Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

The 99 – Superhero Islam

BELUM banyak yang tahu paling tidak di Indonesia atau saya pribadi bahwa sebenarnya ada seri komik superhero yang Islami. Islami di sini bukan Islam harfiah semacam superhero itu memakai jilbab atau yang berpeci bagi superhero laki-laki. Islam yang dimaksud di sini Islam dari sisi yang lebih universal dan tidak menampilkan agama superhero itu dengan explicit. Jadi disebut superhero Islam mungkin lebih tepat karena terinspirasi dari tradisi Islam dan diproduksi salah satu Negara Arab. Superhero atau lebih tepatnya Kelompok Superhero itu bernama The 99 [the Ninety-nine]. Kenapa disebut kelompok Superhero karena memang di The 99 tidak hanya ada satu superhero melainkan ada banyak superhero dari berbagai Negara.

Nama The 99 itu sendiri diambil dari 99 nama Allah [Asmaul Husna]. Kekuatan yang dimiliki oleh satu superhero ini kurang lebih merepresentasikan satu dari kekuatan Allah itu. Mungkin agak mirip dengan format Justice League yang merupakan kumpulan para superhero itu. Perbedaannya dengan Justice League adalah para superhero The 99 sebelum bergabung bersama belum menjadi superhero, tidak seperti Justice League yang sebelum ‘bergabung’ dengan Justice League-pun sudah menjadi superhero individual di tempatnya masing-masing. Mereka hanyalah orang biasa yang mendapat berkah kekuatan luar biasa tanpa disengaja. Dan satu lagi yang istimewa, karakter-karaker di The 99 berasal dari berbagai Negara di dunia yang bahkan bukan termasuk Negara Islam. Indonesia juga menyumbang karakter dengan tokoh bernama Fattah yang mempunyai kekuaan dapat berpindah tempat ke seleruh dunia.

Konsep cerita dari The 99 menggabung fakta sejarah dengan cerita fiktif. Cerita dimulai saat bala tentara Kerajaan Mongolia Hulagu Khan menghancurkan pusat pengetahuan dan kemajuan peradaban Islam di Baghdad pada tahun 1258. Dari fakta sejarah itu kemudian disisipi legenda yang mendasari komik ini bahwa terdapat sejumlah kaum terpelajar Huras Al-Hikma menyembunyikan informasi ilmu pengetahuan ke dalam 99 permata ajaib.

Mereka pun mendirikan benteng agung pengetahuan, Husn Al-Ma’rifa dengan memasang 99 permata itu pada kubah benteng. Benteng itu bertahan hingga 1491 dan kemudian runtuh setelah Rughal yang menjaga benteng itu ingin mendapatkan keajaiban dari permata yang memancarkan sinar (permata nur) itu. Namun Rughal menghilang dan tak ada yang tahu apa yang terjadi padanya. Setelah benteng runtuh permata-permatanya pun berserakan entah di mana, hingga zaman modern di era milenium ketiga.

Adalah Doktor Ramzi Razeem yang masih keturunan kaum Huras terus mencari permata-permata itu, hingga ia menemukan Jabbar, pemuda berperawakan raksasa yang memiliki kekuatan fisik luar biasa. Ternyata di dalam tubuhnya terkandung serpihan-serpihan permata tersebut. “Kita akan mengubah dunia,” kata Ramzi kepada Jabbar yang menjadi “The 99 yang pertama.

Perburuan serpihan permata Jabbar dan Dr. Ramzi itulah yang menjadi ide dari cerita ini. Beberapa orang yang mendapat permata dan mendapat kekuatan istimewa dari permata yang didapat itu kemudian juga bergabung bersama The 99 melawan Rughal yang menjadi antagonis dari cerita ini. Kurang lebih begitulah cerita yang saya dapat dari sini dan sini. Seri perta dari komik itu juga bisa di download di sini.

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa karakter-karakter superhero di The 99 berasal dari berbagai Negara di dunia. Sampai sekarang [bukan tidak mungkin bertambah karena seri komik ini belum selesai] sudah ada 11 superhero yang terungkap dari berbagai Negara. Kalau di gambar yang ada total ada 24 karakter superhero plus Dr Ramzi sang leader The 99, tapi yang sudah ada deskripsi karakter baru 11 orang. Dan mereka adalah:

  • Jabbar [Saudi Arabia], The Powerful;
  • Noora [UAE – United Arab Emirates], The Light;
  • Darr [USA], The Afflicter;
  • Jami [Hungary], The Assembler;
  • Widad [Philippine], The Loving;
  • Fattah [Indonesia], The Opener;
  • Mumita [Portugal], The Destroyer;
  • Bari [South Africa], The Healer;
  • Sami [Sudan/France], The Listener;
  • Musawwira [Ghana/USA], The Organiser;
  • Hadya [UK], The Guide;

Tambahan dari wikipedia

  • Raqib, The Watcher;
  • Rafie,The Lifter;
  • Baqi, The Everlasting;
  • Baeth, The Sender.

Indonesia menyumbang satu karakter bernama Fattah. Berdasarkan preview yang ada di sini, Fattah yang aslinya bernama Toro Ridwan [sangat Indonesia namanya :D] semula adalah pelayan toko biasa. Sepulang dari tempat kerja ia mampir ke sebuah toko bekas dan tertarik dengan sebuah sabuk yang dijual di toko itu. Sabuk itupun ia beli. Keesokan harinya ia memuuskan unuk berheni dari tempat kerjanya karena jenuh dan sangat ingin berlibur. Ketika ia membuka pintu tiba-tiba ia berpindah ke sebuah gunung bersalju. Toro-pun menyadari akan adanya kekuatan di sabuk itu. Setelahnya ia-pun bergabung dengan The 99 yang bermarkas pusat di Paris.

Tertarik dengan komik yang unik ini, terutama mungkin superhero dari Indonesia itu? Yang jelas jangan bayangkan komik ini sama dengan komik Jepang yang biasa kita lihat. Gaya penggambaran komik ini meskipun produksi Kuwait agak mirip dengan model-model kartun DC Comic sama Marvell. Silahkan dicoba cari dan buktikan. Namun sepertinya di Indonesia meskipun sudah ada seperti yang tertulis di sini, namun distribusinya masih kurang mantap. Sampai saat inipun saya baru membaca seri pertama ‘the Origins’ yang dapat didownload dari web resmi The 99 di sini.

.

Iklan

6 responses to “The 99 – Superhero Islam

  1. Pingback: Statistik Menarik « Yasir Alkaf

  2. zairiz Juli 23, 2009 pukul 4:47 pm

    wew…. top postingan nya…

  3. Prabowo Januari 12, 2010 pukul 9:48 am

    Ide Dr. Naif (kreator The 99) memang bagus. Dia ingin menciptakan tokoh berbasis Islam sebagai alternatif terhadap hero-hero USA dan Jepang namun tidak melulu memakai simbol-simbol Islam yang eksplisit. Jadi nilai-nilai yang dijual adalah nilai2 yang universal sehingga karya ini dapat juga dinikmati mereka-mereka yang non-muslim. Bagus nih. Lebih bisa diterima pasar dan dapat merangkul pembaca dari mana saja. Sayangnya memang pemasaran dan distribusi di Indonesia kurang lancar. Yang saya kurang sreg juga perubahan format buku dari yang semula “The Origins” berformat kecil mirip komik USA menjadi berformat besar (A4) seperti majalah2 😦

  4. Yasir Alkaf Januari 12, 2010 pukul 8:10 pm

    Prabowo :
    Ide Dr. Naif (kreator The 99) memang bagus. Dia ingin menciptakan tokoh berbasis Islam sebagai alternatif terhadap hero-hero USA dan Jepang namun tidak melulu memakai simbol-simbol Islam yang eksplisit. Jadi nilai-nilai yang dijual adalah nilai2 yang universal sehingga karya ini dapat juga dinikmati mereka-mereka yang non-muslim. Bagus nih. Lebih bisa diterima pasar dan dapat merangkul pembaca dari mana saja. Sayangnya memang pemasaran dan distribusi di Indonesia kurang lancar. Yang saya kurang sreg juga perubahan format buku dari yang semula “The Origins” berformat kecil mirip komik USA menjadi berformat besar (A4) seperti majalah2

    pernah baca komiknya ya mas? beli dimana ya?

  5. nidafadlan Maret 15, 2011 pukul 10:42 am

    Mantaap…

    Download Ebook Novel Islami di sini juga —> http://nidafadlan.wordpress.com/category/download/

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: