Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Ketika Berita Saling Menutupi

Kebiasaan pemberitaan di Indonesia dari dulu tak pernah berubah, saling menutupi satu sama lain. KEtika ada satu berita begitu gencarnya, semua langsung meliputnya tapi ketika ada berita lain yang dirasa lebih heboh langsung berita yang sebelumnya ditinggalkan begitu saja. Seolah berita yang sebelumnya tak ada nilai pentingnya lagi meskipun sebenarnya masalah yang diahas itu mungkin belum selesai.

Kadang memang pengarahan opini menuju ke suatu masalah dengan memanfaatkan media memang sengaja dilakukan oleh pemerintah. Langkah itu sengaja dilakukan sebagai manajemen konflik pemerintah jika pemerintah menghadapi sebuah permasalahan. Kita dulu pasti ingat pernah begitu hebohnya pemberitaan konflik menjurus perang antara Indonesia dengan Malaysia akibat perebutan blok Ambalat. Banyak yang menduga blow up itu memnag disengaja karena kebetulan pemerintah saat itu baru saja menaikkan harga BBM. Dan nyatanya hal itu sukses dilakukan karena orang-orang seolah melupakan dan membiarkan BBM naik dan focus ke masalah Ambalat.

Begitu pula ketika ada kenaikan BBM selanjutnya, pemerintah seolah mengarahkan media untuk mem-blow up kerusuhan monas yang melibatkan FPI dan AKBB tentang Ahmadiyah. Masyarakat dan DPR sukses melupakan kenaikan BBM dan heboh membahas rebut-ribut Ahmadiyah. Di sinilah kepintaran pemerintah memanajemen konflik dengan memanfaatkan media.

Beranjak ke kondisi sekarang, hal itu masih saja terjadi. Hanya saja di sini agak sulit apakah ada keterlibatan pemerintah atau tidak. Yang jelas, tutup menutup berita itu terus terjadi. Awalnya kita tahu media begitu heboh menyiarkan quick count hasil pemilu legislative. Di tengah-tengah berita itu muncul berita lain mengenai kemungkinan adanya manipulasi DPT untuk kepentingan tertentu yang dihembuskan PDIP. Tapi toh nyatanya berita itu akhirnya kini seolah menghilang begitu saja. PDIP juga seperti tidak bermasalah dan malah sibuk menggalang koalisi ke mana-mana.

Tak lama kemudian berita heboh berganti ke Manohara Pinot. Berita politik seolah tidak menarik lagi. Berita penyiksaan Manohara Pinot oleh Pangeran Kelantan, Malaysia. Hanya sedikit media yang tetap konsisten membahas politik macam tvOne dan Metro TV. Itupun karena kedua media tersebut memang memfokuskan diri ke berita.

Kini berita sudah berganti lagi. Manohara Pinot sudah tidak penting lagi. Sekarang yang lebih heboh adalah berita konflik cinta segitiga antara Antasari Azhar [Ketua KPK], Nasrudin Zaelani [Direktur sebuah BUMN] dan wanita muda bernama Rani Juliani. Konon kabarnya, Antasari Azhar mengarsiteki pembunuhan Nasrudin demi wanita itu. Nah kasus terakhir inilah yang sedang heboh-hebohnya. Sebelumnya itu Cuma berita pembunuhan biasa. Tapi keterlibatan Ketua KPK dan apalagi diembel-embeli konflik cinta segitiga menjadikan berita ini begitu hebohnya.

Entahlah, saia koq agak meragukan kebenaran berita atau mungkin lebih tepatnya cerita itu. Kabar cinta segitiga itu malah justru menghapuskan esensi pembunuhan itu. Dan opini yang berkembang seolah menjadikan Antasari Azhar menjadi orang yang begitu picik yang tega membunuh konon demi sebuah cinta. Apalagi ditambah banyak orang-orang –entah-siapa yang ikut-ikut berbicara.

Ada dugaan ini adalah sebuah konspirasi untuk menjatuhkan KPK yang begitu gencar memburu koruptor. Entahlah. Mungkin itu ada benarnya juga. Akan tetapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan dengan mudahnya sepert itu saja

Satu hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai tutup-menutup berita ini menghilangkan berita lain yang tak kalah penting. Perlu ada keseimbangan aga kita justru tidak terlibat dan terkonsentrasi ke dalam cerita cinta segitiga macam telenovela sementara berita lain kita lupakan. Manohara Pinot jga masih perlu ditolong kalau ia benar-benar disiksa Pangeran Malaysia. Kisruh DPT Pemilu juga perlu diselesaikan, jangan dihentikan begitu saja. Jangan lupakan berita yang lain meskipun mungkin ada berita lain yang lebih menarik. Kontrol dari kita sangat diperlukan

-Semoga Bermanfaat

11 responses to “Ketika Berita Saling Menutupi

  1. Tidak Menarik Mei 4, 2009 pukul 7:16 pm

    wallahualam, qta hanya bìsa berdo’a semoga aparat yg berwenang tidak melupakan kasus terdahulu.

  2. yuhendrablog Mei 4, 2009 pukul 10:44 pm

    konspirasi politik media,
    menurut saya, masyarakat Indonesia telah terjebak pada konspirasi media masa dalam menyajikan segala hal baik itu berita fakta maupun skenario belaka,…
    tinggal kita sebagai penikmat berita seharusnya mampu memilahnya,..

    btw, postingan nya bagus,…
    dan mampu mengangkat realita masyarakat kita !!!

    salam

    Yuhendra Tandjung

  3. benz Mei 5, 2009 pukul 9:42 am

    lah saya bingung trus poto cewek ituh siapa pak? ahaha..

  4. bay-kun Mei 5, 2009 pukul 11:05 am

    itu potonya rani julianti ben…
    agh, gak gaul nih, facebookan mulu sih…

    justru yang membuat bingung adalah blog si cewek itu…
    pertama
    http://mcgillsaso.blogspot.com/

    kedua
    http://ranijuliani.blogspot.com/

    ketiga
    http://rani-juliani.blogspot.com/

    semua photo profile-nya sama, dan ketiga blog itu para pembaca semuanya menghujat di cewek itu…yang beda hanya beberapa identidas
    http://www.blogger.com/profile/07219561942653448426
    http://www.blogger.com/profile/12646077815900470494
    tuh halaman profilenya ada 2…

  5. Yasir Alkaf Mei 5, 2009 pukul 1:23 pm

    Yok, komenmu kebanyakan ngasih link tuh, makanya dianggap spam ma alkismet
    tapi ni problemo, sudah ak approve

  6. ekaria27 Mei 5, 2009 pukul 6:21 pm

    Berita ini jangan ditutup2i dong..
    saya ampe blogwalking kemana2
    mo tahu perkembangannya…
    heem rata2 masih seragam beritanya..

  7. benz Mei 5, 2009 pukul 10:23 pm

    hoo.. iya, hihihi.. xp
    baru tau soal poto itu waktu tadi sore nonton berita trus ditampilin foto itu juga..

  8. slamet Mei 6, 2009 pukul 7:15 am

    hoo.. iya, hihihi.. xp
    baru tau soal poto itu waktu tadi sore nonton berita trus ditampilin foto itu juga..

    ya maklumlah mumpung ada rame rame terus ajah mbuat blog mirip mirpkan ntar trapiknya kan ,,? dasar trapikmania he he he

  9. Yasir Alkaf Mei 6, 2009 pukul 4:34 pm

    Lah yg saia tulis kan bukan ttg kasus Antasari itu, tapi ttg bagaimana sebuah berita koq malah jadi saling tutup menutupi pdhl sbnrnya banyak berita/kasus lain yg masih layak untuk diberitakan. Contohnya ttg Manohara atau kisruh DPT dsb…

  10. Faiz Mei 7, 2009 pukul 8:09 am

    Puyeng bro, denger berita saat ini….
    enakan nonton bolang ato national geographic…..^_^

  11. Pingback: Mungkinkah Kasus Manohara diselesaikan Lewat Jalur Hukum « Yasir Alkaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: