Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Pekan Ta’aruf [PETA] FTI UII

Hampir semua kampus mengadakan acara ospek untuk menyambut mahsiswa baru di lingkungan kampus. Begitupula di Fakultas Teknologi Industri [FTI] UII. Acara yang dikemas dengan tajuk PETA (Pekan Taa’ruf) dilaksanakan tanggal 12-13 Agustus 2009 dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kemajuan Mahasiswa UII bagi Organisasi Berdasarkan Syariat Islam, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.”

Hilal Hilmansyah, Ketua SC PETA 2009 mengatakan, “Konsep PETA tahun ini ada sedikit perbedaan dengan konsep tahun lalu. Ada beberapa acara yang dihapus dan ada acara yang ditambahkan”. Acara yang dihapus adalah bedah film. Acara ini ditiadakan dengan mempertimbangankan berbagai alasan yaitu dari manfaat dan dari segi tujuan. Hilal juga beralasan acara bedah film banyak dijumpai pada banyak kesempatan di acara-acara lain, serta tidak sesuai dengan tema PETA 2009

Sedangkan untuk penambahan acara, SC memasukkan acara Dialog Kealumnian dan ESQ. Dialog Kealumnian ini bertujuan unuk mengangkat jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa FTI ke depannya dan juga untuk menunjukkan prospek dari masing-masing jurusan di FTI. Sementara ESQ dimaksudkan untuk menyentuh spiritualitas mahasiswa baru.

Bercerita tentang persiapan, mahasiswa angkatan 2007 ini mengungkapkan bahwa persiapan PETA dimulai dari sekitar bulan Juni. Persiapan dimulai dengan koordinasi untuk menentukan nama-nama panitia SC [Steering Committee] dan panitia inti Organizing Committee [OC]. Setelahnya baru diadakan rekruitmen panitia OC untuk masing-masing departemen. Kalau SC sebagai konseptor dipimpin oleh Hilal Hilmansyah, maka OC sebagai pelaksana teknis diketuai oleh Edi Priyono.

Sebagai informasi jumlah mahasiswa baru yang bakal menjalani perkuliahan di FTI UII tahun ini berjumlah 822 orang dengan kompisisi 470 orang masuk Teknik Informatika, 231 mahasiswa Teknik Industri, 35 mahasiswa Teknik Kimia, 41 mahasiswa Teknik Elektro dan 45 mahasiswa Tekbik Mesin. Meski demikian animo mahasiswa baru untuk mengikuti PETA cukup sedikit. Hari pertama PETA hanya diikuti 495 orang sementara pada hari kedua dihadiri 327 orang.

Sedikitnya animo mahasiswa baru disamping kelelahan juga diduga diakibatkan karena ada unsure Departemen Keteriban yang berugas menertibkan barisan mahasiswa baru saat pagi hari atau saat pergantian acara yang berpindah tepat juga saat selesai berisitirahat. Metode penertiban itu memang dilakukan dengan bentak-benkatkan sehingga membuat mahasiswa baru enggan mengikuti PETA. Hal itu diamiin oleh Rahmat Nuryadi Saputro coordinator Komisi B PETA dan Puguh Mardika Saputra, koordinator Pemandu.

Belum lagi ditambah keberadaan senior yang turut membentak-bentak mahasiswa baru. Ya senioritas memang masih kuat di FTI. Pagi hari disamping disambut DK yang menertibkan barisan juga disertai kedatangan para senior. Bahkan terkadang bentakan dan siksaan dari senior melebihi DK. Repotnya para panitia tidak berani menegur atau menghentikan para senior itu.

M. Juniar misalnya, mahasiswa baru dari Jamaah al Qadr mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dari para senior. Rambutnya dipotong paksa oleh para senior karena dianggap terlalu panjang. Padahal hukuman potong rambut sama sekali tidak dizinkan dalam PETA ini. Disamping rambutnya dipotong, ia juga dipaksa merokok dan membagi rokoknya kepada senior karena ketahuan membawa rokok. Beruntung kejadian itu terlihat oleh Fajar Hidayanto, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam, sehingga Juniar dapat terselematkan dan langsung dibawa ke pos selanjutnya.

