<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pelajaran dari Pemilihan Presiden 2009</title>
	<atom:link href="http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/</link>
	<description>Dari FTI UII Menuju Presiden Republik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 04:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: raditya angga</title>
		<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/#comment-1006</link>
		<dc:creator>raditya angga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 07:57:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yasiralkaf.wordpress.com/?p=699#comment-1006</guid>
		<description>klo politik pencitraan sih memang kayaknya memegang peranan yang besar dalam gerakan pak sby yang menempatkannya di posisi satu,

terlihat sebagian masyaratak sedikit susah untuk menerima perdebtan sebagai salah satu jalur yang bisa membuka isi pikiran dari para capres,sedikit di senggol,malah banyak yang gag suka,sedikit menyerang malah disalahkan,sepertinya masyarakat terlalu terbiasa dengan cara2 kampanye yang bisa dibilang kuno,seperti berorasi2 di depan ribuan masa..

ya memang kalau dibilang sby mempunyai kewibawaan yang bisa dibilang dapat mempengaruhi masyarakat,,tapi sby gag bakal baik jika tidak diimbangi dengan kroni2 nya yang baik juga nanti,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo politik pencitraan sih memang kayaknya memegang peranan yang besar dalam gerakan pak sby yang menempatkannya di posisi satu,</p>
<p>terlihat sebagian masyaratak sedikit susah untuk menerima perdebtan sebagai salah satu jalur yang bisa membuka isi pikiran dari para capres,sedikit di senggol,malah banyak yang gag suka,sedikit menyerang malah disalahkan,sepertinya masyarakat terlalu terbiasa dengan cara2 kampanye yang bisa dibilang kuno,seperti berorasi2 di depan ribuan masa..</p>
<p>ya memang kalau dibilang sby mempunyai kewibawaan yang bisa dibilang dapat mempengaruhi masyarakat,,tapi sby gag bakal baik jika tidak diimbangi dengan kroni2 nya yang baik juga nanti,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yasir Alkaf</title>
		<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/#comment-997</link>
		<dc:creator>Yasir Alkaf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 11:20:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yasiralkaf.wordpress.com/?p=699#comment-997</guid>
		<description>:Indra
tepat sekali, pdhl dulu yg minta JK jadi capres juga para DPD ya. eh malah ditinggal begitu saja

:Bay
yoha Bay. banyak nonton sinetron sih ya rakyat Indonesia

:Noe
itu dia mas. SBY berhasil mencitrakan dirinya sukses, jadi meskipun sukses itu semu rakyat ttp milih dia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:Indra<br />
tepat sekali, pdhl dulu yg minta JK jadi capres juga para DPD ya. eh malah ditinggal begitu saja</p>
<p>:Bay<br />
yoha Bay. banyak nonton sinetron sih ya rakyat Indonesia</p>
<p>:Noe<br />
itu dia mas. SBY berhasil mencitrakan dirinya sukses, jadi meskipun sukses itu semu rakyat ttp milih dia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ~noe~</title>
		<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/#comment-990</link>
		<dc:creator>~noe~</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 06:27:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yasiralkaf.wordpress.com/?p=699#comment-990</guid>
		<description>kalo aku lebih menyoroti masalah ke depannya.
selama pemerintahan sby, bisa dibilang tidak ada sesuatu hal yang menyebabkan rakyat ingin menggantinya. kalopun ada beberapa program yang tidak sesuai target, masyarakat bisa memahami karena pada masa pemerintahannya terjadi banyak bencana. pemerintah dipusingkan banyaknya bencana. dan itu seolah menjadi termaafkan.
kondisi pemerintahan yang stabil ini membuat banyak orang ingin meneruskannya daripada melakukan perubahan. bolehlah calon lain punya program yang sangat bagus, tapi apakah itu menjamin terlaksananya program itu jika capres tsb terpilih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo aku lebih menyoroti masalah ke depannya.<br />
selama pemerintahan sby, bisa dibilang tidak ada sesuatu hal yang menyebabkan rakyat ingin menggantinya. kalopun ada beberapa program yang tidak sesuai target, masyarakat bisa memahami karena pada masa pemerintahannya terjadi banyak bencana. pemerintah dipusingkan banyaknya bencana. dan itu seolah menjadi termaafkan.<br />
kondisi pemerintahan yang stabil ini membuat banyak orang ingin meneruskannya daripada melakukan perubahan. bolehlah calon lain punya program yang sangat bagus, tapi apakah itu menjamin terlaksananya program itu jika capres tsb terpilih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bay</title>
		<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/#comment-985</link>
		<dc:creator>bay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 05:23:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yasiralkaf.wordpress.com/?p=699#comment-985</guid>
		<description>3.santun lebih disukai
saya kira masalah santun adalah faktor kebanyakan orang indonesia yang sangat sinetronist, jadi dalam hal sinetron orang lebih suka dengan orang yang protagonis, yang baik-baik bukan yang antagonis, yang bertindak semena-mena...

MUNGKIN, hal ini juga terjadi pada SBY, sby berperan sebagai orang protagonis, penuh kesantunan, sedangkan 2lawan politiknya selalu menyerang sby, baik dalam debat ataupun dalam berkampanye...

jadi sebagian masyarakat indonesia KEMUNGKINAN melihat dari hal ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>3.santun lebih disukai<br />
saya kira masalah santun adalah faktor kebanyakan orang indonesia yang sangat sinetronist, jadi dalam hal sinetron orang lebih suka dengan orang yang protagonis, yang baik-baik bukan yang antagonis, yang bertindak semena-mena&#8230;</p>
<p>MUNGKIN, hal ini juga terjadi pada SBY, sby berperan sebagai orang protagonis, penuh kesantunan, sedangkan 2lawan politiknya selalu menyerang sby, baik dalam debat ataupun dalam berkampanye&#8230;</p>
<p>jadi sebagian masyarakat indonesia KEMUNGKINAN melihat dari hal ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Indra</title>
		<link>http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-pemilihan-presiden-2009/#comment-984</link>
		<dc:creator>Indra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 04:04:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yasiralkaf.wordpress.com/?p=699#comment-984</guid>
		<description>Ada satu lagi faktor turunnya suara JK-WIN.
Motor penggerak dari partai golkar tidak sepenuhnya berjalan, terutama dari DPD. DPD yang telah kita ketahui mempunyai peranan yang sangat vital karena face2face dg masyarakat. Kenapa bs terjadi? banyak faktor, misalnya ada yg tidak setuju kalau JK jd presiden,pdhl dr partainya sendiri, dan faktor2 yg lain....
yg pasti kali ini JK kalah telak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu lagi faktor turunnya suara JK-WIN.<br />
Motor penggerak dari partai golkar tidak sepenuhnya berjalan, terutama dari DPD. DPD yang telah kita ketahui mempunyai peranan yang sangat vital karena face2face dg masyarakat. Kenapa bs terjadi? banyak faktor, misalnya ada yg tidak setuju kalau JK jd presiden,pdhl dr partainya sendiri, dan faktor2 yg lain&#8230;.<br />
yg pasti kali ini JK kalah telak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
