Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Serbasalahnya PKS

Berita itu memang sudah berlalu. Menjelang Deklarasi SBY-Boediono sempat muncul wacana PKS akan keluar dari koalisi. Akan tetapi ternyata PKS tidak jadi keluar dari koalisi pendukung SBY. Walaupun alot dan bahkan SBY harus berbicara langsung pada petinggi PKS untuk mempertahankan PKS dalam koalisi, PKS akhirnya tetap bertahan.

Boleh dibilang PKS menjadi bintang menjelang pengumuman deklarasi SBY-Boedino [saya lebih suka menggunakian term SBY-Boediono daripada SBY-Berbudi]. Hampir semua media meliput tingkah polah PKS. Karena menjadi pusat perhatian itulah maka gerak PKS Nampak serba salah. Gerak sedikit langsung saja pengamat berkomentar. Memang harus diakui ada magnet tersendiri jika mengamati gerak PKS bagi para pengamat. Salah satu alasannya karen citra atau pencitraan PKS sebagai partai dakwah dan partai bersih. Oke mari kita lihat rekam jejak komentar pengamat tentang gerak PKS.

Setelah PKS secara gamblang menerangkan agak tidak setuju dengan penunjukan Boediono serta metode penunjukan Boediono maka keluar ‘semcam dukungan’ dari pengamat politik UI agar PKS keluar dari koalisi. Alasannya karena martabat PKS dipertaruhkan jika tetap dipertaruhkan. Dikutip dari Bangka Pos, berikut pernyataan pengamat itu,:

PENGAMAT politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof  Iberamsyah mengatakan martabat PKS dipertaruhkan jika tetap mendukung SBY yang menggandeng Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai calon wakil presiden (cawapres). Jika ingin mempertahankan martabat, sebaiknya PKS merealisasikan ancamannya yakni mundur dari koalisi.

“Jelas sudah sulit mendapatkan titik temu antara Partai Demokrat (PD) dan partai anggota koalisi karena SBY maunya dengan Boediono, sementara yang lain tidak. Ini pertaruhan martabat partai anggota koalisi seperti PKS, PAN dan PPP,” ujar Iberamsyah menjawab wartawan, Rabu (13/5).

Namun waktu itu PKS belum menentukan sikap apakah masih akan tetap bertahan atau keluar dari koalisi. Mereka mengatakan akan bermusyawarah dulu untuk menentukan sikap, yang jelas mereka mempertimbangkan untuk keluar dari koalisi. Sikap inilah yang juga memancing pernyataan para pengamat politik. Ancaman PKS itu hanyalah sebuah jual diri atau mungkin bisa juga cari perhatian PKS. Pernytaan itu disampaikan Boni Hargens, pengamat politik UI, kepada Okezone. Berikut pernyataanya:

“Tindakan mengancam kemarin hanya sekadar menahan tawaran posisi dari Demokrat. Jadi seperti kelihatan menjual diri dari PKS,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens usai diskusi yang berjudul Elektabilitas Blok M, Blok J, dan Blok S, di ruang wartawan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (15/5/2009).

Nah sayangnya ketika PKS akhirnya memutuskan untuk mendukung SBY-Boediono, sikap itu pun menimbulkan sinisme pengamat. Katanya PKS itu tergiur kekuasaan. Berikut pernyataan Ibramsyah di Okezone:

PKS itu jelas tergiur kekuasaan. Padahal kita kan tahu kalau sejak dulu PKS itu partai yang konsisten dengan dakwah dan menjunjung martabat partai,” kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Ibramsyah saat berbincang dengan okezone, Sabtu (16/4/2009).

Itulah serbasalahnya PKS. Segala tingkahpolahnya begitu diamati secara mendalam [dan mungkin secara tidak langsung oleh saia juga]. Menjadi sebuah masalah ketika pengamatan itu cenderung diarahkan ke negatif. Apa-apa yang dilakukan terlihat salah. Mungkin ketika yang berbicara itu bukan PKS para pengamat tidak terlalu peduli.  Dukung Demokrat dituding haus kekuasaan. Menuntut hak sebagai mitra koalisi dengan meminta SBY menerangkan kenapa SBY memiih Booediono, dituding jual diri. Misal tidak jadi dukung SBY, mungkin PKS akan dibilang tidak konsisten. Serba salah sekali sepertinya para petinggi PKS dan kadernya. Saia sendiri bukan kader atau partisan PKS tapi kalau kondisinya seperti itu koq saia jadi agak kasihan ya…

8 responses to “Serbasalahnya PKS

  1. puang cahaya dewa Mei 17, 2009 pukul 11:36 am

    salam dari bandung, kang

    PKS (pun) berbudi

    PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

    PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

    Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

    Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

    Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

    Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

    Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

    Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

    Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

    Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

    Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik

    https://esaifoto.wordpress.com

  2. Hajier Mei 17, 2009 pukul 11:42 am

    Dalam Politik semua hal bisa dilakukan even harus menjilat ludah sendiri

  3. Dery Mei 17, 2009 pukul 12:21 pm

    Saya rasa ada konspirasi untuk menjatuhkan citra PKS dari kalangan yang tak senang, karena PKS merupakan Partai Islam yang semakin hari makin kuat dan ini dianggap sebagai ancaman bagi orang yang tak ingin Islam itu maju. Kita pantas mencurigai siapa sebenarnya Boni Hargens, Iberamsyah,..dll. Jika PKS mendukung SBY itu wajar karena itu pilihan yg baik dari yang ada sekarang, menurut saya itu pilihan cerdas, pengamat diatas sengaja mengiring PKS untuk jd Oposisi, Partai Oposisi di Indonesia cenderung tidak akan berkembang, berkoalisi dg Demokrat, PKS dapat mengontrol pemerintahan dari dalam dan saya yakin tidak akan mengurangi Daya Kritis terhadap kebijakan yang tak Pro Rakyat… Semoga Allah menunjukkan Jalan Kebenaran Ini Amien….

  4. abu salamah Mei 17, 2009 pukul 3:59 pm

    alhamdulillah semakin banyak orang yang mengungkap PKS dari sudut pandang negatif artinya makin banyak yang sirik berarti PKS makin berkualitas

  5. Abdul Hadi Mei 18, 2009 pukul 10:48 am

    Pada akhirnya semua menjadi terbuka. Apakah suatu partai benar2 berjuang untuk rakyat atau hanya untuk kekuasaan. Rakyat tidak bodoh2 amat untuk bisa mengamati dan memberikan penilaian sepak terjang PKS yang ternyata hanya berujung pada kekuasaan. Gertak sambal dan ancaman hanya merupakan sarana untuk menaikan daya tawar. Kalau keluar dari koalisi pasti PKS tdk akan mendapat apapun termasuk jabatan Menteri. Diluar koalisi yang sekarang, PKS sudah tdk mungkin mendapat jabatan wapres. Daripada tidak mendapat apa2 mendingan masih ikut koalisi dengan harapan masih mendapat jatah Menteri. Kan itu juga yang sebenarnya diperjuangkan oleh para petinggi PKS yaitu jabatan dan kekuasaan. Memikir rakyat ??? itu hanya slogan untuk mendapatkan dukungan saja. Intropeksi diri menjadi lebih bermakna daripada gertak sambal yang ternyata tetap saja tidak diperhitungkan.

  6. karsito Mei 18, 2009 pukul 9:55 pm

    Pks tahu yang terbaik untuk negri ini. Sukse selalu buat PKS!

  7. kakatahir Mei 25, 2009 pukul 8:59 pm

    dengan alasan apapun capres n cawapres yang lebih dekat kpada ALLAH itulah yang berhak dipilih n pks taw itu pertanggung jawaban bukan kpd partai tp kpd ALLAH.

  8. Fauzi Mei 30, 2009 pukul 1:07 pm

    Alhamdulillah saya tidak fanatik pada satupun partai di Indonesia, dulu pernah saya begitu ambisius tuk menjadi anggota PKS karena tidak akan berorientasi kekuasaan toh kalo tidak jadi, kader PKS masih bisa membuat negeri ini dengan contoh dan tingkah laku yang islami.
    Walaupun “manuver awal penolakan budiono” lalu kemudian “jilbab” adalah sah2 dalam perpolitikan, namun sesungguhnya hal tersebut telah bertentangan dengan misi dakwah PKS.
    Mungkin saat ini saya tetap saja menjadi simpatisan PKS yang memilih pada apa yang bukan keputusan PKS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: