Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Republik Mimpi is Back

Kaget juga ketika melihat iklan Republik Mimpi beberapa waktu lalu di ANTV. Setahu saya acara itu disiarkan TVONE dan namanya berganti menjadi Negeri Impian. Saya sendiri sudah lama tidak menonton acara itu karena menurut saya acara itu sudah kehilangan roh sejak ditinggal Taufik Savalas dulu. Ketika suatu waktu sempat saya tonton di TVONE entah mengapa menurut saya koq sangat tidak lucu. Humor politiknya juga tidak cerdas karena para tokoh-tokohnya hanya membaca teks di laptopnya saja, hampir mirip seperti Tukul di Empat Mata Show. Visi-misi acara juga menjadi tidak jelas. Yang cukup cerdas tokohnya paling cuma Gus Pur sajah yang harus diakui memang sangat mirip Gus Dur

Ketika iklan Republik Mimpi itu sudah lengkap, tidak sepotong-potong lagi dan saya coba tengok lagi acara Negeri Impian ternyata memang ada perubahan di acara Negeri Impian. Si Butet Yogya tidak ada lagi di situ dan penggagas acaranya Efendi Ghazali juga tidak ada. Posisi Presiden diganti Derry Drajat dan tidak ada lagi kawalan dari orang yang benar-benar paham politik macam Effendi Ghazali. Acaranya menjadi tambah kering dan tidak jelas. Entah kenapa koq team itu koq bisa-bisanya pecah. Beruntung masih ada Gus Pur yang celotehannya bisa mencairkan suasana dan cukup segar.

Kemarin malam atau Kamis 28 Agustus 2008 akhirnya Republik Mimpi kembali tayang di ANTV bersama Effendi Ghazali, Si Butet Yogya, Megakarti dll. Penasaran makanya saya coba tonton. Tadinya saya kira akan sama saja seperti sebelum-sebelumnya, tapi ternyata dugaan saya salah. Acara itu ternyata benar-benar menghadirkan tokoh (bahkan cukup banyak) politik. Acara ini konsepnya ternyata menjadi ajang komunikasi para Caleg dan Capres. Berhubung edisi perdana jadinya caleg yang datang kebanyakan caleg artis seperti Ikang Fawzi, Nurul Arifin, Edo Kondologit, Derry Drajat dll. Masing-masing caleg menyampaiakan pandangan atau lebih tepat visi misi jika terpilih selama satu menit sajah. Diantara artis-artis tersebut hampir semua menurut saya cukup meyakinkan gaya bicaranya. Hanya satu yaitu Derry Drajat yang kurang jelas menyampaikan visi misinya. Khas para Caleg atau calon pemimpin lainnya yang bervisi misi abstrak.

Untuk Capres sendiri ada lima yang hadir yaitu Fadel Muhammad, Fadjreol Rahman (yang kemarin baru saja hadir ke UII), Faisal Basri, Rizal Malarangeng dan Amien Rais. Tiga yang pertama diperlakukan sama seperti Caleg yaitu hanya diberi waktu satu menit. Sementara Rizal Malarangeng dan Amien Rais diberi waktu tersendiri dan bahkan bersambung ke episode depan.

Meski diberi jatah waktu sama jelas sekali perbedaan kualitas antara para Capres dan Caleg. Para Capres jauh lebih pintar mengungkapkan apa yang dai mau, terutama Fadjroel Rahaman yang akan bertarung lewat jalur independen kalau Unudang-undangnya lolos. Dia berbeda karena mempunyai program utama menasionalisasi aset bangsa, sedangkan Fadel katanya menjadikan RI menjadi negeri agraris seperti yang ia lakukan di provinsi Gorontalo, sementara Faisal Basri tidak jelas. Saya cukup kecewa karena Fadjorel Rahaman hanya tampil sebentar saja, karena ide-idenya menurut saya cukup baik.

Untuk dua Capres lain mereka mendapat waktu khusus untuk menyampaikan mimpi-mimpinya mengenai negeri ini. Yang pertama tampil Rizal Malarangeng. Gaya bicaranya memang bijak tapi tidak jelas mau kemana. Intinya dia mengatakan seperti di iklannya yang banyak bertebaran bahwa there is a will there is a way. Bahwa jika dia terpilih dia mempunyai banyak hal yang akan dikerjakan, sementara apa yang dikerjakan tidak disebutkan. Ini adalah tentang kalian katanya, bukan tentang saya.

Gaya berbicara orang Rizal Malarangeng memang sangat bagus. Suaranya berat dan kelihatan bersahaja. Dulu saya juga senang menonoton acaranya yang bertajuk Save Our Nation. Tapi mohon maaf penilaian saya berubah sejak saya tahu bahwa dia adalah negosiator yang menjual Blok Cepu  ke Exxon (btw Cepu ini rumahnya calon Nyonya Yasir Alkaf lho hehehe), pendukung liberalisasi minyak Indonesia dan privatisasi BUMN. Saya yakin baru sedikit yang tahu tentang ini. Fakta menarik lainnya ternyata dia tidak hapal jumlah propinsi di Indonesia. Ketika ditanya John Pantau (tahu kan? Salah satu acara di Trans TV) berapa jumlah propinsi di Indonesia dia menjawab ada 34 padahal seharusnya ada 33. Ketika ditantang menyanyikan reffrain Indonesia Raya dia juga menolak. Katanya dia terbiasa menyanyikan dari awal. Jadi kalau cuma reffrainnya saja malah susah. Ya kalian pikir saja, layak nggak orang seperti itu memimpin negeri ini

Kalau Amien Rais berbeda. Mungkin karena keseniorannya jadi dia sangat jelas menyampaikan impiannya. Intinya adalah mewujudkan amanat UUD seperti yang tercantum di pembukaan UUD. Selain itu beliau juga ingin mengembalikan semangat Pancasila ke masyarakat Indonesia. Saya sendiri termasuk pengagum beliau. Sudah 3 kali melihat langsung dan mengkuti ceramah beliau. Tapi entah kenapa menurut saya dia sudah terlambat untuk menjadi presiden. Menurut saya dia sudah kehilangan momentum. Seharusnya kalau mau jadi presiden ya pas reformasi dulu. Momentumnya sangat pas. Mahasiswa sepertinya juga banyak yang mendukung. Kalau sekarang sebaiknya bersama tokoh sepuh lain seperti Gus Dur dan Habibie beliau menjadi Guru Bangsa saja.

Kembali ke Republik Mimpi. Acaranya menjadi benar-benar acara politik tidak sekedar humor politik yang tidak lucu seperti Negeri Impian. Hanya saja memang acaranya santai, tidak seperti acara politik lainnya yang sangat serius. Patut ditunggu minggu depan karena Rizal dan Amien akan diuji panelis tentang visi misi Capresnya.

16 responses to “Republik Mimpi is Back

  1. gurindang Agustus 29, 2008 pukul 4:12 am

    //btw Cepu ini rumahnya calon Nyonya Yasir Alkaf lho hehehe//
    Siapa Di, calon nyonya yasir alkaf? Tika..?? Hahhh,aq baru tau….ternyata..ternyata…kapan mw nikah, Di? udah ta’aruf Di..?

    Aq juga dulunya senang nonton RepublikMimpi, tapi sekarang bingung jadwalnya, hehehehe…

  2. bay-kun Agustus 29, 2008 pukul 9:56 am

    ini mah intinya menyampaikan rumah calon mertua..bukan cerita rep.Mimpi..
    [back to topic]
    yangku tau FR(fajrul) n RM(rizal) sangat bertentangan..klo FR sangat ingin menyelamatkan aset negara..klo RM ya mungkin nasib aset negara akan seperti sekarang..
    oiy gosipnya FR mulai merapat kPKS,.//ya br gosip si..faktanya FR punya blog dmultiply..//googling aja kl mo liat..
    klo bapak reformasi AR menurutku lebih baik jadi cawapres dari presiden muda..itungitung membimbing generasi muda untuk meneruskan citacita reformasi..btw anaknya AR dah jadi caleg..

  3. Yasir Alkaf Agustus 29, 2008 pukul 2:14 pm

    mba’ Gurindang
    ssttt… jgn sebut merek, ni masih lagi usaha

    mas bay-kun
    Seandainya si FR bisa maju lewat independen mungkin saia akan mendukungnya tapi kayaknya dia belum bisa 2009 besok. Kalo lewat PKS saia kira juga sulit. PKS punya tokoh sendiri yg kayaknya akan dicalonkan yg skrg menjabat Ketua MPR ituh.
    Ngemeng2 Capres dr partai, diriku bosen bgt orangnya itu2 ajah. Gmn negeri ini mo maju. (serius mode ON). Dan entah knp feelingku koq kayaknya incumbent jadi lagi lho…

  4. bay-kun Agustus 29, 2008 pukul 2:37 pm

    tapi issuenya pks mau mencari calon yang terbaik yang ada dibangsa ini..
    jadi siapapun orang diluar pks bisa daftar jadi presiden via pks..
    begitu..

  5. Yasir Alkaf Agustus 29, 2008 pukul 2:44 pm

    Ooo jadi mirip konvensi Golkar 2004 kemarin yah. Tapi biasanya yg diluar kader peluangnya ttp kecil. Dulu Nurcholis Madjid nyoba lwt konvensi Golkar soalnya katanya konvensi terbuka utk semua rakyat tpi ternyata yg maju jga ttp kadernya. Tapi itu Golkar ding, ga tau PKS sama atau ga…

  6. aRuL Agustus 29, 2008 pukul 5:44 pm

    wah iya lawakan di gantinya republik mimpi sudah garing.. ntar deh sy coba liat di ANTV.😀
    kalo capres siapa yah?
    saya sih respeknya kepada pemimpin2 yg berhasil.
    kalo beberapa pemimpin2 yang sudah pernah memimpin, tapi ternyata tidak memberikan perubahan, kenapa kita harus milih lagi.
    kalo pemimpin baru, kita kurang tau kompetensi tindakannya walau apa yang diomongkan mengebu2.
    memang harus dipilih, tapi masih panjang waktu untuk mempertimbangkan

  7. economatic Agustus 30, 2008 pukul 5:39 am

    Republik Nyata belum ada yach, padahal sudah ku tunggu lama, jadi sementara hanya puas dengan Republik Mimpi.

  8. gurindang Agustus 30, 2008 pukul 2:25 pm

    Aq siyh terserah siapa yang mw jadi pemimpin. Yangs ekarang juga boleh maju lagi. Ibaratnya gini, qta coba berpikir positip *caelaaahhh…*. Qta berpikir bahwa pemimpin2 itu memikirkan diri kita yak?
    kalo orang lama, aq pikir apa yang mereka lakukan yang baru njabat lima taon itu, belom keliatan hasilnya. Mreka belom dikasi kesempatan utk menunjukkan proker mereka.
    kalo orang baru yang coba memperkenalkan diri dengan berbagai visi&misi *sering disebut sesumbar…*, anggap aja niat mereka baik untuk memperbaiki kondisi negara yang mereka kira bakal dapat diselesaikan setelah mereka jadi pemimpin.

    Yasir Alkaff,,
    *sori, hasrat bergosip-kuh sangat besar, jadi ini harus dibahas*
    ga bole sebut merek..? aq bilangnya si gadis cepu ahhh…
    Ohh,,jadi cerita baru di PROPESI adalah dirimu dan si gadis cepu??dah berapa jauh niyh..??setelah satu taun kepengurusan dahulu, baru sekarang kepincut??ada apa inih?ada apah inih? jangan2 dipendam dari dulu…hakzhakzhakz *ketawa licik*

  9. bay-kun Agustus 30, 2008 pukul 4:31 pm

    oiya ternyata cepu ada kepanjanganya yang sangat maksa sekali..
    Calon pEndamping P.U.
    hwakakakk…

    selebihnya..NoComment…

  10. Yasir Alkaf Agustus 31, 2008 pukul 5:40 am

    memang siy lima tahun belum bisa dikatakan cukup untuk menunjukan hasil kerja namun dari waktu yang cukup singkat ini kita bisa tahu bagaimana dia bekerja. Banyak ladang yg bisa digunakan sebenarnya utk menunjukan jiwa kepemimpinan dia, nyatanya menurut saia msh juga tdk maksimal. Lapindo sampai sekarang ga beres-beres, bantuan bwt Aceh & Jogja banyak yg nyasar ke mana. Memecat menteri-pun tdk berani. Saia kira itu bisa jadi pertimbangan…

    Kalo pemimpin baru yah memang siy cenderung obral janji tp dari apa yang telah dia lakukanpun juga bisa mjd cerminan layak tdknya dia memimpin negeri ini.

    Hayah serius banget ya? 😀

    Gurindang…
    Ga tau setelah setahun persaan ini baru tumbuh…
    hakzhakzhakz😀
    Udah ah ntar da yg marah malah bubar PROFESI..

  11. bay-kun Agustus 31, 2008 pukul 7:50 am

    wew..ngemengemeng lapindo..
    bulan kemaren dapet kesempatan liat langsung..
    dari kejauhan saja bau busuk sudah menyengat..tanggultanggulpun sudah mulai ditumbuhi rumput..
    semburansemburan baru bermunculan didekat tanggul..hiii serem dah pokoknya..
    ternyata ada kisah dibalik lapindo..rumahrumah n tokotoko disekitar tanggul katanya tempat prostitusi..

  12. gurindang Agustus 31, 2008 pukul 9:05 am

    uhmm..ehmm..errr…
    owhh aq baru tau gitu ceritanya dibalik Lapindo..

    Adi,,
    yagh..selamat berjuang aja lah..

  13. Yasir Alkaf September 1, 2008 pukul 8:53 am

    buat atas saia:
    Tunggu saja kabar selanjutnya…😀

  14. petak September 2, 2008 pukul 4:30 am

    Lapindo kan sudah jadi tempat wisata
    warung yang cuma pake lilin bisa aja ada disitu
    Lho ko malah ikutan komen Lapindo Yaks?:mrgreen:
    Selamatmenunaikan ibadah puasa aja lah🙂

  15. ferry ph.d September 4, 2008 pukul 11:24 pm

    wah penilaian anda tdk obyektif, kelihatan anda tak tau mana yang bisa dinikmati, dgn yang asal cari duit. semoga and dpt menggugah kreatifitas temen-temen yang peduli dng masalah bangsa melalui pendidikan politik yang lebih memasyarakat. bukan pilih2

  16. Yasir Alkaf September 5, 2008 pukul 6:47 am

    Yah kalo saia siy cuma melihat dlm kacamata saia sbg orang awam, apalagi basik kuliah saya bukan di ilmu politik, masih S1 pulak tdk Ph.D seperti sampeyan. Jadi kalo dibilang tdk obyektif ya mungkin, toh obyektif atau tidak obyektif itu juga subyektif kan? Tapi kalo boleh tanya tdk obyektifnya dlm hal apa ya? Saia kurang jelas

    Kalo dlm membaca karakter RM, toh dari Republik Mimpi episode 2 tadi malam juga RM dlm dialognya terlihat tdk terlalu peduli mau BUMN dikuasai asing atau individu yg penting negara dapat duit baik berupa saham, royalti bagi hasil atau lainnya. Ucapan ini sempat ditertawai Amien Rais lho. Jadi tampaknya sudah mjd rahasia umum kalo RM itu penjual aset negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: