Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Film ‘King’ Terpengaruh ‘Denias, Senandung di atas Awan’

JUMAT [26/06/2009] film King resmi dirilis. Film besutan Ari Sihasale di bawah naungan Alenia production ini bertemakan perjuangan seorang anak dari sebuah desa kecil di Banyuwangi untuk menjadi juara bulutangkis seperti Liem Swi King idolanya. Guntur, nama anak itu, sangat pandai bulutangkis namun sayang berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan raketpun ia tidak punya dan harus mengusahakan ke sana kemari agar dapat memperolehnya. Sinopsis selanjutnya silahkan langsung menuju ke sini.

Ada beberapa hal menarik atau mungkin juga lebih tepat kurang menarik dari film ini. Menurut saia film ini banyak dipengaruhi oleh film ‘Denias, Senandung di atas awan‘. Plot dan karakter yang ada diantara kedua film tersebut banyak yang sama. Memang film Denias ini satu rumah produksi dengan King dan boleh dibilang cukup sukses di masanya karena sempat masuk seleksi Oscar. Namun apakah unuk menggapai kesusksesan serupa harus menggunakan resep serupa juga?

Mari kita lihat beberapa persamaan kedua film itu:

  • Guntur dan Denias sama-sama berasal dari desa terpencil dan dari keluarga miskin. Guntur dari Jampit, salah satu daerah di Jawa Timur sementara Denias dari pedalaman Papua [lupa nama daerahnya]
  • Guntur dan Denias sama-sama harus berjuang untuk menuju sekolahnya. Kalau Denias harus berjalan kaki empat hari empat malam menuju sekolahnya, Guntur harus bersepeda berjam-jam untuk menuju sekolah bulutangkisnya.
  • Guntur dan Denias sama-sama bersahabat dengan kawan yang suka mencuri. Enos, sahabat Denias awalnya adalah pencopet di kota. Raden, sahabat Guntur, juga suka mencuri.
  • Guntur dan Denias sama-sama bertemu kawan baru perempuan dari kalangan orang kaya baik hati. Denias di sekolah bertemu dengan anak perempuan kaya tapi baik hati [lupa namanya, yang jelas pemerannya Pevita Pearce]. Guntur di kampung halamannya jga kedatangan anak perempuan kaya yang pindah rumah. Kedua anak perempuan itu sama-sama suka menolong kawannya, baik Denias maupun Guntur.
  • Guntur dan Denias sama-sama bertemu anak kaya yang sok di sekolahnya dan suka mengganggu mereka. Denias di sekolah bertemu Noel, anak kepala suku, yang suka usil ke Denias. Guntur juga bertemu dengan Arya, anak orang kaya yang akrab dengan pelatih, yang juga suka usil ke Guntur. [FYI: pemeran Arya ini sangat mirip dengan Rain si pemeran Lee Yong Jae di serial Full House].
  • Guntur dan Denias sama-sama sempat akan gagal tapi ditolong oleh ‘Dewa Penyelamat’. Denias sempat akan gagal masuk sekolah kalau saja tidak ditolong ibu Gembala [diperankan Marcella Zaliyanti] . Guntur juga sempat akan gagal masuk seleksi PB Djarum kalau saja tidak bertemu dengan Haryanto Arbi. Denias hampir gagal karena ia bukan anak kepala suku sedangkan Guntur hampir gagal karena ia tidak membawa surat pengantar dari pelatihnya.
  • Guntur dan Denias sama-sama bertemu guru yang mensupport mereka dan rajin memberikan petuah-petuah. Di Denias ada Maleo yang diperankan Ari Sihasale, sementara Guntur bertemu dengan pelatih bulutangkis yang diperankan Surya Saputra.
  • Guntur dan Denias sama-sama sempat hidup menggelandang di kota. Denias sebelum masuk asrama sekolah tinggal di kolong jembatan bersama Enos, sementara Guntur saat seleksi dan belum masuk asrama tinggal di mobil pick up bersama tetangganya yang mengantar ia ke Kudus.
  • Kedua film ini sama-sama sering mengumbar pemandangan desa. Dan cara pengambilan gambarnya juga serupa. Tidak bisa diceritakan, langsung dilihat saja 😀
  • Lagu Indonesia Raya juga sama-sama dikumandangkan di dua film ini
  • Ditutup dengan ‘beberapa tahun kemudian’ dan kedua tokoh utama sukses di bidangnya masing-masing

Ya, beberapa point di atas adalah catatan saia atas banyaknya kesamaan, baik plot maupun karakter, antara film ‘King’ dan ‘Denias, Senandung di atas Awan’. Mungkin Ari Sihasale selaku sutradara ingin mengulangi kesuksesan film Denias. Namun agak disayangkan kalau niatan itu harus dilakukan dengan membuat film baru dengan resep lama. Kesuksesan itu entah bisa diraih aau tidak saia tidak tahu karena sekarang baru hari kedua pasca rilis. Yang jelas premier film ‘King’ masih kalah dari ‘Garuda di Dadaku’, film anak yang dirilis beberapa hari sebelumnya. Film ‘Garuda di Dadaku’ di pemutaran perdananya sukses besar dan tiketnya sold-out, sementara saat premiere film King bangku deretan depan masih banyak yang kosong. Mungkin momen rilis film ini yang kurang tepat karena dalam berada jangka waktu yang berdekatan dengan iga film box office yaitu Ketika Cinta Bertasbih, Garuda di Dadaku dan Transformer: Revenge of the Fallen.

Nb: Bagi yang lupa cerita film Denias, bisa baca di sini.


Iklan

8 responses to “Film ‘King’ Terpengaruh ‘Denias, Senandung di atas Awan’

  1. Pingback: Tentang Film Transformers 2: Revenge of the Fallen « Yasir Alkaf

  2. nicowijaya Juli 1, 2009 pukul 10:18 pm

    ahahahha.. tapi aku suka degnan viewnya. lagian, ya itulah terkadang realita.

  3. Novi Walfitriati Juli 8, 2009 pukul 12:56 pm

    Walaupun secara details banyak kesamaan , film spt ini penting sebagai ide lain yang dapat di jadikan contoh pembelajaran untuk anak-anak tentang pentingnya usaha meraih cita-cita , mengerahkan segala tenaga dan pikiran supaya bisa berhasil.

  4. irene Juli 10, 2009 pukul 7:28 pm

    yg jadi arya di king sapa si ?????

  5. oelhand Juli 16, 2009 pukul 7:28 pm

    Si arya… manis ya…. mau duntz….
    Film na pun seru… aku nunggu dvd na keluar….

  6. Pingback: Merah Putih: Film Perjuangan Pembangkit Nasionalisme?? « Yasir Alkaf

  7. Pingback: Tanah Air Beta, Film yang tidak Istimewa « Yasir Alkaf

  8. Pingback: Rumah Tanpa Jendela | Yasir Alkaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: