Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

The Kite Runner

Dua kali sudah saia menonton film yang cukup menyentuh ini. The Kite Runner, sebuah film produksi Paramount Picture yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Khaled Hosseini. Film ini sendiri diproduksi tahun 2007 yang lalu sementara novel aslinya terbit tahun 2003. Untuk novelnya yang berada dalam Bahasa Indonesia, penerbit Mizan sudah menerbitkannya tahun 2008. Meski demikian saia pribadi belum membaca novel ini baik yang versi asli maupun terjemahan. Oleh karena itu resensi yang saia tulis ini akan lebih berbasis pada film-nya bukan novelnya.

The Kite Runner ini adalah sebuah film yang cukup kompleks yang menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan bahkan juga pengkhianatan antara dua orang sahabat. Film yang mengambil setting di Afganistan ini berkisah tentang Amir dan Hassan, sepasang sahabat beda kasta dan beda ras. Amir yang notabene orang kaya dari suku Pashtun sementara Hassan anak dari pembantu ayah Amir yang berasal dari suku Hazara. Kebanyakan orang Pashtun mengakui bahwa dirinya adalah penduduk asli Afganishtan sementara orang Hazara hanyalah anjing yang mengotori tanah mereka.

Persahabatan dua anak ini sering dicoba dirusak dengan provokasi-provokasi yang dilakukan antagonis rasis bernama Assef. Dia sangat membenci dengan yang namanya ras Hazara. Dia sering mencegat Amir dan Hassan dan mengatakan bahwa Hassan hanyalah peliharaan Amir saja. Dia juga mengatakan sahabat tidak membayar seperti yang dilakukan keluarga Amir pada keluarga Hassan dan berbagai provokasi lainnya.

Suatu ketika persahabatan itu mulai pudar ketika terjadi suatu peristiwa. Pasca perlombaan adu layang-layang yang dimenangkan oleh Amir, Hassan mengejar layang-layang yang putus dikalahkan Amir. Tanpa diduga Hassan dihadang oleh gerombolan Assef dan dipojokkan disebuah gang. Di gang itu Hassan dibuat menjadi makhluk yang “kotor” oleh gerombolan Assef. Amir tahu akan kejadian itu dan dia mempunyai dua pilihan apakah masuk dan menolong sahabatnya itu atau lari beitu saja. Dan ternyata ia lebih memilih lari dan meninggalkan sahabatnya itu.

Pilihan itu membuat dirinya merasa bersalah dan membuat ia berusaha menjauhkan Hassan darinya. Hasaan memang pergi namun perasaan bersalah itu tidak serta merta pergi dari benak Amir. Setelah dewasa dan sudah meninggalkan Afganistan-pun memori itu harus terbuka kembali ketika kerabatnya di sana menghubunginya dan memintanya untuk kembali ke Kabul, Afganistan.

Secara keseluruhan saia merasakan sangat tersentuh saat menonton film ini. Bagaimana persahabatan dua insan dari ras yang berbeda diterpa oleh berbagai masalah. Konflik yang terjadi saat pengkhianatan yang dilakukan Amir, suasana ketika Amir harus meninggalkan Afganistan dan saat pulang lagi beberapa tahun kemudian juga sangat menyentuh sekali.

Ada penggambaran yang cukup menarik di film ini. Melalui film ini kita jadi tahu bahwa ternyata kehidupan di Afganistan saat dikuasai komunis Soviet atau rezim Taliban sama buruknya. Kita akan melihat bagaimana pejabat Taliban dengan entengnya menggunakan nama Tuhan untuk menghukum rajam pasangan yang dituduh zina. Dan hukuman itu dilakukan di lapangan sepakbola setelah pertandingan sepakbola itu selesai. Pejabat Taliban juga gemar mengeksploitasi seksual anak kecil baik itu laki-laki maupun perempuan terutama dari suku Hazara.

Yang cukup aneh Taliban juga membuat sesuatu yang sunah menjadi wajib-yang-melebihi-wajib dengan semisal adanya polisi jenggot. Selain itu Taliban juga menghilangkan tradisi adu layang-layang yang menjadi tradisi di Afganistan dan menjadikan suasana di Afganistan menjadi begitu suram

Secara keseluruhan saia merekomendasikan film ini untuk ditonton. Sebuah film yang tidak hanya menampilkan hiburan semata, akan tetapi juga sarat akan makna.

Nb: Setelah nonton film ini saia jadi sangat ingin menbaca novel-nya karena penggambaran antar film dan novel biasanya berbeda. Ada yang punya bukunya??

8 responses to “The Kite Runner

  1. zairiz Januari 27, 2009 pukul 1:10 pm

    pa ada softcopy nya nggak??
    copy donkssss
    kayany sedih tuh film nya

  2. Yasir Alkaf Januari 27, 2009 pukul 3:29 pm

    Ada koq softcopy-nya di laptopkuh

    Ternyata setelah mencoba cari di 4shared ternyata ada e-book-nya yg English Edition. File-nya juga lumayan kecil, hanya 584 kB. Skrg lagi dibaca ni. Agak repot karena kadang harus buka kamus tapi ga masalah daripada beli Rp 64.000

  3. gurindang Januari 28, 2009 pukul 2:57 am

    minta dunk…ngopy…

    aku udah baca novelnya, tapi rada lupa siyh, udah lama soalnya…emang menyentuh banget Di [di novel], tentang riwayat Hassan, tentang afganistan, tentang kasih sayang diantara tokoh-tokohnya. huhuhuhu.

  4. h317di April 5, 2009 pukul 8:40 am

    di 4shared dah ada tu gan versi bahasa indo, sedot aja.

  5. Yasir Alkaf April 5, 2009 pukul 3:31 pm

    wah udah terlanjur beli je
    ^_^

  6. Aiman gayatri April 14, 2009 pukul 3:19 am

    Saya nangis bc novelnya.. Huhu. Emg bgus. Pnggambarannya detail. Sgt menyentuh..

  7. lexi Mei 18, 2009 pukul 1:28 pm

    hy lam knal ya…
    lagi iseng2 baca artikel di kompas eh nyasar ke sini bis googling kite runner..
    jadi penasaran…so i’ll check it out at 4shared..thanx

  8. Yasir Alkaf Mei 18, 2009 pukul 5:50 pm

    salam kenal juga. setelah baca the Kite Runner, jgn lupa baca juganovel Khlaid Hussaini yg lain. Judulnya a Thousand Splendid Suns. Ceritanya keren juga dan masih mengambil setting Afghanistan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: