Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

(Memaksa) Menulis adalah Melanggar HAM

Karena lagi-lagi saya tidak diajak nonton film oleh kawan saya jadi saya tulis saja kejadian di Raker PROFESI kemarin. Ada satu kejadian menarik saat Bidang Redaksi sedang menyampaikan prokernya. Jadi dalam prokernya Bidang Redaksi memutuskan untuk menghapus Bank Tulisan. Alasannya karena menimbang bahwa bank tulisan tahun kemarin tidak berjalan sama sekali.

Memang cukup extreme kuliner jalan keluar yang diajukan Bidang Redaksi dalam mengatasi masalah kekurangaktifan pengurus dalam mengisi Bank Tulisan. Jadi Bidang Redaksi tidak berusaha membenahi system tapi malah menghapusnya. Karena itu beberapa pengurus terutama Kabid Litbang bersikeras menolak usulan itu. Alasan utama Kabid Litbang karena ternyata dalam prokernya menawarkan sebuah solusi dengan memberi award berdasar tulisan-tulisan yang ada di Bank Tulisan disamping berdasar produk PROFESI lainnya.

Sebagai Pimpinan Sidang Rapat karena terjadi deadlock dan saya pribadi juga cenderung tidak setuju Bank Tulisan dihapus akhirnya saya tanyakan kepada peserta keberatan tidak jika pengurus diwajibkan menulis satu tulisan perbulannya. Beberapa secara tegas mengatakan keberatannya. Namun saya katakan pada mereka, ketika masih magang saja kita diwajibkan menulis di suplemen masa setelah resmi menjadi pengurus kewajiban menulis itu hilang. Belajar dari kepengurusan kemarin akibat tidak aktifnya Bank Tulisan akhirnya penulis Suplemen hanya orang-orang itu saja. Ketika Bank Tulisan di hapus bisa-bisa kondisi itu terulang dan bahkan makin parah.

Tanggapan dari salah satu staf Bidang Redaksi yang merupakan mantan Pemimpin Umum periode kemarin cukup mengejutkan. Katanya menulis adalah bakat dan itu tidak bisa dipaksa, jika dipaksa itu berarti MELANGGAR HAM. Weleh..weleh pakai bawa-bawa HAM segala. Saya pribadi hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya, koq bisa jauh sampai ke situ. Kabid Litbang cukup serius menanggapi uraian staff Redaksi itu dengan argumennya yang juga sangat serius.

Yang tidak saya duga ternyata argument staff redaksi itu dimentahkan dengan analogi yang cukup sederhana oleh pengurus baru yang sebelumnya lebih sering bercanda dengan gerombolannya bernama Uman-Umin. Katanya tidak semua yang “dipaksakan” itu jelek apalagi melanggar HAM. Contohnya ketika dulu ketika kita masih kecil kita “dipaksa” untuk bisa menulis (dalam arti harfiah). Mungkin pada awalnya kita tidak suka namun manfaatnya akan kita dapatkan kelak. Coba kalau kita menolak dengan alasan HAM bisa-bisa kita malah menjadi buta huruf. Begitu juga menulis dalam artian menulis sebuah artikel atau sejenisnya. Pada awalnya kita mungkin agak kesulitan juga merasa terpaksa tapi manfaatnya pasti akan terasa kelak.

Saya pribadi salut dengan jawaban yang dia utarakan. Bank Tulisan akhirnya disepakati tetap ada hanya jangka waktunya dikendurkan menjadi minimal satu tulisan tiap dua bulanan. Mekanisme hukuman apabila tidak menyumbang tulisan akan ditentukan kemudian. Sebuah kompromi yang saya kira sama-sama memuaskan dua pihak

Berbicara masalah HAM saya cukup tertarik untuk mencari tahu sebenarnya apa itu yang dimaksud HAM untuk dikaitkan dengan masalah Bank Tulisan. Berdasarkan UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia BAB III ada beberapa hak yang digolongkan menjadi Hak Asasi Manusia yaitu

  1. Hak untuk Hidup
  2. Hak berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan
  3. Hak Mengembangkan Diri
  4. Hak Memperoleh Keadilan
  5. Hak Atas Kebebasan Pribadi
  6. Hak atas Rasa Aman
  7. Hak atas Kesejahteraan
  8. Hak Turut Serta dalam Pemerintahan
  9. Hak Wanita
  10. Hak Anak

Seperti yang terlihat di atas salah satu hak yang asasi dari manusia adalah hak untuk mengembangkan diri. Sehubungan dengan Bank Tulisan itu jika ditiadakan malah justru melanggar HAM karena menghambat hak seseorang untuk mengembangkan dirinya terutama di bidang tulis menulis. Jadi Bank Tulisan adalah sebuah sarana untuk mengembangkan diri itu. Bank Tulisan juga bisa dijadikan sarana untuk mengemukakan pendapat secara bebas. Dikatakan memaksa mungkin iya tapi saya pribadi lebih menganggapnya sebagai dorongan untuk menuju sesuatu yang lebih baik bukan sebuah paksaan.

Dalam pelaksanannya nanti mungkin akan banyak halangan tapi jika diniati dengan baik pasti akan bisa dilaksanakan dengan baik pula.

5 responses to “(Memaksa) Menulis adalah Melanggar HAM

  1. tiyoK Juli 24, 2008 pukul 8:48 am

    saya setuju dengan adanya bank tulisan…
    //sayang gak ikut raker
    mungkin yang perlu dibenahi adalah system yang ada di dalamnya…
    misalnya profesi punya blog sendiri untuk menampung tulisan – tulisan pengurus…
    jadi gak perlu ngumpulin tulisan dalam bentuk file kedalam arsip komputer…

  2. gurindang Juli 24, 2008 pukul 2:11 pm

    Yagh,,syukur kalau masih diadain..
    (mungkin) wajar (bagi Aq) Redaksi sekarang punya keinginan untuk menghilangkan Bank Tulisan. mengingat tahun kemaren memang gak jalan. sama seperti masalah penerbitan Suplemen yang oleh Redaksi taun kemaren dijadwalkan 2 bulan sekali,,tapi diprotes oleh (semua) pengurus lainnya dan tetap terbit dalam 1×1 bulan. Tapi ternyata kemudian mereka (dan aq juga) lupa akan kesepakatan itu. T_T
    Apa yang terjadi di Raker kan keputusan bersama,,so semoga semua orang yang menghadiri Raker,ingat akan kesepakatan bersama pas Raker itu..
    Kalau memang semua orang telah setuju untuk mengadakan kembali bank tulisan,,mungkin mereka perlu diingatkan (jika terlupa) kalo gak menjalankan keputusan Raker itu.

    Betewe Di,,ayok kapan mw nonton??ajak2 aja, ntar aq kumpulin massa yang laen..fufufufufu

  3. Yasir Alkaf Juli 25, 2008 pukul 3:26 am

    @ Tiyok
    Yup, mungkin profesi punya blog adalah salah satu solusi, sama seperti LPM Keadilan yg selain punya website juga punya blog bwt nampung tulisan pengurus. Tapi sementara solusi yg ditawakan litbang ya itu membuat sebuah penghargaan bagi tulisan2 ter… dari yg ada di bank tulisan juga di produk profesi

    @ Gurindang
    Kesalahan kemarin mungkin kontrol dari PU (dan PimRed) aja yg kurang jadi penguus lupa dg apa2 yg sebelumnya sudah disepakatri di Raker. Jadi PU skrg (juga PimRednya) hrs sering ngontrol

  4. gurindang Juli 28, 2008 pukul 11:45 am

    yak betul..
    kontrol..kontrol..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: