Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

31 – 23 = 8 | Hitung-hitungan cawapres pendamping SBY

Apa hubungannya 31 -23 = 8 dengan cawapres pendamping SBY? Ternyata itu ada bahkan dengan tanpa saya sadari. Ini bermula ketika saya membaca status pak Andri, salah seorang dosen saya, di facebook yang bertuliskan kurang lebih “31 -23 = 8 …….” [ada lanjutannya tapi lupa saya]. Cling, langsung saya tersenyum dalam hati. Benar juga tuh hitung-hitungannya. 31 [baca=Partai Demokrat] dikurangi [baca=ditalak/cerai] 23 [baca=Golkar] = 8 [PKS]. Jadi setelah Demokrat dan Golkar bercerai, yang mana dengan kata lain SBY-JK pisah, seharusnya PKS-lah [entah siapa orangnya] yang naik mendampingi SBY.

Secara keseluruhan sudahlah, saya minta SBY segera saja mengumumkan siapa cawapres pendampingnya. Tidak perlu ada lagi yang perlu ditunggu menurut saia. Koalisi Demokrat-PKS-PKB sudah lebih dari cukup untuk mengajukan calon. PAN dan PPP yang masih agak ragu ya biarkan saja, nanti juga merapat sendiri. Yang jelas Golkar dan JK sudah tidak usah ditunggu. Sudah jelas mereka justru lebih merapat ke PDIP dkk yang nyata-nyata di sana konflik kepentingannya lebih tinggi. Koalisi besar yang konon terdiri dari PDIP-Golkar-Hanura-Gerindra tidak akan kuat koq.

Bayangkan saja koalisi itu terdiri dari partai yang masing-masing mengusung calon presiden sendiri. Mana mau mereka mau mengalah. Kondisi awal tadinya koalisi itu hanya terdiri dari tiga partai yaitu PDIP-Gerindra-Hanura. Bayangan calon yang akan diusung sepertinya pasangan Mega-Prabowo. Eh, tiba-tiba Golkar masuk. Kalau ternyata PDIP lebih mempertimbangkan Golkar sebagai mitra koalisi utama tentu Gerindra dan Hanura akan terlecehkan karena merekalah yang lebih dulu merapat bukan Golkar. Sebaliknya jika PDIP lebih memilih Gerindra dan Hanura tentu Golkar akan berteriak bahwa suara dia lebih banyak daripada Gerindra-Hanura. Lihat kan? Percayalah koalisi itu tidak akan kuat. Koalisi itu hanya akan semakin mengukuhkan adagium bahwa tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang ada adalah kepentingan abadi.

Kembali ke SBY dan PKS, saia kira SBY memang layak mempertimbangkan orang PKS sebagai cawapresnya. Bukannya saia memihak, secara logika memang harusnya seperti itu. PKS dan PKB sangat setia pada Demokrat dan cukup dini menyatakan kesediannya berkoalisi dengan Demokrat. Secara etika politik seharusnya calon dari dua partai itulah yang dipilih menjadi cawapres. Yang lebih menguntungkan memang PKS karena suara mereka lebih tinggi dan kadernya konon sangat loyal dan militant. Hal itu lebih baik dari PKB yang kadernya lebih banyak tradisional.

Memang ada wacana kalau SBY memilih orang PKS nantinya akan menggembosi SBY dan Demokrat saat Pemilu 2014, tapi menurut saia tidak sepert itu. Kalaupun kelak duat SBY-PKS sukses nama SBY sebagai presiden-lah yang terangkat. Bukti nyata di aceh kan seperti itu. JK yang notabene sukses menciptakan perdamaian di Aceh lewat perjanjian Helsinski toh tidak bisa mengangkat perolehan partai disana. Justru Demokrat yang lebih unggul di sana. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran aka nada penggembosan terhadap SBY ata Demokrat sebenarnya. Sukses dan gagal sebuah pemerintahan Presiden-lah yang akan menanggungnya kelak.

Dulu saia sempat agak sepakat untuk SBY mencalonkan wapres dari independen atau internal partai. Tapi setelah dipikir-pikir itu ternyata tidak terlalu bagus. Seperti yang pernah dikatakan Tifatul Sembiring, kalau wapres dari independen ketika presiden berhalangan tetap dukungan terhadap dia di parlemen akan sangat sulit. Partai akan ogah mendukung dia karena toh dia bukan siapa-siapa saya inih. Selain itu jika cawapres dari internal Demokrat kemungkinan akan timbul gejolak di intern koalisi. KOq egois sekali sih Demokrat ini, mungkin begitu yang aka nada di benak anggota koalisi.

Kesimpulannya memang akan lebih baik SBY memilih cawapres dari parpol. Cawapres yang paling kuat ya dari PKS itu, apalagi ditambah hitung-hitungan nomor partai yang secara tidak sengaja bisa pas seperti itu [31 – 23 = 8]. Dan lagi pendukung duet SBY-HNW di fesbuk ternyata cukup banyak. Grupnya saat ini sudah menembus angka 70.000an anggota dari target satu juta. Jadi yang mengharapkan SBY-HNW juga sebenarnya cukup banyak.

Bola di tangan SBY sekarang. Semakin cepat bergerak [mengumumkan pasangannya] saia semakin baik.Masyarakat juga pasti akan terkesan. Jadi, monggo bergerak pak SBY.

Semoga bermanfaat

9 responses to “31 – 23 = 8 | Hitung-hitungan cawapres pendamping SBY

  1. ahya al qadr April 30, 2009 pukul 12:05 am

    Assalamu’alaikum
    salam kenal, wah keren juga tuh perhitungannya.. jadi DELAPAN (PKS) TOH yang pantes dampingi TIGA SATU (DEMOKRAT)mmm…

  2. Blogger Senayan April 30, 2009 pukul 6:09 am

    salam kenal
    wah asyiik juga nich
    tukeran link yuuu
    tx

  3. taUbat April 30, 2009 pukul 7:41 am

    Salut pengamatan yang luar biasa.

    Bermakna yang jauh dan dalam.

    selamat berkreatifitas dan berinofasi kembali.

    salam.

  4. il April 30, 2009 pukul 9:55 am

    Teliti banget nih ngamatinya..

    jadi pantes 8 ngancam keluar klau 28 masuk..
    31+23=54, partai 59 kan ga ada..
    31-8=23, 31 emang harus milih salah satu..

  5. sondher Mei 4, 2009 pukul 5:42 pm

    pks mah gila kekuasaan

  6. Faiz Mei 7, 2009 pukul 8:03 am

    ehm…siiiip bro….
    cocok ente jadi pengamat politik….^_^

  7. dede Mei 9, 2009 pukul 9:21 pm

    ASS..
    ikut nimbrung yah…
    bukanya aku fanatik sama partai,,
    menurutku partai apa saja boleh,tapi sebaiknya dari sosok seorang ahli ekonomi.
    coba kita liat,,
    bung hatta adalah seorang ekomom hebat,dan JK juga tidak kalah hebat…
    ohya,mohon diralat tentang pemerintahan sukses karna presiden.memang benar yang dapat pamor tetap presiden tapi hasil didapat dari kerja team.baik dari wakil presiden maupun mentri2.
    kalo menurutku sebaiknya SBY mencari pasangan dari partai besar yang memiliki massa yang fanatik dan dari partai itu pula dia harus mencari sosok ekonom yang hebat.
    sebenarnya JK sangatlah menuju kearah itu,tapi kalo JK sudah berani lepas justru dia yang nantinya akan kalah.
    dan pastinya dia akan mengecewakan massa dari partainya.

  8. Roefar Priest Mei 11, 2009 pukul 8:41 am

    itung-itungan yang bagus tetapi bisa mendekatkan kepada syirik. Jangan terlalu yakin terhadap prediksi…, bisa-bisa kita kecewa nantinya. Namun dari informasi yang beredar, Demokrat (SBY) emoh menggandeng cawapres dari PKS…, berdasarkan pengalaman (dari pilpres 2004 dan beberapa pilkada) PKS terlalu memaksakan kehendak, mendikte dan tak tahu diri katanya…. Benarkah? mari kita introspeksi…

  9. agung Mei 14, 2009 pukul 9:45 am

    bagus tuh..
    tapi intinya semua ada ditangan capres itu sendiri
    hidup sby_hnw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: