Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Menunggu

merenung1

Menunggu memang pekerjaan yang sangat-sangat membosankan. Semua sepakat akan hal itu. Betapa waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk menunggu sesuatu hal yang bahkan kadang tidak pasti. Dan dari kebosanan itu terkadang tumbuh pula rasa emosi atau minimal tidak suka terhadap sesuatu yang ditunggu itu.

Namun saya pribadi lebih memilih untuk menunggu daripada ditunggu. Kenapa demikian, karena saya menyadari ketika saya ditunggu berarti saya telah membuat orang lain menunggu saya. Dan dengan demikian berarti saya membuat orang lain membuang waktunya demi menunggu saya itu. Berarti saya telah membuat sebal orang lain dan akibat terburuk orang-orang akan tidak menyukai saya atas sikap saya itu.

Adalah sangat naif ketika kita menyadari betapa menyebalkannya menunggu tetapi kemudian kita suka berterlambat ria dan membuat orang lain menunggu kita. Kita ramai berkata benci menunggu tapi sadar atau tidak sadar kita sendiri membuat orang lain menunggu kita dengan keterlambatan kita. Lantas apa bedanya kita dengan mereka?

Jadi teman-teman sekalian, masihkah kita melanjutkan budaya terlambat dan membuat orang lain yang mungkin teman kita menunggu kita?? Hargai waktu untuk menghindari peluang menunggu atau ditunggu. Ketika kita semua menyadari itu, tidak akan ada lagi budaya menunggu yang menyebalkan itu.

Iklan

22 responses to “Menunggu

  1. dira Agustus 27, 2009 pukul 11:34 am

    Biar gak saling menunggu, mending janjian telat bareng aja.. 🙂
    mampir, salam kenal.

  2. raditya angga Agustus 27, 2009 pukul 2:53 pm

    lebih baik nunggu memang sih,,

    sekarang ajang curhat2an yah,,wkwkwkw,,
    virus sapa nih???hahaha

  3. bay Agustus 27, 2009 pukul 4:35 pm

    lebih baik tepat waktu

  4. Yasir Alkaf Agustus 27, 2009 pukul 9:17 pm

    :Angga
    siapa bilang ini curhat
    ini sedang mencoba bikin tulisan motivasi koq
    hahaha

  5. Azzahra Agustus 28, 2009 pukul 6:19 am

    Memang mas, Waktu adalah titipan Tuhan, pergunakan dgn baik

  6. benz Agustus 28, 2009 pukul 1:10 pm

    psstt.. pak Yasir terinspirasi saya tuh. mau jadi Mario Teguh juga ya pak. hehehe..
    ;p

  7. Hajier Agustus 28, 2009 pukul 2:06 pm

    Awal baca saya kira memilih tidak mau ditunggu dengan alasan karena terburu-buru dan pada ujungnya kacau balau segala persiapan. Eh…nggak tahunya gak mau ditunggu karena nggak mau orang lain menunggu…
    ini pemikiran yang sangat bijak. I Like it!!1

  8. guskar Agustus 30, 2009 pukul 11:58 pm

    Kebiasaan ngaret amat memprihatinkan dan merugikan. Kenapa di antara kita, masih saja hobi terlambat-ria ya?
    Istilah jam karet bukan hal asing dalam hidup keseharian kita. Habis, kebiasaan telat seolah sudah membudaya sih, sepertinya keberadaan jam nggak diperlukan lagi. Kita mesti siaga, jangan sampai tertular budaya ngaret ini.
    Saya pernah sebel sama teman. Janji bertemu jam 7 malam, tahu-tahu dia baru muncul sejam kemudian. Sudah begitu, wajahnya itu loh… sok lugu. Jengkel kan?

  9. Yasir Alkaf Agustus 31, 2009 pukul 4:02 am

    makanya itu Gus
    krn tau orang yg telat itu biasanya dijengkeli orang, makanya saya usahakan jgn pernah membuat orang menunggu saya. krn klo sampai bgitu bisa2 saya dijengkeli orang

    nah coba smua bkiran sprti saya, insya allah g ada tuh bdaya tela
    ^_^

  10. joomlatutor September 1, 2009 pukul 4:26 pm

    ya.. sangat bete kalo nunggu lama
    tapi ga semua menunggu itu jelek loh
    tergantung konteks dan situasi atau tujuannya

  11. Dangstars September 1, 2009 pukul 4:32 pm

    Salam kenal boz..
    Terimakasih telah berbagi

  12. Dangstars September 1, 2009 pukul 4:32 pm

    Kunjungan pertamaaaaaaxxxx

  13. Dangstars September 3, 2009 pukul 5:33 pm

    Menunggu…sekarang ..Sms dulu atau telepon dahulu jadi gak lama menunggu..

  14. luminous25 September 6, 2009 pukul 4:32 am

    Nice inphoo,… salam kenal.

  15. senja sunyi sepi November 7, 2009 pukul 9:46 pm

    MJJ (Mak Jleb Jleb)

  16. tika April 27, 2010 pukul 2:54 pm

    . sayaa numpang copy paste dii FB yaa .. :))

  17. saung April 28, 2010 pukul 9:44 am

    memang menunggu itu membosankan…. apalagi kalo “setan” udah bisik2… emosi dah yang nyusul…. berubah tampilan wajah……

  18. shinta Mei 4, 2010 pukul 2:14 pm

    buat perjanjian aja,,
    yang telat dikasih hukuman..

  19. mide Juni 23, 2010 pukul 10:00 pm

    rasa bersalah pernah melakukan hal2 spet itu, mudah2n q bs berubah

  20. Soemarno Thiwol Crew Mei 18, 2012 pukul 1:49 pm

    Artikelnya bagus. klo bs dipertahankan produktifitasnya.

  21. arifin Juni 4, 2012 pukul 4:33 pm

    iya menunggu adlh hal yg mnybakan..

  22. dian Juli 2, 2012 pukul 12:12 pm

    minta izin ngopy foto,,makasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: