Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Obrolan tentang Pemilu dan Caleg

Seminggu pasca Pemilu legislative Ahmad, pak Slamet dan lik Warjo kembali bertemu di angkringan kang Markoum. Kebetulan pak Ahmad kemarin menjadi salah seorang anggota KPPS dan masih sibuk dengan rekapitulasi suara sampai tingkat kecamatan sehingga belum sempat singgah di angkringan seperti biasanya. Setelah selesai menunaikan tugasnya pak Slamet pun bisa meluangkan waktunya lagi untuk berbincang-bincang di angkringan kang Markoum ini.

“Wah, akhirnya singgah di sini lagi pak Slamet. Bagaimana nih urusan hitung-hitungan suaranya? Sudah selesaikah?” tanya lik Warjo.

“Ya begitulah lik. Siang tadi saya baru ngecek ke kecamatan untuk mengetahui kecamatan kita sudah selesai atau belum rekapitulasinya. Alhamdulillah kecamatan kita sudah selesai. Tugas saya sudah agak lebih ringan sekarang. Tinggal membenahi DPT yang kemarin cukup berantakan untuk Pilpres besok dan sedikit persiapan lainnya” jawab pak Slamet sambil memesan wedang jahe.

“Waduh sibuk sekali ya pak jadi KPPS itu?” tanya Ahmad turut serta berbincang.

“Ya saya sih menganggap ini sebagai bentuk pengabdian ke Negara saja. Prinsipnya jangan jadikan tugas ini sebagai beban. Pemilu kan hanya lima tahun sekali. Akan sangat sayang sekali jika disia-siakan. Apalagi jika tidak turut serta atau pemilu gagal, sia sia dong uang trilyunan untuk penyelenggaraan pemilu ini. Kewajiban kita semualah untuk menyukseskan Pemilu. Oh iya, ngomong-ngomong ada kabar apa nih di dukuh kita? Lik Warjo atau mas Ahmad kan biasanya punya kabar-kabar menarik…” kata pak Slamet lagi

“Hahahaha, nggak juga ah pak. Pak Slamet nih yang seharusnya banyak punya kabar tentang pemilu. Apalagi bapak sudah nyampe kecamatan pula. Pasti banyak kabar menarik nih. Di kecamatan kita partai apa yang menang pak?” jawab Ahmad sambil bertanya balik ke pak Slamet.

“Hmm, kecamatan kita yang menang si partai moncong putih sama partainya bapak presiden. Partai merah itu jelas punya pendukung tradisional yang banyak sementara si partainya bapak presiden itu perolehan suara di sini memang sangat banyak. Sama seperti di daerah lain, cukup mengejutkan juga partai itu bisa begitu berjaya. Di tabulasi elektronik nasional KPU partai itu juga masih di posisi pertama kan?” terang pak Slamet panjang lebar

“Wajar lah pak partai itu bisa menang. Sepertinya rakyat masih cukup puas dengan presiden saat ini dan pengin melanjutkan lagi. Makanya partai beliau dipilih banyak orang” jawab Ahmad

“Tapi gara-gara kemenangan partainya bapak Presiden timbul akibat buruk juga tuh pak. Suara partai lain otomatis kan anjok tuh. Akibatnya banyak caleg dari partai yang gagal. Terutama caleg-caleg di tingkatan DPRD dan dari partai menengah. Saya lihat TV sudah banyak berita caleg-caleg pada stress” potong lik Warjo

“Iya lik. Benar sekali. Kemarin saya lihat berita malah ada caleg dari partai yang berlambang matahari dengan warna latar biru stress sampai dirawat di ponpes gara-gara perolehan suaranya kurang maksimal. Saking parahnya sampai dirantai itu caleg biar tidak kabur. Di tempat lain juga banyak. Ada caleg yang meminta kembali barang-barang yang disumbangkan, ada yang ngemis-ngemis di jalan, ada yang batal bagi sembako bahkan sampai ada yang meninggal segala lho. Segitunya ya efek gagal jadi anggota dewan” timpal Ahmad

“Wah gimana negeri ini mau berubah kalau caleg-calegnya seperti itu ya? Jangan-jangan caleg yang jadi pun juga seperti itu. Mereka nanti akan mengakal-akali bagaimana caranya agar bisa balik modal setelah menjadi anggota dewan. Korupsi lagi korupsi lagi” keluh lik Warjo

“Kalau saya memetakan para caleg terutama caleg di tingkatan daerah seperti ini mas Ahmad dan lik Warjo. Ada dua kelompok caleg yaitu caleg yang pada dasarnya sudah kaya dan caleg yang tidak terlalu kaya terus mencoba mencari peruntungan dengan menjadi caleg. Kelompok kedua inilah yang biasanya stress atau banyak tingkah gara-gara gagal jadi anggota legislative beneran. Untuk menjadi caleg ini mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak, harta benda dijual, tabungan di kuras bahkan mungkin ada pula yang sampai berhutang segala. Nah ketika ternyata perolehan suaranya tidak sesuai harapan ya akhirnya depresi-lah mereka” terang pak Slamet

“Hmm, benar juga ya? Saya sepertinya sepakat tuh dengan pak Slamet. Kalo begitu niat mereka nggak murni jadi wakil rakyat dong pak? Mereka kan seolah-olah ingin memperbaiki nasib dengan menjadi anggota DPR atau DPRD.” Kata lik Warjo lagi

“Ya begitulah lik. Siapa sih yang tak tergiur dengan gaji berjuta-juta dengan menjadi anggota dewan itu?” jawab pak Slamet

“Kalau begitu kenapa kita harus susah-susah menyelenggarakan Pemilu kalau ternyata niat caleg-calegnya nggak murni ingin jadi wakil rakyat seperti itu. Mending golput aja dah” tukas Ahmad

“Ya nggak gitu juga dong mas. Saya yakin masih banyak caleg yang berdedikasi tinggi. Dan saya selalu berharap semoga caleg yang terpilih ini bisa merubah negeri ini. Seperti yang kita tahu, yang menang pemilu ini kan ‘partai baru’. Siapa tahu mereka berbeda dengan anggota dewan yang sudah-sudah” terang pak Slamet

“Tentang golput saya mandangnya gini. Pemerintah mengalokasikan dana yang sangat banyak untuk pemilu ini. Kalau kita tidak turut serta berarti kita menyi-nyiakan uang itu. Saya kira akan sayang sekali kalau keadaanya seperti itu. Uang banyak dianggarkan eh rakyatnya malah pada nggak mau milih. Untunglah ternyata rakyat masih banyak yang peduli sama Negara. Golput yang ada sekarang kebanyakan golput administrative, gara-gara mereka nggak masuk DPT. Mereka ternyata masih pengin ikut pemilu. Pemilu presiden depan DPT harus diperbaiki. Jangan sampai hak mereka terkebiri lagi” lanjut pak Slamet lagi

“Wah wah wah. Bijak sekali pak KPPS ini. Nggak salah lah jadi KPPS..” gurau li Warjo

“Tapi ngomong-ngomong nih ya pak. Sebagai KPPS bagaimana pandangan bapak tentang Pemilu kita sekarang?” tanya Ahmad

“Wedew, sebagai pribadi aja kali ya? Jangan sebagai KPPS. Kalau menurut saya pemilu kita ribet banget. Sudah partainya banyak trus kita juga milih sendiri calegnya pula. Partai banyak tapi lihat saja hasilnya. Yang diperkirakan lolos electoral dan parliamentary threshold cuma 9 saja kan? Saya harap KPU untuk pemilu depan lebih memperketat lagi aturan pendirian partai biar partai peserta Pemilu sedikit saja. Sia-sai juga banyak partai toh yang terpilih Cuma sedikit. Trus dengan sedikit partai kertas suara jadi lebih ringkas kan?” terang pak Slamet

“Trus tentang caleg kalau masih ingin model milih caleg langsung juga dibatasailah berapa jumlah caleg di partai itu. Dulu alasan kenapa caleg juga disertakan ke kertas suara kan karena tuntutan rakyat juga. Dulu yang menetukan caleg ya partai itu. Rakyat Cuma milih partai saja dan eh ternyata di salahgunakan partai dengan menempatkan keluarga atau sahabat petinggi partai di dewan. Nah dengan model prasmanan seperti sekarang rakyat dipersilahkan memilih caleg sesuai keinginannya sendiri. Tapi ternyata…” lanjut pak Slamet

“Bentar-bentar pak Slamet izinkan saya yang melanjutkan pernyataan pak Slamet” sela Ahmad

“Oke silahkan” jawab pak Slamet

“Tapi ternyata model prasmanan seperti ini juga banyak kekurangan. Kompetisi antar caleg separtai jadi sangat tinggi. Kertas suara jadi lebar banget. Di sisi lain rakyat juga susah mengenali caleg satu per satu. Akhirnya yang dipilih Cuma partainya saja. Jadi sia-sia ada banyak nama caleg di situ kalau ternyata yang dipilih Cuma partainya saja. Artinya perlu ada evaluasi mendalam tentang model seperti ini. Diteruskan atau tidak model milih caleg juga atau kembali Cuma partai saja seperti zaman dulu.” Ulas Ahmad

“Ikut nyambung saya. Dengan banyaknya caleg banyak pula caleg yang gagal dan akhirnya banyak pula yang depresi. Dengan partai yang sedikit plus aturan caleg yang juga ketat dan dibatasi maka peluang adanya caleg stress juga berkurang. Banyak caleg seolah malah menjadikan nyaleg seperti ngelamar kerja” sela lik Warjo

“Ya kurang lebih itu yang ingin saya sampaikan. Tapi berhubung sudah disampaikan mas Ahmad dan lik Warjo ya sudah. Dan ngomong-ngomong wedang jahe saya jadi dingin nih kalau kita terus-terusan ngobrol” kata pak Slamet sambil tertawa

“Hahahaha. Oh iya maaf-maaf, monggo pak Slamet dinikmati saja minumannya”

Obrolan pun dilanjutkan setelah mereka menikmati pesanan mereka di angkringan kang Markoum

 

Dimuat di Suplemen LPM PROFESI edisi April 2009

Obrolan yang lain

2 responses to “Obrolan tentang Pemilu dan Caleg

  1. ~noe~ Mei 6, 2009 pukul 5:16 pm

    partai sedikit dan pakai model prasmanan. begitu mungkin jalan keluar dari pemilu yang sangat ribet ini.

  2. dir88gun2 Juni 2, 2009 pukul 3:07 pm

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: