Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Trias Politica ala Republik Islam Iran

Trias Politica adalah sebuah konsep pembagian kekuasaan yang digagas oleh John Locke dan Montesquieu. Agar suatu kestabilan dalam pemerintahan dapat terjaga hendaknya kekuasaan dibagi menjadi tiga bagian yaitu legislatif [pembuat Undang-Undang], eksekutif [pelaksana Undang-Undang] dan yudikatif [pengawas pelaksanaan Undang-Undang]. Pemisahan itu dimaksudkan agar tidak terjadi sebuah pemerintahan arogan di bawah seorang Raja atau pemimpin mirip Raja.

Ada sebuah kontroversi ketika konsep trias politica diterapkan di Iran. Iran sebagai sebuah Negara Islam mencoba berkompromi dengan mengadopsi konsep tris politica barat ala mereka sendiri. Seperti yang kita tahu Iran adalah Negara yang didominasi dan bahkan dikuasai oleh kaum Syiah. KOnsep yang paling terkebal dari Syiah adalah konsep imamahnya. Pasca wafat Nabi, kaum Syiah mengangkat Ali dan keturunan mereka menjadi Imam mereka. Artinya Ali dan keturunannya itulah yang menjadi pemimpin mereka. Dalam kepercayaan mereka terutama Syiah Itsna Asy’ariyah, Imam berhenti di Imam ke 12 sambil menunggu kedatangan Imam yang ditunggu yaitu Imam Mahdi, Imam yang konon akan membawa kejayaan Syiah. Sambil menunggu kedatngan Imam itu, kaum Syiah dipimpin oleh Wilayatul Faqih sampai Imam Mahdi datang. Sampai ke abad modern ini konsep itu terpelihara oleh kaum Syiah.

Republik Islam Iran tetap memelihara konsep imamah itu sambil dikompromikan dengan konsep Negara modern yang mementingkan pembagian kekuasaan [trias politica]. Inilah bedanya Iran dengan Negara Islam yang lain macam Arab Saudi dan berbagai Negara Arab lainnya. Arab sampai saat ini masih saja berkungkung dengn konsep kerajaan dan berkata demokrasi tidak sesuai syariat Islam, padahal kalau mau jujur Nabi juga tidak pernah ada mewariskan kekuasaan pada anak cucu. Jadi system kerajaanpun sebenarnya tidak sesuai syariat yang dibawa Nabi. Iran disini mencoba mengkompromikan Negara Islam versi mereka dengan konsep Negara modern. Satu langkah lebih maju daripada Negara islam lain.

Di Iran legislative, eksekutif dan yudikatif tetap ada. Akan tetapi tiga kekuasaan itu tunduk pada kekuasaan wilayatul faqih atau Imam tertinggi mereka itu [Supreme Leader]. Tampuk Imam tertinggi itu saat ini dipegang oleh Ayatullah Ali Khomaeni. Jadi disamping kekuasaan sudah dibatasi berdasarkan konsep trias politica, tapi juga masih dibatasi oleh Imam. Imam tidak berkenan berarti Presiden tisdak bisa bergerak. Kurang lebih seperti itu.

Sama seperti Negara lain, legislative di Iran [Majlis of Iran/Majles-e Shura-ye Eslami] berperan menyusun Undang-Undang. Eksekutif sebagai pelaksana Undang-Undang dipegang oleh Presiden, yang saat ini dipegang Mahmoud Ahmadinejad. Sementara kewenangan yudikative sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan di pegang oleh Assembly of Experts [Majles-e-Khebregan].

Ayatullah sebagai pemimpin tertinggi memang berfungsi sebagai pengawas pemerintahan, tapi hal ini dalam prakteknya dijalankan oleh Assembly of Experts tadi. Ayatullah menjadi semacam pemeberi restu saja karena semua komponen trias politica itu harus berdasarkan persetujuan Ayatullah.

Timbul kesan Ayatullah itu menjadi superbody alias mempunyai wewenang penuh. LAntas mungkin timbul pertanyaan apa bedanya Ayatullah dengan Raja. Inilah uniknya Iran. Ayatullah tidak bergerak sendirian.Dia memimpin sebuah Garda Nasional [National Guardian]. Jadi ayatollah tetap menerapkan konsep musyawarah sebagai pemimpin tertinggi, meskipun mungkin pada kenyataanya anggota Garda Nasional itu yang berjumlah 12 orang sangat patuh pada Ayatullah. Tapi paling tidak Ayatullah berbeda dengan raja karena ia tetap menerapkan konsep musywarah.

Kurang lebih seperti itulah konsep pemerintahan Islam ala Iran. Mereka mencoba mengkompromikan konsep Negara modern dengan konsep Negara Islam ala mereka. Hasilnya adalah sebuah system unik yang dianut Republik Islam Iran seperti sekarang ini. Jadi Iran tidak bisa disebut kerajaan karena mereka tidak punya raja dan system pemerintahannya sangat demokratis dengan berlandaskan pada konsep trias politica barat. Namun Iran juga tidak bisa dikatakan full murni menerapkan demokrasi karena 3 kekuasaan pemerintahan itu ternyata tunduk pada Ayatullah sebagai pemimpin tertinggi.

Sebagai sebuah Negara yang baru berumur 30 tahun [Republik Islam Iran baru berdiri tahun 1979] keberanian mereka membuat sebuah system baru patut kita acungi jempol. Tanpa tendensi apapun saia kira kaum Syiah jauh lebih cerdas dan kreatif daripada kaum Sunny yang boleh dibilang jumalahnya jauh lebih banyak. Sejarah menunjukkan bahwa sejak dulu Syiah terbiasa “tertindas” berbeda dengan Sunny yang terbiasa “berkuasa”. Ketertindasan kaum syiah konon sudah ada sejak Nabi meninggal karena Ali, imam mereka, tidak diangkat menjadi khalifah. Setelah khalifah pertama wafatpun Ali juga tak kunjung diangkat menjadi khalifah. Belum lagi sejarah suram Islam ketika khalifah Yazid bin Muawiyah membantai keluarga nabi [Husein] dalam peritiwa Karbala. Konflik Sunny Syiah itu menempatkan Sunny sebagai penguasa dan pemenang sementara Syiah sebagai yang tertindas.

Meskipun tertindas, hal itu malah menjadikan Syiah malah menjadi sangat kreatif. Terbukti Iran sebagai representasi tertinggi dari kaum Syiah saat ini menjadi musuh utama Amerika. Justru Iran yang Syiah-lah yang menjadi Islam yang kuat. Bandingkan dengan Arab Saudi yang begitu karib dan tak berdaya di hadapan Amerika. Padahal konon Arab Saudi adalah Sunny yang paling murni ajarannya dan dekat dengan Nabi dengan ajaran Wahabinya.

Dalam pemerintahan Syiah juga mantap dan berani. Banding dengan Negara Sunny yang masih bingung dengan sebenarnya konsep Negara Islam itu seperti apa.Iran lebih maju dengan konsepnya sendiri. Negara Islam Sunny tidak punya konsep. Mereka masih bingung cara mengkompromikan Negara islam dengan Negara modern. Akibatnya mereka tetap terjebak pada konsep kerajaan. Ketika ada pemikiran progresif untuk mencapai Negara modern malah lahir sekularisme seperti di Turki. Jadi Islam Sunny akhirnya terjebak pada bentuk Negara kuno kerajaan atau menjadi sekuler sekalian. Yang cukup bermasalah adalah kerajaan ini. Raja dankeluarga seolah menjadi penguas yang boleh melakukan apa saja. Kelantan, kerajaan Islam kecil di Malaysia contohnya. Konon salah satu pangerannya menyiksa istrinya yang berasal dari Indonesia. Itu adalah resiko dari system kerajaan.

Oleh karena itu mari kita berkaca pada Iran atau paling tidak berilah apresiasi pada Iran.

Semoga Bermanfaat

Ide tulisan berasal dari Kajian Siyasah di UIN Sunan Kalijaga, 30 Mei 2009 oleh Dr. Ahmad Yani Anshori bertajuk “Penerimaan Dunia Islam terhadap Konsep Nation State”, dengan tambahan data dari Wikipedia.org-

Iklan

17 responses to “Trias Politica ala Republik Islam Iran

  1. ABHusin Mei 1, 2009 pukul 10:27 am

    …..DASAR KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN…..

    Maap bang, numpang lalu…..

    Pengikut kepada Ahlul Bait/Nasab Nabi SAW dinamakan Puak Syiah. Pengikut kepada Para Sahabat dinamakan Puak Sunni (ASWJ). Namun kedua-dua fahaman tersebut adalah benar belaka, kerana keduanya dari ajaran Nabi SAW…..

    Wasiat Rasulullah SAW sebelum Baginda SAW wafat, penggantinya sepatutnya Sayyidina Ali, kemudian kepada Sayiddina Hussin atau Sayyidina Hassan. Nabi Muhammad SAW sangat berfirasat, lagi kasyaf. Baginda SAW sudah tahu lebeh awal malapetaka yang bakal menimpa Ahlul Bait, dan perpecahan ummat Islam, sepeninggalan nya nanti, hinggakan bercucuran air mata Baginda SAW….

    Apabila amanat Rasul SAW itu dilanggar oleh Abu Bakar, Omar dan Othman, maka bermulalah titik-titik keretakan dan perbalahan dalam Islam. Maka dari sinilah puncanya perpecahan Islam kepada Puak Syiah dan Puak Sunni. Hinggalah sekarang ini apa yang kita lihat dan dengar, permusuhan tegang dua puak utama, yang sukar diredakan dan didamaikan. Hinggalah “Pendamai” dan “Penyelamat” yang dinantikan itu muncul…..

    Kalo dipandang dari pendirian tegas Iran, Iran lah satu-satunya negara Islam yang berani dan lantang berperang mulut dengan musuh-musuh Islam. Dari sudut pertahanan perangnya pula, Iranlah satu-satunya negara Islam yang maju dalam teknolgi nuklear dan kelengkapan militerinya. Tidak seperti negara Islam yang lain, banyak berlembut, beralah dan berserah. Tamaddun Empayar Parsi silam amat dikenali dalam sejarah akan semangat juang yang kental. So pleace don’t ever you try to wake up the sleeping Persian Lion. If you dare by then you can see the whole Israel will be on fire…..

    Maka detik Akhir Zaman Ahlul Bait akan bangkit menerajui semula Kegemilangan Islam.
    Nabi SAW ada bersabda : “Akhir zaman akan bangkit keturunan-ku diTimur…….”
    Siapakah orangnya, dari mana munculnya dia…???

    …..Wallahualam…..

    Salam/Damai…..

  2. Yasir Alkaf Mei 1, 2009 pukul 7:48 pm

    ya, damai sajalah. toh sama2 islam ini, kenapa ga saling belajar aja…

  3. Pingback: Propaganda Anti-Ahmadinejad ala BBC « Yasir Alkaf

  4. spy Februari 10, 2010 pukul 5:28 pm

    cerita di atas menitik beratkan kepada sunny…
    kenapa semua cerita diatas mencemooh sunny yg tidak mampu berbuat dngn systm kerajaan mereka..

    kenapa kita tidak menitik beratkan pada ajarannya yg di ajarkan olah rosul..
    tentang masalah bidah umpamanya tentang kawin kontrak umpamanya, tentang penyiksaan diri yg bahkan hampir mengancam keselamatan jiwanya…
    dan banyak lagi…

    kenapa bukan itu yg kita bahas….
    mohon penjelasan…^_^

  5. Yasir Alkaf Februari 11, 2010 pukul 11:15 am

    spy :

    cerita di atas menitik beratkan kepada sunny…
    kenapa semua cerita diatas mencemooh sunny yg tidak mampu berbuat dngn systm kerajaan mereka..

    kenapa kita tidak menitik beratkan pada ajarannya yg di ajarkan olah rosul..
    tentang masalah bidah umpamanya tentang kawin kontrak umpamanya, tentang penyiksaan diri yg bahkan hampir mengancam keselamatan jiwanya…
    dan banyak lagi…

    kenapa bukan itu yg kita bahas….
    mohon penjelasan…^_^

    karena tulisan saya memang sdng membahas ttg konsep negara bukan ibadah yg saya yakin banyak orang yg jauh lebih tahu drpd saya…

  6. spy Februari 11, 2010 pukul 2:22 pm

    memang tidak ada salahnya jika antum membahas tentang konsep suatu negara dengan negara yg lain. tapi kenapa sunny harus dilibatkan di dalam nya…

    apa salahnya dan lebih terhormat jika kita bebicara tentang suatu negara dngan negara yg lain tanpa melibatkan konsep islam sunny dengan syi`ah
    kita bukan mencari perdebatann dan perbedaan tapi mencari solusi agar islam dengan islam lainnya bisa berjalan bersama dan bekerja sama dengan baik…
    tanpa saling denndam mendendami…

  7. Yasir Alkaf Februari 12, 2010 pukul 9:36 am

    hmmm saya menulis itu tanpa tendensi apapun.. knp saya menuliskan ada syiah ya karena memang Iran ya seperti itu. kalo diperhatikan lagi saya sama sekali tdk menyinggung atau memancing perdebatan sejtarian. justru malah hayo knp g kita tiru iran, jgn terjebak pada sistem kerjaan.. begitu mas..

  8. spy Februari 13, 2010 pukul 5:22 pm

    kaum Syiah jauh lebih cerdas dan kreatif daripada kaum Sunny

    Dalam pemerintahan Syiah juga mantap dan berani. Banding dengan Negara Sunny yang masih bingung dengan sebenarnya konsep Negara Islam itu seperti apa.

    Negara Islam Sunny tidak punya konsep. Mereka masih bingung cara mengkompromikan Negara islam dengan Negara modern.Mereka masih bingung cara mengkompromikan Negara islam dengan Negara modern.

    dari ketiga tulisan antum di atas apa tidak memancing emosi bagi kaum sunny baik yg ada di arab maupun di luar arab. pasti lah mereka tersinggu ketika melihat catatan antum…

    ana bukan sunny ana bukan syi`ah tapi ana pengikut imam syafi`i
    ana tidak setuju dengan catatan antum… dari cerita2 antum di atas bukan memperbaiki keadaan tapi antum hanya akan memecah belahkan islam.

    alangkah lebih baik jika antum menganti kata2 syiah dengan kata iran. dan sunny dengan kata arab… maka tidak ada yg disalahkan. dan jika kita menyalahkan pastilah kita menyalahkan konsep bentuk pemerintahan negara itu dan bukan pada consep islamnya.

  9. Yasir Alkaf Februari 14, 2010 pukul 11:32 am

    Oleh karena itu mari kita berkaca pada Iran atau paling tidak berilah apresiasi pada Iran.

    pointnya disitu mas.. karena kbanyakan orang tu tjebak sektarian shg membuat sbgitu bencinya pada Iran. nah mksud saya knp g kita belajar pd mereka..

    dan faktanya islam non syiah jg masih bingung dg konsep negaranya sprti apa kan? saya jg bukan syiah ato sunni, saya islam. tp mari kita saling belajar saja..

  10. stain bone'HTN Februari 19, 2010 pukul 3:34 pm

    marilah qt saling mengoreksi n mngmbl ap yang terbaik untuk ngara ini,qt islam 1 nbi n 1 tuhan.jd knp meski mngambl sbgian dr ajran al qur`an pdhl itu jls2 dr tuhan

  11. spy Februari 25, 2010 pukul 1:39 pm

    akhy yasir…
    apa akhy tikdak merasa bersalah sedikitpun dngan kata2 akhy..????

    seharusnya akhi katakan “mari berkaca pada consep yg di lakukan pada negara iran…
    bukan consep yg di lakukan islam sunny dan islam syiah…:(

    saya pribadi yg bukan sunny tersinggung karna kata2 akhy…

    apa lagi jika artikel ini di baca oleh sunny…

    akhy seharus nya jangn bicara tentang consep syiah dan sunny…
    tapi cukup mengatakan iran dan arab saja…

    coba antum pikirkan jika orang non muslim melihat artikel ini..
    tentang consep islam yg berbeda2 dan satu islam dengan islam yg lain tidak rukun…

    apa kah kita sebagai muslim tidak malu….???
    semestinya antum seblum menulis artikel atau mengcopy artikel harus di buat / di baca bener2 baru publikasikan…..
    kita harus memperbaiki keadaan bukan ikut ikutan merusak keadaan…

  12. Yasir Alkaf Maret 1, 2010 pukul 7:04 pm

    spy :

    akhy yasir…
    apa akhy tikdak merasa bersalah sedikitpun dngan kata2 akhy..????

    seharusnya akhi katakan “mari berkaca pada consep yg di lakukan pada negara iran…
    bukan consep yg di lakukan islam sunny dan islam syiah…:(

    saya pribadi yg bukan sunny tersinggung karna kata2 akhy…

    apa lagi jika artikel ini di baca oleh sunny…

    akhy seharus nya jangn bicara tentang consep syiah dan sunny…
    tapi cukup mengatakan iran dan arab saja…

    coba antum pikirkan jika orang non muslim melihat artikel ini..
    tentang consep islam yg berbeda2 dan satu islam dengan islam yg lain tidak rukun…

    apa kah kita sebagai muslim tidak malu….???
    semestinya antum seblum menulis artikel atau mengcopy artikel harus di buat / di baca bener2 baru publikasikan…..
    kita harus memperbaiki keadaan bukan ikut ikutan merusak keadaan…

    mas entah siapa yg menggunakan id ‘Spy’..
    saya ini menulis ttg konsep negara mas jd berbeda-beda itu wajar. tdk ada bentuk yg paten ttg bntuk negara yg baik. saya sbg orang islam melihat bagus juga konsep negara Iran jadi saya tulis. nah suka atau tdk suka ketika mendengar Iran biasanya orang Islam akan mencibir, ‘ah Iran, itu kan Syiah ngapain juga diikuti’. nah makanya saya berniat membuka hati para umat Islam sudahlah g usah lihat2 kaya gitu. klo mereka bagus knp tdk ditiru..

    ttg jika orang non muslim baca trus kenapa? sdh jadi rahasia umum lagi mas ada banyak aliran di Islam, begitu juga agama lain. knp mesti malu?

    klo tulisan saya jelek ya mopnggo mas-nya membuat tulisan yg lebih bagus yg mungkin menurut mas tdk ‘tendensius’

    terima kasih mas

  13. spy Maret 17, 2010 pukul 5:03 pm

    akhy… akhy….
    waduh…. coba tanya pada orang2 yg lebih tau agama nya ketimbang saya yg awam apakah antum bleh menulis artikel yg terlalu fulgar dngan mengatas namakan consep kaum sunny yg terbelakang dan consep kaum syiah yg terdepan…?

  14. xRxDxPx Mei 27, 2010 pukul 12:36 am

    maaf sblumnya…
    mungkin pnulis bermaksud baik untuk kita lebih memahami Iran dengan konsep negara mereka terlepas mreka Syi’ah atau Sunny.
    akan tetapi mungkin yg di permasalahkan adalah 3 paragraf terahir. menurut saya 3 paragraf terahir itulah yang terkesan memojokan sunny dan membuat semakin yakin klo syi’ah dan sunny berbeda. padahal mereka sama syahadatnya dengan kita,kiblat mereka juga ke ka’bah kan? tidak ada yang beda sebenarnya.

    BTW..thanks kk artikelnya. lumayan wat nambah refrensi tugas matkul SKI. tapi tenang kk, saya pasti nyantumin alamat webnya biar gak disangka plagiat..^^

  15. Toto Kartarahardja Oktober 20, 2010 pukul 3:47 pm

    Yang terjadi di Iran adalah “Distribution of Power” bukan “Separation of Power”.
    Hal ini terjadi di Indonesia semasa pemerintahan Sukarno dan Suharto. Dimasa pemerintahan Sukarno semua pimpinan Lembaga Tinggi (DPR dan MA) dan Tertinggi (MPR) Negara dipimpin oleh pejabat setingkat menteri yang artinya pembantu presiden, sedangkan dimasa rezim Suharto semua pimpinan Lembaga Tinggi (DPR dan MA) dan Tertinggi (MPR) Negara dipimpin oleh pejabat yang berkedudukan sebagai anggota Dewan Pembina Golkar, dimana Suharto adalah Ketua dewan Pembinanya. Jangan berbicara demokrasi dalam kaitan dengan Islam sebab hal itu dianggap haram.

  16. arifin Oktober 27, 2010 pukul 1:08 pm

    assalamu’alaikum Ww. Saya membaca artikel diatas, secara materi cukup bagus dan komparable. Sesungguhnya memang kita muslimin RI dan mungkin juga muslim negara lain, termasuk Saudi Arabia, Pakistan, Malaysia dll perlu belajar dgn apa yg di Rep Islam Iran jalankan dan konsepkan. Iran memang telah berhasil dgn baik walaupun mendapat tekanan luar biasa dari Dunia Barat yg dominan Non Muslim, pasca kejatuhan Syah Iran yg sangat didukung Barat.
    Saya kira sistem pemerintahan dgn menempatkan Pimpinan Ulama sebagai Benteng Kekuasaan Tertinggi dgn menganut sistim Dewan, menunjukkan penghormatan pada Nilai2 Agama dan konsep musyawarah mufakat yang sejalan dengan konsep Islam yang mengutamakan musyawarah & mufakat serta menjunjung Kebijaksanaan dgn Hikmah, yi anggota2 adalah para ahli2 agama, cerdik cendekia dan para fuqaha yg berwawasan keilmuan, keagamaan dan akhlaq.
    Tentang Sunny & Syiah yg terkadang timbul perdebatan, seyogianya kita dekatkan dengan silaturahim dan saling belajar tentang kelimuan dan keagamaan secara ikhlas dan jujur, semata-mata hanya ibadah kepada Allah SWT
    Saya ingin dan sangat merindukan umat Islam bersatu dan membangun diri dgn sebenarnya yi umat Islam oleh umat Islam sendiri dengan segala kemampuan ilmu dan teknologi serta aplikasi yg berpedoman kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah yg sebenarnya. Bilamana ada perbedaan, mk marilah kembali kepada kedua landasan dan arahan dari mu’jizat yg Agung itu.
    Secara pribadi saya pun sedih, mengapa harus terjadi perpecahan paham, padahal akar dan dasarnya jelas harus perpedoman kepada AlQur’an dan Sunnah yg benar yg pastinya tidak akan bertentangan dn AlQur’an.
    Peristiwa masa lalu yg menimbulkan perpecahan bahkan pembunuhan2 terhadap keturunan Rasulullah, khususnya yg berasal dari banu Hasyim, memang sangat menyedihkan dan sangat tidak masuk akal. Mengapa harus terjadi. Hal ini dilakukan oleh sesama muslim sendiri, bahkan mereka menamakan diri bagian dari para sahabat Rasulullah SAW. Terkadang timbul berbagai pertanyaan2, mengapa ahlul bait dan keturunan Rasulullah itu harus dibunuh. Ada apa sebenarnya yg terjadi dimasa itu…
    Kewajiban kita sekarang, mari bersatu kembali seluruh dan sesama muslim. Kita berbagi ilmu dan kebaikan2 untuk membangun kejayaan Islam dan umat Islam tanpa kecuali.
    Walaupun kini sebagian besar muslim sedang bertekuk lutut dibawah kendali Barat, namun SEMOGA peristiwa dan artikel ini bisa menyadarkan kita untuk saling menguatkan Persatuan dan Persaudaraan muslim serta memperkokoh solidaritas dan silaturahim kita dengan sesama muslim. Jangan lagi marah dan mudah membakar emosi yg berlebihan. Tetapi mencintai Islam, dan Islam ala ya’lu wala yu’la alaih [Islam adalah segala-galanya]. Mari nomer satukan kepentingan Islam dan umat Islam. Kita saling menolong Sdr2 muslim kita dimanapun dan menguatkan persatuan dan silaturahim serta persaudaraan dan solidaritas kita. Lihatlah Palestina yg dikoyak2 dan dicabik2, di Iraq, di Afghanistan [yg dijajah Barat/ As & sekutu2nya serta para antek2nya laknatullah, di Somalia, di Moro, di Kashmir, di Chesnia dll diseluruh dunia di-cabik dan dilanda penindasan dan perpecahan.
    Maafkan sy yang dhoif dan faqir dan tak berilmu. Namun mari kita gandeng tangan dgn ikhlas, tanpa menyombongkan diri dan menghinakan yang lain. Kalau bisa dieliminir permasalahan2 yg mazhabiah atau apapaun namanya yg mengandung sifat2 perpecahan atau menghinakan satu dgn yang lain atas sesama muslim. Kembali Islam yang satu seperti zaman Rasulullah. Islam yg hanya kepada Kitabullah dan Sunnah yg sejalan dgn Kitabullah. Mari saling belajar dan menghormati. Mari bergandengtangan dan bersalaman. Salam… Salaam… Sdrku semua muslimin… Bersatu.. bersaudara… bersilaturahim… dan solidaritas… dengan utuh.. dan teguh.. untuk kejayaan Islam dan umat muslimin.. Kita selesaikan permasalah Umat dan bangsa dan negara tanpa dipisah-pisahkan dengan sebaik-baiknya. Amin. Wassalam

  17. Robyone Maret 19, 2014 pukul 1:46 am

    yg tersinggung adalah hanya org2 yg Telah makan Kotoran Anjing yg di Lemparkan oleh para Penulis2 BAYARAN para Wahabi Arab..
    hngga jd darah & Daging..

    Sulit bg Mereka untuk berLaku ADIL..
    Hidup Republik Islam Iran..
    Sya Bukan Sunni \ Bukan Syiah hnya seorang Islam & Muslim yg berAKAL..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: