Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Politisasi Bom J.W. Marriot dan Ritz Carlton dalam pidato SBY

73946_presiden_susilo_bambang_yudhoyono__sby__tunjukkan_foto_sasaran_tembak_thumb_300_225SEBELUMNYA saya ucapkan turut berbelasungkawa kepada para korban ledakan bom di hotel Marriot dan Ritz Carlton Jumat pagi [16 Juli 2009] kemarin. Tercatat ada 9 orang tewas dan puluhan luka-luka. Bom kali ini boleh dibilang agak berbeda karena mengakibatkan Manchester United yang tadinya akan bertandang ke Indonesia jadi membatalkan rencananya itu. Padahal seharusnya Sabtu malam MU sudah dijadwalkan mendarat di Jakarta. Sayang bom itu merubah segalanya. Kebetulan Ritz Carlton nantinya yang akan digunakan pemain MU dan Indonesia. Sangat wajar kalau akhirnya demi alasan keamanan MU membatalkan lawatannya ke Jakarta ini.

Bukan batalnya MU bertandang ke Indonesia yang saya bahas disini. Saya justru tertarik untuk membahas pidato kepresiden yang dibuat SBY pasca ledakan terjadi. Tanpa bermaksud menghina instusi kepala Negara Republik Indonesia, saya merasa SBY mempolitisasi bom Marriot dan Ritz Carlton demi kepentingan pribadinya. SBY juga berpidato sebagai capres Indonesia saat ia seharusnya berpidato dalam kapasitasnya sebagai Presiden Indonesia.

Pada permulaannya memang SBY lebih menitikberatkan pada peristiwa bom itu dan mengucapkan belasungkawa pada para korban. Namun lama kelamaan SBY juga cenderung membicarakan dirinya dalam posisinya sebagai capres Pilpres 2009 dengan teror-teror yang dialaminya dibanding dengan membahas bom yang baru saja terjadi. Mau tidak mau timbul kesan SBY mempolitisasi peristiwa ini. Bagi yang belum sempat meyaksikan pidato itu, naskah pidato SBY itu bisa dilihat di sini. Selanjunya saya nukilkan beberapa statement SBY yang mengindikasikan dia berbicara sebagai capres di pidato presiden:

Terus terang juga, aksi pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elit disertai sebagaimana yang saya ikuti setiap hari, ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan yang itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu.

SBY mengatakan bahwa sekarang sedang ada kegaduhan politik di tingkat elit dan usaha untuk terus memelihara suhu panas dan permusuhan. ‘Kegaduhan’ terjadi setelah rakyat melaksanakan kewajiban demokrasi alias mengikuti pilpres kemarin. Di titik ini SBY sudah membawa peritiwa bom ini ke arah pemilu dan pilpres. Menyebutkan saat ini terjadi kegaduhan politik saya kira itu terlalu berlebihan. Megawati-Prabowo memang mepermasalahkan DPT, namun apakah itu salah mengingat DPT kemarin memang sedikit banyak cukup bermasalah? Kubu Megawati-pun kalaupun benar dinyatakan kalah juga sudah menyatakan diri menjadi oposisi. Tidak ada kesan untuk menuntut keabsahan keterpilihan SBY. Kubu JK dan Golkar malah semakin lama semakin terlihat merapat ke SBY. Jadi dimana letak ‘kegaduhan politik’ yang dimaksud SBY itu?

Pagi ini saya mendapat banyak sekali pertanyaan, atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada saya. Yang berteori paling tidak mencemaskan, kalau aksi teror ini berkaitan dengan hasil pemilihan Presiden sekarang ini. Saya meresponnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan main duga begitu saja, semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum

Ibarat ada sebuah kotak ada tulisan ‘Jangan Dibuka, Isinya tidak Penting’, pasti orang justru malah semakin penasaran akan isi kotak itu dan pasti ingin membuka kotak itu. Nah dengan SBY mengatakan jangan main tuding peritiwa ini berkaitan dengan Pilpres justru malah SBY meminta secara tidak langsung untuk mengaitkan peritiwa ini dengan Pilpres 2009. Apalagi ditambah statement-statement SBY berikutnya. SBY sadar tidak sadar berhasil melakukan hal itu. Sekarang media makin banyak saja yang membahas pidato SBY ini daripada peristiwa bom yang baru terjadi.

Saya harus mengatakan untuk yang pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan Presiden dan pemillihan Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah intelegen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun kita pantau dan kita ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran, dijadikan lisan tembak.

Saya tunjukkan, ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih menembak (sambil menunjukkan foto-foto yang didapat dari badan intelegen). Dua orang menembak pistol. Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya, dan banyak lagi. Ini intelegen, ada rekaman videonya, ada rekaman gambarnya, bukan fitnah bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat yang lalu.

Di posisi ini SBY sudah mulai out of topic. Ini sudah keluar dari koridor pidato kepresidenan tentang terorisme lewat bom. Daripada menyampaikan belasungkawanya kepada para korban atau menginstruksikan tindakan-tindakan yang harus dilakukan tapi malah membicarakan dirinya sendiri. SBY ternyata sedang diincar teroris. Oke informasi itu memang mengejutkan tapi tidak berhubungan sama sekali dengan ledakan ini. Kalaupun pelaku bom itu sama dengan mereka yang mengincar SBY itu kenapa yang di bom hotel Marriot dan Ritz Carlton bukannya di Cikeas atau di Istana atau tempat dimana SBY berada saat itu?

Masih berkaitan dengan intelegen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini intelegen bukan rumah bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu.

Di pidato inilah SBY sudah sangat jelas tanpa tedeng aling-aling berubah menjadi berpidato bukan sebagai presiden Indonesia lagi melainkan sebagai seorang capres. SBY berusaha membuat seolah akan ada kerusuhan saat pengumuman dan penetapan presiden terpilih besok. Dan yang membuat kerusuhan adalah pihak yang kalah. Indikasinya kata SBY Indonesia akan dibuat seperi Iran. Padahal seperi yang kita tahu konflik Iran adalah konflik antar pemenang pilpres dengan pihak yang kalah. Terlalu picik saya kira kalau SBY berpikiran seperti itu meskipun SBY mengatakan informasi iu didapat dari intelijen. Saya kira capres-cawapres yang kalah tidak akan sampai berbuat seperti itu. Melihat gerak para Mega dan JK mereka terlihat siap kalah.

Selain itu bukan kebiasaan orang Indonesia untuk merebu kekuasaan melalui revolusi dan kudeta. Wiranto dan Prabowo saat menjelang turunnya Soeharto bisa saja melakukan kudeta karena mereka punya kuasa. Wiranto saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI dan Prabowo sebagai Pangkostrad. Tapi toh nyatanya mereka tidak melakukan itu. Saat menjadi pimpinan tentara saja yang notabene punya pasukan hal itu tidak dilakukan, apalagi sekarang posisi mereka yang sudah purnawiran? Sangat tidak mungkin. Pasangan mereka JK dan Megawati malah orang sipil. Tidak punya pasukan. Sungguh mengecawakn sekali pernyataan SBY itu

Kurang lebih itu beberapa selipan pidato SBY sebagai capres saat pidato kepresidenan yang terindikasikan mengakit-kaitkan bom JW Marriot dan Ritz Carlton dengan Pilpres. Mengecewakan sekali SBY yang sudah berpengalaman memimpin bisa berkata seperti itu. Akhirnya tudingan SBY mempolitisasi peristiwa ini pun muncul. Jangan salahkan orang-orang yang tidak suka pada SBY semakin menyatakan SBY kembali memainkan pola lama berbuat seolah-olah ‘dizalimi’ bahkan kali ini lebih ‘menyakitkan’ karena SBY ‘mau dibunuh’ untuk semakin mendapat simpati masyarakat.

17 responses to “Politisasi Bom J.W. Marriot dan Ritz Carlton dalam pidato SBY

  1. wardoyo Juli 18, 2009 pukul 12:12 pm

    Setuju banget bos dengan analisisnya.
    SBY sebagai Presiden kali ini benar-benar “out of control” dan kena “dikadalin intelejen”.

  2. tforce2009 Juli 18, 2009 pukul 1:11 pm

    semoga Indonesia kembali aman

  3. andreas Juli 19, 2009 pukul 3:15 am

    Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

  4. mantan mahasiswa Juli 19, 2009 pukul 5:46 pm

    jangan sok membuat tulisan dan analisis seperti itu…cuma satu pertanyaan saya…bagaimana jika yang dikatakan SBY itu benar???cuma itu saja pertanyaannya…apa anda masih bisa berasumsi bahwa SBY berbut seolah2 dizalimi…info yang didapat oleh SBY berasal dari intelijen negara. Bagaimana dengan analisis anda???? ANDA SIAPA?????jangan -jangan anda juga simpatisan dari capres yang kalah oleh SBY sehingga berkomentar seperti itu…apakah anda tahu betapa ammbisiusnya prabowo????saran saya jangan asal

  5. Yasir Alkaf Juli 19, 2009 pukul 8:07 pm

    :mantan mahasiswa
    saya cuma mahasiswa biasa yang ingin menyampaikan unek2 saja. Boleh kan? Atau anda tdk boleh? Kalau tdk boleh saya juga bertanya pd anda, anda siapa? koq nge-larang2? UUD saja mengizinkan saya menyampaikan pendapat koq. Monggo dibaca pasal 28 UUD 1945.

    Anda bertanya bagaimana jika apa yg dikatakn SBY itu benar. Ya silahkan diusut, tp apa pentingnya menyampaikan hal itu d tengah duka yg masih menyelimuti para korban? Karena biar bagaimanapun yg disampaiakna SBY itu berbeda dg peristiwa yg barusan terjadi. Apalagi SBY juga semi mengaitkan hal ini dengan Pilpres. Kan malah tambah keluar topik. Kenapa tdk lebih fokus ke pidato belsungkawa kpd para korba?
    itu saja tanggapa saya mas mantan mahasiswa

  6. hendra Juli 19, 2009 pukul 8:12 pm

    Gitulah mas, klo analisa sepotong-sepotong, ngomongnya ngelantur.

