Yasir Alkaf

Movie – Football – Book – Daily Life

Falsafah Kehidupan Jawa

KEBUDAYAAN Jawa adalah kebudayaan yang unik. Orang Jawa konon terkenal karena sikapnya yang rendah hati, murah senyum, suka mengalah, sungkan dan taat pada pimpinan. Sebagaian budi pekerti Jawa sudah menjadi ceriman bangsa Indonesia secara keseluruhan. Banyak istilah-istilah yang biasa kita dengar yang menjadi cirri khas kebudayaan Jawa. Mungkin kalian pernah mendengar ‘Nerimo ing Pandum’, ‘Adigang, Adigung, Adiguna’ atau ‘Ambeg Utamo, Andap Ashor’? Itu adalah sebagian ajaran falsafat Jawa dalam kehidupan.

Beberapa waktu yang lalu di Inbox Facebook saia, saia menerima semacam pemberitahuan topic baru dari grup ‘Aku Bangga Jadi Orang Indonesia‘ yang kebetulan saia ikuti. Topik diskusi yang diangkat adalah Wisdom of Indonesia. Thread yang diangkat adalah mengenai kata-kata bijak atau lebih tepat falsafat Jawa. Dengan semangat berbagi saia tulis ulang di sini isi thread itu. Semoga bermanfaat. Beberapa falsafat itu antara lain:

Narimo ing pandum :: Accept the challenges of life with enthusiasm | Menerima segala rintangan dengan ikhlas

Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan :: God is close, yet untouched by your body; God is near, yet beyond the reach of mind | Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya

Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran :: Good and bad exist together, such is the will of the Lord | Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan

Natas, nitis, netes :: From God we come, in God we live, and unite God we return | Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali

Alam iki sejatining Guru :: Nature is the true Master | Alam adalah guru yang sejati

Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati :: All of us are responsible for our well being here and salvation hereafter | Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat

Manungsa mung ngunduh wohing pakarti :: Pain and pleasure, both are the result of one’s own doings | Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri

Asih, asah, asuh :: live life loving, educating and caring for one another | Hidup penuh kasih, belajar dan peduli kepada sesama

Kudu rukun marang tonggo teparo :: Live in peace and harmony with your neighbors | Hidup bertentangga harus senantiasa rukun dan damai

Eling, mawas diri, waspada :: Live consciously, know yourself, and keep aware | Hidup dengan penuh kesadaran, pahami diri sendiri dan tetap waspada

Budha, budhi :: The enlightened beings live their enlightenment | Mereka yang hidupnya tercerahkan akan meninggalkan pencerahan bagi yang lain

Heneng, Hening :: One who is at peace inside, shall be at peace outside | Kedamaian di dalam hati akan mengantarkan pada kedamaian hidup

Ora kena nglarani :: Do not hurt anybody | Jangan melukai orang lain

Rela lan legawa lair trusing batin :: Be honest and true in all you do | Ikhlas lahir batin

Urip kang utama, mateni kang sempurna :: Live life doing good, and you shall find fulfillment in death | Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya

Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo :: Fulfill your duties and responsibilities leave the rest to God | Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu :: Control over senses, sleeping and eating habits, this is the key to healthy and peaceful life | Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga

Adigang, adigung, adiguno :: Don’t you be arrogant on account of physical strength, social status, academic background, and the like | Jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu

Ambeg utomo, andhap asor :: Be first in learning, but never show off | Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati

Aja mbedakake marang sapadha-padha :: Appreciate the differences, for they are natural | Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesame manusia

Mohon, mangesthi, mangastuti, marem :: Pray for guidance and ability to harmonise your thoughts with your speech and action; so you can serve follow human beings effectively and live contentedly | Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesame

Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana :: Do good unto yourself; your family; fellow living beings, and the entire world | berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesame manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia.

Di topic diskusi yang asli tidak disertakan arti dari kalimat Jawa tersebut melainkan hanya arti dalam bahasa Inggris. Di sini saia mencoba menerjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan kemampuan Bahasa Inggris saia yang pas-pasan. Jika ada yang mungkin tidak sesuai dengan English translation itu lebih karena saia merujuk langsung ke Bahasa Jawa dari kalimat itu. Kenetulan karena saia orang Jawa jadi sedikit banyak saia bisa Bahasa Jawa.

-Semoga bermanfaat, foto diambil dari sini kalo ada tambahan silahkan dituliskan-

34 Tanggapan untuk Falsafah Kehidupan Jawa

  1. gurindang Mei 24, 2009 pada 10:29 pm

    bibit bebet bobot masuk gak…?

  2. Yasir Alkaf Mei 25, 2009 pada 9:42 am

    mmm, boleh2. masuk jha tuh kayaknya..
    mungkin karena sudah terlalu populer jadinya si pembuat thread asli ga memasukkan ‘bobot, bibit, bebet’ itu…

  3. kank_ripay Mei 26, 2009 pada 9:50 am

    bgus jga artkelnya.. mang smuanya sperti pptah jawa lama smua itu.. slam kenal bgi yg pnya blog.. dri orang sunda.. http://www.luragung.com

  4. Raden Baharin R. Said Juli 13, 2009 pada 8:39 pm

    no comment at all due to we are same under same sun…

  5. Gamuz elka Agustus 18, 2009 pada 9:33 pm

    “cuman one text”PERFECT”!!!

  6. kumboyono Maret 10, 2010 pada 9:48 pm

    trus dilanggengke kemawon palsapate mumpung dreng mlebu ajuring jman mugo2 tetep rahayu rahayu lir ing sinambi kolo

  7. Andreas Sutejo Juli 9, 2010 pada 12:56 am

    Mohon ijin share ya, Mas. Thanks

  8. Andreas Suteja Juli 9, 2010 pada 1:29 am

    Mohon ijin share ya, Mas. Thanks

  9. EM.Yazid Juli 28, 2010 pada 7:35 pm

    temen, temenanan, tinemu
    …………………….
    salam kenal

  10. hathor September 28, 2010 pada 10:37 am

    jempol papat kang…dadi wong jowo ojo lali karo jowone…

  11. arifin Oktober 28, 2010 pada 2:50 pm

    filsafah yg agung dan selaras. Semoga bisa dipraktikan dan diahayati

  12. op Desember 19, 2010 pada 4:54 pm

    KOPET NJARANNNNNNNNNNNNNNNNNNN

  13. op Desember 19, 2010 pada 4:56 pm

    NJAPLAK WAE KOK KAKEAN MBACOTTTTTTTTTTT
    PEMIKIRANE DEWE NGUNU TAK AKONI JSSSSS

    LHA WONG JAPLAK WAE KOK
    DADAK KAKEAN CANGKEMMMMMMMMMMMMM

  14. prasetyo es Maret 31, 2011 pada 1:14 pm

    daour kasur sumur…. pripun nek niki

  15. prasetyo es Maret 31, 2011 pada 1:16 pm

    dapor kasur sumur…. pripun nek niki??? pntg lho kang…yu!

  16. ipull java Mei 19, 2011 pada 1:16 am

    satukata buat anda….. sangar…..!!!!!!

  17. raja Juli 9, 2011 pada 3:16 am

    Falsafah yang sangat bijak,,, Bisa inspirasi bagi semua orang,, kereen,, :)

  18. ifur Juli 11, 2011 pada 11:42 pm

    bagus bnget gan,,,,

  19. iman nurtjahjo Agustus 3, 2011 pada 11:25 pm

    Ada terjemehan bahasa inggris dan indonesia, oke. Lebih lengkap lagi dibuat tulisan aksara jawanya.

  20. brian Agustus 8, 2011 pada 9:21 pm

    mohon ijin share mas…

  21. roney September 8, 2011 pada 4:32 am

    sejatine urip mung golet dalaning pati.

  22. Lilik Purwati Oktober 15, 2011 pada 7:24 pm

    sae sedoyo……………….jian manteb

  23. Minggulegi November 22, 2011 pada 8:25 pm

    Cipz . . . .smoga orag jawa bs lg spert dlu yg asah,asih,asuh . . . .Jempol 2 buat yg buat blog nie . . . .keren

  24. Endut November 24, 2011 pada 10:12 pm

    .aku bngga jdi orang jawa. .slm prsdluran orang jawa. .orang jawa emang bnyak pandai. . . .

  25. arie Januari 27, 2012 pada 3:02 pm

    jos gandoooos….!

  26. Gita Januari 29, 2012 pada 1:27 pm

    wah bagus banget….. ;)
    boleh kasih tambahan ga?
    “Alon-alon asal kelakon” yg artinya Pelan-pelan tapi terlakukan….. :D

  27. Gita Januari 29, 2012 pada 3:07 pm

    oh ya, boleh mengubah arti beberapa falsafah?
    1. Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana: Berbuatlah baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama, dan seluruh dunia.
    2. Asih, asah, asuh: Hiduplah dengan hidup yang saling mengasihi, mendidik, dan memperhatikan satu sama lain.
    3. Kudu rukun marang tonggo teparo: Hiduplah dalam dan harmonis dengan tetanggamu

    itu aja deh, aku melihat dari bahasa Inggrisnya…… :D
    thx, GBU O:-)

  28. Ping balik:Kumpulan Falsafah Hidup Orang Jawa « A drop of ink can make a million people think

  29. Ping balik:Falsafah Hidup Orang Jawa « A drop of ink can make a million people think

  30. Trya jathil re0g angleluri budh0y0o jawi April 19, 2012 pada 10:31 am

    Kta2 ny bguz juga untk d pelajari,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.