Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Antara Prediksi dengan Hasil Lembaga Survey

Masih ingat dengan prediksi saia tentang pemenang Pemilu legislatif? Kalo lupa klik aja di sini. Berkaitan dengan itu Majalah Tempo Minggu ini mengangkat liputan khusus tentang Pemilu ini. Di situ ditampilkan juga profil partai dilengkapi dengan prediksi perolehan suaranya oleh beberapa lembaga survey. Nah ternyata prediksi saia sangat berbeda jauh dengan dengan prediksi lembaga survey itu. Buat perbandingan nih saia buatkan tabelnya:

Nomor urut pemenang Prediksi Saia LSI LIPI, LP3ES, CSIS, Puskap UI
1 Golkar Demokrat [24,3%] Demokrat [21,5%]
2 PDIP PDIP [17,3%] PDIP [15,51%]
3 Demokrat Golkar [15,9%] Golkar [14,27%]
4 PKS PKS [5,3%] PPP [4,1%]
5 PPP PKB [5%] PKS [4,07%]
6 PAN PPP [5%] PKB [3,2%]
7 Gerindra Gerindra [4%] PAN [2,91%]
8 PKB Hanura [2%] Gerindra [2,6%]
9 PDS PKNU [1,7%] Hanura [1,6%]
10 PBB/PBR

Ternyata Golkar, partai “unggulan” saia diperkirakan oleh LSI dan LIPI dkk hanya di posisi tiga. Hasil survey mereka justru menempatkan Partai Demokrat di posisi teratas dengan perolehan suara di atas 20%, yang berarti mereka bisa mencalonkan presiden sendiri. Prestasi yang sangat hebat kalau hasil survey itu benar-benar terjadi.

Hasil survey dengan prediksi saia benar-benar beda. Akan tetapi paling tidak ada persamaan antara tidak prediksi saia dengan survey mereka, yaitu sama-sama tidak menempatkan PDIP sebagai jawara melainkan hanya runner-up saja. Berarti hati-hati tuh Bu Mega, jangan terlalu optimis.

Tidak penting siapa yang benar karena toh ini Cuma prediksi dan hasil survey. Saia hanya mengandalkan intuisi sementara mereka berdasarkan survey. Kalau mereka yang benar ya wajar, mereka bergeraknya dengan metodologi. Akan tetapi kalau saia yang benar, berarti itu membuktikan ketajaman analisis saia hanya kebetulan saja.

7 responses to “Antara Prediksi dengan Hasil Lembaga Survey

  1. taUbat April 3, 2009 pukul 9:34 pm

    Ini kan baru prediksi yach anggaplah syah2 saja, tapi perlu di ketahui juga sekarang Lembaga Survey, sudah tidak mendapat kepercayaan lagi di masyarakat karena masyarakat sekarang sudah cerdas bahwa hasil Survey tersebut diadakan kerena adanya pesanan Partai2 tertentu.

    Bisnis Lembaga Survey sekarang sedang menjamur masalahnya menggiurkan/menjanjikan dari penghasilannya.

    yach selamatlah berprediksi ……………. tapi janganlah jadi Fitnah.

  2. Yasir Alkaf April 3, 2009 pukul 10:37 pm

    Kalo prediksi saia murni mas, ga ada pesanan. Karena saia hanya mengandalkan intiuisi saja
    hehehe

  3. gurindang April 4, 2009 pukul 8:19 am

    dihhh….lg2 PDIP…huhuhu

  4. bay-kun April 7, 2009 pukul 1:12 pm

    nganu, survey sekarang dan hasil pemilu mungkin bisa berbeda drastis…
    namanya juga manusia bisa berubah suatu saat…

  5. Yasir Alkaf April 8, 2009 pukul 10:39 pm

    jadi, mari kita tunggu hasil quick count besok…
    hehe

  6. Lowongan Kerja April 10, 2009 pukul 10:53 pm

    Tragis jika PKS betul2 berkoalisi dengan SBY bahlul si pelindung bisnis kafir, saatnya PKS merapat ke partai2 Islam lainnya yang telah mereka gembosi suaranya dan berjuang bersama mereka untuk kemshalahatan umat. INSYA ALLAH!

    Buktikan bahwa dana umat yang telah disedot untuk iklan politik PKS memang benar2 untuk kepentingan umat Islam, bukan kepentingan petinggi PKS saja, buktikan hijaumu PKS!
    Jangan biarkan dirimu dianggap sebagai partai pragmatis dan oportunis, itu memalukan!

    Buat para kader, saatnya kita mawas diri dan berkaca kembali akan manuver2 petinggi PKS yang haus kekuasaan saat ini, mari kembali melayani masyarakat dalam tatanan bermasayarakat yang lebih Islami, daripada sekedar tercuci otak dan terjebak dalam permainan partai!
    Tujuan kita awalnya mendukung PKS adalah untuk mengagungkan Islam, bukan untuk kepentingan kekuasaan para petinggi partai, dan sayangnya banyak kader yang tidak menyadarinya!

  7. lutpay April 17, 2009 pukul 2:28 pm

    widih, SBY juga ogah deh koalisi sama partai yang plin-plan, kemarin bilang mau koalisi, sekarang karena Golkar mau koalisi, jadi mengancam cabut koalisi, apa karna masalah kekuasaan? PKS, bersikaplah dewasa. Tujuan koalisi adalah bersatu untuk jadi pemimpin, dan pemimpin yang memajukan kesejahteraan rakyat. Jadi apa salahnya sama-sama membangun koalisi memajukan kesejahteraan rakyat. Saya juga orang Islam dan mengagungkan Islam tapi saya menghargai orang non-Muslim diluar sana, bahwa pemimpin yang akan berkuasa nanti bukan hanya bertugas untuk mensejahterakan rakyat Islam, tapi mencakup seluruh agama, seluruh suku, satu negara ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: