Arsip

Arsip Penulis

Polisi dan Kejaksaan Sepertinya Tetap tidak Mau Kalah

November 25, 2009 Yasir Alkaf Tinggalkan komentar

AKHIRNYA bikin postingan juga tentang kasus KPK ini. SBY sudah melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Negara kemarin malam dengan memberikan pidato muter-muter tidak jelas yang salah satu isinya kasus Chabit [Chandra-Bibit] diselesaikan di luar pengadilan saja. Namun masalah tidak akan berhenti begitu saja karena SBY tidak tegas mengemukakan teknisnya seperti apa.

Kalau dari yang saya lihat sepertinya Polri dan Kejaksaan tidak akan mau kalah. Chabit memang akan bebas tapi polisi dan kejaksaan tetap akan punya nama baik. Teknisnya Polisi akan tetap melimpahkan hasil penyelidikan ke Kejaksaan. Dengan demikian Polisi sudah tidak punya lagi wewenang menangani kasus itu. Kalau polisi menghentikan proses penyelidikan polisi akan sangat malu sekali. Itulah mengapa tetap diserahkan hasil penyelidikan ke Kejaksaan. Bola berada di tangan jaksa sekarang untuk bisa dinyatakan apakah kasus ini akan dibawa ke pengadilan atau tidak. Kalau tidak layak ya dihentikan dan tidak ada pengadilan. Kalau layak dalam artian unsur-unsur hukumnya terpenuhi ya tetap diteruskan. Nah mungkin Kejaksaan tetap akan menganggap kasus Chabit ini layak di bawa ke pengadilan tetapi dihentikan demi kepentingan umum atau atas instruksi presiden.

See? Jadi Chabit memang bebas tapi bebas bukan karena tidak bersalah tapi karena ‘dikasihani’ Kejaksaan demi kepentingan umum atau bebas karena ‘dibantu’ Presiden. Jadi dalam hal ini nama Kejaksaan akan tetap bersih. Taktik yang sangat bagus bukan?

Kalau yang saya lihat sih sepertinya akan seperti itu. Chabit bebas tapi bukan berarti dia tidak bersalah dan nama Polri dan Kejaksaan tetap bersih. Entah benar atau tidak, kita lihat saja nanti. Tapi dari fenomena yang ada saya akan sangat yakin seperti itu. Bukti yang mulai Nampak, Susno Duaji memang dihentikan dari Kabareskrim tapi dimutasi bersama perwira yang lain. Jadi dia tidak kena tindakan tegas. Pencopotan itu hanya seperti memenuhi dahaga public karena ia sebenarnya tidak dicopot. Nama polisi jadi baik kembali karena menuruti keinginan public [dan Tim 8] padahal Susno tidak ke mana-mana, masih di kepolisian juga.

Yah mau bagaimana lagi. Beginilah Indonesia. Batas antara benar dan salah sangat tipis. Yang salah bisa kelihata benar dan dibuat seolah sangat benar dan juga sebaliknya. Hufft

Categories: Indonesia

Berbagi Cerita Tentang Progress Report TA

November 17, 2009 Yasir Alkaf 3 komentar

SELASA [17/11/2009] ini saya mendapat jatah untuk melaksanakan progress TA. Harusnya berdasarkan jadwal yang sebenarnya saya haru progress bulan kemarin, tapi karena waktu itu belum pede untuk maju disamping kebetulan juga pas hari itu harus ke Serang untuk mengikuti perpisahan ayah yang dimutasi ke Jogja jadi progress saya terpaksa mundur satu bulan. Mundur satu bulanpun ternyata program saya masih belum beres. Kalau dipersentasekan kuranglebih baru 70% jadi. Mau ngejar akhir november beres entah bisa atau tidak. Tapi sedang saya usahakan sebagaimana mungkin untuk selesai akhir bulan ini.

Kembali ke progress tidak ada yang istimewa sebenarnya. Progress yang berlangsung di ruang 4.12 itu berjalan lancar tanpa halangan satupun kecuali resolusi viewer yang herus diperkecil sehingga gambar tidak maksimal. Yang lain no problem. Ada satu lagi sih sebenarnya. Si bapak dosen pengawas yang kebetulan dosen web [lebih tepatnya Pemrograman XML] bertanya koq program saya tidak dibuat berbasis web. Kalau berbasis web kan jadi jauh lebih fungsional dan user tidak perlu direpotkan dengan instalasi. Saya memang membuat program ini menggunakan Visual Basic, jadi basisnya desktop. Ngeles sana ngeles sini, akhirnya si bapak bisa menerima juga jawaban saya. Senjata andalan saya, saya bilang sasaran program ini dealer mobil pak. Jadi ketika ada calon pembeli datang untuk berkonsultasi kira-kira mobil apa yang sesuai kriteria dia maka sang petugas [CS atau apalah] yang mengoperasionalkan program ini dan memberi rekomendasi pada calon pembeli. Jadi pembeli tidak perlu repot-repot harus menginstal program ini. Dikembalikan ke judul laporan lah. Kurang lebih seperti itu.

Read more…

Playlist 15 Nov 2009

November 15, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

Sekedar pengin berbagi music-musik yang menemani saya mala mini, Minggu 15 November 2009

Frank Sinatra – Fly Me to the Moon

Gerald Albright – Winelight

Michael Buble – Home

Josh Groban - You Are Loved (Dont Give Up)

Robbie Wiliams – Something Stupid

Guy Sebastian - Angel Brought Me Here

David Archuleta – Crush

Eagles - Hotel California

ABBA - Dancing Queen

Anggun – Snow on the Sahara

Alicia Keys – If Ain’t Got You

Michael Buble – Crazy Little Thing Called Love

Ronan Keating - If Tomorrrow Never Comes

Phil Collins - Look Through My Eyes

Take That - How Deep is Your Love

Air Supply - Goodbye

Same-same - Love Isn’t

Muse - United States of Eurasia

 

*temanya mellow2 gajebo.. hahaha..

Categories: Kisah Hidup

Untuk Ayah: Sebuah Testimoni Ulang Tahun

November 12, 2009 Yasir Alkaf 1 comment

BERHUBUNG gara-gara Antasari Azhar kata testimony jadi lumayan terdengar lagi saya jadi ingin membuat testimony juga. Bukan testiomni tentang dugaan suap di kampus saya akan tetapi sebuah testimony tentang ulang tahun ayah saya. Jadi ceritanya 10 November yang lalu ayah saya berulang tahun untuk yang kesekiankalinya. Sebenarnya tanggal lahir aslinya bukan hari itu, tetapi tanggal 25 Oktober. Karena satu dan lain hal yang tercatat ya yang tanggal 10 November itu. Biar keluargakami saja yang tahu penyebabnya. :D

Err saya ingin sedikit bercerita tentang ayah saya. Ayah saya itu, tak usahlah saya sebutkan namanya, lahir dan tumbuh di keluarga besar di sebuah desa di Kebumen. Ayah saya adalah anak terakhir dari 12 bersaudara. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya jika mereka semua berkumpul, dijamin penuh sesak. Untungnya walauppun lahir dari keluarga besar ternyata setelah bekeluarga ayah memutuskan tidak banyak-banyak mempunyai anak. Dua anak cukup yaitu saya sebagai anak pertama beserta satu orang adik perempuan. Alasan kenapa Ayah hanya membentuk keluarga kecil silahkan tanya langsung kepada beliau karena saya sendiri juga kurang paham.
Read more…

People’s Power di Facebook

November 8, 2009 Yasir Alkaf 2 komentar

DALAM prinsip demokrasi ada yang namanya trias politika, yaitu pembagian kekuasaan didalam sebuah pemerintahan untuk mencapai sebuah kestabilan Negara. Ketiga unsur tersebut adalah Legislatif selaku pembuat UU, Eksekutif selaku pelaksana UU dan Yudikatif sebagai pengawas pelaksanaan UU. Konsep yang dibangun Montesquieu itu sebenarnya sangat bagus. Legislatif sebagai perwakilan rakyat membuat UU yang mana UU itu hakikatnya adalah kemauan rakyat. Kemudian untuk melaksanakan kemauan rakyat itu dibutuhkan sebuah panitia agar kemauan rakyat itu bisa berjalan. Fungsi itulah yang yang dijalankan eksekutif atau yang biasa kita sebut pemerintah [meskipun penamaan pemerintah itu tidak terlalu tepat karena berkesan yang memerintah, padahal pemerintah itu sebenarnya pelayan rakyat -red]. Untuk mengawasi apabila pelaksanaan kemauan rakyat dibentuklah yudikatif. Jadi dengan demikian sesuai prinsip demokrasi dimana vox populi vox dei [suara rakyat adalah suara Tuhan] maka rakyat benar-benar dimanja dengan triaspolitika ini.

Namun yang namanya konsep dalam pelaksanaanya kadang [bahkan cenderung sering] tidak sesuai kenyataan, apalagi di Indonesia negeri tercinta ini. Legislatif yang seharusnya membuat UU yang pro-rakyat malah membuat UU yang berpihak pada golongan tertentu saja. Ekskutif yang menjalankan UU sebagai pelayan rakyat malah kadang bersikap semau sendiri seolah lupa kalo dia itu pelayan. Contoh paling sederhana ya ribetnya kita membuat KTP yang membuat seolah lurah dan camat jadi orang yang sangat penting. Terakhir yudikatif sebagai pengawas juga setali tiga uang dengan eksekutif dan legislatif dengan cenderung hanya melaksanakan pengawasan formal saja.

Dalam kebuntuan itu muncullan kekuatan alternatif yang biasa disebut sebagai pilar demokrasi keempat bernama pers. Pers sebagai kekuatan independen diluar sistem melalui kekuatan media penerbitannya menjadi sebuah kontrol sosial bahkan bagi ketiga pilar demokrasi utama yang lain. Melalui pers masyarakat jadi tahu kebobrokan pemerintah dan bisa menjadi alat untuk mendorong rakyat sebagai penguasa sebenarnya untuk bertindak. People’s power bisa terjadi dengan bantuan pers. Entah itu nantinya rakyat akan bersatu menurunkan penguasa, seperti saat Soeharto diturunkan, atau alternatif lainnya.

Namun sayang terkadang pers juga tidak full menjalankan perannya itu. Rakyat tidak serta merta dapat terlibat aktif disitu. Rakyat hanya diberi tahu dan diberi tahu. Ya kalau informasi benar, kalau salah? Rakyat malah hanya diadudomba saja. Pers kadang kurang memperhatikan suara arus bawah. Pers cenderung melihat ke atas bukan ke bawah. Headline utamanya selalu yang dikutip adalah para tokoh-tokoh. Lantas kapan rakyat bisa mempunyai akses langsung berbicara ke media.

Disinilah teknologi informasi [TI] berperan. Dengan TI rakyat benar-benar menjadi penguasa. Dengan bantuan TI rakyat tanpa melalui perwakilan orang bisa bersuara. Inilah yang bernama people power. TI yang mungkin digunakan adalah blog. Di blog mereka bebas mengutarakan pendapatnya. Hanya saja sayangnya berjuang lewat blog cenderung perjuangan sporadis. Ibarat berjualan, menulis di blog seperti berjualan di warung pinggiran jalan. Penjual harus berjuang keras agar ada pembeli yang masuk. Beruntung sekarang ada yang namanya facebook. Facebook ibarat mal atau swalayan. Pasanag idea tau gagasan dan pengguna lain langsung tahu dan bisa mendukung. Contoh popular tentu 1.000.000 facebooker dukung Chandra-Bibit. Member grup benar-benar mencapai sejuta dan sebagian benar-benar turun ke jalan hari Minggu [08/10/09] di Jakarta.

Melalui grup ini pers yang mungkin kurang peka suara bawah jadi tahu bahwa rakyat juga bergerak dan ‘memaksa’ mereka untuk meliput. Eksesnya sangat terasa. Pers sebagai pelaksana kontrol sosial dan facebooker sebagai suara rakyat atas nama pribadi menjadi sebuah kolaborasi luar biasa yang bahkan sampai akhirnya berhasil membangun opini positif atas ketidakberesan kasus Bibit Chandra ini. Dan akhrinya mereka berduapun sementara bisa bebas untuk menjalani proses hukum yang jauh lebih benar. Kalau dikatakan rakyat mengintervensi ya memang mengintervensi, tetapi itu bukan kesalahan karena rakyatlah penguasa sebenarnya dari sebuah Negara.

Kasus lain dimana rakyat turun langung dengan bantuan TI yang cukup fenomenal tentu saja kasus Prita Mulyasari. Dengan desakan rakyat melalui media TI internet Prita sekarang bisa bebas.

Dengan demikian tak salah ketika akhrinya, mengutip pernyatan Zulkifli senior LPM Profesi, bahwa facebooker menjadi pilar demokrasi kelima. Facebook menjadi saran bagi rakyat untuk mengemukakan pendapatnya secara langsung tanpa diwakili legislatif yang makin tidak beres sekaligus menjadi sarana untuk bergerak bersama. People’s Power terjadi di facebook.

-Jogjakarta, 8 November 2009-

Categories: Indonesia

Kabinet Indonesia Bersatu 2 [SBY – Boediono]

Oktober 21, 2009 Yasir Alkaf 3 komentar

HARI ini [Rabu, 21/09/2009] dimulai pukul 22.00 Presiden RI terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono, resmi mengumumukan kabinetnya untuk lima tahun ke depan. Kabinet yang dinamai Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini dipilih langsung oleh SBY dengan memperhatikan kepentingan partai-partai pendukungnya. Total ada 34 menteri departemen dan non departemen yang mengisi pos-pos yang kurang lebih sama dengan cabinet sebelumnya.

Lebih detail lagi cabinet ini mempunyai komposisi 19 menteri [plus satu professional non kader atas rekomendasi parpol] atas rekomendasi parpol dan sisanya dari kalangan professional. Dari kalangan professional selain dari praktisi diisi juga oleh akademisi. Pengisi jabatan Menteri Kesehatan adalah praktisi di bidang kesehatan sehingga sangat sesuai. Pengisi Mendiknas pernah jadi Rektor di UTS sehingga juga cukup sesuai. Namun yang perlu diperhatikan dari sekian banyak menteri yang ada, hanya 2 orang yang berkarir sesuai departemennya. Mereka adalah Marty Natalegawa di Deplu dan Djoko Kirmanto di Dept PU. Selain mereka berdua adalah menteri dari kalangan professional non karir.

Read more…

Antara Budaya Indonesia dan Budaya Malaysia

Oktober 3, 2009 Yasir Alkaf 4 komentar

ibu-tua-pecanting-batikJUMAT, 2 Oktober 2009 menjadi hari yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Batik sebagai salah satu kebudayaan khas Indonesia diakui UNESCO sebagai kebudayaan Indonesia. Resminya batik diakui sebagai budaya bukan benda warisan manusia [intengible cultural heritage of humanity]. Rilis resmi UNESCO bisa dilihat di sini. Batik yang dimaksudkan disini adalah batik tulis bukan batik cap. Pengakuan UNESCO terhadap batik ini menjadi cukup riuh dikarenakan sempat menegangnya hubungan Indonesia dan Malaysia akibat ‘pengklaiman budaya-budaya’ Indonesia oleh Malaysia. Dan batik ini konon juga termasuk ke dalam salah satu budaya yang juga diklaim Malaysia

Saya belum pernah ke Malaysia jadi kurang tahu bagaimana batik Malaysia. Namun berdasarkan website yang saya kunjungi, batik Malaysia itu lebih cenderung ke batik cap bukan batik tulis. Jadi antara batik Malaysia dan batik Indonesia yang diakui UNESCO sebagai budaya asli Indonesia itu sepertinya adalah dua bentuk yang berbeda

Bukan batik yang akan saya bahas di sini tapi lebih cenderung ke perseteruan budaya yang akan saya bahas. Jujur saya sering gerah dengan polah Malaysia yang ‘suka mengklaim’ budaya-budaya Indonesia. Berawal dari kegerahan itu kemarin saya mampir ke warisan.gov.my. Website itu adalah website resmi Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia. Di situ dicantumkan budaya-budaya milik Malaysia. Untuk melihat list lengkapnya bisa langsung merujuk ke sini.

Read more…