Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Obrolan tentang Wahyu Lia Eden

“Owalah dunia-dunia. Tambah gila saja dunia ini. Lia Aminudin atau si Lia Eden kembali dapat wahyu. Kali ini wahyunya malah lebih luas, tidak hanya ditujukan pada pengikutnya saja tetapi kepada seluruh rakyat Indonesia. Agama-agama di dunia terutama Islam terhapus dengan adanya agama dia. SBY dan POLRI diancam karena tidak mendukung dia. Benar-benar gila itu orang” kata lik Warjo setelah membaca Koran KR di rumah pak Slamet

“Hahaha, serius banget lik. Biarin saja itu orang. Ntar juga capek sendiri. Agama yang nggak logis pasti nanti akan mati sendiri koq. Nyatanya pengikut si Lia Eden toh masih orang yang itu-itu aja kan. Cuma ada 26 orang itupun ditambah anak kecil. Berarti kan agama dia tidak menarik massa dan berarti pula agama dia tidak benar. Soalnya kalau agam dia benar pasti banyak pengikutnya” sahut Ahmad

Sore ini memang Ahmad dan lik Warjo memang sedang silaturahim ke rumah pak Slamet. Ceritanya malam nanti pak Ahmad mendapat giliran arisan warga, jadi lik Warjo dan Ahmad bantu-bantu pak Slamet.

“Tapi ini penting banget lho mas, karena menyangkut yang namanya akidah kita sebagai umat Islam” sahut lik Warjo sambil mengambil pisang goreng yang disajikan bu Slamet

“Nah inilah kelebihan atau justru malah kekurangan umat Islam. Sukanya reaktif. Coba lik Warjo baca lagi isi wahyunya tadi. Yang dihapus sama Tuhannya Lia Eden itu kan semua agama, tapi coba lihat siapa yang beraksi? Cuma umat Islam aja kan? Terutama Habib Assegaf dari Gerakan Umat Islam Indonesia itu. Umat agama lain? Diam aja tuh. Mereka jauh lebih logis karena tidak perlu menanggapi wahyu yang nggak penting itu. Seharusnya kita juga seperti itu nggak usah-lah ditanggapi. Kalau ditanggapi justru malah lebih eksis. Anggap saja angin lalu.” jawab Ahmad sambil mengambil pisang goreng juga.

“Kalo saya pribadi setuju dengan mas Ahmad. Nggak usahlah kita tanggapi secara berlebihan apalagi ditambahi sikap anarkis. Saya berkata demikian soalnya katanya Habib Assegaf itu sebelumnya sudah menyiapkan 800 orang untuk menyerbu rumah Lia Eden. Nggak perlu seperti itu. Kita tanggapi secara proporsional saja. Adalah sangat wajar apabila sebuah agama akhirnya melebarkan sayapnya dengan menghapus agama lain juga melebarkan dakwahnya ke seluruh negeri tertama kepada penguasa negeri” sela pak Slamet sang tuan rumah

“Weleh weleh. Ceritanya saya dikeroyok nih? Masa nggak ada orang Islam di sini yang sependapat dengan saya. Dimana rasa cinta kalian terhadap agama kita ini?” kata lik Warjo.

Perkataan lik Warjo sangat serius tapi sebenarnya diucapkan dengan santai. Lik Warjo juga berkata sambil tersenyum.

“Hahahaha. Lik Warjo sukanya serius banget niy” jawab Ahmad sambil tertawa demi mendengar perkataan lik Warjo barusan.

“Jadi gini lik. Setiap agama pasti dan harus mendakwahkan ajarannya ke semua orang, Cuma hal itu memang harus dilegalkan dulu lewat wahyu Tuhan. Ingat dulu Nabi kita Nabi Muhammad juga seperti itu. Pertama beliau berdakwah ke keluarganya saja. Kemudian setelah turun surat Muzammil beliau-pun mendakwahkan Islam ke semua orang. Nah di sini Lia Eden tampaknya sudah dititahkan tuhannya untuk mendakwahkan ke semua orang” terang pak Slamet

“Tapi Undang-undang melarang seseorang mendakwahkan agamanya secara frontal ke umat lain lho pak” sela Ahmad

“Nah itulah resiko bagi pengikut agama yang turun di era modern. Dia tidak bisa berdakwah semau-mau. Banyak UU yang mengawalnya. Terutama seperti yang dikatakan mas Ahmad tadi” jawab pak Slamet

“Okelah semua agama pasti akan mendakwahkan agamanya. Tapi apakah perlu sampai harus mengancam Presiden dan Negara ini? Katanya negeri ini akan kacau balau lho kalo nggak tunduk pada dia?” tanya lik Warjo

“Pertanyaanya saya balik. Agama mana yang tidak mengancam bahwa yang tidak mengikuti agamnaya akan selamat juga? Semua agama pasti mempunyai konsep pahala dosa serta surga neraka. Bahwa yang tidak mengikuti mereka pasti akan celaka dan sebagainya. Lia Eden ternyata juga punya konsep itu bagi yang tidak mengikuti ajarannya” jawab pak Slamet simpel

“Nganu pak Slamet, apa bapak tidak berlebihan tuh? Pak Ahmad koq kelihatan membela Lia Eden banget?” Tanya Ahmad

“Lho koq mas Ahmad malah jadi berubah haluan. Gini lho saya bukannya membela itu Lia Eden, tapi saya hanya mengajak kalian berpikir obyektif. Agama itu kan masalah keyakinan. Apapun agama itu. Dan pasti mau tidak mau agama itu akan disebarkan ke manusia. Lia Eden yang membuat agam baru pasti juga” sahut pak Ahmad

“Satu lagi yang perlu saya tekankan, jangan bawa perspektif agama kita untuk mengoreksi agama lain. Nggak bakal ketemu, kecuali cuma sepihak dari kita saja. Contohnya dari Habib Assegaf itu yang meminta Lia dihukum agar jangan sampai ada yang mengaku Nabi lagi. Lha itu kan ajaran Islam. Kita sebagai umat islam memang harus meyakini bahwa nabi Muhammad itu nabi terakhir kita. Namun umat agama lain tidak mengakui ya itu hak mereka. Apalagi Lia Eden yang membat agama baru itu. Ketika Lia menyatakan dia itu beragama islam tapi dia mengaku sebagai Nabi itu salah banget. Persis seperti Ahmadiyah itu. Nah ketika dia tidak mengaku Islam ya mau dia ngaku Nabi atau tidak ya terserah dia. Kita tidak berhak menghakimi” kata pak Ahmad panjang lebar

“Lha masa kita harus diam saja pak” tanya lik Warjo bingung

“Kalo dikatakan diam saia kira tidak. Seperti yang dikatakan mas Ahmad tadi, agama yang logis-lah yang akan bertahan. Umat Islam sekarang sudah cerdas koq. Semua umat Islam sudah tahu tidak akan ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad. Dulu ketika si Lia Eden baru keluar kita skeluarga ketawa lihat orang itu. Hari gini ngaku Nabi? Kata Shinta anak saya. Saya sangat yakin ajaran dia tidak akan mendapat pengikut. Boleh kita khawatir tapi tidak usah berlebihan. Ketika kita terlalu khawatir ditambah blow-up media malah tambah eksis ajaran Lia Eden. Ketika umat Islam sudah kuat ancaman seperti itu tidak akan menjadi masalah” jawab pak Ahmad

“Ooh gitu ya pak” Tanya lik Warjo

“Itu cuma pendapat saia saja lho lik. Sampeyan tidak sepakat juga tidak msalah. Begitu juga mas Ahmad, kalo mas tidak setuju juga tidak masalah. Kan kita biasa diskusi” kata pak Ahmad

“Wah emang cocok pak Ahmad jadi guru, tapi koq nggak naik-naik jadi kepala sekolah pak?” kata Ahmad sambil tertawa

Pak Ahmad pun turut tertawa dan merek kembali bersih-bersih rumah untuk persiapan kupulan warga.

Iklan

10 responses to “Obrolan tentang Wahyu Lia Eden

  1. decky Desember 17, 2008 pukul 4:50 pm

    dunia emang udah gila, mulai muncul nabi2 palsu.ihhhhhhhh

  2. 666boy Desember 18, 2008 pukul 12:24 pm

    lia eden memerima wahyu dari setannn

    lia eden orang gila,,,

  3. benz Desember 18, 2008 pukul 1:24 pm

    OOT dulu. ngomong-ngomong, pak Adi udah ngedit header blognya ya… pake ‘quote’ tuh. hahaha… kren kren. ;p

  4. Yasir Alkaf Desember 18, 2008 pukul 1:27 pm

    Hahaha…….
    bwt yg berminat mempelajari ajarannya si Lia Eden itu [kalo saia mah ogah] atau mau sekedar tahu aja, dia punya website resmi lho. Cek aja di liaeden.info [nggak saia bikin link, males & tkut bermasalah], di sana lengkap tuh wahyu2nya. Atau yg lain blog pengikut setianya di sebuahpilihan.wordpress.com

  5. iamjuz Desember 18, 2008 pukul 5:33 pm

    LIA EDAN deh, lebih cocoknya…..

  6. bay-kun Desember 19, 2008 pukul 12:44 am

    ngapain berminat mempelajari ajaran tersebut…
    jelas-jelas malaikat jibril sudah pensiun, mana mungkin sang malaikat bekerja kembali untuk menyampaikan wahyu…

  7. Yasir Alkaf Desember 19, 2008 pukul 1:33 am

    Nah Jibril kan pensiun dlm perspektif agama Islam. Coba aja baca websitenya dia, dia mengkombinasikan ayat Quran dan Bibel jadi jelas dia bukan Islam. Lagipula dia juga medeklarasikan agama baru. Kebiasaan kita memandang agama lain dari agama kita. Atau mungkin krn dia menggunakan kata2 Jibril jadi mau nggak mau kita menggunakan perspektif agama kita, yg mana menurut kita Jibril sudah pensiun dr tugasnya? Pdhl Jibril juga dimiliki agama Kristen dan barangkali menurut agama kristen stlh menyampaikan wahyu ke Yesus dia juga pensiun.
    Jadi inget fatwa ulama Malaysia yg melarang umat Kristen menggunakan kata Allah utk menyebut tuhannya…

  8. retycular Desember 19, 2008 pukul 4:02 am

    yah bener, nggak usah ditanggepin. Lagian kepercayaan masing2 kan. Nggak usah diurusin.

  9. LIA YANG BUKAN EDEN Mei 4, 2010 pukul 7:22 am

    AYO LIA MAJU TERUS JANGAN TAKUT TERHADAP MANUSIA UTK MENGUNGKAPKAN KEBENARAN NABI2 TERDAHULU JUGA DEMIKIAN I LOVE LIA

  10. sofyan sauri Mei 31, 2013 pukul 8:18 pm

    Sbnarx udh bnxk aliran sesaaaaaat
    Bkan hnxa lia edaaaan loe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: