Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Obrolan tentang si Dukun Cilik

Lama tak bersua karena kesibukannya masing-masing, Ahmad, lik Warjo dan pak Slamet kembali bersua di angkringan kang Markoum. Kebetulan saat itu lagi heboh-hebohnya kisah tentang Ponari si Dukun Cilik dari Jombang. Tiga orang itu pun turut memperbincangkan masalah itu.

“Perasaan dari kemarin-kemarin sudah banyak pengobatan alternative tapi koq khusus si Ponari ini orang-orang pada heboh banget ya? Apa istimewanya sih si anak itu, sampai-sampai ada yang meninggal demi mendapat air kobokan si Ponari?” tanya lik Warjo sambil mengambil sepotong kepala ayam untuk lauk nasi kucingnya.

“Wahahaha, iya ya lik. Saya juga heran sama orang-orang itu. Tapi ngomong-ngomong Jombang lagi tenar ya sekarang. Setelah kemarin ada Ryan si Penjagal sekrang gantian muncul Ponari si Dukun Cilik” jawab Ahmad sambil tertawa.

“Wah kalo itu si kebetulan aja mas Ahmad” gantian pak Slamet yang menjawab.

“Menurut pak Slamet yang seperti itu syirik nggak sih pak Slamet?” tanya lik Warjo serius.

“Wah kalo menurut saya itu jelas banget syirik. Lha wong batu koq dipercaya bisa menyembuhkan. Trus lama-lama orang-orang juga makin mempercayai sesuatu yang makin tidak jelas. Masa air got bekas Ponari juga dianggap ampuh? Sungguh sangat tidak rasional. Jangan-jangan kelak si Ponari malah dianggap sebagai dewa tuh” sela Ahmad tak kalah serius.

“Yee, orang yang saya tanya pak Slamet koq malah mas Ahmad yang jawab” kata lik Warjo sambil tersenyum.

“Hehe maklum, sudah naluri lik. Pengin nyela-nyela omongan orang. Ya sudah monggo pak Slamet gimana menurut njenengan” ujar Ahmad santai.

“Sebelumnya saya kembalikan dulu ke lik Warjo, menurut sampeyan syirik itu apa sih? Mas Ahmad juga boleh ikutan jawab koq” tanya pak Slamet.

“Syirik itu setahu saya ya menyekutukan Tuhan. Menganggap ada orang atau sesuatu yang mempunyai kemampuan sama seperti Tuhan” jawab lik Warjo.

“Saya juga sepakat dengan lik Warjo. Dalam kasus ini orang-orang sudah melakukan syirik karena menganggap batu itu bisa menyembuhkan penyakit. Padahal pada hakekatnya hanya Tuhan-lah yang bisa menyembuhkan penyakit” kata Ahmad turut serta berdiskusi.

“Ooh gitu. Mari kita coba bandingkan sebentar. Apa bedanya saat kita sakit trus pergi ke dokter sambil berkata ‘pak dokter tolong sembuhkan saya’ dengan misalnya kita pergi ke Ponari sambil berteriak histeris ‘Ponari Ponari sembuhkan kami..’? Atau apa bedanya saat kita pusing trus beli bodrex dan berkata ‘wah obatnya manjur banget pusing saya langsung sembuh’ dengan pergi ke Ponari dan berkata ‘wah batunya Ponari sakti banget bisa nyembuhin penyakit’?” tanya pak Slamet sambil bertanya pada Ahmad dan lik Warjo.

Ahmad dan lik Warjo terdiam mendengar penuturan pak Slamet. Mereka tampak bingung untuk mencari jawaban atas pertanyaan pak Slamet. Suasana menjadi hening sejenak.

“Wah bingung juga saya pak. Keduanya sebenarnya sama saja. Sama-sama meminta bantuan orang dan benda” kata lik Warjo

“Justru beda lik. Ketika kita meminta bantuan dokter atau obat semua itu kan rasional dan ilmiah. Nah kalau bantuan si Ponari atau itu kan ada nuansa mistis di dalamnya. Dan saya kira nuansa mistis itu yang menjadikan si Ponari menjadi terlalu dieluk-elukkan oleh orang-orang. Kemudian selain itu batu Ponari juga rawan dianggap sebagai batu sakti yang mempunyai tuah. Rawan sekali syirik itu. Kalo obat kan lain. Setahu saya tidak pernah ada tuh yang menganggap obat pusing sebagai barang sakti, sehingga obat tidak rawan syirik” jawab Ahmad panjang lebar.

“Begini mas, bukannya tadi mas mengatakan yang namanya syirik itu diantaranya menganggap batu bisa menyembuhkan? Lha trus apa bedanya dengan obat yang dianggap bisa menyembuhkan juga? Koq tidak dianggap syirik? Padahal apa bedanya? Okelah obat mungkin memang lebih rasional dan ilmiah sedangkan batu Ponari terkesan mistis, namun ketika batu itu ternyata secara ilmiah bisa terbukti bisa menyembuhkan apakah berarti nilai kesyirikan batu itu otomatis hilang?” tanya pak Slamet kepada Ahmad bertubi-tubi

“Ya nggak lah pak. Menganggap batu mempunyai KEKUATAN MEYEMBUHKAN itulah yang lebih tepat dikatakan syirik” kata Ahmad lagi

“Wah semakin berputar-putar kita. Kembali lagi ke apa yang saya katakana tadi. Apa bedanya dengan menganggap obat mempunyai kekuatan penyembuhan. Bahkan keampuhan obat yang bisa dibuktikan dengan secara ilmiah malah bisa membuat kesyirikan semakin meningkat karena kita menganggap obatlah penyembuh kita. Bukannya seharusnya Tuhanlah yang menyembuhkan bukan obat atau batu” kata pak Slamet.

Obrolan dua arah antara pak Slamet dan Ahmad memang cenderung berputar-putar. Lik Warjo ang dari tadi diam memperhatikan pun akhirnya turut menyela.

“Ya ya ya. Saya sepertinya sudah paham dengan maksud pak Slamet” sela lik Warjo

“Nah tuh. Lik Warjo saja paham. Coba seperti apa pemahaman sampeyan atas argumentasi dan diskusi saya dengan mas Ahmad” kata pak Slamet

“Begini. Baik itu batu, obat, dokter atau Ponari semua itu adalah semacam perantara bagi kesembuhan yang diciptakan Tuhan. Kekuatan penyembuh pada hakikatnya hanyalah dipunyai Tuhan. Hanya saja dalam menyembuhkan itu Tuhan menyampaikannya lewat berbagai macam perantara. Selama kita meyakini bahwa kesembuhan itu datangnya dari Tuhan, tak peduli lewat batu, air, obat atau yang lainnya hal itu bukanlah syirik. Bukan begitu pak Slamet?” kata lik Warjo sekaligus bertanya pada pak Slamet.

“Kalau itu sih saya juga paham lik. Tapi pengobatan macam Ponari yang rawan syirik tidak bisa diremehkan begitu saja. Keberagamaan orang-orang mungkin belum sematang pak Slamet atau lik Warjo sendiri. Saya yakin banyak diantara pasien Ponari yang masih meyakini bahwa batu atau bahkan Ponari-lah yang menyembuhkan mereka bukan Tuhan, meskipun keyakinan itu cuma terbesit sejenak saja.” kata Ahmad tak mau kalah.

“Ya memang harus diakui hal itu memang sangat mungkin terjadi. Kultur masyarakat kta memang seperti itu. Mudah percayadan kagum dengan hal-hal gaib. Coba saja dengar kisah-kisah Nabi yang dibacakan kepada anak-anak. Kebanyakan lebih diekspos kepada mukjizat mereka, bukan kepada apa yang diajarkan mereka. Begitu juga dalam level yang lebih sempit di nusantara. Kisah tentang walisongo lebih popular sisi gaibnya daripada inti dari ajaran mereka. Itu kan bukti bahwa hal-hal gaib memang sangat menarik bagi masyarakat kita” kata pak Slamet.

“Yang jelas point yang ingin saya katakan adalah janganlah kita begitu mudah mengatakan syirik kepada seseorang. Mungkin pengobatan ala Ponri rawan syirik tapi bukan berrti itu syirik. Selama mereka tidak meyakini bahawa kesembuhan mereka berasal dari batu itu saya kira itu bukan syirik” kata pak Slamet lagi

“Terus apakah pengobatan ala Ponari itu salah pak, dalam artian perlukan pengobatan itu diteruskan atau tidak? Soalnya sudah banyak korban yang berjatuhan dan masyarakat di sana semakin tidak rasional saja?” tanya lik Warjo

“Saya kira Ponari adalah efek dari kesalahan system yang ada di negeri kita. Pertama, masyarakat sudah jenuh dengan pengobatan normal yang sudah biayanya sangat mahal tapi kadang tidak manjur rawan malpraktek pula. Ketika ada pengobatan lain yang konon sangat manjur langsung saja hal itu diserbu banyak orang. Kedua, seperti yang sudah saya katakan tadi, kebiasaan membicarakan hal-hal gaib yang bahkan mungkin berada dalam koridor agama sudah sangat terbiasa. Akibatnya masyarakat jadi sangat mudah tertarik kepada sesuatu yang berbau gaib. Ketiga, yang ini sangat local bagi masyarakat sekitar Ponari. Uang yang sekarang merupakan segalanya membuat praktik Ponari tidak bisa dihilangkan begitu saja. Perputaran uang yang konon mencapai satu milyar per hari tentu memuat warga sekitar pikir-pikir untuk menghentikan praktik Ponari. Adanya Ponari malah mengangkat derajat perekonomian warga sekitar. Warga yang mendapat durian runtuh seperti itu dan mungkin sudah bosan dengan kemiskinan pasti akan tidak setuju jika praktik Ponari dihentikan begitu saja” kata pak Slamet panjang lebar

“Wah-wah, komplek sekali ya masalah ini? Bisa semalaman kita membahas ini.” Kata lik Warjo

“Ya begitulah” jawab pak Slamet

Dan obrolan itu pun masih berlangsung sampai malam menjelang

-fin-

Ingin tahu obrolan pak Slamet, lik Warjo dan Ahmad yang lain? Silahkan klik halaman ini: https://yasiralkaf.wordpress.com/category/obrolan-tentang/

One response to “Obrolan tentang si Dukun Cilik

  1. gurindang Maret 1, 2009 pukul 9:05 am

    madam gur setuju dengan pak Slamet…

    tp menurut aq,,Slamet juga betul…kebanyakan orang jadinya akan mendewakan Ponari dan menuhankan dia…sampe-sampe, yng sakit leukimia, yng mestinya ditangani secara medis, malah dibawa ke ponari…ya gila donk…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: