Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Mungkinkah Kasus Manohara diselesaikan Lewat Jalur Hukum

mano

MANOHARA Odelia Pinot. Mungkin tiga kata itu yang sekarang sedang hangat diperbincangkan orang-orang. Gempita kabar ini bahkan sampai mengalahkan kabar tentang sikap rasis Ruhut Sitompul pada orang-orang Arab dan pelanggaran kampanye yang dilakukan SBY. Ya, Manohara sudah kembali ke Indonesia dan berdasarkan pengakuannya ternyata dia memang benar-benar disiksa oleh suaminya yang merupakan pangeran Kelantan. Dia bisa kabur ke Indonesia saat keluarga kerajaan sedang medical check up di Singapura. Dengan bantuan polisi Singapura dan [konon] FBI dia berhasil kembali ke tanah air. Kabar inilah yang banyak menghiasi media Indonesia beberapa hari belakangan.

Terlepas dari kedramatisan proses ‘pembebasan’ Manohara, menarik untuk diperhatiakan akankah kasus Manohara, terutama penyiksaan terhadapnya, bisa diselesaikan lewat jalur hukum? Pengacara Manohara, Yri Ander Darmas, sudah menyatakan akan membawa masalah ini lewat jalur hukum. Kalaupun di Indonesia atau di Malaysia tidak bisa diselesaikan maka kasus ini akan dibawa ke pengadilan internasional. Sebuah pernyataan heroik dari seorang pengacara. Namun bisakah kasus ini dibawa ke jalur hukum,? Mari kita lihat bersama.

Kasus penyiksaan Manohara ini boleh dibilang kasus KDRT yang isitimewa karena melibatkan seorang pangeran. Dalam hal ini Manohara menjadi istri dari seorang warga Malaysia dan tinggal di sana. Otomatis KDRT itu-pun terjadi di Malaysia sana. Setahu saia, ada asas hukum paling tradisional yang menyatakan bahwa suatu tindakan pidana harus diselesaikan di Negara tempat kejadian itu terjadi dengan mengikuti hukum Negara tersebut. Karena peristiwa KDRT Manohara dilakukan oleh orang Malaysia dan terjadi di Malaysia maka kasus itu harus diurus disana. Akan sia-sia kalau Manohara melaporkan kasus ini ke polisi Indonesia. Kasus ini diluar yurisdiksi Kepolisian Republik Indonesia.

Lantas bagaiman jika Manohara melaporkan kasus KDRT yang dialaminya ke Kepolisian Malaysia? Meskipun berbekal bukti yang sangat kuat seprtinya hal itu akan sulit tercapai. Biar bagaimanapun Manohara dan tim berhadapan dengan keluarga kerajaan. Tidak mudah berurusan dengan penguasa. Apalagi kehidupan di Malaysia sepertinya belum benar-benar demokratis. Media konon banyak disetir pemerintah. Rakyat tidak bernai mengkritik penguasa. Etnis Melayu diutamakan sementar etnis lainnya dipinggirikan serta beberapa bukti kekurangdemokratisnnya pemerintahan Malaysia. Apalagi jika ditambah, saia tidak tahu ini ada dalam ketentuan hukum mereka atau tidak, keluarga kerajaan kebal hukum. Arti kebal hukum itu yaitu keluarga kerajaan tidak bisa dikenai hukum seperti laiknya orang biasa. Kalau kekebalan hukum itu benar ada, praktis langkah hukum Manohara di Malaysia juga akan terhenti.

Kuasa hukum Manohara mengatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional, namun apakah ini mungkin? Biarpun kasus ini melibatkan dua Negara dan melibatkan anggota kerajaan namun biar bagaimanapun ini adalah masalah keluarga. Belum pernah saia mendengar ada masalah keluarga diangkat sampai ke Pengadilan Internasional kalau tidak dikatakan tidak mungkin bisa diajukan. Pengadilan Internasional kalau yang saia lihat di berita-berita biasanya mengadili kejahatan HAM berat, seperti di Yugoslavia ataupun di Sudan. Mengadili masalah keluarga seperti kasus Manohara ini, saia sangat sangsi akan dilayani atau masuk ke ketentuan perkara yang bisa diajukan ke pengadilan internasional.

Lantas apa yang harus dilakukan Manohara dan tim? Menurut saia pribadi membawa masalah ini ke pidana akan sangat sulit. Lebih baik fokuskan saja pada perceraian Manohara dengan Pangeran itu. Toh Manohara sudah lepas dari jeratan dan aniaya pangeran itu. Tentang penganiayaan itu biar public yang menghakimi. Tanpa dibawa ke pengadilan-pun pihak kerajaan pasti sudah sangat malu dengan kejadian ini, begitu pula rakyatnya di sana. Rasa malu terkadang justru malah menimbulkan efek jerra yang sangat luar biasa.

Yang jelas pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia adalah mengurus warga negaranya sebaik mungkin. Konon masih banyak Manohara-Manohara lain disana. Mereka itulah yang perlu diurus, melalui kebijakan pemerintah dan kelihaian diplomasi tentunya. Melindungi warga Negara yang meski berada diluar negeri merupakan amanat yang tercantum dalam pembukaan UUD kita. Pemerintah tidak bisa melupakan itu.

-Semoga Bermanfaat, foto diambil dari sini

18 responses to “Mungkinkah Kasus Manohara diselesaikan Lewat Jalur Hukum

  1. bay-kun Juni 2, 2009 pukul 6:52 am

    udah baca blog kontroversial….

    toughlane.blogspot.com/2009/06/tuduhan-yang-jahat.html

    semoga belom diapus

  2. Yasir Alkaf Juni 2, 2009 pukul 8:53 am

    Wajar bay, itu kan blog Malaysia jadi pasti membela warganya atau lebih tepatnya ‘harga diri’ bangsanya sama seperti blog2 Indonesia yg mati2an membela Manohara
    ^_^

  3. wahdiat Juni 2, 2009 pukul 1:42 pm

    jangan bilang pemerintah indonesia tidak ikut campur dalam pembebasan manohara, intelegen indonesia masih kerja

  4. Yasir Alkaf Juni 2, 2009 pukul 4:28 pm

    :Wahdiat
    saia tidak mengatakan itu koq. ini tulisan kan bukan ttg kronologis pembebasan Manohara
    ^_^

  5. lina Juni 3, 2009 pukul 5:36 am

    kita tunggu saja pak medical check-up manohara ..biar terbukti kebenarannya….

  6. Artistainer Juni 3, 2009 pukul 7:37 pm

    Terima kasih udah memberitahu tentang analisa anda di blog Artistainment.
    Begini saya tambahin
    Kejadian penganiayaan memang berada di Malaysia dan mungkin hanya bisa diselesaikan dengan hanya menggunakan hukum Malaysia dengan bla-blanya.
    Tapi kejadian pelanggaran yang dilakukan diluar negeri seperti dan di Indonesia. Manohara diperkosa pada saat tahun baru saat berwisata di Lombok (semoga benar) namun kesalahannya tidak langsung dilaporkan ke pihak polisi setempat, kemudian pelanggaran penculikan di arab saudi setelah melakukan umroh.

    Pengadilan internasional kemungkinan masih bisa memanggil tersangka untuk duduk dikursi pesakitan pengadilan internasional yang melibatkan 3 negara sebagai tempat kejadian perkara.

    Semoga kasus ini bisa dibawa ke jalur hukum internasional. Amin

  7. Artistainer Juni 3, 2009 pukul 7:42 pm

    Satu lagi negara yang terlibat sebagai saksi kejadian yaitu Singapura. Manohara 2 kali melarikan diri dari Singapura ke Jakarta. Pertama Manohara pernah sakit dan dirawat di Singapura kemudian lari ke Jakarta kemudian dibujuk diajak umrah dan akhirnya kembali lagi ke Malaysia. Kedua Al Sultan Ismail kena serangan jantung Manohara ikut menjenguk kemudian juga ada insiden yang sema yaitu pulang ke Jakarta. (barusa terjadi ini)

  8. Yasir Alkaf Juni 4, 2009 pukul 12:13 am

    :artistainment
    sblmny terima kasih atas kunjunganny

    kalo melihat delik yg dicoba diadukan oleh pengacara Manohara adlh KDRT di Malaysia pula, jadi perkosaan ato penculikan itu tdk akan bisa dibawa ke persidangan. Lagipula dua kasus itu sudah terjadi sekian tahun yg lalu, jadi entah bisa diajukan ato tdk.

    ttg saksi singapra dsb, ya jawaban saia msh sama sprti d tulisan sai. Akankan dan pernahkah Pengadilan Internasional mengadili Masalah Rumah Tanngga? Sepertinya tidak..

    saia bukannya tdk simpati pd Manohara tpi drpd membuanag waktu dan uang bwt bayar pengacara nuntut pidana yg tdk jelas hrs diurus d man mnding fokus cerai saja dan meneruskan karir

    dan spertinya MAnohara jga tak terlalu serius tuh ttg mslh KDRT-nya. buktinya bwt visum aj keliatan enggan bnr. d tunda2 terus…

  9. gurindang Juni 5, 2009 pukul 11:08 am

    hehehe,,bentar lagi manohara jadi artis tuwh…

  10. Yasir Alkaf Juni 5, 2009 pukul 2:57 pm

    bukannya malah udah jadi artis? malah jadi sebel ak liat dia, hobi bgt ngeksis di tv. untung ada berita lain ttg ibu Prita itu…

  11. juliette has a gun Juli 2, 2009 pukul 2:05 pm

    gue buta soal hukum. mohon dicerahkan.

    kalau misalnya Mano nuntut cerai TT, apakah bisa dari Indo atau harus ke Malay? Mano soalnya nggak mau ke Malay karena takut diculik bla bla bla. itu pertama. kedua, dasar Mano minta cerai apa? KDRT? Apa bisa membuktikan KDRT kalau pengadilan pidana enggan dijalani Mano?

  12. Peace Juli 2, 2009 pukul 7:38 pm

    Siapa lah yang tulis isi blog ni..

    Kalau dah ada bukti kukuh buat apa Manohara takut..

    Kasus ini tersebar luas.. malah penulis membincangkan isu rasis di Malaysia.. kalau tak tau tak payah la tulis.. penulis seperti ingin memfitnah dan menghasut..

    Lucu sekali.. hanya menyebarkan fitnah dan berkoar2 di kandang sendiri..

    kalau dah terbukti TT bersalah.. ayuh.. selesaikan kasus kamu.. jangan suka menghasut sebagai pengecut yang berkoar2 tentang sentimen rasis.. Manohara=DF= pengecut+ fitnah

  13. Yasir Alkaf Juli 3, 2009 pukul 12:28 am

    :Juliette
    saia jga tdk terlalu paham mslh hukum mengngat saia ini sbnrnya mhs informatika. tp spanjang pengetahuan saia, d pengadilan modern tdk perlu yg namanya bercerai harus d hadiri lngsung oleh pasangan ybs. bisa d wkilkan k pengacaranya.menegnai alasannya pasti pengacaranya bisa mereka-reka alasan yg tepat

    :peace
    anda orang Malaysia ya? silahkan baca lagi tulisan saia itu dg teliti. saia tdk ada membahas penyiksaannya ataupun memfinah TT anda…

  14. yanu Juli 13, 2009 pukul 12:15 am

    dalam kasus ini apakah si terdaqwa dapat di jerat hukum indonesia?

  15. seseorang Agustus 2, 2009 pukul 10:07 am

    Sadomasokis memang tidak memperlihatkan gejala apapun di depan umum,

    kalau di barat asus seperti Manohara dianggap bukan pelanggaran jika pasangan saling setuju dan dilakukan hanya sesekali (setahu sekali).

    lagipula harusnya sadis seperti tengku itu mikir dong, Indonesia sama malasya lagi tegang jangan caper (cari perhatian gitu loch).

    sadisme itu karna kebangetan dimanja
    dan masokis itu karena kebangetan kesiksa

    gabungan keduanya sadomasokis adalah kebangetan tersiksa,menyesal, semacam pemujaan (obsesi) terhadap penderitaan seperti SAYA.

  16. melly Oktober 22, 2009 pukul 8:52 pm

    bagai manapun Malaysia pasti da biasa menghadapin hal2 yang sepeti kkerasan bagi Mereka da hal yang san lumbra banget…..jdi ksus sperti Mano….i2 hal yang kecil bt mereka , jadi bgi Gw Masal Mano akan berlalu begi2 saja tanpa ada tindakan dari pemerintak kita sendiri…………..
    Gimana tidak pemerintahan Di Indonesia sangat tidak tegas…..dan tidak penah peduli terhadap RakyatX sendiri

  17. Pingback: Siapa yang Arogan? Luna Maya atau Infotainment? « Yasir Alkaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: