Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Kenapa Golkar Bisa Kalah??

PIDATO POLITIKSeperti yang sudah saia janjikan kemarin, maka hari ini kita akan sedikit membincangkan kenapa Golkar bisa kalah di Pemilu 2009 ini. Kekalahan Golkar ini memelesetkan prediksi saia yang memperikarakan bahwa Gokar-lah yang akan memenangkan Pemilu. Posisi Golkar di pemilu ini baik berdasarkan real count KPU atau quick count lembaga survey diperkirakan berkisar di posisi angka dua atau tiga. Bersaing ketat dengan PDIP

Berdasarkan pengamatan saia ada beberapa penyebab kenapa Golkar bisa kalah, disamping atas kecemerlangan Demokrat dan SBY. Karena JK adalah pasangan SBY di pemerintahan Indonesia, maka mau tidak mau penyebab kekalahan Golkar yang saia sebutkan di sini banyak berhubungan atau diperbandingkan dengan Demokkrat. Akan tetapi sebelumnya sekali lagi, ini hanya analisis sok tau pandangan saia pribadi, yang bukan merupakan pengamat politik, akan tetapi hanya mahasiswa biasa yang kebetulan peduli pada nasib bangsa [hayah, lebay].

  1. Tidak berhasil mencitrakan bahwa Golkar berperan atas kesuksesan pemerintah saat ini

    Kenapa Golkar bisa menang saat pemilu 2004 tapi kalah di pemilu sekarang? Jawabannya simple, dulu Golkar sebagai partai pengusung pemerintahan Soeharto berhasil mencitrakan diri bahwa pada zaman pak Harto keadaan sangat baik. Harga-harga murah, Indonesia begitu dihargai bangsa lain, keamanan stabil dan sebagainya. Bandingkan dengan pemerintahan Megwati yang cukup berantakan. Akibatnya timbul perasaan dari rakyat yang ingin kembali ke zaman-zaman itu. Itulah kenapa Golkar saat pemilu 2004 banyak dipilih oleh warga lagi. Rakyat berharap kembali hidup nyaman. Nah sayangnya Golkar setelah berkuasa lagi [menguasai parlemen dan Ketua Umumnya jadi wapres], tidak berhasil mencitrakan bahwa mereka juga berperan atas suksesnya pemerintah saat ini. Semuanya seolah dicitrakan adalah keberhasilan SBY semata. Itulah mengapa suara rakyat yang tadinya memilih Golkar beralih ke Demokrat. Bukti paling sedrhana ya di TPS saia. Dulu Golkar runner up di TPS saia, sekarang Demokrat yang jadi runner up. Padahal tahun 2004 pemilih Demokrat sedikit sekali [malah sepertinya tidak ada, saia agak-agak lupa]

  2. Tergembosi oleh Gerindra dan Hanura

    Seperti yang kita tahu, Prabowo dan Wiranto adalah pentolan Golkar yang mencari peruntungan lewat partai baru mereka. Gerindra sebagai kendaraan politik Prabowo dan Hanura sebagai kendaraan politk Wiranto ternyata cukup berhasil dalam pemilu sekarang. Hasil Quick Count LSI menyebutkan bahwa Gerindra memperoleh suara 4,16% dan Hanura 3,47%, sementara Golkar di kisaran 14,90%. Taruhlah jika Prabowo dan Wiranto masih di Golkar dan mengerahkan massa mereka ke Golkar, maka Golkar akan memperoleh sekitar 22%. Hasil itu jelas diatas perolehan Demokrat dan setara dengan perolah Golkar di Pemilu 2004 [21,58%], dan Golkar bisa menjadi pemenang pemilu sekarang. Sayangnya Prabowo dan Wiranto sudah tidak di Golkar lagi dan suara massa beralih ke partai mereka. Seharusnya Golkar lebih menjaga kader-kader terbaik mereka jangan sampai lepas seperti itu

  3. Serbuan iklan yang kurang awal dan materi yang kurang menarik

    Dibandingkan dengan Demokrat yang sudah sejak dini menebar iklan, Golkar terhitung terlambat. Memang iklan yang keluar dari awal akan menghabiskan dana yang banyak, akan tetapi sangat efektif karena akan lekat di benak masyarakat. Itu adalah resiko yang harus ditempuh oleh parpol jika ingin berhasil. Selain kurang awal tadi, materi yang diiklankan Golkar juga kurang menarik menurut saia. Oke swasembada beras yang diiklankan memang sebuah prestasi, tapi swasembada beras saia kira tidak menyentuh lini kehidupan masyarakat. Mayrakat tahunya ya beli beras bukan beras itu produk sendir atau impor. HArusnya pilih program yang lebih mengena seperti BLT atau yang lainnya. Ditambah lagi selain kurang menarik, iklan Golkar kurang bombastis. Lihat-lah Demokrat yang tidak segan menyebut, “pertama sepanjang sejarah“, “pertama sepanjang orde baru“, “BBM turun 3 kali” dan sebagainya. Materi yang lebih kena pada masyarakat plus bahasa yang bombastis dari Demokrat membuat iklan Golkar seolah menjadi bukan apa-apa.

  4. Tidak ada figure yang bisa menarik massa

    Tanpa bermaksud melecehkan, JK sebagai figure utama Golkar saia kira kurang cukup berwibawa sebagai pemimpin. Perawakan JK cukup kecil dan kalau berbicara sangat cepat. Bandingkan dengan SBY yang tinggi dan kalau berbicara teratur dan mudah dipahami. Mungkin itu karakter orang per orang, tetapi figure adalah organ yang sangat penting dari partai di Indonesia. Nah dengan kondisi yang ada, saia kira JK tidak berhasil mejadi figure di Golkar yang bisa menarik massa. Figur lain yang ada seperti Sultan HB, Akbar Tandjung, Surya Paloh dan lainnya juga kurang menarik massa. Sultan HB mungkin bisa menarik massa, tetapi sangat terbatas di Jawa dan sayangnya dia sudah mencalonkan diri sebagai presiden tanpa restu Golkar sehingga hubungan dengan Golkar menjadi tidak terlalu erat lagi. Akbar Tandjung malah sudah tidak aktif lagi di Golkar sementara Surya Paloh juga tidak jelas. Golkar menjadi terlihat tidak punya figure kuat yang bisa diandalkan.

  5. Golkar tidak mempunyai strategi matang dalam berkampanye

    Dalam hal ini PDIP patut lebih berbangga daripada Golkar. PDIP punya jualan sembako murah dan kontrak politiknya. Gerindra punya 8 program utama, PKS punya jualan DPR bersih dan Demokrat dengan melanjutkan pemerintahan yang berprestasi. Nah Golkar jualannya apa? Tidak jelas. Itu juga saia kira menjadi penyebab suara Golkar berkurang drastis

Lima penyebab itulah yang saia kira membuat Golkar kalah di pemilu ini. Yang jelas pasti saat ini Golkar sedang bingung-bingungnya. Dulu mereka berani menyetujui UU bahwa capres harus diusung parpol dengan suara nasional 25% atau kursi DPR 20% karena mereka berkeyakinan suara itu bisa mereka raih. Ternyata dugaan mereka keliru. Untuk mencalonkan presiden sendiri sekarang mereka tidak bisa. Apalagi ditambah JK yang juga mendeklarasikan maju sebagai presiden. Hubungan dengan Demokrat pasti jadi agak renggang.

Memang dalam politik tidak ada kawan atapun lawan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. Dalam hal ini Golkar sebagai partai yang terbiasa di posisi nyaman di pemerintahan punya kepentingan untuk tetap berada di pemerintahan. Nah sayang nya setelah JK mendeklarasikan diri menjadi capres ,apabila tiba-tiba dia bersedia merapat kembali ke Demokrat untuk mungkin bersedia hanya sebagai wakil SBY, maka citra Golkar dan JK akan benar-benar jatuh. Mereka ibarat menjilat ludahnya sendiri. Ibarat buah simalakama mau nyapres sendiri tidak bisa, tapi balik ke SBY malunya luar biasa. Merapat ke PDIP peluangnya cukup kecil. Entah langkah apa yang akan ditempuh Golkar besok

Sekian, semoga bermanfaat

8 responses to “Kenapa Golkar Bisa Kalah??

  1. golput April 12, 2009 pukul 11:06 pm

    Pemilu tahun ini hanya sebuah permainan tanpa aturan yang jelas.
    KPU telah gagal dalam melaksanakan pemilu yang jujur bersih dan adil

    Uang rakyat telah dihamburkan untuk pesta yang tak berguna

    Demokrat banyak melakukan kecurangan

  2. gurindang April 13, 2009 pukul 12:38 am

    menurutku keseluruhan siyh…
    Golkar, PDIP dan laen2 bisa kalah adalah karena faktor orang-orang UDAH CINTA SBY…
    jadi, iklan yng telat ato gak ada figure ato segala macam menurutku gak begitu pengaruh.kayaknya rakyat gak peduli sama partai, yg mereka tau adalah SBY-nya (sesuai postingan tetangga).

    Itulah pemimpin. Dia harus bisa memimpin rakyatnya, menenangkan rakyatnya walau keadaan kacau balau, memiliki sosok bapak/ibu negara tempat orang bisa mengadu kepadanya. Beruntungnya SBY, dia dicintai rakyatnya.

  3. Asmar Abdullah April 13, 2009 pukul 8:26 am

    Sungguh sayang, kemenangan Demokrat tidak disertai pelaksanaan pemilu yang 100% sukses, sehingga menimbulkan ketidak-ikhlas-an bagi partai-partai lain yang kalah…. Nah, soal Golkar mau ke mana? Ini yang menarik diamati…. Kalau watak oportunis yang mengemuka, mereka pasti merapat ke Demokrat…. Tapi kalau idealisme yang berperan, Golkar akan tetap mengajukan capres dengan berkoalisi dengan partai lain…. (mungkin bukan PDIP) Dan kalau mereka kalah dalam pilpres 2009, ya jadi oposisi di parlemen bersama PDIP….

  4. Ahmad April 13, 2009 pukul 1:07 pm

    Yang jelas rakyat sudah tidak begitu percaya lagi sama Golkar karena mengakomodir kadernya sendiri sudah tidak becus, bagaimana lagi akan mengakomodir suara rakyat, tetap saja kata guamah PKS partai masa depan yang paling solid, walau sekarang belum begitu booming….tunggu saatnya nanti 2014…okay..

  5. il April 13, 2009 pukul 7:15 pm

    Analisanya masuk akal mas, klau menurut saya selisih kemenangan 5 persen dari partai lain bisa jadi gambaran kecintaan orang pada figur SBY, tapi karena kinerja KPU dan anggotanya yg kurang optimal menyebabkan muncul berbagai kecurigaan tindak kecurangan pemilu. semua partai yg kalah mengungkit2 kesalahan DPT dan proses2 kerja KPU dlm persiapan pemilu. Demokrat pun tidak luput dari tudingan sengaja melakukan semua ini agar dapat menang dan mencalonkan lagi bapak SBY.
    Namanya juga kalah, semua pemenang pasti dicurigai melakukan kecurangan. Jadi resiko sebagai pemenang adalah akan mendapat banyak musuh yg tidak senang dengan kemenangannya.
    Inilah realita pendidikan politik di Indonesia

  6. caleg GERINDA April 14, 2009 pukul 12:06 pm

    Kenapa Golkar kalah?
    1. karena hanya dapat suara sedikit
    2. karena sudah bukan jaman orba lagi
    3. karena ketua umumnya salah orang
    4. karena saya, keluarga saya, tetangga saya dan keluarganya, teman kerja saya dan keluarganya, teman sekolah saya dan keluarganya, teman main saya dan keluarganya tidak memilih golkar.
    Pemilu yang akan datang Golkar akan lebih kalah lagi kalau sekarang berkoalisi dengan Demokrat lagi.

  7. Yasir Alkaf April 15, 2009 pukul 12:37 am

    Golkar menjadi paling tidak jelas sampai saat ini apakah akan dengan Demokrat atau menjadi oposisi. Terbiasa menjadi partai di pemenrintahan, tapi terlanjur malu kemarin sudah mendeklarasika capres sendiri secara eksplisit. Ikut PDIP peluang menag tidak terlalu besar…

  8. abdul April 17, 2009 pukul 10:10 am

    golkar bangsat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: