingkan.. hahaha..]. Kalau dari bapaknya mbah putri ada juga pertemuannya, namanya Bani Haji Adnan. Untuk tahun ini kami tidak ikut pertemuan itu karena tanggalnya kebetulan sama dengan Ikabaha ini. Acara ini dimulai jam 10 selesai jam 12.

Kamis, 24 September 2009

Hari kelima lebaran. Sama seperti hari sebelumnya, agenda kami di hari ini adalah pertemuan keluarga. Kali ini adalah pertemuan Ikatan Dzuriyat Haji Abdul Mu’thy [IDHAM]. Abdul Mu’thy ini bapaknya ayah saya, alias mbah dari jalur ayah. Boleh dibilang ini adalah pertemuan keluarga besar Alkaf. Pertemuan ini berlangsung di daerah Wareng, Purworejo. Acara dimulai pukul 10 diakhiri pukul 14an. Sebelum acara kami mengunjungi rumah mbah Purworejo [ini adiknya mbah putri saya yang dari ibu] dan setelah acara selesai mampir di tempat saudara yang lain. Khusus mbah Purworejo ini saya sangat salut pada ingatannya yang masih lengkap. Padahal beliau ini sudah tidak berjalan. Saat berbincang-bincang dengan ayah mereka bahkan bernostalgia saat ayah saya melamar ibu saya. Hahaha… luar biasa..

Jumat, 25 September 2009

Hari keenam lebaran. Hari ini ‘petualangan’ kami di Kebumen diakhiri. Kami sekeluarga pulang ke Purwokerto lagi. Karena saya sendirian naik motor saya sempatkan diri sejenak mengujungi pak lik [adik ibu]. Eh barangkali bisa dapat uang saku dan ternyata memang iya [lumayan, bisa dapat ‘fitrah kecil’ 😀]. Saya sampai rumah jam 12.15 [aslinya ngejar jumatan dirumah tapi ternyata tidak keburu, jadi malah tidak jumatan sekalian] sementara yang lain yang naik mobil baru sampai rumah jam 2 siang. Jalanan memang cukup padat merayap jadi wajar kalau yang naik mobil sampainya lebih telat.

Sorenya baru saya meluangkan waktu untuk kehidupan pribadi saya. Sebelumnya kan kami dipenuhi pertemuan keluarga, yang mana sebenarnya lebih banyak urusan orang tua.jadi saya cuma ngikut saja. Kebetulan sebelumnya sms-an sama neng mau diajak nonton KCB jadi sorenya kami nonton KCB [hahaha… prikitiw….]. Ini juga tumben bioskop Purwokerto bisa nyiarin film di awal penayangan. Biasanya sekian bulan kemudian baru sampai Purwokerto. Mumpung ada film bagus jadi saya ajak neng nonton itu film KCB. Hohoho..

Berangkat ke rumah neng jam setengah 4, langsung menuju ke TKP. Filmnya sendiri dimulai sekitar pukul 4 dan selesai pukul 6 lebih sedikit [besok dah saya buat reviewnya]. Habis nonton shalat magrib dulu di Masjid terdekat, baru setelah itu jalan-jalan keliling kota Purwokerto. Setelah puas, mampir di sebuah café di sebuah pusat perbelanjaan dan ngobrol ngalor-ngidul di situ. Intinya menghabiskan sore menjelang malam bareng neng [mumpung saya belum balik Jogja juga].

Berhubung sudah sangat panjang, cukup selesai sampai di sini aja ah kisahnya 😀

Semoga bermanfaat..

3 responses to “Cerita Lebaran 1430 H

  1. icha Oktober 2, 2009 pukul 9:44 am

    asyik………….juga cerita nya…….

    nambah-nambah pengalaman juga yaw………

    dari pda g kmna-kma…………..

  2. Aji September 4, 2012 pukul 7:31 pm

    Ya neh Cerita nya membantu aq untuk belajar

  3. Jaysun Mubarrok Mei 3, 2013 pukul 11:07 pm

    mohon izin share gambarnya di blog ana

    16mb.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: