Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Realisasi Janji Capres Kalah

MASIH ingat janji para calon presiden jika mereka kalah di Pemilihan Presiden saat Debat Capres putaran terakhir kemarin? Bagi yang lupa saya ingatkan dulu bagaimana janji mereka jika kalah. Data diambil dari vivanews.com. Berikut janji mereka:

Megawati: “Saya akan terus mengabdi dan berjuang untuk rakyat demi Indonesia.”

SBY: “Saya akan mengucapkan selamat kepada yang menang. Kemudian saya akan ajak konsituen saya untuk mendukung beliau, siapa pun. Dan saya akan tetap berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsa, termasuk mendukung pemerintahan yang menang.”

Jusuf Kalla: “Yang terbaik pasti menang. Karena itu saya akan menghormati siapa pun yang terbaik, termasuk apabila saya yang terbaik itu. Tetapi kalau bukan saya yang terbaik, saya akan pulang kampung. Mengurusi pendidikan, mengurus masjid, serta mengurus perdamaian bangsa ini jika diperkenankan.”

Begitu janji mereka. KPU sendiri sudah menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang Pilpres 2009. Sekarang tinggal mengamati apakah capres yang kalah benar-benar menepati janjinya itu atau tidak. Yang menjadi sorotan tentu saja JK karena janji dia begitu explicit. Berbeda dengan Megawati yang entah maksud dari mengabdi dan berjuang untuk rakyat Indonesia itu seperti apa.

Dan ternyata JK benar-benar merealisasikan janjinya untuk pulang kampung, walaupun untuk sejenak saja. Tempo interaktif memberitakan hal itu di websitenya. Selasa kemarin JK mudik ke Makassar dan ternyata mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari warga sekitar. Spanduk dan baliho berisi ucapan selamat datang dan apresiasi terhadap dirinya bertebaran dimana-mana. Isinya antara lain ‘JK Pahlawan Demokrasi’, ‘JK Negarawan Sejati’, ‘JK The Real President’, ‘JK Is The Best’ sampai ‘JK I Love U’. JK juga menyempatkan diri menengok Kalla Tower yang konon kelak akan menjadi kantornya di bulan Januari. Okezone mengkonformasikan hal itu di websitenya.

Kepulangan itu memang hanya sementara karena ia masih menjabat sebagai wapres. Masih terlalu dini untuk memperbincangkan apakah JK akan benar-benar pulang ke Makssar untuk selamanya atau tidak. Apalagi konon SBY juga diperkirakan akan meminta JK menjadi tim Dewan Pertimbangan Presiden. Yang jelas dengan JK menengok kampung dan calon kantornya itu ia sudah mencicil janjinya. Kalaupun nanti ia ternyata masuk ke Watimpres berarti memang tenaga dia masih diperlukan dan kita juga perlu mengapresiasi hal itu. Daripada di kampung kurang berkontribusi bagi Negara kan lebih baik tetap di pusat dan tetap berkontribusi. Akan tetapi bola tetap berada di SBY dan JK.

Tentang Megwati sendiri yang berjanji untuk tetap mengabdi dan berjuang demi rakyat Indonesia, mungkin perjuangannya di Mahkamah Konsitutusi menggugat hasil Pilpres juga dapat dikatakan sedang melaksanakan janji itu. Saya pribadi tetap mendukung apabila kisruh DPT itu dibawa ke MK. Biar bagaimanapun memilih adalah hak yang harus dperjuangkan. Meskipun perjuangan di MK itu mungkin tidak akan sampai mengubah hasil pemilu namun perjuangan itu juga harus tetap diapresiasi. Tidak mendukung tidak masalah, yang penting mengapresiasi. Persengketaan Pemilu saja memang sudah diagendakan. Jadi jangan serta merta menghina Mega atau JK tak terima dengan kekalahan

Saya sendiri mendukung siapapun presiden Indonesia yang terpilih. Baik buruknya presiden terpilih, dia adalah pemimpin kita jadi harus selalu kita dukung. Saya sendiri tak lama setelah quick count menyatakan SBY-Boediono sebagai pemenang pemilu langsung memberikan tulisan ucapan selamat di di blog ini. Karena hanya sebatas itu ucapan selamat yang bisa saya berikan. Namun patut diingat bahwa yang namanya mendukung itu kan tidak harus memuja habis-habisan dan membela dia tak peduli benar atau salah. Kritik pun juga termasuk bentuk dukungan sebagai bahan perbaikan. Jadi kalau misalnya saya membuat tulisan yang mengkritik Presiden jangan dikira saya benci namun itu adalah bentuk dukungan saya yang lain. Harapan saya semoga kebebasan berpendapat tetap dijaga oleh Presiden SBY karena saya sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Jangan ada lagi kasus seperti Prita Mayasari kemarin ^_^

Iklan

4 responses to “Realisasi Janji Capres Kalah

  1. kucrit Juli 29, 2009 pukul 6:26 pm

    meski negara keliatan kisruh gara-gara DPT semoga tetep aman..

  2. ~noe~ Juli 29, 2009 pukul 6:55 pm

    pernyataan paling normatif memang selalu datang dari mega. ucapan mega bisa multitafsir, khas politikus sejati. tapi memang seperti itulah untuk amannya. mau melangkah ke mana pun selalu bisa dikaitkan dengan rakyat, dengan wong cilik…
    eniwei, semoga pascapilpres ini semua roda berputar seperti sedia kala. aman tertib lancar terkendali, dll…
    salam

  3. romailprincipe Juli 29, 2009 pukul 9:59 pm

    SBY lebih normatif kok..
    lebih baik lihat kenaikan bbm dan nasib aulia pohan pasca 20 oktober..
    apa ramalan anda?

  4. dinda ong Juli 30, 2009 pukul 7:33 am

    dinda cuman pengen indonesia nie aman ajah, wes gag sah peduli ma janji2 palsu buuusyiiiiiiiiiiiiiiittttttttttt tuhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: