Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Dosen yang Ngawur

Hari ini Saya kebetulan ada jadwal kuliah Studi Kepimimpinan Islam. Dosennya berinisial J dan dosen itu punya gelar MSI. Dari empat kali pertemuan baru punya kesempatan hadir dua kali. Kebetulan di hari itu Saya datangnya agak terlambat. Harusnya kuliah masuk jam 7 tapi saya datang jam 7.30. Saya kira masih wajar. Masa kuliah masuk jam 7 kayak anak SMA? Materi hari itu adalah teori terbentuknya kepimimpinan tapi sebelumnya sebagai pengantar dibahas dulu kepemimpinan khalifah-khalifah islam. Ketika Saya datang khalifah yang sedang dibahas adalah Ustman bin Affan

”Ketika akhir masa khalifah Usman bin Affan banyak percobaan pembunuhan pada para pejabat-pejabatnya. Diantaranya yaitu percobaan pembunuhan kepada khalifah itu sendiri dan Muawiyah. Akhirnya Khalifah Ustman berhasil meninggal dibunuh sementara Muawiyah selamat” kata dosen itu

Lho, agak bingung saya mendengarnya. Setahu Saya dan Saya sangat yakin kalo Saya benar, peristiwa itu adalah peristiwa di masa Ali bin Abi Thalib bukan Usman bin Affan. Ali dan Muawiyah hendak dibunuh pengikut Khawarij karena mereka berdua mengadakan arbitrase yang menurut pandangan Khawarij tidak sesuai dengan Islam. Apalagi Muawiyah dan Ustman kan saudara. Muawiyah dapat jabatanpun gara-gara Ustman. Saya pendam saja, kan siapa tahu pak dosen nggak sengaja salah.

”Kemudian di masa Ali terjadi peristiwa penting yaitu terjadinya Tahkim atau Arbitrase antara Ali dengan Muawiyah. Peristiwa itu terjadi saat perang Jamal dimana Muawiyah hampir kalah tapi dia bersiasat dengan meletakkan Quran di tombak dan mengajak berunding. Ali menyetujui dan dia mengirim utusan seseorang yang sudah sepuh dan tawadhu sedangkan Muawiyah mengirim sesorang yang sangat cerdas dan lebih muda bernama Abu Musa Al Asy’ari. Mereka sepakat sama-sama menurunkan khalifah mereka tapi ternyata utusan Muawiyah ingkar janji dan jadilah Muawiyah khlaifah satu-satunya” ulas dosen itu lagi

Tambah kaget lagi Saya. Dosen itu lagi-lagi membuat beberapa kesalahan sejarah sekaligus dalam satu kali ucapan. Perang Jamal itu antara Tholhah dan Aisyah melawan Ali bukannya antara Ali melawan Muawiyah. Perang antara Muawiyah Ali itu perang Siffin. Abu Musa itu utusan Ali sedangkan utusan Muawiyah adalah Amr bin Ash. Muawiyah juga tidak serta merta langsung menjadi khalifah karena menurut catatan resmi Hasan bin Ali cucu Rasul sempat dibaiat menjadi khalifah namun itu tidak berlangsung lama karena dia menyerahkan jabatan khalifah ke Muawiyah demi menghindari perang terus-terusan. Saya makin gerah aja dengan dosen yang banyak membuat kesalahan itu. Herannya teman-teman seakan tidak ada yang sadar atas kesalahan dosen itu. (Atau mungkin tidak tahu ya?)

”Ali sendiri akhirnya meninggal di perang Siffin” lanjut dosen itu

Walah-walah dosen itu semakin ngawur saja. Orang Ali mati dibunuh Khawarij ketika akan shalat Subuh di Masjid kok dikatakan mati berperang. Saya tambah sangat kecewa dengan dosen itu.

Pembahasan mulai masuk ke Daulah Islamiyah Bani Umayah dan Abbasiyah.

”Ketika Bani Umayah berkuasa Islam sudah menyebar sampai ke Eropa. Pusat pemerintahan diletakkan di Cordoba Spanyol. Sementara ketika Bani Abbasiyah yang dirintis oleh Abdullah bin Abbas berkuasa kekuasaan berpindah ke Irak. Pada masa Bani Abbasiyah Islam sangat maju dan berposisi sebagai penguasa dunia. Puncak keemasan bani Abbasiyah terjadi dimasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz dimana dia membuat Baitul Hikmah untuk penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan. Banyak ilmuwan lahir disini diantaranya yang terkenal adalah ibnu Sina yang sangat pakar dalam bidang kedokteran”

Ternyata dosen itu benar-benar tidak paham sejarah Islam. Pusat kerajaan Ummayah dikatakan di Spanyol padahal anak Madrasah Aliyah saja tahu letaknya seharusnya di Damaskus, Syam. Pendiri Bani Abbasiyah juga bukan Abdullah bin Abbas tapi cucu beliau yaitu abul Abbas as Shafah. Selain itu Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah Umayah. Masa keemasan Bani Abbasiyah seharusnya di tangan Harun ar Rasyid dan Baitul Hikmah dibangun putranya yang bernama Ma’mun. Ibnu Sina juga tidak berasal dari Bagdad Irak tapi dari Cordoba.

Habis sudah stok kesabaran saya. Saya ungkapkan saja pada teman sebelah bahwa dosen itu ngawur dan banyak melakukan kesalahan sejarah. Meski demikian saya tidak menyampaikan koreksi langsung ke dosen karena saya pikir sama saja mempermalukan beliau. Mungkin seharusnya lebih baik saya mengkoreksi itu dosen tapi agak nggak enak sama beliau. Semoga aja beliau masih rajin baca jadi kesalahnnya nggak terulang lagi. Belum tentu nanti ada mahasiswa yang diam saja mendengar kesalahan beliau seperti saya.

6 responses to “Dosen yang Ngawur

  1. orange Februari 12, 2010 pukul 10:32 am

    kenapa sampean gak ngasih tau si dosen aja ?

  2. Yasir Alkaf Februari 14, 2010 pukul 11:27 am

    waktu itu masih mahasiswa baru, blum berani ngomong apalagi mbantah dosennya..
    heee

  3. anyeep Februari 18, 2010 pukul 5:39 pm

    waduhh..
    kalo aku sih suka langsung ngoceh..
    urusan dosen itu suka ato gag suka sih belakangan buat aku.
    aku juga pernah ngebahas masalah perbedaan kata “ini” dan “itu” dengan guru SMA-ku.
    tapi terlalu berani merjuangin apa yang benar belum tentu baik juga.
    masalahnya aku sering banget dapet nilai jelek bahkan gag dikasih nilai sama guru yang pernah aku protes. padahal aku yakin aku lebih mengerti tentang pelajaran yang disampaikan guruku.
    walhasil aku 3 kali pindah sekolah ketika SMU, dan sekarang mendapatkan nilai E di mata kuliah..😀

  4. Pingback: Obrolan tentang Kampus Idaman « Yasir Alkaf

  5. kacank Agustus 22, 2014 pukul 8:56 am

    dosen nya tua gan ?
    dosen tua memang produk gagal era orba
    ane jg gt pelit ke nilai
    kadang jg ngawur ngasih nilai
    sabar gan moga aja si dosen dpt balasan yg setimpal dgn perjuangan agan kuliah.

  6. Pingback: Obrolan tentang Kampus Idaman | Obrolan Sore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: