Perbandingan Hasil Perang Survey tentang Pilpres 2009
SEKARANG ada satu bentuk model kampanye baru yaitu kampanye lewat survey. Dalam jangka waktu yang sangat berdekatan muncul banyak hasil survey yang neyatakan kemenangan capres terntetu, tetapi dengan hasil yang sangat jauh berbeda. Lembaga Survey Indonesia [LSI] yang mengawali dengan merilis survey yang menyatakan SBY akan menang dengan presentase 70% sementara pesaing terdekatnya Mega Prabowo hanya sekitar 18% saja. LSI itu sendiri mengaku bahwa survey mereka didanai Fox Indonesia yang merupakan konsultan politik SBY.
Survey itu langsung dibalas Lembaga Riset Informasi [LRI] yang ‘berafilasi’ dengan JK. Rilis lembaga itu tetap menempatkan pasangan SBY Boediono di posisi teratas tapi hanya berada di 33% saja sementara JK Wiranto kalah 4 % saja di persentase 29%. Jadi jelas menurut LRI JK Wiranto masih punya peluang menyalip SBY, paling tidak diputaran kedua. Belum cukup segitu, tiba-tiba muncul Lingkaran Survey Rakyat [LSR] yang entah bagaimana menempatkan Megawati Prabowo unggul di persentase 89%, sementara SBY Boediono hanya 1%.
Luar biasa penggiringan opini yang dilakukan lembaga survey tersebut untuk membawa pemilih memilih calon yang lembaga survey usung itu. Bagaimana tidak, 3 lembaga survey mempunyai hasil yang sangat jauh berbeda. Entah siapa yang benar. Belum lagi ada lembaga-lembaga survey lain yang juga melakukan rilis survey mereka juga. Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya kita lihat terlebih dulu perbandingan hasil survey mereka:
|
Mega-Prabowo |
18 % |
20 % |
89 % |
9.7 % |
11.80 % |
|
SBY-Boediono |
70 % |
33 % |
1 % |
54.9 % |
67.10 % |
|
JK-Wiranto |
7 % |
29 % |
10 % |
6.8 % |
6.70 |
|
Belum memilih |
5 % |
18 % |
0 % |
27 % |
10.90 |
Ket:
LSI: Lembaga Survey Indonesia | LRI:Lembaga Riset Informasi | LSR: Lembaga Survey Rakyat | LP3ES:
Lembaga Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial | LSN:LEmbaga Survey Nasional
Kecuali LSR, semuanya kompak memenangkan SBY. Hanya saja berbeda dengan hasil quick count yang meskipun tidak persis tapi hasilnya cukup mirip, hasil survey pilpres ini sangat berbeda. Perbedaan itu pada akhirnya justru menyebabkan banyak orang yang jadi meragukan kredibilitas dan validitas hasil survey itu. Apalagi pendanaan survey itu ternyata disediakan oleh tim sukses. Lembaga Survey Indonesia mengaku kalau pendanaan survey ini disediakan oleh Fox Indonesia yang merupakan konsultan politik SBY. Begitu juga dengan LSR yang Johan Silalahi ketuanya masuk ke dalam tim sukses JK, makanya hasil survey yang diperoleh JK cukup tinggi.
Berdasarkan berita yang dirilis detik.com, survey LSI dilakukan pada tanggal 25-29 Mei 2009 di 33 provinsi, dengan 2999 responden, pada tingkat kepercayaan 95% dengan margin error +/- 1,8 %. Jadi dengan demikian survey itu dilakukan dengan sangat merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dan dengan kata lain, hasil survey itu sudah merupakan representasi seluruh rakyat Indonesia.
LRI, rival LSI, yang hasil survey-nya menempatkan persentase JK tidak kalah jauh dari SBY, seperti dilansir dari vivanews.com, mengadakan survey ini tanggal 2-5 Juni 2009 \menggunakan metode teknik sampling gugus bertahap. Melibatkan 2.096 responden berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah dengan estimasi margin of error 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Kalau membandingkan dua lembaga survey ‘yang berseteru’ itu ada perbedaan yang sangat mendasar. Margin of error-nya berbeda, dengan margin of error LRI lebih tinggi. Saia tidak tahu itu berpengaruh atau tidak karena saia bukan orang statistic, tapi mestinya hal itu berpengaruh juga. Kemudian waktu pelaksaannya juga beda dimana LRI lebih belakangan mengadakan survey. Mestinya hal itu juga berpengaruh karena siapa tahu kebetulan ada orang yang sama yang disurvey kedua lembaga tersebut tapi mengalihkan pilihannya ke calon lain, meskipun peluang itu sangat-sangat kecil.
Yang masih belum jelas si LSR yang memenangkan Mega ini. Fadly Zon saja saat menyampaikan berita itu kepada wartawan seperti yang dilansir detik.com-pun tampak seperti bercanda. Bisa dimaklumi soalnya kemenangan Mega mencapai 89% sementara SBY hanya 1% saja. Seperti survey main-main saja.
LP3ES seperti yang dilansir dari Republika.co.id juga berbeda dan agak aneh, mereka hanya melakukan survey 3-4 Juni 2009 by phone di 15 kota besar saja yaitu Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Makassar, Ma nado, Balikpapan, Banjar masin, dan Denpasar dengan jumlah sampel 1.994. tidak semua propinsi diambil datanya seperti LSI dan LRI.
Terlepas dari semua itu saia tetap saja melihat ini adalah bagian dari kampanye. Kalau kemarin sempat ada perang kata-kata menyerang pribadi capres oleh tim sukses capres yang lain, sekarang perang-nya berganti perang survey. Survey LRI yang meninggikan suara JK-Wiranto pasti akan membuat hati pendukungnya agak lega sejenak setelah sebelumnya sempat drop akibat survey LSI.
Jadi kampanye sekarang tidak hanya kampanye terbuka konvoi ke jalan, debat terbuka, iklan TV atau media lainnya atau kampanye tertutup, tapi sekarang ada kampanye baru bernama kampanye survey.









benar, satu teknik baru yang dipelopori Fox
wah bener gak yah, rasanya gak mungkin sebegini drastis yah, artinya SBY menang langsung diputaran pertama rasanya gak mungkin.
rindu yg cantik…
SBY menang 1 kali mungkin sekali. Ok kita ragu LSI tapi LP3ES dan LSN memprediksi SBY diatas 50%, selama ini LSI, LP3ES, LSN hasil surveynya ga jauh meleset..
Metodologi penelitiannya menggunakan pendekatan duit dan kekuasaan, maka hasilnya seperti itu dan kebenaran jadi nomor sekian.
Ah………..sangat disayangkan, mudah-mudahan para penelitinya bukan dari kalangan akademisi atau intelektual.
awh bakal seru nih
sudah tahu belum.. ni, ada info seru tentang kontes blogging 2009 hadiahnya menarik lho lihat info di http://herbamart.blogspot.com
peserta tidak terbatas yang penting punya blog
wii, ada mba Rindu si seleb blog berkunjung ke sini. sebuah kehormatan bagi saia ^_^
orang-orang statistik laku keras di masa-masa kampanye
sorry kalo agak skeptis, mengingat selain paparan data, lembaga2 itu juga saling bersilat lidah yang cenderung subjektif dan menjauh dari pembahasan datanya sendiri.
:Noe
saia juga ga percaya mas,makanya saia menyebut survey itu adalah kampanye juga
maaf, baru aku baca lebih teliti lagi.
aku justru salut dengan cara2 Megapro dgn LSR-nya. ini satu bentuk sindiran yang sangat mengena terhadap survey sebelumnya yang sok ilmiah. seharusnya mereka yang berkelas mengerti dengan sindiran hasil survey LSR ini.
menertawakannya sama saja dengan menunjukkan kebebalan dan level pemikiran yang dangkal.
yup sebenarnya itu cuma sindiran dari tim kampanye Mega Prabowo aj karena sampai tulisan itu saia buat tidak ada publikasi detail survey itu.
Detik.com juga menganggap ucapan Fadly Zon itu cuma bercanda..
^_^
itu mungkin hanya survei, karena masih banyak kemungkinan yang mungkin bisa terjadi, mungkin saja benar mungkin saja salah.. mungkin itu dari saya..
Dengan hasil survey yg hslnya mcm2 itu, kayaknya semua pada kebakaran jenggot, untung gue kagak punya jenggot… biarin aja deh nanti juga hasil yang surveynya nggak bener dengan sendirinya mati sendiri, kita belum tahu mana yg bener dan mana yang salah, kt diibaratkan penonton pertunjukan wayang, yang karakter wayangnya berbeda, siapa yang dalangnya bagus mungkin penonton akan banyak. beranikah intelektualitas mereka yang notabene bergelar DR, LLM, dll dipertaruhkan?
daripada survey capres, mendingan survey harga sembako tuch…
Saya harapkan lembaga surve betul – betul netral agar tetap eksis dalam bidangnya , tidak berpengaruh dengan kampaye atau money politik ,tidak di bilang peramal a
Yah semoga saja kita gak terpengaruh dengan hasil survey2 itu, menurut saya hasilnya juga belum cukup representatif untuk mengeneralisasi pilihan seluruh rakyat. Semoga rakyat Indonesia gak ikutah latah milih calon yang “katanya” mayoritas itu. Pemilu masih beberapa minggu lagi keadaan bisa saja berbalik, dan apapun bisa terjadi.
Saya butuh pemimpin yang tangguh, yang percaya akan kebesaran bangsanya sendiri, dan punya jiwa nasionalisme yang tinggi. Dan semua itu dimiliki oleh Pak JK, saya berdoa semoga pasangan nusantara JK-Wiranto bisa menang dalam pemilu Pilpres 2009 ini, Amin..
JK-WIRANTO UNTUK INDONESIA MANDIRI
LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!!!
:aliyah_nerz
err, kampanye ni ye
hahahaha
ini semua ciptaan fox amerika yang dipeloopori oleh amerika…. yang sudah jelas mendukung SBY… kita buktikan nanti, siapa yang akan menang, dan anda pasti akan menyesal
Menurut saya, kita jgn terlalu emosi menanggapi hasil survey, survey juga punya metodologi yang dpt dipertanggungjwbkan. Selain itu kita juga harus flashback ke pemilu th 2004, pemilihan para kepala daerah dan hasil survey menunjukkan hal yang hampir persis dengan hasil kpu. Jadi kita juga hormati hasil survey tersebut. Saya melihat di sni para tim kampanye yang jadi “kebakaran” takut tidak kebagian “jatah kekuasaan”, jika pasangan yang diusung tidak menang.
nanti kalo jk dan mega kalah dalam satu putaran siap2 lembaga survey dituntut pidana sama mereka
serem juga gebrakan lingkarah survei..
sukses buat pilpres kali ini
saya yakin sby menang hanya satu putaran
pak sby githu
saya kok meragukan semua hasil, tapi yakin kayaknya mbah surip yang akan menang….. tak gendong kemana-mana…tak gendong….
JK pasti menang
kenapa yah ko para capres tdk bersaing secara sehat sajaa? Mengapa harus melibatkan lembaga survey yang seharusnya bersikap netral? Semoga masayarakat dapat memilih presiden berdasarkan pemikiran masing2 tanpa ikut2an “suara mayoritas” menurut lembaga2 survey..
Survey hanya menyebutkan hasil prosentase, tapi tidak menjelaskan bahwa satu putaran dapat dinyatakan TERPILIH jika suara sah di atas 50% dan menyebar di minimal 17 propinsi dengan masing-masing propinsi minimal 20% perolehan suara sah. jadi 70 % pun belum tentu langsung terpilih satu putaran …….. lho. gmana?
betul sekali mas/mba anjani
^_^
Kita pilih yang asli Indonesia dan pasangan Nusantara saja deh. Bangga pada kemandirian bangsa sendiri itu sikap positif. Jangan milih yg fox fox fox gitu deh…bahaya laten amerika…
tu kan hanya survey, tanggapi positif aja, ujungnya kan ketahuan siapa yang kalah dan yang menang. percayalah orang mempermasalahkan hal tersebut orang yang punya tendensi yang negatif dan ketakutan akan kekalahan calon yang didukungnya.
coyyyy kayanya cukup 1 X untuk jadi 2 X