Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Anugrah atau Musibah

Sungguh diluar perikiraan saya pribadi atau mungkin juga di pikiran para pengurus yang lain bahwa saya Fathul Yasir Fuadi akan menjadi Pemimpin Umum LPM PROFESI FTI UII. Selama duduk kepengurusan sebelumnya saya hanyalah staff di bidang RGF (Rancang Grafis & Fotografi). Dalam sejarah PROFESI setahu saya belum pernah ada orang RGF menjadi PU. Bisaanya kedudukan ini diisi oleh orang-orang dari bidang Redaksi sesuai dengan namanya yaitu Lembaga Pers ataupun dari kepengurusan inti periode sebelumnya.

Proses pemilihan calon sendiri dilakukan secara tertutup dengan masing-masing peserta Musyawarah Anggota (MusAng) memilih satu orang dari pengurus lama yang sudah menjalani satu periode kepengurusan. Dari pemilihan ini keluar empat nama yaitu Mus Mulyadi (Begang), Septa, Bagus dan Tiyok. Nama saya sama sekali tidak muncul. Dari empat orang itu Begang sebnarnya calon terkuat dan selama MusAng bisa dibilang dialah yang paling aktif. Ternyata ketika ditanyakan kesediaannya dia menyatakan tidak bersedia dengan alasan dia ada penyakit yang tiga bulan kemarin mencoba disembuhkan dengan operasi namun belum jadi. Selain itu dia juga beralasan di semester ini dia mulai menemukan feel untuk kuliah dimana untuk pertama kalinya setelah tiga tahun dia mendapat nilai A pertamanya. Agak giman siy selama tiga tahun masa baru dapat satu A. Kemana aja pak? Tiga calon yang lain ternyata sama saja menolak dengan alasannya masing-masing.

Karena semua calon menolak maka proses diulang dari awal lagi. Begang ngomong ke saya.”Mati lu, bebannya di kamu sekarang. Ga ada lagi yang lain”. Posisi saya ketika pemilihan awal memang kurang satu suara saja untuk dapat maju. Selain itu secara angkatan saya juga tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua. Angkatan 2004 hampir pasti akan lulus tahun ini jadi untuk jadi PU pasti konsennya terbagi dengan skripsinya nanti. Saya juga berpikir, benar juga ni anak. Agak panic juga siy.

Ternyata benar yang dikatakan Begang. Muncul tiga nama dari pemilihan calon tahap kedua yaitu Bagus, Yulta dan saya. Nama Bagus memang keluar lagi karena dalam proses pernyaatan kesediaan alasan dia menolak memang kurang kuat. Keluarnya nama Yulita bisa dibilang agak mengejutkan karena dia angkatan 2004 yang hamper pasti akan menolak. Beban menjadi di saya. Yulita pasti tidak mau karena keseniorannya sementara Bagus yang memang dari awal tidak mau juga saya pikir tidak akan mau lagi. Kalau misalnya saya tidak mau juga bagaimana kelanjutannya nanti. Proses pengulangan pemilihan calon hanya diatur dua kali selebihnya diserahkan kepada Pimpinan Sidang sementara Pimpinan Sidang yang dari awal sering bingungan nanti malah jadi tambah bingung

Akhirnya nama saya dipanggil untuk ditanyai kesediannya. Karena saya masih ragu akhirnya pertanyaan saya balikkan kepada peserta apa yang membuat saya layak untuk maju ke proses pemilihan. Jangan-jangan saya hanya sebagai pilihan terakhir dalam artian best in worse. Kalau seperti itu jelas saya tidak mau. Para peserta mengeluarkan alasana bermacam-macam. Katanya independen, bertanggungjawab, kreatif dan sebagainya. Alasan seperti itu saya tolak mentah-mentah. Terlalu abstrak dan hanya sekedar mengangkat semangat saya saja. Saya minta alasan yang lebih konkrit terutama dilihat berdasarkan apa yang sudah saya perbuat selama satu periode kepungurusan sebelumnya. Apalagi saya selama ini cenderung hanya bekerja di depan komputer tidak pernah ikut menentukan kebijakan organisasi.

Hampir semua peserta terdiam terutama peserta yang merupakan calon pengurus baru. Apalagi setelah itu saya mengatakan bahwa saya kuliah di dua tempat yang mau tidak mau jika nanti saya menjadi pemimpin tentu organisasi akan banyak saya tinggal kuliah. Akhirnya ada pengurus yang mengatakan bahwa saya dulu pernah mengusulkan biografi majalah membahas Habiburrahman el Shirazy (Kang Abik). Dia mengatakan berkat usul saya sekarang malah PROFESI bisa mempunyai hubungan dengan Kang Abik. Beliau bahkan jadi pernah datang ke UII untuk mengisi bedah buku atas undangan PROFESI. Dengan demikian katanya jadi staf saja saya bisa mengluarkan ide cemerlang apalagi jika nanti menjadi PU.

Setelah itu ada satu peserta lagi yang mengatakan bahwa dia terkesan dengan saya karena saya berhasil menekan forum dengan menanyakan kenapa saya layak maju. Ketika calon-calon yang lain justru ditekan forum, saya malah sebaliknya. Dengan demikian saya sebenarnya layak menjadi pemimpin katanya. Masih katanya lagi dengan saya tidak mau ditekan forum tapi justru menekan forum untuk dimintai pendapatnya justru saya telah menunjukkan karakter kepemimpinan saya.

Setelah diberi bermacam-macam alasan saya masih belum juga yakin untuk mengiyakan saya akan maju. Kemudian tiba-tiba muncul usulan dari mantan PU dua tahun kemarin bahwa saya mungkin butuh diberi suatu pernyataan bahwa peserta yang merupakan calon pengurus nanti akan bersedia mendukung saya sebagai pemimpin dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di luar dugaan saya ternyata usul itu ditanggapi serius oleh peserta. Dua dari empat calon dari pemilihan yang pertama memberikan pernyataan itu. Kemudian juga ditambah satu peserta magang yang paling aktif juga ikut memberikan pernyataan.

Mendengar pernyataan-pernyataan itu akhirnya saya memutuskan untuk bersedia maju dengan catatan saya mohon maaf karena saya tidak dapat menyusun visi dan misi seketika saat itu juga. Permohonan maaf saya diterima dan di kampanye saya tidak mengutarakan visi dan misi tapi lebih cenderung apa yang akan saya lakukan. Setelah itu saya dipersilahkan keluar sementara calon lain dipanggil untuk melakukan proses yang sama. Ternyata sesuai yang saya perikiraan dua calon yang lain menolak maju sebagai pemimpin.

Akhirnya diproses pemilihan saya bertarung melawan kotak kosong dan semua peserta yang berjumlah 31 orang menyatakan mendukung saya semua. Dengan demikian saya resmi menjadi Pemimpin Umum baru PROFESI atau lebih tepatnya Mandataris Musywarah Anggota karena saya belum resmi dilantik

Semua ini benar-benar di luar dugaan saya. Tidak pernah terbesit di benak saya bahwa saya akan menjadi pemimpin sebuah organisasi pers mahasiswa. Semoga saja saya dapat menjalankan amanah ini.

6 responses to “Anugrah atau Musibah

  1. TiyoK Juli 8, 2008 pukul 1:46 am

    dijalanin saja dulu mas adi…
    nanti baru ketemu jawabannya musibah atau anugrah….
    yang pasti mas adi tidak sendirian memimpin organisasi ini…
    banyak yang mendukungnya dari belakang…
    tenang saja…

  2. gurindang Juli 8, 2008 pukul 1:45 pm

    fufufufufu…
    si Adi ni emang mantabb lahhh…

    betewe di,,blog ku di link dunk…hehehe…

    Maju terus Adi n Profesi!!!!

  3. Pingback: Kaleidoskop Yasir Alkaf 2008 « Yasir Alkaff

  4. Pingback: 6 Juni 2009: Ulang Tahun Sweet Seventeen LPM PROFESI « Yasir Alkaf

  5. Pingback: Ulang Tahun Blog yang Kedua « Yasir Alkaf

  6. Pingback: Review 2009 dan Resolusi 2010 « Yasir Alkaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: