Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

FPI Mengalihkan Isu Kenaikan BBM

Beberapa waktu yang lalu saya pernah meramalkan kalau setelah kenaikan BBM, isu Ahmadiyah akan dilempar pemerintah untuk mengalihkan perhatian rakyat. Ternyata emang ramalan saya benar!!! Bisa saingan sama mama Lauren nih…

Tapi ramalan saya tidak benar 100% siy. Saya kira pengalih BBM adalah isi SKB Ahmadiyah ternyata di luar dugaan malah FPI yang mengalihkan. Agak bingung juga saya dengan FPI. Saat rakyat pusing mikir barang-barang naik gara-gara BBM naik eeh malah FPI bkin rusuh di Monas. Dalam pembelaannya Habib Rizieq berkata kalau laskarnya menyerang karena tersinggung dikatakan lascar kafir dan lascar sesat. Tapi kalo menurut saya kalau tidak ingin dikatakan kafir atau sesat ya jangan sembarangan mensesatkan orang lain. Yang saya maksudkan menyesatkan bukan Habib Riziqnya karena setahu saya dia cukup toleran dengan warga aliran lain. Hanya saja dengan Gus Dur dia memang agak tidak akur. Saya pernah baca beliau mengisi pengajian Maulid di hadapan warga Nahdliyin. Di majalah tersebut bahkan di tuliskan pula jadwal pengajian rutin yang diisi beliau berdampingan dengan kyai atau habib yang lain. Padahal majalah tersebut kental sekali nuansa Asy’ariyahnya.

Back to the topic. Saya kira usaha pemerintah mengalihkan perhatian masyarakat sudah dimulai dengan membenturkan mahasiswa Universitas Nasional dengan polisi. Setelah konfrontasi itu diharapkan berita beralih ke pelanggaran HAM yang dilakukan aparat. Tetapi ternyata itu tidak berhasil karena aparat mengubah cara mengatasi demo mahasiswa dengan berhenti melakukan tindakan represif menjadi tindakan yang lebih damai.

Ternyata yang kemudian dijadikan pemerintah sebagai pengalih perhatian adalah serbuan FPI ke Monas. Peristiwa itu kalau nampak jelas sekali sudah diatur. Ada yg bilang SBY membayar JIL 10 Milyar untuk merancang peristiwa itu, namun saya meragukan keabsahan berita itu karena saya kira moral SBY tidak seburuk yang ditulis di situ. Ada dua hal yang menurut saya memang diatur pemerintah terhadap peristiwa FPI Monas.

Pertama tidak ada polisi yang menghentikan kerusuhan itu. KAlaupun ada polisi dating terlambat ketika korban sudah berjatuhan. Ada kesan polisi sengaja diterlambatkan sehingga korban memang sengaja diadakan. Jika tanpa korban jelas periatiwa ini tidak akan di blow-up sedemikian besar. Karakter orang-orang FPI memang keras. Seharusnya itu sudah disadari sehingga arak-arakan massa dikawal oleh polisi bukan dibiarkan begitu saja.

Kedua tindakan SBY yang berlebihan sampai mengadakan konferensi pers dan sidang kabinet segala. Kenapa untuk kasus yang ini SBY mengadakan siding cabinet sementara untuk kasus kerusuhan lain seperti kasus UNAS atau kerusuhan pilkada Maluku atau bahkan pembunuhan praja IPDN belia tidak mengadakan? Ada kesan SBY membesar-besarkna masalah kerusuhan yang sebnarnya cukup sederhana ini. Kenapa harus dibesar-besarkan? JAwabannya yak arena memang isu ini harus dibesarkan supaya masyarakat lupa dengan kenaikan BBM

Semoga masyrakat terutama para sahabat yang memperjuangkan penuruna BBM tidak terlnena dengan kasus ini. Teruskan perjuangan kalian untuk menurunkan BBM. JAngan sampai tertipu pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: