Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Atribut Pesona Taaruf [Pesta] UII

Ospek mau dimanapun kampusnya, biasanya disertai dengan pemberian syarat-syarat yang aneh bagi para mahasiswa barunya. Universitas Islam Indonesia, kampus tercinta saya, juga demikian. Saat Pesona Taaruf, nama resmi ospek UII, mahasiswa juga dibebani untuk membawa atribut tertentu saat ospek. Untungnya saat Pesta atribut yang dikenakan tidak terlalu aneh-aneh. Cukup biasa, karena hanya membuat cocard dan membawa beberapa barang tambahan lain yang bisa dibeli di toko-toko. Namun ternyata eh ternyata mahasiswa baru UII cenderung ingin praktis. Mereka lebih suka membeli dari pedagang yang bertebaran di sekitar UII meskipun harganya cukup mahal. Bayangkan, hanya cocard dari karton selebar paling 30 cm dan membawa barang ringan seperti aqua roti atau buku tulis, mereka rela membayar Rp 50.000-Rp75.000. Ibarat ada gula ada semut, banyaknya permintaan pembelian atribut itu menjadikan pedagang yang menjajakan atribut juga semakin banyak.

Menjalani empat tahun kuliah di UII, saya pun terlibat dalam perdagangan atribut itu. Tercatat sudah tiga kali saya mengikuti jual-jualan ini. Namun dari tiga kali itu tidak pernah sepeserpun hasilnya masuk ke kantong saya. Semua masuk ke lembaga yang mengadakan penjualan itu. Tidak mengapa, yang penting saya bisa berkumpul bersama teman-teman

Saya buat dalam bentuk daftar saja keterlibatan saya dengan atribut-atribut ini

2005: Saya masih mahasiswa baru jadi saya yang memakai atribut itu. Saya buat sendiri atribut saya karena itu tadi, kalau beli haganya cukup mahal.

2006: Tidak ikut jualan tapi ikut mengamati kesibukan jual beli atribut. Malam setelah kuliah perdana saya sempatkan ke kampus dan jalan-jalan mengamati mereka yang sedang berjualan. Lumayan lucu melihat tampang stress para penjual yang dikerubuti para pembeli 😀

2007: Tanpa sengaja ikut jualan atribut bersama anak-anak PMII UII [Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia]. Saya sendiri bukan anggota organisasi extra itu, hanya saja saya kenal sama sebagian dari mereka. Lagipula kebanyakan dari mereka juga anak FTI. Ceritanya iseng-iseng saya main ke sana dan ternyata eh ternyata lagi ada sibuk-sibuk jual atribut dan karena tidak sedang ada kesibukan saya pun membantu mereka semampu saya.

2008: Ikut jualan atribut bersama anak-anak Sirkulasi dan Usaha LPM Profesi. Karena saya memimpin organisasi ini masa saya tidak ikut membantu? Dari laporan pemegang keuangan hasilnya cukup memuaskan. Waktu itu kepengurusan baru berjalan jadi momen jualan ini cukup bisa meningkatkan chemistry antar pengurus.

2009: Lagi-lagi ikut berjualan bersama anak Sirkulasi dan Usaha LPM Profesi. Ternyata periode ini belum selesai berjalan dan karena hasil kemarin cukup memuaskan jadi kami memuuskan untuk berjualan kembali.

Ketika tulisan ini terbit, jualan ini masih belum selesai [ini postingan terjadwal :D]. Kami tidak mentargetkan terlalu banyak pembeli karena waktunya cukup mepet. Tahun-tahun kemarin setelah kuliah perdana di hari sabtu keesokan harinya tidak langsung ospek. Ada libur sehari untuk persiapan para mahasiswa baru. Namun kali ini agak berbeda karena besoknya langsung ospek. Mempertimbangkan tingkat kelelahan yang mungkin mendera dan besoknya kami harus langsung meliput ospek [kami tidak boleh melupakan tugas kami sebagai pers kampus :D], jadi mungkin pesanan dibatasi hanya sedikit saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: