Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Pesona Indahnya Ta’aruf [PINTAR] UII 2009

Sebelum menjalani Pekan Ta’aruf di fakultas masing-masing, para mahasiswa baru UII terlebih dahaulu mengikuti kegiatan serupa tetapi di tingkatan universitas. Acaranya hamper sama hanya saja dilakukan lebih awal dan tingakatannya seluruh universitas. Jadi mahasiswa bisa saling berkenalan dengan teman dari fakultas lain.

Ospek Universitas Islam Indonesia tahun 2009 ini bertajuk Pesona Indahnya Taaruf [PINTAR] 2009. Tema yang diangkat adalah ‘Membangun Paradigma Mahasiswa dalam Mewujudkan Bangsa yang Mandiri dan Sejahtera‘. Diharapkan, dalam diri mahasiswa akan terbentuk paradigma pola pikir untuk mewujudkan bangsa yang mandiri dan sejahtera karena konsep bangsa yang mandiri dan sejahtera itu adalah oleh warga Indonesia, khususnya oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual. “UII yang memiliki 8 fakultas, masing-masing punya karateristik untuk membangun bangsa yang mandiri itu sendiri”, terang Eko Bayu Firdaus, selaku Ketua SC.

Pada ospek kali ini beberapa perubahan yang dilakukan oleh para panitia SC. Perubahan yang pertama dari sisi nama yang sejak dulu bernama PESTA [Pesona Ta’ruf] menjadi PINTAR [Pesona Indahnya Ta’aruf]. Bayu menjelaskan perubahan nama ini sebagai bagian dari perubahan konsep ospek dari tahun-tahun sebelumnya. Perubahan nama itu diikuti dengan peniadaan SPL yang selama ini ada untuk menertibkan mahasiswa baru. Tugas menertibkan maba-miba diserahkan pada Pemandu Barisan (PB). Pada dasarnya, PB tidak jauh berbeda dengan SPL, hanya saja PB bertugas tanpa bentakan kepada maba-miba.

Perubahan yang kedua adalah dari segi panitia sendiri. SC yang biasanya terdiri dari lebih dari 10 orang dan terbagi menjadi beberapa komisi, kali ini tidak demikian. SC hanya terdiri dari 4 orang plus satu ex officio [Ketua OC]. “SC PINTAR 2009 hanya berjumlah 4 orang, terdiri dari ketua,1 sekretaris dan 2 anggota”, kata Bayu. Itupun mayoritas dari mereka tahun lalu juga menjabat SC seperti Lidar Marjiansyah (FTI, Informatika 2006), Mu’amar Kadafi (FTI, Industri 2006) dan Eko Bayu Firdaus (FTI, Informatika 2007) merupakan anggota SC tahun lalu. Sedangkan Nur Rismawati (FMIPA,Kimia 2007) merupakan anggota baru SC tahun ini. Dikarenakan tidak ada pembagian komisi, mereka membagi tugas dengan cara : Lidar Marjiansyah menjalankan tugas komisi A dan komisi B sedangkan Mu’amar Kadafi menjalankan tugas komisi B dan C.

Dari sisi acara, hari pertama PINTAR akan diisi dengan Stadium General, dengan pembicara Eko Prasetyo, lulusan Fakultas Hukum UII yang juga penulis buku “Orang Miskin Dilarang Sekolah”, yang memberikan pandangan umum terkait dengan bangsa yang mandiri dan sejahtera. Kemudian acara dilanjutkan dengan Training Manajemen Hidup untuk membangun motivasi mahasiswa agar aktif dan melakukan perencanaan yang matang baik ketika mahasiswa mulai menginjakan kaki di kampus sampai lulus. Di hari juga dilakukan Diskusi Kelembagaan dan Kunjungan Stan Lembaga.

Ada sebuah kejadian mengenaskan saat Eko Prasetyo memberikan orasinya. Listrik tiba-tiba padam. Eko pun akhirnya hanya bisa memberikan orasi menggunakan megaphone yang disediakan panitia. Belum selesai Eko menyampaikan orasi tiba-tiba terdengar ledakan dari arah belakang. Banyak yang menduga itu disebabkan trafo yang meledak akibat listrik mati tadi. Namun ternyata dugaan itu salah. Ledakan justru berasal dari secretariat Resimen Mahasiswa [Menwa] yang berada tidak jauh dari lokasi PINTAR. Ledakan itu disengaja sebagai sambutan Menwa bagi para mahasiswa baru. Ledakan yang cukup menganggu itu dianggap biasa oleh para anggota Menwa meskipun dari para peserta cenderung menganggap itu mengganggu.

Untuk hari acara lebih difokuskan pada Aksi dan Simulasi Aksi. Masing-masing jamaah diambil 3 peserta untuk melakukan Aksi dan 3 jamaah lagi untuk mengikui bakti social di sekitar UII. Sedangkan sisanya melakukan Simulasi Aksi di depan Masjid Ulil Albab. Tema yang diangkat seperti yang dikatakan oleh Feri Anggriawan, Penanggung Jawab Aksi dan Simulasi Aksi, adalah tentang pendidikan mahal.

Para mahasiswa baru peserta aksi melakukan long march dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju kantor DPRD sambil meneriakan yel-yel yang sudah disiapkan. Kemudian melakukan orasi di pelataran DPRD selama kurang lebih setengah jam dan dilanjutkan dengan berdialog dengan Arif, salah seorang anggota DPRD dari Komisi I. Selain berdialog, Arif sebelumnya juga menyempatkan diri untuk ikut melakukan orasi sejenak.

Untuk Simulasi Aksi ada perubahan beberapa perubahan teknis acara. Maba-miba peserta PINTAR tidak dibagi per kelompok seperi tahun lalu untuk melakukan Simulasi Aksi di Rektorat, FTSP, FTI, D3 Ekonomi dan GKU. Mereka hanya long march mengelilingi Masjid Ulil Albab sambil melakukan orasi di depan masjid. Akibat lokasi yang tidak terlalu luas itu, orasi dilakukan secara bergiliran.

Mengenai Bakti Sosial dilakukan di daerah sekitar UII pusat. Tiga wilayah tujuan baksos yaitu di daerah Kimpulan, Lanjaran dan Lodadi. Disamping memberikan bantuan yang dilakukan secara simbolik di kelurahan, mahasiswa baru juga bergotong royong membersihkan sampah sepanajng perjalan baksos itu.

Mengenai animo peserta, sama seperi Pekta cenderung menurun di hari kedua. Tahun ajaran 2009-2010 UII tercatat menerima mahasiswa sekitar 3200 mahasiswa. Dari jumlah itu yang berangkat PINTAR hari pertama berjumlah 2497 orang dan turun menjadi hanya 1931 orang di hari kedua.

[hasil kompilasi reportase rekan-rekan LPM PROFESI saat Pekan Ta’aruf FTI yang sudah dimuat Gelegar PINTAR edisi 1 dan edisi 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: