Selamat datang di blog saia. Silahkan mampir ke halaman perkenalan untuk mengetahui siapa saya, kalo bisa jangan lupa tinggalkan jejak. Untuk melihat daftar tulisan saya silahkan menuju ke daftar tulisan atau langsung baca tulisan yang ada juga tak mengapa. Komentar yang membangun sangat ditunggu ^_^

Untuk Ayah: Sebuah Testimoni Ulang Tahun

November 12, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

BERHUBUNG gara-gara Antasari Azhar kata testimony jadi lumayan terdengar lagi saya jadi ingin membuat testimony juga. Bukan testiomni tentang dugaan suap di kampus saya akan tetapi sebuah testimony tentang ulang tahun ayah saya. Jadi ceritanya 10 November yang lalu ayah saya berulang tahun untuk yang kesekiankalinya. Sebenarnya tanggal lahir aslinya bukan hari itu, tetapi tanggal 25 Oktober. Karena satu dan lain hal yang tercatat ya yang tanggal 10 November itu. Biar keluargakami saja yang tahu penyebabnya. :D

Err saya ingin sedikit bercerita tentang ayah saya. Ayah saya itu, tak usahlah saya sebutkan namanya, lahir dan tumbuh di keluarga besar di sebuah desa di Kebumen. Ayah saya adalah anak terakhir dari 12 bersaudara. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya jika mereka semua berkumpul, dijamin penuh sesak. Untungnya walauppun lahir dari keluarga besar ternyata setelah bekeluarga ayah memutuskan tidak banyak-banyak mempunyai anak. Dua anak cukup yaitu saya sebagai anak pertama beserta satu orang adik perempuan. Alasan kenapa Ayah hanya membentuk keluarga kecil silahkan tanya langsung kepada beliau karena saya sendiri juga kurang paham.
Read more…

People’s Power di Facebook

November 8, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

DALAM prinsip demokrasi ada yang namanya trias politika, yaitu pembagian kekuasaan didalam sebuah pemerintahan untuk mencapai sebuah kestabilan Negara. Ketiga unsur tersebut adalah Legislatif selaku pembuat UU, Eksekutif selaku pelaksana UU dan Yudikatif sebagai pengawas pelaksanaan UU. Konsep yang dibangun Montesquieu itu sebenarnya sangat bagus. Legislatif sebagai perwakilan rakyat membuat UU yang mana UU itu hakikatnya adalah kemauan rakyat. Kemudian untuk melaksanakan kemauan rakyat itu dibutuhkan sebuah panitia agar kemauan rakyat itu bisa berjalan. Fungsi itulah yang yang dijalankan eksekutif atau yang biasa kita sebut pemerintah [meskipun penamaan pemerintah itu tidak terlalu tepat karena berkesan yang memerintah, padahal pemerintah itu sebenarnya pelayan rakyat -red]. Untuk mengawasi apabila pelaksanaan kemauan rakyat dibentuklah yudikatif. Jadi dengan demikian sesuai prinsip demokrasi dimana vox populi vox dei [suara rakyat adalah suara Tuhan] maka rakyat benar-benar dimanja dengan triaspolitika ini.

Namun yang namanya konsep dalam pelaksanaanya kadang [bahkan cenderung sering] tidak sesuai kenyataan, apalagi di Indonesia negeri tercinta ini. Legislatif yang seharusnya membuat UU yang pro-rakyat malah membuat UU yang berpihak pada golongan tertentu saja. Ekskutif yang menjalankan UU sebagai pelayan rakyat malah kadang bersikap semau sendiri seolah lupa kalo dia itu pelayan. Contoh paling sederhana ya ribetnya kita membuat KTP yang membuat seolah lurah dan camat jadi orang yang sangat penting. Terakhir yudikatif sebagai pengawas juga setali tiga uang dengan eksekutif dan legislatif dengan cenderung hanya melaksanakan pengawasan formal saja.

Dalam kebuntuan itu muncullan kekuatan alternatif yang biasa disebut sebagai pilar demokrasi keempat bernama pers. Pers sebagai kekuatan independen diluar sistem melalui kekuatan media penerbitannya menjadi sebuah kontrol sosial bahkan bagi ketiga pilar demokrasi utama yang lain. Melalui pers masyarakat jadi tahu kebobrokan pemerintah dan bisa menjadi alat untuk mendorong rakyat sebagai penguasa sebenarnya untuk bertindak. People’s power bisa terjadi dengan bantuan pers. Entah itu nantinya rakyat akan bersatu menurunkan penguasa, seperti saat Soeharto diturunkan, atau alternatif lainnya.

Namun sayang terkadang pers juga tidak full menjalankan perannya itu. Rakyat tidak serta merta dapat terlibat aktif disitu. Rakyat hanya diberi tahu dan diberi tahu. Ya kalau informasi benar, kalau salah? Rakyat malah hanya diadudomba saja. Pers kadang kurang memperhatikan suara arus bawah. Pers cenderung melihat ke atas bukan ke bawah. Headline utamanya selalu yang dikutip adalah para tokoh-tokoh. Lantas kapan rakyat bisa mempunyai akses langsung berbicara ke media.

Disinilah teknologi informasi [TI] berperan. Dengan TI rakyat benar-benar menjadi penguasa. Dengan bantuan TI rakyat tanpa melalui perwakilan orang bisa bersuara. Inilah yang bernama people power. TI yang mungkin digunakan adalah blog. Di blog mereka bebas mengutarakan pendapatnya. Hanya saja sayangnya berjuang lewat blog cenderung perjuangan sporadis. Ibarat berjualan, menulis di blog seperti berjualan di warung pinggiran jalan. Penjual harus berjuang keras agar ada pembeli yang masuk. Beruntung sekarang ada yang namanya facebook. Facebook ibarat mal atau swalayan. Pasanag idea tau gagasan dan pengguna lain langsung tahu dan bisa mendukung. Contoh popular tentu 1.000.000 facebooker dukung Chandra-Bibit. Member grup benar-benar mencapai sejuta dan sebagian benar-benar turun ke jalan hari Minggu [08/10/09] di Jakarta.

Melalui grup ini pers yang mungkin kurang peka suara bawah jadi tahu bahwa rakyat juga bergerak dan ‘memaksa’ mereka untuk meliput. Eksesnya sangat terasa. Pers sebagai pelaksana kontrol sosial dan facebooker sebagai suara rakyat atas nama pribadi menjadi sebuah kolaborasi luar biasa yang bahkan sampai akhirnya berhasil membangun opini positif atas ketidakberesan kasus Bibit Chandra ini. Dan akhrinya mereka berduapun sementara bisa bebas untuk menjalani proses hukum yang jauh lebih benar. Kalau dikatakan rakyat mengintervensi ya memang mengintervensi, tetapi itu bukan kesalahan karena rakyatlah penguasa sebenarnya dari sebuah Negara.

Kasus lain dimana rakyat turun langung dengan bantuan TI yang cukup fenomenal tentu saja kasus Prita Mulyasari. Dengan desakan rakyat melalui media TI internet Prita sekarang bisa bebas.

Dengan demikian tak salah ketika akhrinya, mengutip pernyatan Zulkifli senior LPM Profesi, bahwa facebooker menjadi pilar demokrasi kelima. Facebook menjadi saran bagi rakyat untuk mengemukakan pendapatnya secara langsung tanpa diwakili legislatif yang makin tidak beres sekaligus menjadi sarana untuk bergerak bersama. People’s Power terjadi di facebook.

-Jogjakarta, 8 November 2009-

Categories: Indonesia

Kabinet Indonesia Bersatu 2 [SBY – Boediono]

Oktober 21, 2009 Yasir Alkaf 3 komentar

HARI ini [Rabu, 21/09/2009] dimulai pukul 22.00 Presiden RI terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono, resmi mengumumukan kabinetnya untuk lima tahun ke depan. Kabinet yang dinamai Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini dipilih langsung oleh SBY dengan memperhatikan kepentingan partai-partai pendukungnya. Total ada 34 menteri departemen dan non departemen yang mengisi pos-pos yang kurang lebih sama dengan cabinet sebelumnya.

Lebih detail lagi cabinet ini mempunyai komposisi 19 menteri [plus satu professional non kader atas rekomendasi parpol] atas rekomendasi parpol dan sisanya dari kalangan professional. Dari kalangan professional selain dari praktisi diisi juga oleh akademisi. Pengisi jabatan Menteri Kesehatan adalah praktisi di bidang kesehatan sehingga sangat sesuai. Pengisi Mendiknas pernah jadi Rektor di UTS sehingga juga cukup sesuai. Namun yang perlu diperhatikan dari sekian banyak menteri yang ada, hanya 2 orang yang berkarir sesuai departemennya. Mereka adalah Marty Natalegawa di Deplu dan Djoko Kirmanto di Dept PU. Selain mereka berdua adalah menteri dari kalangan professional non karir.

Read more…

Antara Budaya Indonesia dan Budaya Malaysia

Oktober 3, 2009 Yasir Alkaf 7 komentar

ibu-tua-pecanting-batikJUMAT, 2 Oktober 2009 menjadi hari yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Batik sebagai salah satu kebudayaan khas Indonesia diakui UNESCO sebagai kebudayaan Indonesia. Resminya batik diakui sebagai budaya bukan benda warisan manusia [intengible cultural heritage of humanity]. Rilis resmi UNESCO bisa dilihat di sini. Batik yang dimaksudkan disini adalah batik tulis bukan batik cap. Pengakuan UNESCO terhadap batik ini menjadi cukup riuh dikarenakan sempat menegangnya hubungan Indonesia dan Malaysia akibat ‘pengklaiman budaya-budaya’ Indonesia oleh Malaysia. Dan batik ini konon juga termasuk ke dalam salah satu budaya yang juga diklaim Malaysia

Saya belum pernah ke Malaysia jadi kurang tahu bagaimana batik Malaysia. Namun berdasarkan website yang saya kunjungi, batik Malaysia itu lebih cenderung ke batik cap bukan batik tulis. Jadi antara batik Malaysia dan batik Indonesia yang diakui UNESCO sebagai budaya asli Indonesia itu sepertinya adalah dua bentuk yang berbeda

Bukan batik yang akan saya bahas di sini tapi lebih cenderung ke perseteruan budaya yang akan saya bahas. Jujur saya sering gerah dengan polah Malaysia yang ‘suka mengklaim’ budaya-budaya Indonesia. Berawal dari kegerahan itu kemarin saya mampir ke warisan.gov.my. Website itu adalah website resmi Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia. Di situ dicantumkan budaya-budaya milik Malaysia. Untuk melihat list lengkapnya bisa langsung merujuk ke sini.

Read more…

Ketika Cinta Bertasbih 2: Nikah, Nikah dan Nikah

Oktober 1, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

posterkcb_1HARI Jum’at, 25 September 2009 kemarin saya berkesempatan menonton Ketika Cinta Bertasbih 2 [KCB 2]. Cukup terlambat sebenarnya, mengingat film ini sudah dilaunching 17 September yang lalu atau tiga hari sebelum lebaran. Tadinya saya berpikir tidak akan menonton film ini karena seri pertama film ini belum saya tonton [walapun novelnya sudah saya baca]. Apalagi posisi saya sedang berada di Purwokerto yang biasanya film-film baru sampainya di kota ini sekian bulan kemudian. Makanya saya sangat kaget melihat poster film KCB itu ada di daftar film yang sedang tayang di Rajawali 21, bioskop satu-satunya di Purwokerto. Langsung timbul keinginan untuk nonton premier-nya. Sayangnya yang saya ajak nonton mendadak tidak bisa, sementara dua hari berikutnya giliran saya yang tidak bisa ada buka bersama kawan-kawan. Nonton di hari lebaran juga sangat tidak mungkin. Akhirnya ya di hari Jumat setelah lebaran itulah saya berkesempatan nonton KCB itu.

Cerita film ini berkisah tentang kehidupan Khairul Azzam di Solo, kampung halamannya, pasca kelulusannya dari Universitas al Azhar Mesir. Dia berjuang untuk mendapatkan pekerjaan disamping mencari cintanya. Lulusan Mesir ini awalnya membuka usaha titipan kilat barang-barang dari Mesir, namun ibunya kurang suka dan akhirnya berdagang Bakso Cinta yang bentuk baksonya cukup unik yaitu berbentuk hati [malah aneh sebenarnya bakso itu]. Film ini juga berkisah tentang Anna, yang kelak akhirnya jadi istri Azzam, dan suaminya Furqon yang tanpa sepengetahuan Anna sebenarnya divonis mengidap HIV.

Read more…

Cerita Lebaran 1430 H

September 29, 2009 Yasir Alkaf 1 comment

suikerfeestSESEKALI bolehlah berbagi pengalaman lebaran saya. Tahun kemarin tulisan di blog ini yang berkaitan dengan lebaran adalah tulisan SMS Lebaran yang berisi keanehan orang-orang yang tiba-tiba menjadi puitis serta keanehan lain. Meski demikian di tulisan itu tetap saya sertakan sms terbaik. Untuk tahun ini saya agak malas membuat tulisan serupa selain juga karena untuk tahun ini sms yang masuk nilai-nilai putisnya mulai berkurang. Rata-rata smsm yang masuk langsung to the point mohon maaf lahir batin. Lagipula toh si Baykun juga sudah membuat award tentang ucapan selamat yang yang datang padanya. Kalau saya buat juga nanti dikira kena fenomena epigonisme pula [hahaha.. lebay]. Jadi untuk tulisan lebaran kali ini tentang cerita pengalaman lebaran saja.

Read more…

Selamat Idul Fitri 1430 H

September 20, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

Bertepatan dengan hari Idul Fitri 1430 H ini, saya Yasir Alkaf mengucapkan Taqaballahu minna wa min kum.. Minal aidzin wal faidizin.. mohon maaf lahir batin.. Semoga puasa dan amalan-amalan kita di bulan ramadhan yg lalu diterima oleh Allah swt.  Dan semoga dengan momen idul fitri ini kita terlahir kembali menjadi manusia baru yang lebih baik

Berkait dengan blog ini saya juga meminta maaf jika

  • Kurang rajin mengupdate blog di bulan September ini. Bulan ini praktis saya hanya menyusun satu tulisan saja yaitu tentang Sejarah Konflik Indonesia-Malaysia. Harap maklum laptop saya rusak. LCD laptop saya bocor. Sempat dicoba diprebaiki dan berhasil namun tak bertahan lama. Sekarang juga masih nginap di bengkel. Sepertinya sih memang harus diganti
  • Menyinggung beberapa pihak dalam tulisan-tulisan saya. Namanya saja blog yang merupakan media ide saya pribadi maka tak jarang mungkin menyinggung pihak tertentu. Apalagi tulisan-tulisan saya tentang pemilu kemarin.
  • Tidak membalas komentar-komentar yang ada. Saya berprinsip ada komentar yang tidak perlu ditanggapi ada pula yang perlu. Kalau yang menurut pendapat saya tidak perlu ditanggapi dan ternyata sama sang komentator perlu dan saya tidak menanggapi saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Sekali lagi, Selamat Idul Fitri MohonMaaf Lahir Batin

Categories: Indonesia