SC bukannya tidak bertindak dalam mengahadapi senioritas macam ini. SC menurut Hilal, panggilan akrab Hilal Hilmansyah, telah melakukan beberapa tindakan di ntaranya dengan meminta kerjasama dengan Dekanat. Pihak Dekanat menyanggupi untuk mengerahkan tenaga keamanan kampus serta berkoordinasi dengan jurusan untuk mengawasi jalannya PETA, bahkan Dekan jika dirasa perlu akan turun tangan langsung. Fathul Wahid, Dekan FTI melanjukan,”Panitia ya harus tegas (kepada senior –red)”, sembari menambahkan bahwa ia siap menindaklanjuti segala bentuk pengaduan tindakan kekerasan. “Mekanisme lain yang dilakukan adalah dengan mencoba berkoordinasi dengan senior atau alumni”, lanjutnya.

Terlepas dari masalah senioritas dan sedikitnya animo mahasiswa yang mengikuti acara PETA berjalan cukup lancar. Meskipun awalnya sempat mengalami kekuarangan dana mencapai Rp 4 juta namun masalah ini dapat teratasi dengan berbagai solusi baik melalui pengurangan jatah tiap departemen dan meminta bantuan dana dari Dekanat.

Acara juga berjalan cukup menarik. Beberapa pelanggaran atribut para peserta justru tak jarang mengundang senyum pantia dan peserta lain. Di hari pertama misalnya banyak mahasiswa baru yang membawa HP saat acara padahal itu dilarang. Hal itu justru malah merepotkan panitia keamanan yang menyita HP-HP tersebut dalm pendataannya. Ada juga Bella Yustisia mahasiswa psikologi yang salah jalur masuk ke FTI dan pingsan.

Masih ada Arrashie yang sudah tidak membawa co-card juga tidak membawa stribut-atribut yang lain seperti buku, al quran dan atribut lain. Ditambah lagi ternyata ia juga memakai celana dan sepatu yang tidak sesuia aturan. Hal itu membuat ia harus menjalani hukuman di tiap-tiap os pemeriksaan.

Lain lagi dengan maba asal Palembang yang bernama Wahid Uswanto dari Jamaah Al-Bayyinah. Dia mendapat hukuman dari DK untuk menyanyikan lagu daerah asalnya yang berjudul ‘Cuk Mak Ilang’ sambil berjoget. Walaupun begitu ia masih tetap bisa tersenyum karena menurutnya hal ini sudah biasa dihadapinya saat SMA.

Cerita berbeda berasal Donna Esterlita, salah satu miba Jamaah An-Naba. Karena memiliki hobi dance, ia disuruh berjoget oleh tim DK saat melewati Pos 3. Diliputi rasa malu, ia tetap enerjik berjoget dan dengan wajah yang tentunya, tersenyum.

[hasil kompilasi reportase rekan-rekan LPM PROFESI saat Pekan Ta’aruf FTI yang sudah dimuat Gelegar PETA edisi 1 dan 2]

5 responses to “Pekan Ta’aruf [PETA] FTI UII

  1. bay Agustus 15, 2009 pukul 1:52 pm

    lho…lho…
    tulisannya PETA potonya PINTAR…
    link donlot buletin GELEGARNYA mana???

  2. Yasir Alkaf Agustus 15, 2009 pukul 2:17 pm

    aku adanya cuma foto itu jeh
    hahahaha

    link donlot baru ada yg pintar, yg pekta ak blum punya jadi belum bisa disertakan

    rencananya mo ak pisah Pintar sama Pekta, tp berhubung ak baru ada file berita pekta jadi yg di publish baru yg pekta ini

  3. Pingback: Pesona Indahnya Ta’aruf [PINTAR] UII 2009 « Yasir Alkaf

  4. Hilal Hilman Syah Agustus 20, 2009 pukul 12:53 am

    hehehehe,, nama saya masuk tuh mas,,, memang peta kali ini masih banyak ke kurangan, tapi saya bersyukur karna masih meninggalkan kesan yang cukup baik pada peserta,,

  5. Yasir Alkaf Agustus 20, 2009 pukul 9:27 pm

    selamat datang mas Hilal
    rajin2lah berkunjung ke blog ini mas
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: