Pelajaran dari Pemilihan Presiden 2009
Juli 9, 2009 at 10:32 am | In Indonesia | 3 CommentsTags: Indonesia, Jk Wiranto, Mega Prabowo, pilpres 2009, SBY Boediono, SBY menang
PILPRES 2009 sudah selesai dilaksanakan 8 Juli 2009 kemarin. KPU memang belum menetapkan hasil pemenang pilpres ini secara resmi. Kita masih harus menunggu sampai tanggal 25-27 Juli 2009 untuk mengetahui hasi resmi dari KPU. Namun meski belum ditetapkan, hampir semua lembaga survey sudah mempunyai jawaban atas pertanyaan siapa presiden Indonesia unuk lima tahun ke depan. Semua quick count menempatkan SBY Boediono sebagai pemeroleh suara tertinggi dengan presentase di aas 50%. Ditambah lagi pasangan iu juga unggul di hampir semua provinsi. Jadi syarat untuk menjadi pemenang pilpres satu putaran yaitu memperoleh suara nasional di atas 50 % dan mendapat suara di atas 20% di minimal 17 provinsi sudah dapat diperoleh oleh pasangan SBY Boediono ini.
Ada beberapa pelajaran menarik yang saia kira bisa kita lihat dari fenomena kemenangan SBY-Boediono dan kekalahan telak pasangan JK Wiranto. Perolehan suara Mega Prabowo yang ternyata di atas JK Wiranto juga bisa kita ambil pelajaran sekalian. Berikut pelajaran, in my humble opinion, yang bisa diambil dari Pilpres 2009:
Sepertinya SBY yang Menang
Juli 8, 2009 at 3:42 pm | In Kisah Hidup | 5 CommentsTags: Jk Wiranto, Mega Prabowo, pilpres 2009, quick count Pilpres 2009, SBY, SBY menang
KALAU melihat hasil quick count sementara pilpres 2009, sepertinya SBY yang bakal melenggang ke istana. Prosentasenya juga cukup besar karena sudah di atas 50%. Yah walaupun agak kecewa saia tidak mendukung beliau, saia ucapkan selamat aja buat SBY kalau benar-benar menang [kalau mengikuti blog ini pasti kalian akan menyadari ketidak sukaan saia pada SBY
]. Rakyat Indonesia ternyata masih terlena oleh pencitraan santun SBY. Atau mungkin juga rakyat Indonesia sudah terlanjur terbuai dengan ‘keberhasilan’ pemerintahan ini, padahal keberhasilan itu hanya keberhasilan semu belaka.
Saia hanya bisa berpesan tolong jangan suka main politik pencintraan lagi selama periode ke depan. Jangan suka bohong-bohong lagi mengenai keberhasilan pemerintah. Eneg saia. Pilih menteri juga yang tepat. Jangan sampai pilih menteri hanya berdasar balas jasa pada orang-prang Fox macama Rizal Malarangeng. Roy Suryo juga tolong jangan dijadikan Menkominfo. Bisa makin berantakan Indonesia ini. Begitu saja sih saran dan harapan saia.
Kepanikan SBY dan Tim Suksesnya
Juli 4, 2009 at 10:58 pm | In Indonesia | 5 CommentsTags: Fox Indonesia, JK, Jusuf Kalla, KPU, pilpres 2009, politik pencitraan, SBY, SBY Boediono, SBY disihir, SBY Panik
MENJELANG Pemilihan Presiden 2009 makin lama makin kentara kepanikan SBY akan kemungkinan lawan-lawannya bisa menjegal dirinya. Kepanikan itu tidak hanya melanda SBY saja tapi juga kepada tim suksesnya. Antar tim sukses mengalami semcam ketidakkompakan. Beberapa kali tim suksesnya melakukan blunder yang justru sedikit banyak mempengaruhi para undecided voter maupun swing voter untuk tidak memilih dirinya. Tentu saja yang pemilihi yang terpengaruh itu adalah pemilih yang benar-benar memilih presiden berdasarkan analisa bukan karena fanatisme dia akan ketokohan seseorang belaka.
Demi menaikkan citra beliau menjelang Pilpres ini SBY menyewa jasa konsultan politik Fox Indonesia. Ketika banyak parpol yang sudah memberikan dukungan kepada beliau, partai-partai tersebut tidak dilibakan secara aktif di kampanyenya. Mereka hanya dijadikan semacam pajangan saja. Yang bergerak tetap saja tim Fox dengan turunannya itu. Namun tim Fox itu juga terliha semakin panic dan banyak melakukan blunder. Relawan pendukung SBY bahkan akhirnya sampai meminta tim itu dibubarkan saja. Oke langsung saja kita lihat kepanikan SBY dan tim suksesnya akhir-akhir ini:
Debat Memang Harus Dipenuhi Sindiran dan Bantahan
Juli 3, 2009 at 2:20 am | In Indonesia | 9 CommentsTags: andi malarangeng, debat, Debat Capres, Debat Capres 3, diskusi, facebook, jahat, Jk Wiranto, pilpres 2009, pilpres satu putaran, SBY Boediono
NAMANYA saja debat memang tentunya harus dipenuhi serangan kepada pihak lain, tidak sekedar dengar pendapat saja. Inti dari sebuah perdebatan adalah bagaimana masing-masing pihak mengajukan alasan dan mempertahankan alasannya dari bantahan pihak lain. Di debat capres pertama hal itu tidak terjadi para capres itu justru lebih banyak menyetujui pihak lainnya. Akan tetapi dalam dua pedebatan capres terakhir saling bantah dan memperahankan pendapat itu akhirnya muncul. Kebetulan capres Jusuf Kalla yang mengambil posisi ‘menyerang’ pertama. Dia yang lebih banyak menyerang pihak lain. Namun beberapa kawan saia justru tidak menyukai hal itu. Mereka menganggap sikap menyerang itu tidak layak dilakukan. Lihat saja hasil capture saia di status fesbuk mereka

Continue reading Debat Memang Harus Dipenuhi Sindiran dan Bantahan…
Lebih Tepat Lebih Baik
Juli 1, 2009 at 12:58 am | In Indonesia | 3 CommentsTags: Boediono, Indonesia, Jk Wiranto, KPU, Lebih cepat lebih baik, lebih tepat lebih baik lebih amanah, pilpres 2009, SBY, SBY Boediono, SBY Presidenku, tim sukses SBY
TADINYA saia kira ucapan SBY itu adalah ucapan spontan saat menutup Debat Capres tahap 2 kemarin. Namun ternyata slogan yang sangat mirip dengan slogan JK Wiranto itu benar-benar ada di iklan kampanye SBY. Saia melihatnya secara tidak sengaja di kawasan Seturan dan Ring Road Utara tepat di depan Polda DIY. Yang di daerah Seturan berwujud spanduk sementara yang di depan Polda DIY berupa baliho. Naluri seorang wartawan blogger membuat saia turun dari motor saia untuk memotret spanduk dan baliho itu. Silahkan dilihat fotonya:

Tentang Film Transformers 2: Revenge of the Fallen
Juni 28, 2009 at 10:49 pm | In Rehat Sejenak | 5 CommentsTags: autobots, box office, Bumblebee, decepticon, film, Megan Fox, Megatron, Mesir, Optimus Prime, revenge of the fallen, review film, Sam Witwicky, Shia LeBouf, transformers, transformers 2

ASLINYA saia sempat ragu akan membuat dan memposting tulisan ini atau tidak. Soalnya saia khawatir akan membuat kecewa yang belum sempat nonton film ini. Yah walaupun di satu sisi mungkin juga tulisan saia tidak akan terlalu mempengaruhi mereka yang memang sudah ‘niat banget’ nonton film ini. Film ini harus diakui sangat laris. Beberapa kawan bahkan sampai tidak dapat tiket ini meskipun ada empat studio di Jogja yang memutar film ini, tiga di Empire XXI dan satu di 21 Ambarukmo Plaza. Saking larisnya film ini, film lain jadi seolah tidak laku. Hari jumat kemarin misalnya saat saia akan nonton film King ternyata film King ini tidak begitu diminati. Tiga baris kursi deretan depan studio tidak ada penghuninya sama sekali. Bangku tengah dan belakang juga beberapa kosong. Padahal antrian saat saia akan beli tiket sangat panjang. Ternyata panjangnya itu bukan untuk film King tpi untuk Transformers ini.
Saia tidak akan membahas tentang jalan cerita film ini, tapi saia akan menuliskan beberapa hal yang cukup mengecawakan dari film ini. Sebelumnya dari sisi animasi maupn computer grafis, film ini sanga luar biasa. Transformasi saat para robot berubah dari kendaraan menjadi robot aaupun saat bergabung digambarkan dengan sangat mendetail dan sangat natural. Adegan action-nya juga juga sangat luar biasa. Sutradara juga cukup pandai mengatur tempo dengan cukup sering menampilkan adegan humor porno. Jadi kita tidak melulu tegang saat menonton film ini. Namun ya hanya sebatas itu keunggulan film ini. Dari sisi plot cerita atau karakteristik tokoh masih sama seperti film Hollywood yang lain.
Continue reading Tentang Film Transformers 2: Revenge of the Fallen…
Film ‘King’ Terpengaruh ‘Denias, Senandung di atas Awan’
Juni 27, 2009 at 1:21 pm | In Rehat Sejenak | 4 CommentsTags: 21 cineplex, Alenia, Ari Sihasale, badminton, bulutangkis, Denias, Enos, film, Guntur, Indonesia, King, Liem Swie King, PB Djarum, Pevita Pearce, review film
JUMAT [26/06/2009] film King resmi dirilis. Film besutan Ari Sihasale di bawah naungan Alenia production ini bertemakan perjuangan seorang anak dari sebuah desa kecil di Banyuwangi untuk menjadi juara bulutangkis seperti Liem Swi King idolanya. Guntur, nama anak itu, sangat pandai bulutangkis namun sayang berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan raketpun ia tidak punya dan harus mengusahakan ke sana kemari agar dapat memperolehnya. Sinopsis selanjutnya silahkan langsung menuju ke sini.
Ada beberapa hal menarik atau mungkin juga lebih tepat kurang menarik dari film ini. Menurut saia film ini banyak dipengaruhi oleh film ‘Denias, Senandung di atas awan‘. Plot dan karakter yang ada diantara kedua film tersebut banyak yang sama. Memang film Denias ini satu rumah produksi dengan King dan boleh dibilang cukup sukses di masanya karena sempat masuk seleksi Oscar. Namun apakah unuk menggapai kesusksesan serupa harus menggunakan resep serupa juga?
Mari kita lihat beberapa persamaan kedua film itu:
Continue reading Film ‘King’ Terpengaruh ‘Denias, Senandung di atas Awan’…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