  7. Pingback: Eksklusif tvOne, Ekslusif RCTI « Yasir Alkaf

  8. NURDIN KOSASIH Juli 20, 2009 pukul 10:08 pm

    Apa yang disampaikan oleh Sby itu tepat dan benar, dari awal Pilpres juga sudah banyak musuh2 Sby yang menolaknya untuk menjadi Capres kembali dengan berbagai alasan seperti antara lain Tidak Islami karena tidak mau membubarkan Ahmadiyah, Penganut Neoliberalisme, Tidak Pro Rakyat, Bertindak ragu2 alias lambat dan banyak lagi tuduhan2 yang tidak proposional. Terpilihnya kembali menjadi Capres dari hasil sementara KPU dan versi Lembaga Survei, para musuh tersebut akan semakin dendam, maka dengan cara teror yang paling mudah menjatuhkan kredibilitas Sby, sehingga semua orang menuduh beliau beserta jajaran aparatnya tidak mampu melindungi rakyat. Pak Sby, jangan mundur dengan berbagai komentar dari para musuh anda, biarkan anjing menggonggong.

  9. Irdian Juli 21, 2009 pukul 4:56 pm

    Presiden SBY harus minta maaf ke rakyat..!! karena perkataan SBY tidak benar..!! berdasarkan berita di TV..pelaku Bom di Marriot ternyata masih pelaku lama yang ada hubungan dengan Nurdin M. Top…!!

    anehnya…semenjak pelaku bom sudah bisa di deteksi (Pelaku lama), kok SBY malah ngumpet…?? malu yah pak…??
    saya sebagai Pemilih Bapak waktu Pilpres kemarin akan merasa bangga kalo bapak mau Minta Maaf atas perkataan bapak yang tdk mendasar…!!

  10. ira Juli 21, 2009 pukul 5:29 pm

    Percayalah,apapun itu yang ingin dilakukan oleh teroris kemarin adalah memecah belah bangsa ini.oleh sebab itu jangan pernah termakan oleh jebakan mereka. mari kita sama2 menghargai kebebasan pendapat semua orang.Pro dan kontra adalah hal biasa.ada yang mendukung SBY, ada yang mendukung mega, ada yang mendukung JK, dan ada yang netral.
    ada yang menganggap SBY mempolitisir keadaan dan ada yang tidak
    saya menghargai berbagai pendapat dari penulis dan komentator2 yang ada disini sebagai bagian dari kepedulian terhadap negara ini.yang penting sebeda apapun pendapat kita. kita harus tetap bersatu. Untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. #indonesiaunite

  11. Pingback: Konferensi Pers Bom JW Marriot (We Will Not Go Down..) « Romailprincipe’s Weblog

  12. progoharbowo Juli 22, 2009 pukul 12:37 pm

    Memang rada aneh…
    kok bisa-bisanya ada bukti (data inteligent yang harsunya rahasia) disebarkan ke publik….
    menurut saya ada 2 kemungkinan :
    1. Bodoh dan lugu …nggak ngerti inteligent, nggak ngerti komunikasi massa…. sehingga buat pernyataan yang memperkeruh suasana tanpa disadarinya
    2. Terlibat…. bisa langsung atau tidak langsung…..kalau langsung waduh…. serem banget … tidak langsung….. ya kategori licik… memanfaatkan untuk kepentingan dirinya…..

    sayangnya semuanya buruk……

  13. anton Juli 23, 2009 pukul 10:01 am

    untuk mas mantan mahasiswa
    jadilah orang indonesia bukan org partai, klo berpendapat atas nama indonesia shg tidak saling menyalahkan,hancurkan peneror bangsa.sekali lagi hidup indonesia

  14. ilmu76 Juli 23, 2009 pukul 12:37 pm

    Assalamu’alaikum…
    Teruslah mengkritisi, selama itu dilakukan dengan ikhlas, bukan lantaran emosi atau sentimen…
    Orang terpelajar pasti bisa memilah mana yang pantas diucapkan dan mana pula yang tak pantas…..
    Niat yang tulus terlihat dalam tulisan yang menyejukkan…
    Tapi niat yang bulus akan tergambar pada tulisan yang penuh hasutan, cacian dan bahkan hujatan…
    Semoga kita bisa berbijak diri, “in uridu illal ishlah”… begitu pesan Ilahi buat kita semua…

  15. anton Juli 25, 2009 pukul 9:09 am

    kapan kita hidup? kapan kita mati? semua di tangan Allah so semua kekuasaan Nya, smoga arwah korban teror bom di terima Allah, untuk teroris bersiap siaplah untuk menerima balasannya.meskipun di teror terus indonesia tetap jaya, maju terus indonesiaku hancurkan teroris-teroris biadab

  16. motivasi259.blogspot.com Agustus 9, 2009 pukul 4:26 am

    commend 178 luar biasa dahsyat artikel anda sangat bermanfaat bagi saya. dan jangan lupa berkunjung ke situs saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: