Kabinet Indonesia Bersatu 2 [SBY – Boediono]
HARI ini [Rabu, 21/09/2009] dimulai pukul 22.00 Presiden RI terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono, resmi mengumumukan kabinetnya untuk lima tahun ke depan. Kabinet yang dinamai Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini dipilih langsung oleh SBY dengan memperhatikan kepentingan partai-partai pendukungnya. Total ada 34 menteri departemen dan non departemen yang mengisi pos-pos yang kurang lebih sama dengan cabinet sebelumnya.
Lebih detail lagi cabinet ini mempunyai komposisi 19 menteri [plus satu professional non kader atas rekomendasi parpol] atas rekomendasi parpol dan sisanya dari kalangan professional. Dari kalangan professional selain dari praktisi diisi juga oleh akademisi. Pengisi jabatan Menteri Kesehatan adalah praktisi di bidang kesehatan sehingga sangat sesuai. Pengisi Mendiknas pernah jadi Rektor di UTS sehingga juga cukup sesuai. Namun yang perlu diperhatikan dari sekian banyak menteri yang ada, hanya 2 orang yang berkarir sesuai departemennya. Mereka adalah Marty Natalegawa di Deplu dan Djoko Kirmanto di Dept PU. Selain mereka berdua adalah menteri dari kalangan professional non karir.
Dari parpol Partai Demokrat sebagai partainya SBY mengirimkan menteri paling banyak sejumlah 6 orang yaitu Darwin Zahedy Saleh [Menteri ESDM], Jero Wacik [Menteri Kebudayaan dan Pariwisata], Syarif Hasan [Menteri Koperasi dan UKM], E.E. Mangindaan [Menteri PAN], Andi Mallarangeng [Menteri Pemuda dan Olahraga] dan Freddy Numberi [Menteri Perhubungan]. Selanjutnya PKS sebagai mitra koalisi awal SBY dengan suara terbanyak mengutus 4 kadernya yaitu Suswono [Menteri Pertanian], Tifatul Sembiring [Menteri Komunikasi dan Informatika], Salim Segaf Al-Jufri [Menteri Sosial] dan Suharna Surapranata [Menteri Riset dan Teknologi]
Selanjutnya PAN mengirim tiga kadernya di kementrian yaitu Patrialis Akbar, Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa. PKB mengirimkan 2 orang yaitu Ketua Umum Muhaimin Iskandar beserta Helmy Faishal Zaini. Ketua umum PPP, Suryadharma Ali, juga menjadi menteri lagi bahkan menjadi Menteri Agama. Selain itu satu lagi kader PPP di Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perumahan Rakyat.
Golkar sebagai partai terakhir yang menyatakan bergabung sebagai mitra koalisi SBY pasca terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umumnya menempatkan dua kadernya yaitu Agung Laksono dan Fadel Muhammad. Boleh dibilang perwakilan Golkar di cabinet berjumlah dua setengah karena ada M.S Hidayat ketua KADIN menjadi Menteri Perindustrian berdasar rekomendasi partai Golkar.
Selengkapnya menteri Kabinet Indonesia bersatu 2 dapat dilihat pada table berikut. Warna biru muda menunjukan mereka adalah menteri yang berasal dari partai politik:
| JABATAN | NAMA | BASIS | KETERANGAN |
| Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan | DJOKO SUYANTO | Profesional – Mantan KSAU | |
| Menteri Koordinator Perekonomian | HATTA RAJASA | Politisi – PAN | |
| Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat | AGUNG LAKSONO | Politisi – Golkar | |
| Menteri Sekretaris Negara | SUDI SILALAHI | Profesional – Mantan TNI | Sekretaris Kabinet 04-09 |
| MENTERI DEPARTEMEN | |||
| Menteri Dalam Negeri | GAMAWAN FAUZI | Profesional – Gubernur Sumbar | Diusung menjadi gubernur oleh PDIP tapi bukan kader PDIP |
| Menteri Luar Negeri | MARTY NATALEGAWA | Profesional – Dubes RI di PBB | Karir di Deplu |
| Menteri Keuangan | SRI MULYANI | Profesional | Menteri Incumbent |
| Menteri Pertahanan | PURNOMO YUSGIYANTORO | ||
| Menteri Pendidikan Nasional | MUHAMMAD NUH | Profesional – Mantan Rektor ITS | |
| Menteri Perdagangan | MARI ELKA PANGESTU | Profesional – Ekonom | Menteri Incumbent |
| Menteri Kesehatan | ENDANG RAHAYU | Profesional – Praktisi Kesehatan | |
| Menteri Pekerjaan Umum | DJOKO KIRMANTO | Profesional – Karir Dept PU | Menteri incumbent |
| Menteri Agama | SURYA DHARMA ALI | Politisi – PPP | |
| Menteri Komunikasi dan Informasi | TIFATUL SEMBIRING | Politisi – PKS | |
| Menteri Sosial | SALIM ASSEGAF AL JUFRI | Politisi – PKS | Menjabat Dubes RI di Arab Saudi |
| Menteri Pertanian | SUSWONO | Politisi – PKS | |
| Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi | MUHAIMIN ISKANDAR | Politisi [PKB] | |
| Menteri Budaya dan Pariwisata | JERO WACIK | Politisi [Demokrat] | Menteri Incumbent |
| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral | DARWIN SALEH | Politisi – Demokrat | |
| Menteri Perhubungan | FREDY NUMBERY | Politis – Demokrat | |
| Menteri Hukum dan HAM | PATRIALIS AKBAR | Politisi [PAN] | |
| Menteri Kehutanan | ZULKIFLI HASAN | Politisi [PAN] | |
| Menteri Kelautan dan Perikanan | FADEL MUHAMMAD | Politisi – Golkar | |
| Menteri Perindustrian | M.S. HIDAYAT | Profesional – Ketua KADIN | Atas rekomendasi Golkar |
| MENTERI NEGARA | |||
| Menteri Negara Lingkungan Hidup | GUSTI MUHAMAD HATTA | Profesional – Guru Besar UnLam | |
| Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak | LINDA AGUM GUMELAR | Profesional – aktuvis organisasi | Ketua Kongres Wanita Indonesia |
| Menteri Negara BUMN | MUSTAFA ABUBAKAR | Profesional – Dirut Bulog | |
| Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas | ARMIDA ALISJAHBANA | Profesional – Guru Besar Ekonomi UnPad | |
| Menteri Negara Riset dan Teknologi | SUHARNA SURAPRANATA | Politisi – PKS | |
| Menteri Negara Koperasi & UKM | SYARIF HASAN | Politisi – Demokrat | |
| Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi | E.E. MANGINDAAN | Politisi – Demokrat | |
| Menteri Pemuda dan Olahraga | ANDI MALARANGENG | Politisi – Demokrat | Jubir SBY |
| Menteri Negara Perumahan Rakyat | SOHARSO MANOARFA | Politisi – PPP | |
| Menteri Negara PPDT | HELMY FAISHAL ZAINI | Politisi – PKB | |
| Pejabat Negara Setingkat Menteri | |||
| Kepala BIN | SUTANTO | Profesional – Mantan Kapolri | |
| Kepala BKPM | GITA WIRJAWAN | Profesional -Komisaris Pertamina | |
| Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan | KUNTORO MANGKUSUBROTO | ||
Selamat Bekerja untuk bapak Presiden dan para pembantunya, semoga dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik









gak ada Menteri Blogger dan Jejaring Sosial
Dengan diumumkannya kabinet SBY-Budiono saya sebagai pengusaha cukup kaget dengan orang-2 yang dipilih menduduki kursi kabinet. Mestinya 60% profesional dan 40% dari partai politik lebih ideal.Namun yang terjadi 52% dari partai politik yang kita tahu kapasitas mereka. Apa karena SBY merasa tahun depan sudah tidak berpeluang lagi menjadi Presiden sehingga dalam pemerintahan periode 2009-2014 bisa berbuat semaunya. Mudah-2 dugaan saya salah dan para pembantu itu bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik, dan korupsi bukan malah bertambah marak. Semoga
Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita
http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557